
Marvin menemani Maura sampai drama Korea yang Maura tonton selesai.
Maura terlihat menyusut matanya karena drama Korea yang ia tonton sad ending.
"Kenapa menangis ?" tanya Marvin
"Sedih tau Om..kasian mereka sudah pacaran bertahun-tahun akhirnya putus karena kehadiran orang ketiga " jawab Maura sambil menyusut air mata dan ingusnya dengan tangannya.
"Kakak jorok ih !" omel Marvin sambil menyentil tangan Maura. Marvin kemudian memberikan tisu kepada Maura.
Maura menyusut airmata dan ingusnya dengan tisu kemudian ia berikan kepada Marvin.
"Kakak Jorok " Marvin langsung melotot.
Maura hanya nyengir kapan lagi ia punya kesempatan mengerjain Om gantengnya.
"Sudah malam..kakak tidur sana " titah Marvin setelah membuang tisu ke tempat sampah.
"Gendong ke kamarnya " pinta Maura manja sambil merentangkan kedua tangannya kearah Marvin.
"Huh dasar manja " Marvin membungkuk membiarkan Maura naik keatas punggungnya.
"Mumpung Om Marvin sedang ada disini " Maura memeluk leher Marvin dari belakang.
"Selamat malam Om " ucap Maura sambil menguap setelah pria tampan itu menurunkannya diatas ranjangnya.
"Iya " jawab Marvin sambil beranjak menuju ke kamarnya.
*
Selama Marvin di Jakarta, Millie, Wisnu dan anak-anak menginap di rumah Adam.
Mereka tidak ingin kehilangan momen kebersamaan bersama Marvin sebelum pria tampan itu kembali ke Kanada untuk melanjutkan sekolahnya.
Pagi ini Mikha dan Millie terlihat sibuk berkemas. Hari ini rencananya mereka akan pergi ke Bandung dan menginap di rumah mereka dulu.
Sejak mendengar Marvin pulang Arin terus meminta mereka datang ke Bandung karena ingin bertemu dengan Marvin.
Mereka pergi dengan menggunakan dua mobil. Wisnu pergi dengan Millie dan Milea juga Maura. Sedangkan Adam pergi dengan Mikha, Marvin dan Malik.
Adam membiarkan Marvin yang menyetir karena Malik sudah tidak mau turun dari pangkuannya.
Perjalanan Jakarta Bandung mereka tempuh dalam waktu dua jam setengah.
"Kita langsung ke rumah atau ke rumah Aunty Arin Pih ?" tanya Marvin
"Ke rumah saja..nanti Aunty Arin yang akan ke rumah " jawab Adam.
Mikha langsung mengirimkan pesan kepada Millie agar langsung ke rumah mereka karena Arin yang akan datang.
Setengah jam sejak keluar tol Pasir Koja mereka pun sampai di rumah masa kecil Adam dan Mikha.
__ADS_1
Rumah itu meskipun tidak ditinggali namun terlihat sangat terawat karena ada orang yang bertugas menjaga dan membersihkan setiap hari.
"Aku tidak mau tidur disitu " Mikha menolak ketika Adam membawa Mikha masuk ke kamar yang dulu Adam tinggali.
"Oh iya Abang lupa " Adam pun membawa barang mereka menuju kamar Mikha.
Rumah orangtua Adam dan orangtua Mikha dulunya hanya dihubungkan oleh satu buah pintu. Namun kini kedua rumah itu sudah benar-benar disatukan dan tidak lagi terlihat seperti dua rumah.
Rumah masa kecil Adam dan Mikha itu kini menjadi tempat berkumpul jika mereka ke Bandung.
Karena Mikha tidak mau tidur di kamar Adam, akhirnya Marvin lah yang menempati kamar bekas Papihnya itu.
Satu jam kemudian Mobil Seno datang. Arin beserta kedua putrinya turun dengan membawa banyak barang.
"Vin..tambah ganteng saja " Seno menepuk bahu Marvin ketika keponakannya itu mencium tangannya.
"Anak siapa dulu dong " ujar Adam bangga.
"Kak Marvin photo berdua yuk..tar mau aku posting biar disangka pacar aku " Selina anak tertua Arin mengambil ponselnya kemudian mengambil photo Selfi dengan gaya sok mesra.
Gadis yang berusia satu tahun dibawah Marvin itu terkikik melihat hasil jepretan nya yang menurutnya sangat bagus.
"Sebentar lagi pasti teman-teman aku pada heboh " Selina tertawa.
"Bayar ya..pake bakso yang di blok depan " pinta Marvin.
"Oke " jawab Selina sambil mengacungkan jempolnya.
"Mamih Maura sama si Gemoy dan Malik mana ?" Silva anak kedua Arin menanyakan anak-anak Millie kepada Mikha.
Silva pun berlari menuju kamar Millie. Ternyata benar Malik dan Mile sedang tidur.
