My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Gunung Es vs Gunung Merapi


__ADS_3

Setelah Felisha dan Bagas juga Alysha pulang Milea pun langsung dicecar dengan banyak pertanyaan oleh Mikha dan Maura.


"Sejak kapan kamu dan Abimanyu pacaran ? " tanya Mikha.


"Baru beberapa hari Mih " jawab Milea.


"Kenapa harus menyangkal waktu kemarin Mamih tanya..kamu pikir Mamih akan marah hah ?" Mikha tampak jengkel kepada Milea.


"Maaf Mih..aku masih belum berani cerita " Milea menyembunyikan wajahnya dibalik selimut.


"Iya dek kenapa harus sembunyi-sembunyi dari kita sih.. jujur kan lebih baik " nasehat Maura.


Maura lupa bahkan dirinya cukup lama menyembunyikan fakta jika ia dan Marvin pacaran dari seluruh keluarga terutama Mommy dan Daddy nya.


Milea hanya diam tidak bergeming dari dalam selimutnya. Mikha yang merasa iba mengusap punggung Milea lembut.


"Mamih tidak marah kamu pacaran dengan Abimanyu, Mamih cuma mengingatkan agar kamu bisa menjaga sikap..kamu tau sendiri siapa keluarga Om Bagas itu " nasehat Mikha.


Siapa keluarga Bagas itu ? ya tentu saja Milea tau siapa Bagas Hadi Pranoto..seorang pengusaha terkenal yang memiliki tiga pangeran tampan dan dua putri yang cantik.. dan tanpa ia sadari ia akan masuk menjadi salahsatu anggota keluarga Bagas Hadi Pranoto..tubuh Milea pun berkeringat dingin di dalam selimutnya mengingat kini ia tidak bisa main-main dengan keluarga Bagas.


Mikha dan Maura baru berhenti mencecar Milea dengan pertanyaan ketika Marvin dan Adam pulang dari kantor.


"Mana si Gemoy ?" Adam menanyakan Milea karena gadis kesayangannya itu tidak tampak menyambut kedatangannya seperti biasa.


"Di kamarnya " jawab Mikha sambil meraih tas Adam dan membawanya ke kamar.


"Apakah perutnya masih sakit ?" tanya Adam.


"Sepertinya sudah tidak " jawab Mikha. Kini tangannya membantu Adam mengurai dasi yang mengikat lehernya.


"Syukurlah " jawab Adam lega.


"Bang..tadi ada keluarga Bagas kesini untuk menengok Milea " lapor Mikha.


"Keluarga Bagas kesini untuk menengok Milea ?" dahi Adam berkerut.


"Iya Bang..ternyata tanpa sepengetahuan kita Milea dan Abimanyu pacaran " adu Mikha.


"Pacaran..setau Abang si Gemoy tidak suka sama Abimanyu " dahi Adam semakin berkerut.


"Iya..tapi orangtua Abimanyu juga bilang kalau kita akan besanan " jawab Mikha.


"Sekarang Abang mau melihat si Gemoy dulu " ujar Adam sambil beranjak menuju kamar Milea.


"Tidak usah bersembunyi !" Milea yang masih menutupi sekujur tubuhnya dengan selimut kaget ketika mendengar suara Adam.


"Aku tau Papih juga pasti akan ngomel-ngomel seperti Mamih " ucap Milea dari dalam selimut.

__ADS_1


"Tidak..mana bisa Papih marah sama kamu " jawab Adam lembut sambil duduk di sisi ranjang Milea.


Mendengar ucapan Adam barusan Milea pun menyibakkan selimut yang menutupi sekujur tubuhnya.


"Kenapa tidak bilang sama Papih kalau kesayangan Papih ini sudah punya pacar hmm ?" tanya Adam mencubit ujung hidung Milea.


"Aku masih belum berani bilang sama siapapun Pih " jawab Milea.


"Belum berani bilang siapapun nyatanya keluarga Abimanyu sudah tau semua..kamu curang keluarga kita tidak ada yang tau "


"Mereka tau karena si gunung es itu mungkin yang ngadu kepada mereka " jawab Milea.


Adam tertawa mendengar Milea masih menyebut gunung es pada pria yang kini sudah menjadi pacarnya.


"Abi gunung es..kamu gunung Merapi nya " ledek Adam sambil mengacak rambut si Gemoy dengan gemas.


"Papih tidak marah aku pacaran sama si gunung es ?" Milea masih saja menyebut Abimanyu gunung es.


"Tidak..malah Papih senang jika semua kesayangan Papih mendapat jodoh dari keluarga baik. Seperti Om Marvin yang berjodoh dengan kakak Maura yang sudah jelas dari keluarga baik -baik " jawab Adam.


"Hmm..Papih sih itu memuji keluarga sendiri " cibir Milea membuat Adam tertawa tergelak.


*


Disaat Adam sedang berada di kamar Milea, Maura yang berada di kamarnya bersama Marvin tampak sedang mengadu kepada Millie dan Wisnu.


