
Malam ini Milea memakai lingerie berwarna merah yang tadi dibelinya seperti perintah Abimanyu. Namun setelah ia memakainya Abimanyu malah terlihat sibuk dengan komputer lipat dipangkuannya.
Pria tampan itu tidak melirik sama sekali kearah Milea yang bolak-balik di depannya mencari perhatian.
Milea yang mulai kesal melempari Abimanyu dengan bola-bola tisu yang dibuatnya namun tidak juga membuat suaminya itu menatap kearahnya.
"Moy..jangan ganggu dong, aku sedang kerja " hanya itu yang keluar dari bibir pria tampan itu.
Sepertinya deretan angka di layar laptopnya lebih menarik daripada istrinya yang sedang mengenakan lingerie berwarna merah dan hilir mudik didepan nya dengan gaya menggoda.
Karena tidak berhasil mencari perhatian Abimanyu, Milea pun akhirnya nekad menyingkirkan laptop dipangkuan Abimanyu dan menggantikan dengan dirinya yang duduk disana.
"Arghh Gemoy..!" Abimanyu mengerang frustasi sambil menyandarkan kepalanya disandaran sofa karena Milea mengganggu pekerjaannya.
"Kenapa kamu mengganggu pekerjaan aku hmm ?" meski kesal namun Abimanyu tidak bisa marah kepada istri nakalnya itu yang tampak tersenyum tanpa dosa.
"Aku sudah pake ini sesuai permintaan kak Abi..tapi kak Abi nya malah cuek " Milea merajuk sambil belaga akan mencekik Abimanyu.
"Iya maaf..tadi aku sedang tanggung " Abimanyu tertawa melihat kekesalan Milea yang menurutnya malah terlihat lucu.
"Sekarang tangan kamunya turunin ya takut kelepasan " bujuk Abimanyu. Milea pun menurut menurunkan tangannya dari leher Abimanyu.
"Kalau sampai kelepasan bagaimana Gemoy Sayang, kamu mau jadi janda ?" Abimanyu mengusap lehernya.
"Habisnya kak Abi nya cuekin aku " ujar Milea dengan bibir mengerucut.
Masih dalam posisi bersandar Abimanyu menatap tubuh Milea dalam balutan lingerie merah. "kamu seksi Moy " ucapnya.
Mendengar ucapan Abimanyu Milea melihat kearah tubuhnya sendiri dengan tidak percaya diri.
"Masa sih kak.. perasaan biasa saja, dada aku juga kecil " Milea menyentuh dadanya sendiri yang tampak mungil dan tidak mengenakan bra.
"Nanti lama-lama juga tumbuh besar " jawab Abimanyu.
"Kak Abi suka yang besar atau yang kecil ?" tanya Milea menatap mata Abimanyu dengan polosnya.
"Aku cuma suka punya kamu " jawab Abimanyu sambil terkekeh. " Dan aku akan buat punya kamu semakin besar "
"Dasar mesum " cibir Milea.
"Kan tadi kamu yang bahas duluan " Abimanyu menyentil kening Milea gemas.
"Oh iya " jawab Milea sambil tertawa.
__ADS_1
"Kamu sudah ganggu kerjaan aku, sekarang kamu mau apa ?" pancing Abimanyu.
"Mau disayang-sayang " jawab Milea manja.
"lalu ?" Abimanyu mengangkat sebelah alisnya.
"Mau dikeloni tidur " jawab Milea.
"Hanya itu ?" tanya Abimanyu. Milea mengangguk.
"Yakin tidak ingin yang lain ? kalau yang ini ?" Abimanyu mengambil tangan Milea kemudian ia letakan diantara selangkangannya.
"Mau " jawab Milea sambil nyengir kemudian meremasnya dengan gemas membuat Abimanyu merem melek.
Abimanyu yang sedang keenakan tiba-tiba sedikit terganggu ketika Milea menghentikan aktivitasnya untuk melihat ponselnya karena ada satu pesan yang masuk dari Mommy nya.
"Dari Mommy Yang.. katanya Minggu depan kita ke Bandung untuk menghadiri pernikahan kak Selin " Milea memberitahu isi pesan Mommy nya.
"Iya " jawab Abimanyu.
Milea tampak sibuk berbalas pesan dengan Mommy nya dalam pangkuan Abimanyu. Ia melupakan Abimanyu yang masih berharap Milea segera melanjutkan permainan yang tadi sempat tertunda.
"Moy..!" panggil Abimanyu mulai tidak sabar.
"Sebentar Yang " jawab Milea.
"Kita lanjutkan yang tadi " bisik Abimanyu sambil mengendus leher Milea yang wangi. Milea pun mengangguk tanda setuju.
Abimanyu mengangkat tubuh Milea kemudian ia jatuhkan diatas kasur empuk mereka. Dalam sekejap tubuh mungil dalam balutan lingerie transparan itu berada dalam Kungkungan tubuh kekar Abimanyu.
