My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Sukuran empat bulan


__ADS_3

Milea akhirnya berhenti menangis dan tersenyum melihat kemesraan mertuanya, Daddy Bagas tampak tetap menyayangi Mommy Felisha walaupun Mommy Felisha punya kekurangan seperti dirinya yang tidak bisa masak.


Dulu ketika Nakula dan Sadewa juga Luna masih kecil Felisha terbilang rajin masak, namun karena Bagas semakin hari semakin memanjakannya membuat kemampuan wanita cantik itu di dapur semakin berkurang terkalahkan oleh kemampuannya diatas ranjang karena itu yang lebih disukai oleh kanebo keringnya.


Bahkan disaat anak-anak sudah semakin dewasa Felisha nyaris tidak memiliki waktu untuk ke dapur karena waktunya tersita untuk mengurus bayi besarnya dan si bungsu Alysha.


Alysha yang baru pulang sekolah dan diberitahu jika kakaknya sakit langsung menyusul ke rumah Abi dengan diantarkan sopir.


"Sayang kenapa tidak ganti baju dulu ?" omel Felisha ketika Alysha datang masih mengenakan seragam putih abu nya.


"Lupa Mom " jawab Alysha sambil nyengir.


"Ganti baju dulu dek..pake punya kakak saja pasti muat " Milea membawa Alysha ke kamarnya. Karena postur tubuh Milea dan Alysha hampir sama tidak sulit bagi Milea mencari baju yang cocok untuk adik iparnya.


Disaat Milea dan Alysha berada di kamar, Felisha dan Bagas menasehati Abimanyu agar jangan lengah mengawasi Milea.


"Sekarang kamu yang jadi korban, jangan sampai kejadian ini terulang lagi..kamu harus pastikan Milea tidak memakan apapun yang akan membahayakan dia dan calon bayi kalian " nasehat Felisha dengan suara pelan.


"Iya Mom, untung kemarin sebelum pergi aku sudah suruh si Bibik untuk buang makanan itu " jawab Abimanyu.


Abimanyu tidak bisa membayangkan jika Milea sampai ikut memakan makanan hasil masakannya.


Pembicaraan Bagas, Felisha dan Abimanyu terhenti saat Milea keluar dari kamar bersama Alysha yang sudah berganti baju memakai pakaian Milea.


Malam itu Bagas dan Felisha memutuskan untuk menginap, mereka tidak tega meninggalkan Abimanyu yang masih terlihat pucat dan lemas sementara Milea sendiri belum bisa mengurus Abimanyu sepenuhnya terutama untuk urusan isi perutnya.


Kabar sakitnya Abimanyu akhirnya sampai ke telinga Adam dan Wisnu, dan malam itu juga mereka datang untuk menengok.


"Bagaimana ceritanya kamu bisa sampai muntah-muntah, apa salah makan ?" tanya Millie begitu tiba.


"Dokter bilang hanya masuk angin Mom dan asam lambung sedang naik " jawab Abimanyu.


Mendengar Abimanyu menutupi penyebab dirinya muntah-muntah kepada keluarganya membuat Milea menunduk dengan wajah murung.


"Jangan dibiasakan menunda lapar Bi " nasehat Adam dengan wajah khawatir.


"Iya Pih " jawab Abi.


Ketika mendengar keluarga besannya akan datang Bagas dan Felisha memang menyuruh Abimanyu untuk merahasiakan penyebab sakitnya Abimanyu dari keluarga besarnya.

__ADS_1


Bagas dan Felisha sengaja merahasiakannya agar keluarga besannya tidak menyalahkan Milea yang akan membuat menantu nakalnya itu sedih.


Karena keluarga Abimanyu dan keluarga Milea sedang berkumpul pada kesempatan itu mereka pergunakan untuk membahas rencana syukuran empat bulan kehamilan Milea.


Semua sepakat jika acara syukuran itu akan dilaksanakan di rumah Abimanyu dan Milea pada akhir pekan ini.


Milea yang minim pengalaman menyerahkan sepenuhnya kepada Felisha, Millie dan Mikha.


Milea yakin ditangan ketiga wanita itu acara syukuran empat bulanan kehamilannya akan berjalan dengan lancar.


Setelah Adam, Mikha, Millie dan Wisnu pamit pulang Milea dan Abimanyu pun kembali ke kamar mereka untuk beristirahat.


