
Abimanyu yang baru keluar dari dapur berpapasan dengan Milea yang sedang celingukan di dekat dapur.
"Kamu mencari siapa ?" tanya Abimanyu.
"Aku mau numpang ke kamar mandi kak " jawab Milea.
"Oh.. kamar mandinya ada di sebelah dapur ini " Abimanyu menunjukkan ke arah kamar mandi.
"Terimakasih kak " Milea langsung beranjak menuju arah yang Abimanyu tunjuk.
Pada saat Milea berjalan menuju kamar mandi Abimanyu sempat melihat rok bagian belakang Milea terdapat noda darah, sepertinya gadis itu sedang mendapatkan tamu bulanannya.
Abimanyu akhirnya menunggu Milea keluar dari kamar mandi untuk memberitahu gadis itu.
Tidak lama kemudian Milea pun keluar dari kamar mandi dengan wajah yang pucat, sepertinya Milea sudah menyadari jika rok nya terkena noda darah.
"Kamu sedang datang bulan ?" tanya Abimanyu hati-hati.
Milea termangu dengan wajah merah merona menahan malu " Iya kak "
"Kakak akan minta tolong sama kak Luna atau kak Cindy..kamu tunggu disini ya !" titah Abimanyu.
Milea tidak memiliki pilihan lain selain mengangguk. Ia tidak mungkin kembali bergabung di tengah-tengah acara pesta dalam keadaan seperti itu.
Tidak lama kemudian Abimanyu kembali lagi bersama kakak perempuannya yang bersuamikan orang Jepang.
"Mile sedang datang bulan ?" tanya Luna.
"Iya kak..baru saja. Aku tidak pake pembalut karena tadi sewaktu di rumah belum " jawab Milea malu.
"Kakak ambilkan pembalut dulu untuk kamu " Luna berlalu meninggalkan Milea dan Abimanyu di dekat dapur.
Setelah Luna pergi untuk mengambil pembalut Abimanyu pun pergi entah kemana meninggalkan Milea sendiri.
"Ini pakai pembalutnya " Luna memberikan benda empuk itu kepada Milea.
"Maaf kak jadi merepotkan " ucap Milea.
"Sama sekali tidak merepotkan anak manis " Luna tersenyum sambil mencubit pipi Milea.
Milea pun kembali ke kamar mandi untuk memakai pembalut pemberian dari Luna.
Meskipun sudah memakai pembalut namun Milea tidak dapat menghilangkan noda darah di roknya.
Milea yang baru keluar dari kamar mandi terkejut ketika mendapati Abimanyu sedang berdiri ditempat yang tadi dengan memegang sweater ditangannya.
__ADS_1
"Rok nya tutup pake ini biar tidak kelihatan " Abimanyu menyerahkan sweater miliknya kepada Milea.
"Terimakasih kak " ucap Milea sambil melilitkan bagian tangan sweater milik Abimanyu di pinggangnya.
Milea terlihat lega karena roknya yang terkena noda darah akhirnya tertutup oleh sweater milik Abimanyu.
"Besok sweater nya balikin ya..kakak tunggu di depan sekolah " ucap Abimanyu sambil ngeloyor pergi.
"Dasar pelit..baru saja dipinjamkan sudah minta dibalikin lagi " sungut Milea sambil beranjak dari tempat itu dan bergabung dengan Millie yang sedang mengobrol dengan Felisha.
"Kamu pake sweater siapa ?" tanya Millie.
"Punya kak Abi Mom..aku barusan tiba-tiba datang bulan " bisik Milea.
"Aku juga sudah pakai pembalut dikasih sama kak Luna " bisik Milea lagi.
"Syukurlah " jawab Millie lega.
Setelah acara selesai Millie dan ketiga buah hatinya pun pulang. Milea sempat tersenyum kepada Abimanyu sebagai ucapan terimakasih karena sudah dipinjamkan sweater miliknya.