Disana tampak Millie sedang memindahkan baju-baju dari koper ke lemari dengan dibantu Maura.
Melihat Silva datang Maura pun langsung anteng bersama Silva di kamarnya.Maura dan Silva memilih tidur satu kamar.
Keluarga Adam dan Arin akan menginap di rumah masa kecil mereka dan merayakan malam pergantian tahun di sana.
Menjelang sore suasana menjadi semakin ramai setelah Malik dan Mile bangun.
"Hai ganteng..cantik baru bangun ya " Seno langsung menggendong Malik dan menciumi pipinya yang bulat.
Malik yang sudah sering bertemu dengan Seno langsung memeluk leher mantan pacar Mikha itu.
"Rin..masih pantes tuh tambah satu lagi cowok " seloroh Mikha sambil mencolek tangan Arin.
"Iya mending kalau dapatnya cowok, kalau dapatnya cewek lagi gimana ?" tanya Arin
"Ya di coba lagi " jawab Adam sambil tertawa.
"Abaang..kayak lotre saja dicoba lagi " ujar Arin.
__ADS_1
"Kita ikutin anjuran pemerintah saja Bang..cukup dua anak.Tidak masalah tidak punya anak cowok juga nanti juga kan punya menantu " jawab Seno bijak.
"Waah Om..aku saja sudah mau empat nih..berarti aku dua kali mengikuti anjuran pemerintah dong " ujar Millie sambil mengusap perutnya yang mulai terlihat menonjol.
"Tidak apa-apa Kak..kamu dan Wisnu kan masih muda " ujar Seno.
"Nanti tinggal Marvin nih..sudah punya pacar belum Vin ?" tanya Seno
"Sudah Pah.. namanya kak Nisa..aku sering diajak kalau ngapel ke rumah kak Nisa " sambar Maura.
Marvin hanya nyengir sambil memeluk bahu Maura yang kebetulan duduk disebelahnya bersama Silva.
"Emang Nisa nya tidak marah kamu ngapel bawa Maura ?" tanya Arin.
"Tidak Mama..justru kalau Om Marvin tidak ada aku sama kak Nisa suka main berdua " jawab Maura.
"Jangan buru-buru nikah Vin sebelum sukses seperti Papih dan Wisnu " nasehat Seno.
"Siap Om " jawab Marvin.
Ketika hari semakin siang dan udara mulai panas meskipun tidak sepanas Jakarta Millie tiba-tiba ingin makan bakso.
"Aku saja kak yang beli ke depan " Marvin menawarkan diri karena melihat Wisnu sedang menggendong Malik yang sedikit rewel karena mengantuk.
" Ikut yuk " Marvin mencolek tangan Maura yang sedang nonton tv bersama Silva.
"Kemana Om ?" tanya Maura.
"Beli bakso.. Mommy kamu ingin makan bakso " jawab Marvin sambil menarik paksa tangan Maura.
"Iya..iya.tapi jangan ditarik-tarik begini dong Om " Maura ngomel-ngomel sambil mengikuti langkah Marvin menuju mobilnya.
"Kakak tau tidak bakso disini yang enak ?" tanya Marvin yang terlihat kebingungan.
"Mana aku tau Om..aku kan tidak tinggal disini. Aku pikir Om tau " jawab Maura.
Karena keduanya terlihat bingung akhirnya Maura menghubungi Selina dan menanyakan bakso yang enak disana.
Marvin dan Maura mengikuti petunjuk dari Selina menuju tempat jualan bakso yang enak. Setelah menemukan tempat yang dimaksud mereka pun turun dari mobil.
Marvin memeluk bahu Maura dengan tangan kanannya ketika mereka menyebrang karena Marvin memarkirkan mobilnya di sebrang, sementara tangan kiri Marvin menggenggam tangan kiri Maura yang memeluk pinggangnya.
Maura duduk di sebuah bangku ketika Marvin memesan lima belas bungkus bakso untuk semua yang ada di rumah termasuk pelayan dan tukang kebun.
Setelah mendapatkan semua pesanan mereka pun pulang.
Arin sudah menyiapkan banyak mangkuk ketika tidak lama kemudian Marvin dan Maura datang.
Mereka semua berkumpul di meja makan sambil menikmati bakso yang Marvin dan Maura beli.
Karena meja makan disana tidak cukup untuk menampung semuanya Maura memilih makan di ruang keluarga bersama Silva dan Selina. Marvin pun akhirnya mengikuti ketiga perempuan itu makan sambil nonton tv.
__ADS_1
Marvin menghabiskan baksonya lebih cepat dibanding Selina,Silva dan Maura.
Karena belum kenyang Marvin mengambil bakso dari mangkuk Maura. Maura pun tidak keberatan membagi bakso miliknya dengan Marvin. Bahkan Maura tidak sungkan menyuapi Marvin makan bakso miliknya.