My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
The Real Honeymoon


__ADS_3

"Kak Abi itu suka sekali menyebut aku anak nakal " cebik Milea.


"Itu adalah panggilan sayang aku untuk kamu " jawab Abimanyu.


"Orang tuh panggilan sayangnya Beb..Honey..eh ini anak nakal " cebik Milea kesal.


"Baiklah kalau kamu tidak suka akan aku ganti menjadi..istri nakal " jawab Abimanyu.


"Kak Abiii...!!" Milea langsung menyerang sekujur tubuh Abimanyu dengan cubitan mautnya.


Abimanyu berusaha menghindar hingga tidak sengaja ia terjatuh diatas sofa namun Milea terus merangseg menyerangnya dengan cubitan.


"Ampun Milea..ampuun..!" Abimanyu telentang diatas sofa. Milea terus merangseg dengan menduduki tubuh Abimanyu dan terus menyerangnya dengan cubitan.


Namun sesaat kemudian Milea tiba-tiba menghentikan serangangannya ketika ia merasakan sesuatu yang aneh yang sedang ia duduki. Ada yang mengganjal tepat dibagian bawah tubuhnya.


Milea yang beringsut hendak turun buru-buru ditahan oleh Abimanyu. " Jangan kabur anak nakal..kamu harus tanggung jawab !" ucap Abimanyu dengan suara berat.


"Kakak jangan begini..aku takut " Milea merengek minta dilepaskan. Milea ingat ucapan Maura tentang sate. Mungkin saat ini ia sedang menduduki tusuk sate itu.


"Kenapa takut ? dia justru ingin berkenalan dengan kamu " ucap Abimanyu masih menahan tubuh Milea agar tidak turun dari atas tubuhnya.


Tanpa melepaskan tubuh Milea Abimanyu mengambil posisi duduk sehingga kini Milea duduk mengangkang diatas pangkuannya.


Milea membeku ketika Abimanyu kembali melu mat bibirnya dan menyesap nya dengan hangat. Setelah sekian detik mematung tidak lama kemudian Milea pun mulai terhanyut dan membalasnya. Bahkan kedua tangan Milea kini mengalung di leher Abimanyu membuat ciuman mereka semakin dalam.


"Kakaaak.." Milea merengek ketika bibir Abimanyu mulai merambat turun menyusuri lehernya dan memberikan gigitan-gigitan kecil disana.


Karena Milea sudah tidak berontak kini tangan Abimanyu diam-diam membuka satu persatu kancing baju Milea bagian atasnya hingga tampaklah sepasang gunung kembar yang mungil namun cukup padat berisi yang masih tersembunyi didalam bra berwarna pink.


Milea berusaha menutupinya dengan tangannya. " Jangan dilihat punya aku kecil " ucapnya malu.


Abimanyu terkekeh, sebetulnya bukan kecil hanya saja belum tumbuh secara sempurna.


"Makanya aku tiup biar cepat besar seperti balon " ujar Abimanyu sambil mengeluarkan kedua benda mungil itu dari bungkusnya dan melahapnya dengar rakus.


"Kakaaak..itu bukan ditiup tapi dihisap " Milea terkikik merasakan geli ketika Abimanyu mulai meng hisap pu tingnya bergantian kiri dan kanan.


"Sama saja " jawab Abimanyu dengan suara tidak terdengar jelas karena mulutnya yang penuh.


Milea yang sedang melayang tiba-tiba benar-benar melayang ketika Abimanyu mengangkat tubuh Milea dan mereka pun pindah keatas kasur empuk mereka yang dipenuhi oleh taburan kelopak bunga mawar merah.


Abimanyu menurunkan Milea diatas kasur kemudian pria tampan itu merangkak naik keatas tubuh Milea dan mencumbunya.


Milea yang terhanyut oleh sentuhan Abimanyu tampak pasrah ketika satu persatu bajunya mulai lolos dari tubuhnya sehingga hanya menyisakan segitiga berwarna merah muda. Kedua tangan Milea menutupi kedua gunung kembarnya yang sudah lepas dari bungkusnya.

__ADS_1


Setelah membuat Milea nyaris telanjang kini Abimanyu melucuti seluruh pakaiannya hingga menyisakan celana boxernya yang tampak sudah menggelembung karena ada yang sudah terbangun di dalamnya.


Abimanyu kembali merangkak diatas tubuh Milea dan melahap bibirnya dengan rakus, pergerakan tubuh keduanya menimbulkan gesekan dibawah sana menghadirkan geleyar aneh disekujur tubuh Milea.


Abimanyu sengaja menekan dan menggesek-gesekan miliknya membuat Milea melenguh merasakan ribuan kupu-kupu yang berterbangan di perutnya.


"Mau pegang ?" tanya Abimanyu.


Milea belum sempat menjawab namun tangan Abimanyu sudah menuntunnya untuk menyentuh boxernya.


"Apakah boleh cubit ?" penyakit Milea kumat lagi membuat Abimanyu buru-buru menggeleng.


"Pegang saja dan elus, dia ingin kenalan sama kamu " ucap Abimanyu dengan suara beratnya.


Bagai dihipnotis Milea menurut saja memegang dan mengelus benda dibalik celana boxer Abimanyu dan gadis nakal itu pun mulai asik mempermainkannya seperti mendapat mainan baru. Milea baru berhenti ketika Abimanyu tiba-tiba menurunkan kepalanya kearah perut Milea melewati pusar kemudian berhenti tepat di depan kain berbentuk segitiga berwarna merah muda yang membungkus area paling pribadi milik Milea.


Milea berusaha mempertahankan satu-satunya kain yang melekat ditubuhnya namun tidak berhasil. Kain berbentuk segitiga itu langsung lolos diantara kakinya begitu Abimanyu menariknya dan dilemparkan entah kemana.


