
Marvin dan Maura sepakat untuk mengurangi intensitas pertemuan mereka untuk menjaga agar semua orang tidak dapat mencium hubungan mereka karena Maura merasa belum siap untuk jujur kepada seluruh keluarganya.
Setelah melewati ujian akhir semester akhirnya waktu pembagian raport pun tiba.
Karena waktu pengambilan raport yang bersamaan dengan Mile dan Malik akhirnya Wisnu yang pergi ke Bandung untuk mengambil raport Maura sekalian menjemput pulang ke Jakarta. Sedangkan Millie kebagian tugas mengambil raport Mile dan Malik.
"Putri Daddy keren " puji Wisnu setelah mengambil raport Maura.
Tahun ini Maura mendapat nilai terbaik di kelasnya. Wisnu sangat bangga karena meskipun jauh dari orangtua namun Maura dapat membuat bangga keluarga.
Sepulang mengambil raport Maura sorenya mereka pulang ke Jakarta. Maura akan menghabiskan liburan kenaikan kelas ini di Jakarta.
"Kakak aku dapat rengking 1 " Mile memperlihatkan piala juara kelasnya kepada Maura ketika Maura dan Wisnu tiba.
"Dedek Malik dapat rengking berapa?" tanya Maura.
"Dua " Malik memperlihatkan pialanya yang berukuran lebih pendek dari milik Mile.
"Kalian keren..nanti kakak kasih hadiah " Maura mengacungkan jempolnya.
"Hadiahnya mainan ya kak " pinta Mile dan Malik.
"Tidak..hadiahnya perlengkapan sekolah saja. Nanti kita pergi ke toko buku..kalian boleh pilih perlengkapan sekolah yang kalian mau " jawab Maura.
"Baiklah " jawab Mile dan Malik.
"Minta hadiah mainannya sama Papih saja..kalau Papih pasti belikan " bisik si Gemoy.
"Iya kak..kita minta sama Papih atau Om Marvin " jawab Malik. Kedua bocah itu pun bertos ria.
”Dasar anak Papih " gumam Maura sambil geleng-geleng kepala.
Malamnya Malik dan Mile merengek kepada Mommy dan Daddy nya ingin diantarkan ke rumah Adam.
"Ini sudah malam kak.. dedek Meysha juga sudah tidur..besok saja ya " bujuk Wisnu.
"Mau sekarang Daddy..kita mau minta hadiah sama Papih " Mile merengek.
"Minta hadiahnya lewat telepon saja ya " bujuk Wisnu.
"Iya Dad " jawab Malik.
Wisnu pun menghubungkan sambungan video kepada Mertuanya.
"Papiiih..kita mau minta hadiah. Aku dapat rengking satu " ucap Mile ketika wajah Adam muncul di layar ponsel Daddynya.
__ADS_1
"Aku juga..aku dapat rengking dua. Aku mau minta dibeliin mainan " pinta Malik.
"Iya besok kita beli ..eh ada kakak Maura ya..kapan datang dari Bandung ?" Adam menangkap sosok Maura yang sedang menggelendot di bahu Millie.
"Kakak Maura pulang tadi siang dijemput Daddy " jawab Mile.
"Papih janji ya besok beli mainannya " pinta Malik.
"Iya Papih janji..sekarang kalian tidur sudah malam " titah Adam.
"Iya Pih " jawab Mile dan Malik.Mereka pun langsung beranjak menuju kamar mereka.
Marvin yang mendengar jika Maura ada di Jakarta langsung beranjak ke kamarnya untuk menghubungi Maura namun tidak diangkat karena ponsel Maura sedang di cas di kamarnya.
"Mas..malam ini aku tidur sama kakak Maura ya " pinta Millie.
"Kamu kebiasaan deh suka ninggalin suami " Wisnu langsung melotot kearah Millie.
"Aku kan kangen sama anak kita Mas boleh ya Sayang " bujuk Millie.
"Baiklah tapi hanya malam ini saja " Akhirnya Wisnu mengijinkan.
"Mom..tidur yuk kakak ngantuk " ajak Maura kepada Millie.
"Aku tidur dulu ya Sayang " Millie beranjak ke kamar Maura. Wisnu hanya mengangguk dengan wajah masam.
Malam itu Maura tidak sempat membuka ponselnya karena ia langsung tidur dalam pelukan Millie.
