
Abimanyu yang baru masuk ke ruangan kerjanya sepulang makan siang dengan Nakula kaget ketika mendapati Milea sudah ada di ruangannya.
"Kenapa tidak bilang kalau mau kesini ?" tanya Abimanyu.
"Mendadak saja ingin kesini " jawab Milea.
Abimanyu mengernyit, tidak biasanya Milea seperti ini." Tumben " ucapnya.
"Kak Abi itu didatangin pacar sendiri seperti yang tidak senang " Milea menggerutu. Akhirnya Milea tanpa sadar mengaku juga sebagai pacar Abimanyu.
"Bukan tidak senang hanya aneh saja " jawab Abimanyu sambil duduk di kursinya.
"Pasti ada alasan kenapa kamu tiba-tiba mampir kesini ?" Abimanyu menatap tajam wajah Milea yang duduk di sebrang mejanya.
Milea menggaruk tengkuknya. " Aku sama teman-teman tadi sepulang sekolah kena tilang " aku Milea.
"Dasar nakal kalian " gumam Abimanyu.
"Kita mau cari makan, eh si Sam ternyata lupa bawa SIM dan STNK karena kesiangan " Milea memberi alasan.
"Lalu ?" tanya Abimanyu.
"Aku minta tolong urusin dong sama kak Dewa " pinta Milea sambil memberikan surat tilang kepada Abimanyu.
"Kamu bilang sendiri ya sama kak Dewa " Abimanyu mengambil ponselnya hendak menghubungi kakaknya.
"Eeh.. jangaan..aku tidak berani bilangnya sama kak Dewa. Kak Abi saja ya yang bilang sama kak Dewa !" pinta Milea memohon.
"Tidak mau " Abimanyu menolak.
"Kak Abii.. please !" Milea memohon.
"Tidak " jawab Abimanyu tegas.
"Ya sudah kalau tidak mau, aku pulang saja. Percuma punya pacar tidak bisa dimintai tolong..dasar tidak perhatian " sungut Milea kemudian mengambil tasnya hendak keluar dari ruangan kerja Abimanyu.
"Eeh mau kemana ?" Abimanyu buru-buru menahan tangan Milea sebelum gadis nakal itu benar-benar keluar dari ruangannya.
"Mau pulang " jawab Milea ketus.
"Jangan pulang..iya nanti aku yang bilang sama kak Dewa " Abimanyu membujuk Milea agar tidak jadi pulang.
Milea pun akhirnya kembali duduk meskipun dengan wajah yang masih cemberut.
"Sudah jangan cemberut lagi kan aku akan bantu bilang ke kak Dewa " bujuk Abimanyu.
"Kak Abi itu baru mau menolong setelah aku ngambek dulu " sungut Milea sambil menyarangkan cubitan mautnya di tangan Abimanyu membuat pria tampan itu meringis.
"Kamu itu seperti kepiting saja " Abimanyu menggenggam tangan Milea agar berhenti mencubit tangannya.
Setelah berhasil membuat Milea kembali duduk Abimanyu mengambil ponselnya kemudian menghubungi kakaknya.
Milea tampak mengkerut ketika Abimanyu sedang berbicara dengan Sadewa.
"Bagaimana kak ?" tanya Milea setelah Abimanyu selesai berbicara dengan Sadewa.
"Kata kak Dewa kita harus mengantarkan surat tilangnya ke rumah kak Dewa nanti sore " jawab Abimanyu.
"Kak Abi saja yang antarkan, aku tidak mau ikut "
"Ya sudah kalau tidak mau ikut berarti urus sendiri saja " ancam Abimanyu.
"CK.. baik lah aku ikut " Milea tidak punya pilihan lain selain mengikuti perintah Abimanyu.
__ADS_1
"Kak Abi itu niat bantunya setengah hati " Milea menggerutu.
"Kamu itu sudah dibantu malah nyubit, menggerutu lagi " keluh Abimanyu.
"Oh iya aku ingat..kamu punya satu kesalahan lagi " Abimanyu seperti baru mengingat sesuatu.
"Kesalahan apa ?" tanya Milea.
