My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Kado Pernikahan


__ADS_3

Dua hari kemudian Aluna dan Kenzo juga ketiga boneka Sipitnya pulang ke Jepang. Setelah kepulangan Luna dan Kenzo keesokannya keluarga Bagas juga pulang ke Jakarta.


Milea dan Abi juga ikut pulang karena Milea tidak bisa bolos kuliah terlalu lama.


Dari bandara Nakula dan Sadewa langsung pulang ke rumah mereka.


Setibanya di rumah Milea dan Abi langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur empuk mereka.


"Sayang..aku kasian sama kak Luna, dia pasti sangat berat memendam rasa rindu karena jauh dari keluarga " ucap Milea sambil membuat pola abstrak dengan jarinya di dada Abi.


"Iya " jawab Abi.


"Aku masih beruntung tinggang dekat dengan Mommy dan Daddy juga Papih dan Mamih, jadi bisa ketemu kapan saja " lanjut Milea.


"Iya " jawab Abi lagi.


"Daritadi jawabnya cuma iya..tidak bisa gitu panjangan dikit " sungut Milea.


"Iyaaaaa..." jawab Abimanyu.


"Bukan itu maksud aku Sayang " Milea mencubit pu ting Abimanyu dengan gemas membuat pria tampan itu langsung terpekik sambil meringis.


Pada saat mereka sedang sama-sama berbaring tiba-tiba Milea bangun kemudian menarik tangan Abimanyu menyuruh pria tampan itu ikut bangun.


"Ada apa sih Moy..aku masih capek " Abi enggan untuk bangun.


"Antar aku ke apotik..selama di Bali aku tidak minum pil KB " ajak Milea dengan wajah yang sedikit panik.


Selama hampir seminggu di Bali Milea memang tidak meminum pil penunda Kehamilan yang seharusnya rutin ia minum setiap hari.


"Nanti sore ya Sayang..akunya masih lelah " Abi kembali menjatuhkan tubuhnya di kasur.


"Beneran ya sore !"


"Iya janji..mendingan kita main dulu sebentar !" Abimanyu menarik pinggang Milea hingga jatuh menimpa tubuhnya.


"Katanya capek " ucap Milea.


"Tidak untuk yang satu ini " jawab Abimanyu.


*


Dua minggu setelah pulang dari Bali Bagas dan Felisha meminta Abimanyu datang ke alamat yang yang dikirimkan oleh Daddy nya itu.

__ADS_1


"Kita sebetulnya mau kemana sih Yang ?" tanya Milea yang kebetulan baru pulang kuliah.


"Aku juga tidak tau..Daddy cuma bilang kita disuruh datang ke alamat ini sekarang " jawab Abimanyu.


"Daddy itu aneh sekali " gumam Milea.


"Dari alamatnya sepertinya ini tidak jauh dari rumah kak Dewa " ujar Abimanyu sambil sesekali menatap ponselnya sambil menyetir.


"Benar kan yang ngirim pesannya nomor Daddy.. takutnya orang jahat " Milea dilanda ketakutan ada yang akan berbuat jahat pada mereka.


"Beneran Moy..ini nomor Daddy " jawab Abi.


Karena alamat yang dicari masih satu wilayah dengan rumah Sadewa akhirnya Abimanyu pun dapat dengan mudah menemukannya.


Abimanyu memasukkan mobilnya ke halaman rumah dua lantai yang cukup megah walaupun tidak sebesar rumah Bagas.


Awalnya Abimanyu dan Milea ragu ketika hendak masuk ke rumah itu, namun ketika melihat beberapa mobil yang sangat mereka kenali keduanya pun tidak lagi ragu ketika masuk ke dalamnya.


" SURPRISE..."


Abimanyu dan Milea nyaris terlonjak kaget ketika mendapati seluruh keluarganya sedang berkumpul disana.


"Bagaimana bisa semua ada disini ?" Abi tampak kaget melihat keluarga Milea dan keluarganya sedang berkumpul di rumah yang entah milik siapa.


"Ini rumah kalian dong " jawab Felisha.


"Rumah kita ?" Abi dan Milea tampak melongo.


"Iya..ini adalah kado pernikahan dari Mommy dan Daddy juga Mamih dan Papih " sambung Felisha sambil menunjuk kearah Adam dan Mikha.


"Terimakasih Mom, Dad..Mih, Pih " Milea langsung menghambur memeluk Bagas, Felisha, Adam dan Mikha bergantian.


