
Setelah Safira tertidur Abi menyuruh Milea pindah tidur ke sampingnya. Milea pun merubah posisi tidur menjadi di tengah agar Abimanyu bisa leluasa memeluknya.
"Wajah Kamu lucu sekali " Milea terkikik mengelus wajah ceremot Abimanyu.
"Gara-gara kalian " keluh Abimanyu dengan wajah cemberut.
"Walaupun belepotan tapi kamu tetap terlihat ganteng " puji Milea.
"Aku akan membersihkan wajahku sekarang " Abi hendak bangun namun Milea melarangnya.
"Jangan dulu dibersihkan, aku masih belum puas melihatnya " larang Milea sambil memeluk perut Abi.
"Apakah ini keinginan bayi kita ?" tanya Abi bingung.
"Sepertinya iya " jawab Milea sambil nyengir.
"Baiklah, apapun yang dia mau akan aku lakukan " ujar Abi.
Masih untung Milea hanya menginginkan melihat ia seperti ini ketika di rumah tidak ketika di kantor karena Abi pernah mendengar ada istri yang ngidam seperti itu, benar-benar konyol.
Sambil berbaring jemari Milea terus mempermainkan wajah Abi, menyusuri alisnya yang seperti alis Shin Chan, Pipi merah merona karena Safira terlalu tebal memberi blush-on terlalu tebal, dan terakhir Milea mempermainkan bibir Abimanyu yang juga berwarna merah merona.
Safira sampai mematahkan beberapa lipstik miliknya kemarin..dan akhirnya Milea pun tertidur dipelukan Abimanyu.
Abimanyu dan Milea juga Safira baru terbangun ketika hari mulai beranjak sore, begitu mereka bangun ketiganya kaget karena sudah ada Sadewa, Cindy dan Sahira di rumah mereka.
"Ayaaah..aku takuut !" Sahira langsung berlari memeluk Sadewa ketika Abimanyu keluar dari kamar bersama Milea dengan Safira dalam gendongannya.
"Bi..kamu apa-apaan sih, Sahira kan takut lihat wajah kamu " omel Sadewa sambil menutup wajah Sahira yang ketakutan melihat wajah Abi yang menurutnya menyeramkan.
Abimanyu lupa jika tadi ia langsung tidur tanpa sempat membersihkan wajahnya.
"Oh ini...ulah mereka berdua " jawab Abimanyu sambil memberikan Safira yang belum sepenuhnya sadar kepada Cindy.
"Aku pikir Milea yang ngidam " Cindy terkikik geli.
"Sebetulnya sudah mau aku bersihkan tapi dilarang oleh Milea " keluh Abimanyu.
"Tuh kan berarti bener karena Milea ngidam " ujar Cindy.
__ADS_1
"Bukan ngidam Bunda, itu hasil pekerjaan aku sama Aunty Milea " aku Safira.
"Mendingan cepat bersihkan muka kamu Bi, kasian Sahira takut " ujar Sadewa.
"Kamu harus tanggung jawab Moy !" Abi menarik tangan Milea dan membawanya ke kamar.
"Kak Abi mau duduk manis atau rebahan ?" tanya Milea sambil menyiapkan kapas dan face toner.
"Rebahan saja, nanti kamu duduk diperut aku seperti Safira tadi " pinta Abimanyu sambil nyengir.
"Baiklah " jawab Milea sambil duduk diatas perut Abimanyu dan mulai membersihkan wajah suaminya itu dengan kapas yang sudah dibasahi face toner.
Ketika Milea membersihkan wajah Abimanyu, tangan pria itu iseng mengelus paha mulus Milea yang berada disisi kiri dan kanan perutnya.
"Sayang..tangannya tolong dikondisikan" omel Milea.
Bukannya menurut tangan Abi malah semakin merayap menuju bokong Milea dan mere masnya kemudian menggerakkannya maju mundur sehingga bagian inti tubuh Milea bergesekan dengan miliknya yang sudah menegang.
"Sayaang..kamu itu mesum sekali. Ingat diluar ada kak Dewa dan kak Cindy " Milea mengingatkan.
