
"Iya Om cemburu " akhirnya Marvin mengaku.
"Tuh kan ngaku..Om itu lucu kalau sedang cemburu " Maura terkikik.
"Tapi kakak senang kalau Om cemburu..karena cemburu itu tandanya cinta " ucap Maura senang.
"Sekarang mana kado buat aku " Maura menengadahkan tangannya.
"Ada..tapi karena Om masih kesal jadi tidak akan Om kasih " jawab Marvin.
"Mana bisa begitu..mana kado buat akunya Ooomm.." pinta Maura manja.
"Pasti disini ya " Maura merogoh saku celana Marvin yang terlihat menggelembung karena ada suatu benda disana.
"Kakak diam ih..pokoknya tidak akan Om kasih " Marvin menepiskan tangan Maura yang akan mengambil kado yang memang ia sembunyikan didalam saku celananya.
"Om tidak akan kasih..aku akan ambil sendiri " Maura memaksa.
"Kakaaak..jangan kesitu ya ampuun anak ini " keluh Marvin setelah tangan Maura berada di dalam saku celananya.
Maura yang berusaha mengambil kotak kecil dari dalam saku celana Marvin tertegun ketika ia tidak sengaja menyentuh sesuatu yang baru terbangun dengan gagahnya didalam celana Marvin.
"Oom..apa ini ?" Maura buru-buru mengeluarkan tangannya dari dalam saku celana Marvin.
"Om bilang tangannya jangan kesitu jadinya bangun kan " ucap Marvin lirih.
"Maaf Om..kakak tidak sengaja " jawab Maura gugup.
"Makanya tangannya jangan nakal " Marvin memiting kepala Maura dengan gemas.
"Aku kan tidak sengaja...tangan Om juga suka nakal pernah megang ini aku " balas Maura sambil menunjuk kearah dadanya.
"Hust..jangan keras-keras nanti ada yang dengar " Marvin membekap mulut Maura dengan tangannya.
"Mmpth..mptth " Maura mengangguk.
Setelah melepaskan bekapan tangannya dimulut Maura Marvin pun mengambil kotak kecil dalam sakunya yang tadi nyaris berhasil Maura ambil.
"Ini kado dari Om buat kakak " Marvin memberikan kotak kecil berwarna hitam kepada Maura.
"Ya Tuhaan cantik banget " Maura menatap kagum pada isi kotak itu yang ternyata sebuah cincin yang sangat indah berkilauan.
"Selamat ulangtahun ya Sayang.. semoga suka kadonya " ucap Marvin seraya memakaikan cincin itu di jari lentik Maura.
Maura terkesima ketika untuk yang pertama kalinya Marvin memanggilnya Sayang. Baru dipanggil sayang saja sudah membuat hati Maura meleleh.
__ADS_1
"Terimakasih Om..aku suka kadonya " jawab Maura sambil menatap kagum pada cincin yang kini melingkar indah di jari lentiknya.
"Cuma terimakasih saja? tidak mau kasih cium gitu ?" tanya Marvin.
"Terimakasih " Maura mendekatkan wajahnya hendak mencium pipi Marvin, namun bibir Marvin langsung menyambar bibir Maura.
Meski awalnya kaget namun Maura pun mulai menikmati sentuhan lembut bibir Marvin di bibirnya.
Tidak ingin ada yang melihat Marvin pun melepaskan tautan bibir mereka.
"Takut ada yang lihat " bisik Marvin sambil mengusap bibir Maura yang basah.
"Mendingan kakak tidur sana takut kesiangan besok sekolah " Marvin yang khawatir tidak dapat mengendalikan diri menyuruh Maura pergi ke kamarnya.
"Baiklah..aku tidur duluan ya Om " Maura pun beranjak ke kamarnya.
"Iya " jawab Marvin.
Setelah Maura ke kamarnya tidak lama kemudian Marvin pun masuk ke kamarnya.
Keesokannya Maura hanya sempat bertemu dengan keluarga nya pada saat sarapan pagi.
"Kakak kita langsung pulang ya " Millie memeluk Maura sebelum gadis itu masuk kedalam mobilnya.