*
Keesokannya Milea pergi ke sekolah tanpa membawa sweater Abimanyu karena masih belum kering setelah dicuci oleh pelayan rumahnya.
Hari berikutnya setelah sweater Abimanyu benar-benar kering barulah Milea mengembalikannya kepada Abimanyu sepulang sekolah.
"Sweater nya buat kamu saja " ucap Abimanyu pada saat Milea menyerahkan sweater itu.
"Kak Abi itu aneh..dari kemarin nanyain terus, giliran sudah dikembalikan malah bilang buat aku.. tau gitu kan tidak usah repot-repot dibawa ke sekolah " sungut Milea yang tidak mengerti dengan jalan pikiran remaja tampan itu.
Milea yang masih polos tidak menyadari jika sebetulnya Abimanyu hanya mencari kesempatan agar bertemu dengan Milea dengan alasan menanyakan sweater.
Abimanyu hanya diam diatas motornya membuat Milea menjadi geram karena mengoceh sendiri.
"Ya sudah sweaternya aku bawa pulang lagi " ucap Milea ketika jemputannya datang.
"Iya " jawab Abimanyu singkat.
"Aneh sekali kak Abi itu..coba pak Muh pikir..dari kemarin dia terus minta agar aku mengembalikan sweaternya..eh giliran udah dibawa katanya buat aku saja..gak ngerti aku " Milea mengoceh kepada pak Muh.
"Ya sudah Neng itu namanya rejeki.. jangan ditolak " nasehat pak Muh.
"Iya..tapi kalau niat mau dikasih ke aku ngapain coba nanyain terus dari kemarin..tau gitu kan tidak akan aku bawa ke sekolah " oceh Milea.
Pak Muh hanya tersenyum mendengar ocehan Milea yang duduk disebelahnya.
__ADS_1
Akhir-akhir ini pak Muh sering mendengar Milea membicarakan Abimanyu.
Pria paruh baya itu hanya tersenyum melihat betapa polosnya anak majikannya itu sehingga tidak menyadari jika ada yang diam-diam sedang mengincarnya.
"Sweater Abimanyu belum dikembalikan dek ?" tanya Maura ketika sepulang sekolah Milea kembali membawa pulang sweater itu.
"Kata kak Abi tidak usah dikembalikan.. katanya buat aku saja " jawab Milea.
"Aih..baik banget anak itu " puji Maura.
"Siapa yang baik kak ?" tanya Adam yang baru pulang dari kantor.
"Abimanyu Pih..Mile dikasih sweater sama dia " jawab Maura.
"Kamu dikasih sweater sama Abimanyu ?" tanya Adam.
"Bukan sengaja dikasih Pih..aku kemarin dikasih pinjam, pas mau dibalikin katanya buat aku saja " ralat Milea.
"Jangan-jangan Abimanyu naksir sama kamu " ujar Mikha menggoda.
"Tidak Mamih..kakak Abi sudah punya pacar " jawab Milea.
"Dulu Papih juga pernah ngasih kado sweater untuk Mamih eh taunya kita berjodoh " ujar Adam.
"Kapan Bang ? kok aku lupa ya "
"Dulu waktu kamu ulangtahun awal-awal Abang di Kanada " Adam mengingatkan.
"Oh iya..aku ingat sekarang " Mikha terkekeh.
"Ya siapa tau nantinya kamu juga berjodoh sama Abimanyu seperti Papih dan Mamih " gurau Adam.
"Tidak mau ah..kak Abi itu orangnya tidak asik.." sungut Milea.
"Tidak asik bagaimana ?" tanya Maura.
"Pelit ngomong..masa harus aku terus yang ngajak ngomong duluan " oceh Milea.
"Abimanyu itu persis seperti Daddy nya..Pak Bagas juga kan begitu orangnya " Adam tertawa.
"Iya..makanya tidak asik " sungut Milea.
"Walaupun tidak asik tapi baik dan ganteng dek " puji Maura.
"Iya tapi tetap tidak asik " kekeh Milea.
__ADS_1