"Kakaak jangan !" Milea berusaha menahan kepala Abimanyu yang mulai mendekat ke area pribadinya dan menciuminya dengan lembut. Namun tidak lama kemudian bibir dan mulut Abimanyu bukan hanya mencium namun menelusupkan lidah nya didalam sana membuat Milea melenguh.


Milea menggelinjang dengan mata terpejam menikmati sensasi rasa yang baru pertama kali ia rasakan akibat permainan lidah Abimanyu.


"Kakak Syu..dahhh.." Milea menjambak rambut Abimanyu yang berada tepat diantara kedua pahanya.


Milea yang sudah tidak tahan akhirnya mendapatkan pelepasan pertamanya.


Milea melongo menatap benda panjang dan besar yang menggantung diantara paha Abimanyu yang tampak sudah siap untuk menunaikan tugas sucinya.


"Kak Maura.. sepertinya sekarang waktunya aku akan disate " bibir Milea komat Kamit dengan mata yang terpejam.


"Mamih..Mommy..semoga setelah malam ini aku akan baik-baik saja " Milea memanggil Mommy dan Mamihnya dalam doanya.


Abimanyu melebarkan kedua paha Milea agar tubuhnya tepat berada diantara nya.


"Kamu sudah siap anak nakal ?" tanya Abimanyu mulai mendekatkan miliknya didepan milik Milea.


"Iya tapi pelan -pelan aku takut " pinta Milea.


"Iya aku akan pelan-pelan " jawab Abimanyu.


Dengan perlahan Abimanyu mulai memasukan miliknya kedalam goa sempit milik Milea dan reaksi pertama Milea adalah meringis padahal milik Abimanyu belum masuk secara sempurna.


"Sudah masuk belum ?" tanya Milea sambil sedikit mengintip kebawah tubuhnya.


"Belum " jawab Abimanyu sambil terus berusaha menekan miliknya agar melesak masuk kedalam goa sempit milik Milea.

__ADS_1


Setelah beberapa kali mencoba akhirnya satu hentakan kuat dari Abimanyu membuat Milea menjerit tertahan. Air mata tampak mengucur dari mata Milea ketika merasa ada sesuatu yang terkoyak dibawah sana yang mengakibatkan rasa sakit dan perih yang luar biasa.


Abimanyu sejenak terdiam penuh rasa bersalah karena sudah melukai istri tersayang nya.


"Maafkan aku..apakah sebaiknya kita hentikan saja ?" tanya Abimanyu yang tidak tega melihat Milea yang kesakitan.


"Tidak usah.. lanjutkan saja " ucap Milea lirih.


"Kamu yakin ?" tanya Abimanyu sambil mengecup mata Milea yang basah. Milea mengangguk.


Setelah beberapa menit membenamkan miliknya didalam goa sempit milik Milea Abimanyu pun perlahan mulai bergerak maju mundur dengan perlahan.


"Apakah masih teras sakit ? kalau kamu mau aku akan berhenti sekarang juga "


Milea menggeleng pertanda ia tidak ingin Abimanyu berhenti dan Abimanyu pun kembali bergerak maju mundur diatas tubuh Milea.


Semakin lama gerakan Abimanyu semakin cepat dan dalam dan Milea pun tidak lagi mengeluh sakit.


Gadis nakal itu mulai merasakan sensasi rasa nikmat yang luar biasa yang baru pertama kali ia rasakan dalam hidupnya.


Abimanyu semakin mempercepat gerakannya ketika ia sudah akan sampai pada puncaknya. Tubuh Milea berguncang kuat seiring gerakan yang Abimanyu lakukan.


Suara lenguhan dan erangan dari bibir sepasang suami istri itu terdengar saling bersahutan hingga pada akhirnya keduanya saling memanggil nama ketika gelombang kenikmatan menggulung raga mereka. Abimanyu ambruk diatas tubuh Milea setelah mereka mendapatkan pelepasan bersama.


"Terimakasih anak nakal " bisik Abimanyu dengan napas masih sedikit tersengal sambil mengecup bibir mungil Milea.


Milea mengangguk kemudian menyembunyikan wajahnya yang merah merona di dada Abimanyu yang lembab.


"Kenapa malu ?" Abimanyu berusaha mengangkat wajah Milea namun tidak berhasil.


Milea memilih bersembunyi didada Abimanyu karena merasa malu setelah apa yang terjadi pada mereka barusan.


*


Sinar matahari yang mulai tinggi dan suara deburan ombak membangunkan Milea dari tidurnya. Ketika membuka matanya Milea mendapati Abimanyu baru keluar dari kamar mandi.


Abimanyu tampak segar dengan rambut basahnya dan sebuah handuk melilit di pinggangnya.


"Bangun anak nakal..ini sudah siang !" Abimanyu duduk di sisi ranjang menatap intens pada Milea yang sedang berusaha mengumpulkan nyawanya.


Setelah kesadaran nya datang Milea langsung memukuli Abimanyu dengan bantal.


"Pergi sana..aku masih kesal sama kak Abi " Milea memukuli Abimanyu dengan bantal.


"Kesal kenapa ?" Abimanyu merampas bantal dari tangan Milea.

__ADS_1


"Kesal karena kak Abi itu suami yang kejam karena tidak membiarkan aku istirahat. Semalam kak Abi terus-terusan minta jatah sampai badan aku rasanya remuk begini " keluh Milea.


"Kenapa menyalahkan aku ? bukannya semalam kamu juga keenakan sampai merem melek " balas Abimanyu membuat wajah Milea menjadi merah merona karena malu.


__ADS_2