"Sebentar saja " jawab Abimanyu.
"Om Abii..apakah wajahnya sudah bersih ?" kehadiran Safira dan Sahira membuat Abimanyu buru-buru mengeluarkan tangannya dari bokong Milea, namun Milea yang berada diatas perutnya tidak sempat turun.
"Aku mau ikut " si kembar berebut naik keatas perut Abimanyu.
Milea yang hendak turun buru-buru dicegah Oleh Abimanyu. " Sekalian kita lanjutkan yang tadi " ucap Abimanyu sambil mengerling.
Kedua bocah berpipi bulat itu tampak tertawa cekikikan diatas perut Abimanyu. Mereka tidak menyadari apa yang sesungguhnya sedang Om dan Aunty nya lakukan.
Meski hanya saling bergesekan namun Abi dan Milea berhasil mendapatkan pelepasan tanpa kedua bocah itu tau.
"Kita udahan yuk naik kudanya, kasian kudanya sudah kelelahan " ajak Safira kepada saudara kembarnya ketika melihat wajah tampan Abimanyu sedikit memerah dan berkeringat.
Setelah kedua bocah itu turun dan berlarian keluar kamar Milea pun menjatuhkan tubuhnya di pelukan Abimanyu sambil tertawa
"Untung mereka tidak menyadari " ujar Abimanyu sambil tertawa.
Setelah membersihkan diri sepasang suami istri mesum itupun keluar dari kamar untuk kembali menemui Cindy dan Sadewa.
__ADS_1
"Sebetulnya yang kamu ajak main kuda-kudaan itu anak-anak atau Aunty nya ?" sindir Sadewa.
Sepertinya si kembar mengadu kepada Ayah dan Bundanya jika mereka habis mengerjai Om nya dengan menjadikan pria tampan itu kuda tunggangan.
Abimanyu dan Milea saling tatap sebelum kemudian menjawab. " Ya anak-anak dong kak "
"Tapi Aunty Milea juga ikutan " oceh si kembar.
"Aunty kan cuma pegangin kalian supaya tidak jatuh " kilah Milea.
Sore itu Cindy dan Sadewa datang untuk menjemput Safira karena Sahira merengek terus kehilangan saudara kembarnya.
"Bener nih tidak jadi nginepnya ?" tanya Abimanyu.
"Maaf Om tidak jadi " jawab Safira ketika Cindy dan Sadewa membawanya pulang.
"Ya sudah ..lain kali harus jadi ya menginap nya " ujar Milea.
"Aku juga mau menginap asal berdua " ujar Sahira. Sepertinya menyenangkan menginap di rumah Om dan Aunty nya pikir Sahira.
"Kalau berdua Ayah tidak ijinkan, kasian Aunty Milea nya nanti kerepotan karena di perut Aunty Milea nya kan ada adik bayinya " jawab Sadewa.
"Baiklah " jawab si kembar.
Meskipun sering bertengkar karena merebutkan barang yang sama namun pada kenyataannya mereka tidak bisa berpisah satu sama lain.
Setelah Sadewa dan Cindy pulang tiba-tiba Milea merengek ingin pergi menginap di rumah Wisnu dan Millie.
"Aku mau perginya pake motor !" pinta Milea ketika Abimanyu mengambil kunci mobilnya.
"Pake mobil saja ya Sayang " bujuk Abimanyu.
"Tidak mau..aku mau perginya pake motor " kekeh Milea.
Karena Milea bersikeras ingin pergi pakai motor, Abimanyu pun berkonsultasi dulu dengan dokter kandungan Milea.
Dokter mengijinkan karena kondisi kehamilan Milea dalam keadaan baik, namun dokter menganjurkan agar Abimanyu berhati-hati.
"Dokter sudah memberi ijin, kita pergi sekarang " Abimanyu menuntun Milea menuju motornya.
__ADS_1
Abimanyu menjalankan motornya dengan sangat hati-hati dan berusaha sebisa mungkin menghindari jalan yang beresiko membuat guncangan.
Setelah sampai di rumah Wisnu dan Millie, mereka pun disambut dengan Omelan karena mereka datang dengan mengendari motor.