Sebelumnya Adam dan Mikha juga sudah membelikan rumah untuk Marvin dan Maura, namun Adam dan Mikha malah melarang Marvin dan Maura pindah ke rumah baru mereka dengan alasan Adam dan Mikha tidak mau kehilangan putranya setelah Wisnu mencuri putrinya.


"Kalau kado dari Mommy dan Daddy ada di garasi..tapi nanti aku boleh pinjam ya kak " oceh Malik sambil menatap penuh harap kepada Abimanyu.


Abimanyu dan Milea yang sangat penasaran langsung beranjak menuju garasi untuk melihat kado pemberian dari Wisnu dan Millie.


"Haaah..motor ?!" Milea menutup mulutnya dengan kedua tangannya ketika melihat motor yang sejenis dengan milik Abi yang hancur karena ia tabrak.


Dulu Abi samasekali tidak minta ganti walaupun motor mahalnya rusak parah karena ulah Milea dan akhirnya dijual setelah dilakukan perbaikan oleh Abimanyu.


"Maaf ya Sayang..dulu Mommy tidak pernah mengabulkan keinginan kamu untuk punya motor, sekarang Mommy baru bisa kabulkan keinginan kamu " Millie mencium puncak kepala Milea.

__ADS_1


"Ini sih bukan buat aku, tapi buat menantu Mommy " ujar Milea cemberut sambil melirik Abimanyu yang langsung menghampiri motor barunya.


"Sama saja..kan bisa dipakai berdua " jawab Wisnu.


"Kami juga punya hadiah kejutan loh buat kamu " ujar Maura, Cindy dan Zhifana sambil menarik tangan Maura menuju ke halaman belakang yang tertata dengan sangat cantik.


"Tamannya sangat cantik " puji Milea.


"Hadiah kejutannya bukan itu..tapi itu !" Maura, Cindy dan Zhifana menunjuk pada area paling belakang di halaman itu dimana disana terdapat aneka tanaman seperti rawit, tomat, cabe, bawang daun dan beberapa macam lagi yang pastinya Milea tidak akan tau nama-namanya.


"Kakak nyuruh aku berkebun ?" tanya Milea bingung melihat Kado dari ketiga kakaknya yang menurutnya nyeleneh.


"Iya..biar sekalian kamu hapalin tuh nama semua bumbu dapur itu " jawab Zhifana.


"Kalian juga harusnya ikut ngapalin.


seperti yang pintar saja " cibir Felisha.


Meskipun belum terpikirkan cara merawat kado pemberian dari ketiga kakaknya itu namun Milea tetap berterima kasih dengan memberi ciuman dan pelukan hangat kepada ketiga wanita cantik itu yang tampak terkikik melihat ekspresi wajah Milea yang terlihat bingung.


"Kalian tidak ingin melihat kamar tidur kalian ?" tanya Mikha kepada Milea dan Abi.


"Mau dong Mih " jawab Milea antusias.


"Kamar kalian di atas " Mikha dan Felisha menunjuk kearah lantai dua.


Abi dan Milea pun beranjak menuju lantai dua untuk mencari kamar mereka.


Dalam sekali lihat Abi dan Milea langsung dapat menemukan kamar mereka. Tidak sulit menemukannya karena kamar mereka adalah kamar yang paling luas diantara beberapa kamar yang ada disana.


"Ya ampuuun.. bagaimana bisa ada disini ?" Milea melongo ketika menatap lukisan karya Kenzo yang pernah ia lihat sewaktu di Bali.


"Ini adalah lukisan karya kakak Ken. Aku sangat menyukainya dan berniat ingin membelinya pada saat berkunjung ke galerinya sewaktu di Bali..namun kata kak Luna kakak Ken tidak mau menjualnya " ucap Milea terharu.


"Mungkin mereka menghadiahkannya untuk kita " Abimanyu memeluk pundak Milea sambil menatap lukisan abstrak yang sangat indah itu.


Diseluruh dinding kamar yang luas itu hanya dihiasi oleh photo pernikahan dan lukisan karya Kenzo yang berukuran sama besarnya.


"Bagaimana kalau malam ini kita menginap disini !" ajak Abimanyu.


"Kita tidak bawa baju Yang " jawab Milea.


"Tidak apa-apa..setiap malam kita juga kan tidak pakai baju " goda Abimanyu.

__ADS_1


" Dasar mesum " Milea mencubit perut Abimanyu dengan gemas. Namun akhirnya Milea setuju untuk menginap di rumah baru mereka malam ini.


__ADS_2