"Sini kamu !" Abimanyu menyuruh Milea mendekat kearah kursi tempatnya duduk. Milea pun menurut, ia berdiri tepat disebelah Abimanyu.
"Lihat..ini pekerjaan siapa ?" Abimanyu menunjuk pada pigura photo yang berada diatas meja kerjanya dimana photo Abimanyu sudah diberi janggut dan kumis juga bingkai hati di kedua matanya.
"Aku tidak tau " Milea berusaha mengelak.
"Masih mencoba mengelak dasar anak nakal " omel Abimanyu.
"CK..cuma begitu saja marah, aku kan cuma iseng " gumam Milea hendak kembali ke kursinya namun Abimanyu malah menarik tangannya hingga Milea pun terjatuh tepat dipangkuan Abimanyu.
Untuk sesaat netra mereka saling bertatapan dan Milea dengan cepat memutusnya kemudian berniat menjauh namun Abimanyu menahannya.
"Mau kabur kemana anak nakal ?" tanya Abimanyu sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Milea.
Milea yang merasa terancam berusaha berontak ingin melepaskan diri namun tangan Abimanyu terlalu kokoh memeluknya.
"Ampuun kak aku minta maaf dan janji tidak akan nakal lagi " Milea memohon.
"Tapi kamu harus tanggung jawab "
"Ya..aku akan ganti photonya dengan yang baru " jawab Milea.
"Aku ingin diganti dengan photo kita berdua " pinta Abimanyu.
"Kita kan tidak punya photo berdua " jawab Milea.
"Baiklah kalau begitu kita berphoto dulu " ajak Milea.
Milea yang masih berada dalam pangkuan Abimanyu langsung mengambil photo mereka dengan kamera ponselnya dan hasilnya photo mereka pun terlihat sangat mesra membuat Abimanyu sangat menyukainya.
"Nanti photonya aku cetak sekarang lepasin aku dulu " pinta Milea.
"Aku saja yang cetak " Abimanyu melepaskan Milea untuk mencetak photo hasil jepretan Milea diperangkatnya.
Tidak sampai 10 menit photo mereka berdua pun jadi. Abimanyu langsung mengganti photonya yang telah dirusak oleh Milea dengan photo mereka berdua.
Photo itu terlihat sangat mesra karena Milea sedang duduk dipangkuan Abimanyu meskipun mengenakan seragam sekolahnya.
"Kak Abi itu kalau sedang senyum keliatan ganteng loh " Milea menatap kagum photo mereka berdua yang kini menghiasi meja kerja Abimanyu.
"Baru sadar ya kalau pacar kamu ini ganteng " ujar Abimanyu dengan wajah datarnya.
"Hmm..baru dipuji sudah kembali ke setelan awal " ejek Milea sambil beranjak menuju sofa.
Sepertinya sofa lebih aman untuk ia duduki daripada duduk dipangkuan Abimanyu yang nyaris membuat jantungnya meloncat-loncat seperti bola bekel.
Setelah mengganti photo di mejanya Abimanyu kembali melanjutkan pekerjaannya dan membiarkan Milea duduk manis di sofa.
Milea yang merasa bosan berusaha mengganggu Abimanyu dengan cara melemparinya dengan bola-bola tisu yang dibuatnya.
"Milea !" omel Abimanyu ketika bola-bola tisu itu tepat mengenai kepalanya. Milea hanya nyengir kemudian kembali duduk manis dengan wajah tanpa dosa.
Ketika Abimanyu kembali fokus dengan pekerjaannya Milea kembali melempari Abimanyu dengan bola-bola tisu.
Abimanyu menghentikan pekerjaannya, gadis nakal ini sudah tidak bisa lagi dibiarkan dan harus diberi pelajaran agar jera.
__ADS_1
Abimanyu bangkit dari kursi kerjanya kemudian menghampiri Milea dan hendak menangkapnya.
Milea berusaha menghindar sambil tertawa cekikikan namun tangan panjang Abimanyu berhasil menangkap pinggangnya dan menguncinya dengan erat.
"Nakal sekali kamu " omel Abimanyu.
Milea yang meronta berusaha melepaskan diri tidak sengaja malah membuat bibir mereka saling bersentuhan.
