
Milea menatap sebal pada layar ponselnya yang menampilkan pesan dari Abimanyu
Pulang sekolah kakak tunggu di depan
"Sudah punya pacar juga masih iseng deketin cewek " sungut Milea.
"Siapa..cowok Lo ?" Samuel mengintip layar ponsel Milea.
"Iih bukan..amit-amit gw punya cowok gunung es seperti dia " cibir Milea.
"Cowok mana yang Lo maksud ?" tanya Samuel penasaran.
"Kak Abi.. cowok yang dulu tidak sengaja gw tabrak " jawab Milea.
"Bukannya dia sekolah di Jepang ?" Samuel pernah mendengar jika anak pengusaha yang terlibat tabrakan dengan temannya itu sedang sekolah di Jepang.
"Dia sudah balik ke Indo..dan dia mulai meneror gw setiap hari " sungut Milea.
"Meneror bagaimana maksud Lo ?"
"Dari beberapa hari yang lalu dia membuntuti gw..dan dia akan jemput gw di depan " jawab Milea.
"Ya Bagus lah..bukannya mobil Lo masih di bengkel " ujar Samuel.
"Tidak perlu dijemput dia juga gw bisa pulang di jemput pak Muh..tapi dia berani nyuruh pulang pak Muh kemarin..berani sekali dia.. yang gw gak suka adalah dia itu sudah punya pacar " sungut Milea dengan berapi-api.
"Nah kalau itu tidak bagus..gw dukung Lo..jangan mau jadi pelakor " nasehat Samuel.
Meskipun sama-sama bandel namun Samuel tidak setuju jika sahabatnya itu menjalin hubungan dengan pria yang sudah memiliki kekasih.
"Pokoknya Lo harus bantuin gw agar kak Abi tidak dapat menemukan gw " pinta Milea.
"Tenang...gw tau jalan rahasia..Lo bisa keluar tanpa melewati gerbang utama, nanti gw tunggu di ujung gang " bisik Samuel ditelinga Milea.
Sepulang sekolah Abimanyu sudah berdiri menunggu Milea sambil bersandar di pintu mobilnya dengan kacamata hitam bertengger di hidung mancungnya.
Disaat Abimanyu menunggunya di depan gerbang sekolah Milea terlihat berusaha memanjat pagar tembok belakang sekolah demi menghindari Abimanyu.
"Kenapa Lo ga bilang kalau jalan pintasnya harus manjat tembok ?" sungut Milea sambil naik keatas punggung Samuel.
"Tidak usah cerewet masih untung gw mau bantuin Lo " jawab Samuel sambil mengerahkan tenaganya mengangkat tubuh Milea agar bisa melewati pagar tembok belakang sekolahnya.
Dengan dibantu oleh Samuel akhirnya Milea pun berhasil memanjat pagar tembok belakang sekolanya
__ADS_1
Samuel sendiri tidak ikut memanjat pagar tembok, ia hanya membantu saja dan nanti mereka akan bertemu di ujung gang.
Pada saat akan turun Milea sempat terpeleset dan akhirnya terjatuh.Gadis itu meringis sambil mengusap bokongnya yang terasa sakit.
"Perlu bantuan ?" tanya seseorang sambil mengulurkan tangannya untuk membantu Milea berdiri.
"Kakak Abi ??" Milea melotot begitu menyadari orang yang mengulurkan tangan kepadanya adalah orang yang justru sedang ingin ia hindari. "Bagaimana bisa tau kalau...?"
"Tentu saja tau..ini adalah celah yang biasa dipakai oleh anak-anak nakal untuk kabur..seperti kamu " pungkas Abimanyu sambil membantu Milea berdiri.
Milea lupa jika Abimanyu juga pernah bersekolah disini, jadi bukan hal sulit bagi Abimanyu untuk bisa menemukan nya dengan mudah.
Tanpa mengatakan apapun Abimanyu menarik tas punggung Milea dan membawa gadis nakal itu ke mobilnya.
"Kak Abi itu kebiasaan deh suka narik-narik tas aku " sungut Milea setelah berada di dalam mobil Abimanyu.
"Suruh siapa mau kabur " jawab Abimanyu dengan wajah datarnya.
Samuel yang keluar melalui gerbang utama dengan motor besarnya dan hendak menjemput Milea di ujung gang tampak meringis iba melihat sahabatnya yang tidak berhasil kabur dan malah tertangkap seperti seorang pencuri.