"Weekend nanti kakak pulang ke Jakarta ya..kado dari Papih menunggu disana " bisik Adam.
Setelah Maura pergi ke sekolah tidak lama kemudian Adam pun pamit kepada besannya untuk pulang ke Jakarta.
*
Weekend ini Maura menuruti perintah Adam untuk pulang ke Jakarta. Awalnya Maura berniat pulang ke Jakarta dengan membawa mobil sendiri namun dilarang oleh Marvin.
"Kalau Om bilang jangan bawa mobil ya jangan..kakak harus nurut sama Om " ucap Marvin tegas ketika Maura mengatakan akan pulang bawa mobil sendiri.
Akhirnya Maura pun pulang dengan menggunakan mobil travel dan Marvin seperti biasa menjemput Maura begitu gadis itu turun dari mobil travel.
"Bagaimana perjalanan nya lancar kak ?" tanya Marvin sambil menggamit pinggang Maura.
"Lancar Om " jawab Maura setelah masuk kedalam mobil Marvin.
"Lelah ya ?" tanya Marvin sambil memasangkan seatbelt Maura.
"Iya..tapi lelahnya langsung hilang begitu melihat Om " jawab Maura.
Setelah memasangkan seatbelt Maura Marvin mengunci tubuh Maura dengan kedua tangannya.
__ADS_1
"Kakak belajar gombal darimana hmm ?" tanya Marvin sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Maura.
"Tidak ada yang ngajarin " jawab Maura sambil menahan napasnya ketika wajah mereka semakin dekat dan akhirnya..hap..bibir mereka pun saling bertautan.
Maura melingkarkan kedua tangannya dileher Marvin membuat ciuman mereka semakin dalam dan panas.
"Kangen ya sama Om " ucap Marvin setelah melepaskan sejenak tautan bibir mereka.
"Iya " jawab Maura sambil mengelus rahang tegas Marvin.
Setelah puas saling melu mat bibir Marvin pun melajukan mobilnya membawa pujaan hatinya menuju rumah orangtuanya.
Sepanjang perjalanan mereka saling meremat jari. Beberapa kali Marvin menciumi jemari Maura yang tersemat cincin cantik pemberian darinya.
Setibanya di rumah Adam barulah mereka saling melepaskan tautan tangan mereka.
"Papih beli mobil baru ?" tanya Maura ketika melihat di garasi mobil Adam ada sebuah mobil baru berwarna merah.
"Iya " jawab Marvin sambil membawakan tas milik Maura.
"Kakak datang " Mile dan Malik berlari memburu Maura.
"Kakak sini deh aku kasih lihat kado ulangtahun dari Papih untuk kakak ! " Mile dan Malik menarik-narik Maura menuju garasi..Maura pun mengikuti langkah Mile dan Malik.
"Jadi Mobil itu untuk kakak ?" Maura melongo. Mile dan Malik mengangguk.
Mendengar jawaban kedua adiknya Maura pun langsung berlari menuju kamar Adam dan Mikha.
"Papiiih..makasih kadonya "
Adam dan Mikha yang sedang berpelukan kaget ketika tiba-tiba Maura muncul dan langsung memeluknya.
"Kakaaak ganggu Papih dan Mamih sedang pacaran saja " Adam menjewer telinga Maura.
"Siapa suruh pintunya tidak ditutup " jawab Maura sambil memposisikan diri dalam pelukan suami istri itu.
"Kakak sudah lihat kado ulangtahun dari Papih ?" tanya Mikha.
"Sudah..kakak sukaa sekali " jawab Maura.
"Syukurlah..awalnya Papih mau ambil yang warna putih, tapi mobil kakak yang di Bandung kan warnanya putih..jadi Papih ambil warna merah saja biar seperti bendera Indonesia " ujar Adam sambil berkelakar.
"Cincin kakak bagus..ini diamond loh pasti harganya mahal " Mikha tiba-tiba meraih tangan Maura dan memperhatikan cincin yang melingkar di jari lentik gadis itu.
"Ini kado ulangtahun dari Om Marvin " jawab Maura jujur.
__ADS_1
"Kado dari Om Marvin ?" dahi Adam dan Mikha berkerut.
"Iya..dari Om Marvin " ulang Maura.