Milea melongo begitu bibir mereka saling bersentuhan. Lutut Milea tiba-tiba merasa lemas karena Abimanyu sepertinya tidak berniat melepaskannya dan malah ********** lembut.
Abimanyu baru melepaskan pagutannya ketika jari lentik Milea mencubit perutnya dengan kencang.
"Kak Abi sudah mengambil ciuman pertama aku " omel Milea tanpa melepaskan jepitan tangannya di perut Abimanyu.
"Iya maaf " jawab Abimanyu sambil meringis memegang perutnya.
Milea melepaskan jepitan tangannya di perut Abimanyu dan mereka pun saling melepaskan diri dan terlihat salah tingkah.
Untuk sesaat keduanya saling membisu, Abimanyu kembali melanjutkan pekerjaannya namun terlihat tidak fokus, begitu juga dengan Milea yang tampak sibuk menetralkan debar jantungnya yang tidak beraturan.
"Kita ke rumah kak Dewa sekarang " ajak Abimanyu. Milea mengangguk sambil mengambil tas sekolahnya.
Abimanyu menggenggam jemari Milea ketika keluar dari ruangan kerjanya. Puluhan pasang mata tampak menatap kagum pada pasangan muda itu, bahkan tidak sedikit yang tampak iri melihat salahsatu pangeran dari keluarga Bagas itu menggandeng seorang gadis cantik berseragam putih abu.
"Kak Abi..aku tidak usah ikut ke rumah kak Dewa ya !" pinta Milea ketika mereka sudah dalam perjalanan menuju rumah Sadewa.
"Kenapa ?" tanya Abimanyu.
"Aku takut..kak Dewa itu wajahnya walaupun ganteng tapi menyeramkan " jawab Milea.
"Kalau kamu takut biar nanti aku saja yang bicara dengan kak Dewa " Abimanyu meremat jemari Milea yang dingin dan berkeringat.
Milea tampak terlihat gugup ketika mobil Abimanyu mulai memasuki halaman rumah Sadewa.
Suara celotehan anak-anak menyambut kedatangan mereka disana.
"Om Abii..kakak Milee.." Satria dan si kembar menghambur memeluk mereka.
Milea menyalami Cindy yang tampak kerepotan menyuapi si kembar yang tidak bisa diam bersama kedua baby sitter nya.
"Kalian sudah ditunggu kak Dewa tuh di belakang " Cindy menunjuk kearah teras belakang dimana Sadewa sedang merokok dengan ditemani secangkir kopi.
"Aku menemani kak Cindy saja disini ya "pinta Milea dengan wajah takutnya.
"Baiklah " jawab Abimanyu sambil beranjak menuju teras belakang untuk menemui Sadewa.
"Sudah lebih baik kamu temani kakak saja disini, biarin mereka ngobrol berdua" ujar Cindy.
"Iya kak " jawab Cindy sambil ikut membujuk si kembar agar mau makan dengan benar. Sementara Abimanyu tampak anteng mengobrol dengan Sadewa di teras belakang.
"Kak Cindy..apakah tidak takut dengan kak Dewa ?" tiba-tiba Milea menanyakan sesuatu yang membuat Cindy langsung tertawa.
"Kalau takut mana mungkin ada Satria dan si kembar " jawab Cindy sambil tertawa.
Milea yang menyadari kebodohannya akhirnya ikut tertawa.
"Tapi dulu sebelum pacaran kakak juga takut sama kak Dewa loh " Cindy buka kartu.
"Yang benar kak ?" Milea melongo.
"Iya..habisnya dia itu menyeramkan, tapi setelah kenal ternyata kak Dewa orangnya baik dan akhirnya kami malah berjodoh " jawab Cindy.
"Diantara ketiga putra Daddy yang paling parah menurut kakak ya Abi.. dia itu beneran titisan Daddy banget..dingin banget walaupun aslinya baik " lanjut Cindy.
__ADS_1
"Iya kak " Milea membenarkan ucapan Cindy jika Abimanyu itu dingin seperti Daddy nya dan sepertinya ia harus mulai terbiasa menghadapi nya.