"Apes Lo Mil " gumam Samuel.
Milea yang masih kesal tampak cemberut sambil diam-diam melirik Abimanyu yang sedang fokus menyetir.
Karena sepanjang perjalanan Abimanyu tidak mengajak mengobrol akhirnya Milea menyibukkan diri dengan bermain game di ponselnya.
Saking antengnya bermain game Milea sampai tidak menyadari jika mobil Abimanyu masuk ke halaman sebuah restoran.
Milea baru mengangkat kepalanya saat Abimanyu mematikan mesin mobilnya.
"Loh.. kenapa kesini ? aku kira kita sudah sampai rumah " ujar Milea yang tampak bengong ketika menyadari jika mereka sudah berada di halaman sebuah restoran.
"Makanya matanya jangan ke ponsel terus " sindir Abimanyu.
"Suka-suka aku..abisnya sama kakak Abi itu membosankan seperti naik taksi online " jawab Milea.
Meskipun disebut membosankan namun Abimanyu samasekali tidak marah.
"Kamu saja yang pesan menunya " Abimanyu memberikan daftar menu kepada Milea.
"Kenapa aku..nanti kalau tidak cocok bagaimana ?" tanya Milea bingung.
"Pesan saja " jawab Abimanyu sambil memainkan ponselnya.
__ADS_1
"Aku mau pesan nasi goreng..kak Abi mau tidak ?" tanya Milea sambil menyikut lengan Abimanyu membuat ponsel ditangan Abimanyu nyaris terjatuh.
"Ya " jawab Abimanyu.
Milea memesan dua porsi nasi goreng. Khusus untuk Abimanyu Milea memesan yang extra pedas. Milea sengaja mengerjai Abimanyu karena sejak kembali dari Jepang cowok ganteng itu selalu menerornya.
"Aku pesan nasi goreng..awas saja kalau tidak dimakan " ancam Milea.
"Iya " jawab Abimanyu tanpa menoleh sedikitpun dari ponselnya. Sepertinya jika Milea melipir lalu kabur sekali pun Abimanyu tidak akan menyadarinya.
Abimanyu baru menyimpan ponselnya ketika pesanan mereka datang.
Abimanyu yang memang sedang merasa lapar langsung melahap nasi goreng itu. Baru saja nasi goreng itu masuk kedalam mulutnya wajah Abimanyu langsung memerah karena mulutnya terasa panas seperti terbakar.
"Pedas banget " keluh Abimanyu.
"Tadi katanya terserah aku makanya matanya jangan ke ponsel terus " Milea mengembalikan ucapan Abimanyu tadi saat ia turun dari mobil.
Dengan terpaksa Abimanyu pun melanjutkan makannya. Keringat mulai mengucur membasahi wajah tampannya yang buru-buru ia hapus dengan tisu.
Milea tampak puas karena sudah berhasil mengerjai Abimanyu. Meskipun merasa puas namun Milea merasa heran karena Abimanyu tetap memaksakan diri menghabiskan nasi gorengnya walaupun merasa sangat kepedesan.
Karena merasa iba melihat wajah Abimanyu yang merah dan berkeringat Milea pun menyodorkan minum miliknya karena minum Abimanyu sudah habis.
"Kalau tidak kuat pedas kenapa memaksakan diri " omel Milea sambil memberikan tisu kepada Abimanyu.
"Tadi kamu bilang awas kalau tidak dimakan " jawab Abimanyu.
"Ya harusnya kak Abi punya pendirian sendiri dong, kalau tidak kuat pedas jangan diteruskan " omel Milea.
Milea memanggil pelayan kemudian memesan satu gelas susu tawar untuk Abimanyu.
"Nih minum " Milea menyodorkan gelas berisi susu tawar yang baru dipesannya kepada Abimanyu.
Abimanyu menurut perintah Milea dan menenggak susu tawar itu hingga habis.
Setelah menghabiskan susunya beberapa menit kemudian Abimanyu merasakan rasa panas di mulutnya perlahan reda.
"Gimana..masih merasa pedas tidak ?" Milea menatap Abimanyu sambil menopang dagunya menunggu reaksi pria tampan itu setelah meminum susu tawarnya.
"Sudah berkurang " jawab Abimanyu sambil mengambil tisu kemudian mengusap sisa keringat di wajahnya.
"Puas kamu ngerjain kakak ?" tanya Abimanyu menatap tajam kearah Milea.
__ADS_1
"Belum " jawab Milea sambil tertawa.