Milea tampak pasrah ketika Abi menerkam bibirnya dan melu matnya dengan rakus.Bahkan kedua tangan Milea melingkar erat dileher Abimanyu membuat ciuman mereka semakin dalam.
Setelah menikah Milea baru tau jika Abimanyu itu sangat panas jika urusan ranjang sangat bertolak belakang dengan keseharian nya yang cenderung dingin dan kaku.
Milea yang mulai terlena tidak menyadari sejak kapan lingerie berwarna merah itu lolos dari tubuhnya. Ternyata diam-diam Abimanyu mempunyai keahlian terpendam yaitu menelanjangi istrinya dengan cepat.
"Ngapain suruh dipake kalau akhirnya dilepas juga " sungut Milea begitu menyadari jika lingerie itu teronggok di lantai setelah Abimanyu menyingkirkan nya dari tubuh Milea.
"Tidak usah protes " jawab Abimanyu sambil mengunci kedua tangan Milea diatas kepalanya agar Milea tidak mencubiti tubuhnya.
Milea memang punya kebiasaan mengekspresikan perasaannya dengan cubitan entah itu senang ataupun gemas.
"Sepertinya lain kali aku harus beli borgol untuk kamu Sayang " bisik Abimanyu dengan suara yang mulai berat.
__ADS_1
"Memangnya aku penjahat " jawab Milea sambil menggelinjang kegelian ketika bibir Abimanyu menghisap lehernya dengan kuat seperti drakula.
Abimanyu dan Milea yang mulai sibuk saling mencumbu dan menghimpit tidak menyadari jika didepan pintu kamar mereka ada Sadewa yang sedang menggendong Safira yang sedang merengek.
"Menginap sama Om Abi nya besok saja ya, sepertinya Om Abi dan Aunty Milea nya sedang sibuk " Sadewa berusaha membujuk Safira.
"Aku ingin bobo sama Aunty Mile Yah " Safira terus merengek.
"Iya tunggu dulu ya nanti Ayah panggil Om Abi dan Aunty Mile nya " jawab Sadewa.
Sadewa berusaha membujuk Safira untuk bersabar. Sebagai pria yang sudah berumahtangga tentu Sadewa tau apa yang sedang adik dan adik iparnya itu lakukan di dalam kamar.
Sadewa yakin jika orang yang sudah membakar energinya akan merasa haus dan mereka pasti keluar untuk mengambil minum.
Setelah hampir satu jam berusaha menghibur Safira yang terus merengek akhirnya Sadewa terlihat lega ketika melihat Abimanyu keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ke dapur untuk mengambil minum.
"Sudah selesai Bi ?" tanya Sadewa yang tiba-tiba muncul di dapur sambil menggendong Safira membuat Abimanyu nyaris tersedak.
"Selesai apa kak ?" tanya Abimanyu tidak mengerti.
" Ngadonnya " jawab Sadewa tersenyum menggoda.
"Apaan sih kak " ujar Abimanyu.
"Om Abi..aku mau menginap sama Om Abi dan Aunty Mile " Safira langsung mengangkat kedua tangannya kepada Abimanyu.
"Kamu mau tidur sama Om Abi dan Aunty Milea ?" tanya Abimanyu tidak yakin. Safira mengangguk.
"Dari tadi Safira menunggu kamu keluar dari kamar " Sadewa memberikan Safira kepada Abimanyu.
"Kenapa tidak ketok saja pintunya ?" tanya Abimanyu.
"Kakak gak tega ganggu kalian " jawab Sadewa sambil mengerling.
Abimanyu kembali ke kamarnya dengan membawa Safira dalam gendongannya. Milea yang masih dalam keadaan telanjang tentu saja panik karena Abimanyu membawa Safira ke kamar mereka.
"Pake bajunya " Abimanyu memungut lingerie Milea yang berceceran di lantai dan diberikan kepada Milea.
"Aunty..kenapa telanjang..habis mandi ya ?" tanya Safira menatap kearah Milea yang memakai lingerie nya dari dalam selimut.
"Iya Sayang, Aunty lupa tidak bawa handuk " jawab Milea berdusta. Ia tidak mungkin mengatakan kepada bocah itu jika Om nya yang sudah menelanjanginya. Abimanyu hanya terkekeh mendengar bualan Milea.
"Safira katanya ingin tidur dengan kita " Abimanyu menurunkan bocah berpipi bulat itu di ranjang mereka setelah memastikan Milea memakai baju haramnya.
__ADS_1
"Baiklah.. sini Aunty peluk " Milea langsung memeluk Safira yang berbaring ditengah antara dirinya dan Abimanyu.
"Ronde keduanya setelah Safira tidur ya Sayang " bisik Abimanyu yang langsung dijawab dengan satu cubitan di perutnya.