"Beneran Mom..tadi ada keluarga Om Bagas kesini untuk menengok Mile, dan aku dengar sendiri ketika Alysha bilang kalau Mile pacaran sama Abi " adu Maura sambil mengusap kepala Marvin yang sedang menyelusup di dadanya.


"Serius Mom..terus Tante Fe juga bilang kalau keluarga kita akan besanan " lanjut Maura.


Millie diujung telepon tampak terdiam mendengar cerita putri pertama nya.


"Ya sudah nanti malam Mommy dan Daddy akan menginap disana " putus Millie.


"Iya Mom " jawab Milea.


Setelah mengakhiri panggilan Maura pun langsung menjambak rambut Marvin yang diam-diam memasukkan kepalanya kedalam bajunya.


"Kamu itu tidak sabaran sekali sih Sayang aku sedang bicara dengan Mommy juga " omel Maura sambil menggelinjang kegelian karena mulut Marvin melahap gunung kembarnya dengan rakus.


"Habisnya kamu ngobrol sama kak Millie nya lama banget " keluh Marvin sambil menggigit kecil puncaknya dengan gemas membuat Maura meringis sambil menggigit bibir bawahnya.


"Kak Millie..kak Millie..bilang Mommy kek..dasar menantu durhaka "


"Aku sih mau saja panggil kak Millie Mommy..tapi dianya yang tidak mau dipanggil Mommy..geli katanya " jawab Marvin sambil terkekeh.


Marvin yang berada diatas tubuh Milea buru-buru turun ketika Mahardika dan Maharani datang dan langsung naik keatas ranjang mereka.

__ADS_1


"CK..kalian itu mengganggu Ayah dan Bunda saja " keluh Marvin sambil menciumi pipi bulat si kembar dengan gemas.


"Ayah..Bundanya jangan diboboin kasian nanti mati " celoteh Dika.


"Tidak akan dong Sayang..Bunda malah senang " jawab Marvin sambil mengerling kepada Maura.


"Ini mulut dijaga dong Sayang " omel Maura sambil mendelik sebal.


Marvin hanya terkekeh. " Nanti kalau anak-anak sudah tidur kita lanjutkan lagi ya "


"Iya..mana bisa aku menolak kamu Sayang " jawab Maura sambil mengusap punggung si kembar bergantian.


Sepulang dari kantor Millie dan Wisnu juga Malik dan Meysha datang ke rumah Adam. Disaat yang bersamaan Abimanyu pun datang dengan membawa kantung berisi makanan untuk Milea.


Millie dan Wisnu pun urung mengintrogasi putrinya karena ada Abimanyu disana.


"Apakah perut kamu masih sakit ?" tanya Abimanyu.


"Awalnya sih sudah tidak..tapi melihat kak Abi perut aku jadi sakit lagi " jawab Milea.


"Mana bisa begitu " ujar Abimanyu.


"Tadi ada Mommy dan Daddy kak Abi sama Alysha kesini nengokin aku..kenapa kak Abi ngadu sih kalau aku sedang sakit perut ? aku kan jadi malu merepotkan mereka "


"Tadi waktu di kantor Mommy telepon nanyain kamu, ya aku bilang kamu sakit..tidak salah juga kalau mereka nengokin calon menantunya yang lagi sakit " jawab Abimanyu datar.


"Calon mantu kepaksa " sungut Milea. Abi tampak cuek dengan jawaban Milea.


"Sepertinya kamu sudah sembuh.. besok aku jemput lagi seperti biasa " ujar Abimanyu santai.


"lusa saja ya..sehari lagi pliis !" pinta Milea.


"Tidak..besok kamu ke rumah Mommy dan Daddy lagi temani Alysha karena besok Alysha tidak pergi ke sekolah ada rapat di sekolahnya " perintah Abimanyu.


"Aku ikut ke kantor kak Abi saja " pinta Milea.


"Boleh..kalau begitu kamu bawa buku pelajaran kimia " jawab Abimanyu.


"Haaah..tidak..tidak..lebih baik aku menemani Alysha saja di rumah " Milea berubah pikiran.


"Terserah kamu saja..mau di rumah atau ikut aku ke kantor juga tidak masalah " jawab Abimanyu santai.


Milea menelungkupkan kepalanya pada bantal sofa dipangkuannya. Ia tidak tau jika meminta tolong kepada Abimanyu sama saja seperti menggali kuburannya sendiri.


Abimanyu dan Milea yang berada di ruang tamu tidak menyadari jika seluruh keluarganya diam-diam memperhatikan mereka dari ruang keluarga.


"Sayang..kenapa aku tidak yakin kalau Milea dan Abimanyu pacaran.. aku malah melihat mereka seperti musuh bebuyutan " ujar Wisnu pelan.

__ADS_1


"Iya Mas..aku juga melihat seperti itu..mereka seperti yang sedang bertengkar " jawab Millie bingung.


"Mungkin begitu gaya pacaran anak muda jaman sekarang kak " ujar Marvin masih menatap Milea dan Abimanyu yang berada di ruang tamu dan duduk saling berjauhan.


__ADS_2