Sebelum tidur Abimanyu menangkap ada yang aneh pada diri Milea. Jika biasanya Milea cepat sekali tertidur tapi malam ini wanita yang sedang berbadan dua itu terlihat gelisah.Abimanyu merasakan pergerakan tubuh Milea yang tidak biasa.


"Sayang..kamu kenapa ?" Abimanyu memiringkan tubuhnya agar bisa menjangkau wajah Milea.


"Tidak apa-apa " jawab Milea.


"Tadi Mommy dan Daddy bilang apa sama kamu ? mereka tidak menyalahkan kamu kan ?" tanya Abimanyu.


"Tidak..mereka tidak menyalahkan aku. Aku hanya merasa bersalah saja sama kamu, dan aku merasa jadi istri yang paling bodoh yang nyaris mencelakakan suami sendiri " aku Milea dengan suara lirih.


"Justru yang paling aku takutkan adalah kamu..aku khawatir kamu ikut makan " lanjut Abimanyu.


"Sayang.. maafkan aku ya..aku memang istri yang bodoh " Milea memukul kepalanya sendiri.


"Sstt..siapa bilang kamu bodoh. Menurut aku kamu itu istri yang pintar..pintar memuaskan suami dan pintar bikin anak " ujar Abimanyu sambil mengelus perut Milea yang mulai terlihat menonjol.


"Kalau bikin anak sih bukan hanya aku yang pintar tapi kak Abi juga, kita kan bikinnya bareng-bareng " Milea tersipu sambil mencubit perut Abimanyu.


*


Milea tampak pasrah ketika Maura, Cindy dan Zhifana memakaikan kerudung dikepalanya. Hari ini adalah acara syukuran empat bulan kehamilannya dan satu jam lagi acara pengajian akan dimulai.


"Bunda..aku ingin seperti Aunty Milea " Rani menarik-narik tangan Maura ketika Maura sedang merapikan kerudung Milea.


"Iya nanti ya kalau Aunty Milea sudah selesai " jawab Maura.


"Bunda kami juga ingin seperti itu " Safira dan Sahira ikut-ikutan.

__ADS_1


"Iya..semua akan bunda dandanin.. Dikha juga mau ?" tanya Cindy kepada Mahardika yang sedang menonton ketiga wanita itu mendandani Aunty nya.


"Tidak " Dika menggeleng.


"Kamu itu dek..masa Dika mau didandanin juga " omel Zhifana.


"Becanda kak " Cindy hanya nyengir.


"Kakak ini sudah selesai belum ?" tanya Milea


"Sudah selesai..sekarang tinggal anak-anak " jawab Maura sambil memanggil tiga gadis cilik Safira, Sahira dan Rani untuk didandani. Sementara Arsy putri bungsu Nakula yang sudah mulai besar menolak untuk didandani.


Abimanyu yang kebetulan masuk ke kamar untuk mengambil ponselnya terpaku ketika menatap penampilan Milea yang tampak berbeda dengan kerudung menutupi rambutnya.


"Kamu cantik Moy " puji Abimanyu sambil mencuri satu ciuman dibibir Milea.


Cindy, Maura dan Zhifana yang sedang fokus mendandani tiga bocah cantik tidak melihat apa yang baru saja Abimanyu lakukan.


"Ini kalian ngapain ikut dandan juga ?" tanya Abimanyu.


"Kami ingin seperti Aunty Milea..cantik " jawab ketiga bocah itu.


Ketika acara pengajian akan dimulai Milea pun turun dari lantai atas dengan dibimbing oleh Abimanyu dan didahului oleh tiga peri kecil berkerudung di depan mereka.


Semua keluarga Abimanyu dan keluarga Milea berkumpul ketika pengajian dimulai.


Abimanyu dan Milea terlihat sangat serasi mengenakan pakaian dengan warna senada.


"Putri kita cantik ya pake kerudung "bisik Millie ditelinga Wisnu.


"Iya..sama seperti kamu cantik " jawab Wisnu.


"Bang..kok aku khawatir ya..apa nanti kalau sudah melahirkan si gemoy bisa mengurus bayi ?" bisik Mikha ditelinga Adam.


"Entahlah " jawab Adam.


Sebetulnya Adam pun sama khawatirnya seperti Mikha mengingat bagaimana keseharian Milea.


"Sepertinya kita semua harus turun tangan mengawasi anak itu " ujar Mikha.

__ADS_1


"Iya " jawab Adam.


__ADS_2