Tengah malam Wisnu mengendap ke kamar Maura. Disana Millie dan Maura sudah tertidur saling berpelukan.
"Sayang..dedek Meysha bangun nyariin kamu " Wisnu menepuk pipi Millie lembut.
Mendengar Meysha mencarinya Millie pun langsung bangun kemudian buru-buru beranjak menuju kamarnya dimana Meysha tadi tidur dengan Wisnu.
"Mas..tadi bilang Meysha bangun itu tidur ?" tanya Millie sambil menunjuk Meysha yang tengah tertidur pulas diatas ranjang mereka.
"Mas sengaja bohong supaya kamu kembali ke kamar kita " jawab Wisnu.
"Ya ampun Mas kamu itu menyebalkan sekali " Millie cemberut dan menyarangkan satu cubitan di perut Wisnu.
"Jangan galak-galak sama suami dong Sayang " keluh Wisnu dengan wajah memelas.
"Ck..buruan tidur " Millie yang tidak tega menarik Wisnu agar tidur disebelahnya.
Wisnu pun merebahkan tubuhnya disamping Millie dan mulai melancarkan aksi pembukanya menggerayangi tubuh Millie.
__ADS_1
"Mashhh " Millie hendak protes.
"Sst..jangan berisik nanti dedek bangun " Wisnu langsung membungkam mulut Millie dengan bibirnya.
Akhirnya Millie pun pasrah dan tidak protes karena tidak ingin sampai putri kecilnya terbangun.
Besoknya Mile dan Malik merengek menagih janji minta untuk diantarkan ke rumah Adam.
Karena Malik dan Mile terus merengek akhirnya Wisnu pun membawa istri dan anak-anaknya ke rumah mertuanya.
"Kakaak kapan datang dari Bandung ?" Mikha langsung memburu Maura begitu gadis itu turun dari mobil.
"Kemarin sore Mih..dijemput Daddy sambil sekalian ngambil raport " jawab Maura sambil mencium tangan Adam dan Mikha bergantian.
"Papiih..ayo katanya mau beli mainan " Mile dan Malik langsung menagih janji Adam semalam.
"Beli mainannya sama Om Marvin saja ya " jawab Adam.Mile dan Malik saling tatap ragu.
"Jangan khawatir..meskipun perginya dengan Om Marvin tapi kalian boleh beli mainan yang kalian suka "
"Iya Pih " akhirnya Mile dan Malik pun setuju pergi dengan Marvin.
"Kak..bangunin Om Marvinnya gih sekalian kita sarapan bersama " titah Mikha kepada Maura.
"Iya Mih " jawab Maura sambil beranjak menuju kamar Marvin.
Begitu masuk ke kamar Marvin, Maura mendapati Marvin masih tertidur diatas kasur empuknya.
Maura menatap wajah Marvin yang masih terlelap, ternyata dalam keadaan tidur saja Om nya itu terlihat sangat tampan..dan Maura baru menyadarinya setelah mereka resmi berpacaran secara sembunyi-sembunyi.
Maura tersadar dari lamunannya ketika ia ingat niat awalnya adalah untuk membangunkan Marvin.
Perlahan Maura duduk di sisi ranjang kemudian mengguncang-guncang tangan Marvin.
"Oom..bangun..kita sarapan bersama "
Setelah beberapa kali dibangunkan namun tidak berhasil akhirnya Maura pun memijit hidung mancung Marvin.
"Kakaak..mau bunuh Om ya " Marvin langsung membuka matanya.
"Siapa suruh susah dibanguninnya.. buruan bangun dipanggil Mamih katanya disuruh sarapan " Maura yang hendak keluar dari kamar Marvin langsung terduduk kembali karena Marvin menarik tangannya.
"Eeh mau kemana.. morning kiss dulu " Marvin menangkap pinggang Maura dan hendak menciumnya.
"Tidak mauu..Om bau baru bangun tidur..sana mandi dulu " Maura menjauhkan kepala Marvin.
__ADS_1
"Baiklah..janji ya morning kiss nya kalau Om sudah mandi " Marvin melepaskan Maura lalu beranjak menuju kamar mandi.
"Tidak janji.." Maura menjulurkan lidahnya lalu kabur keluar dari kamar mandi.