
Terdorong tekad yang besar untuk segera menyelesaikan kuliahnya Marvin memutuskan untuk tidak pulang ke Indonesia sebelum dapat menyelesaikan kuliahnya.
Meskipun begitu Marvin tetap rajin mengikuti perkembangan keponakan kesayangannya yang sedang tumbuh menjadi gadis remaja yang sangat cantik.
Malam minggu ini Selina anak tertua Arin berulangtahun yang ke 17.
Sejak beberapa hari yang lalu Arin terus menghubungi Millie agar mengantarkan Maura ke Bandung.
Namun karena Malik dan Meysha sedang demam akhirnya Adam dan Mikha juga si Gemoy yang mengantarkan Maura ke Bandung.
Mereka pergi Jumat siang agar mereka bisa menginap lebih lama di Bandung.
"Aku mau tidurnya sama Papih dan Mamih saja " pinta Mile ketika Maura membawa tas baju milik Mile ke kamarnya.
"Dedek tidurnya sama kakak saja " bujuk Maura.
Sebelum pergi Millie berpesan agar Mile tidur dengan Maura karena ia sudah hapal bagaimana Papih dan Mamihnya yang masih hot meski sudah memiliki cucu.
"Tidak mau..aku mau tidur sama Papih dan Mamih " Mile bersikeras ingin tidur dengan Adam dan Mikha.
Maura hanya bisa mendengus ketika Mile membawa tas bajunya menuju ke kamar Adam dan Mikha.
"Papih..Mamih..aku mau tidur disini " Mile yang tiba-tiba muncul membuat Adam dan Mikha yang sedang saling berpelukan sambil berciuman buru-buru saling melepaskan diri.
"Iya sini " Mikha membawa tas milik Mile ke kamarnya sambil mengusap bibirnya yang basah.
"Kenapa tidak mau tidur sama kakak Maura ?" tanya Adam sambil duduk disisi ranjang yang berukuran cukup besar.
"Enakan tidur sama Papih dan Mamih karena sebelum tidur selalu dielus punggungnya " jawab Mile sambil naik keatas pangkuan Adam.
"Dasar anak manja..seperti Mommy kamu saja waktu kecil " Adam mengacak rambut Mile yang sedang duduk dipangkuannya.
"Kan Abang yang manjain " ucap Mikha dengan suara pelan.
"Sama..kamu juga " balas Adam.
"Mamih..apakah aku boleh ikut ke ulangtahun kakak Selin ?" tanya Mile.
"Mile di rumah saja sama Papih dan Mamih..acara kakak Selin khusus untuk anak besar " jawab Mikha.
"Oh jadi anak kecil tidak boleh ikut ?" tanya Mile.
"Iya..Mile nanti jalan-jalan saja sama Mamih dan Papih " jawab Mikha.
"Baiklah..tapi aku mau kasih kado buat kakak Selin " jawab si Gemoy sambil mempermainkan jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan Adam.
"Kakak Mile mau kasih kado apa ?" Mikha tersenyum sambil duduk disebelah Adam.
"Coklat..aku sudah beli coklat untuk kak Selin, sekarang ada didalam tas aku " jawab Mile.
"Iya Sayang " Adam dan Mikha tersenyum sambil mengusap rambut Milea.
__ADS_1
Sementara dikamar Maura, gadis itu sedang sibuk membungkus kado yang akan ia berikan untuk Selina besok.
Beberapa hari yang lalu Millie sudah membelikan satu buah jam tangan yang menurut Maura sedang Selina inginkan.
Disaat Maura sedang sibuk membungkus kado tiba-tiba ada satu panggilan video masuk..ternyata dari Marvin.
"Sedang apa Neng cantik ?" tanya Marvin ketika melihat Maura yang sibuk membungkus kado tanpa menoleh sedikitpun kepada Marvin.
"Aku sedang bungkus kado untuk kak Selin..besok kan kak Selin ulangtahun " jawab Maura.
"Oh iya besok Selin ulangtahun.. berarti kakak sekarang sedang di Bandung ?" tanya Marvin.
"Iya..Om lihat bagus tidak " jawab Maura sambil memperlihatkan Kado yang sudah dibungkus sangat cantik kepada Marvin.
"Cantik..karena yang bungkusnya juga cantik " jawab Marvin.
"Haah ?" Maura melongo mendengar gombalan dari Om nya.
"Waah..tinggal di Kanada sekarang Om jadi pinter gombal "
"Siapa yang gombal..beneran tau kakak sekarang semakin cantik " puji Marvin.
"Berarti dulu aku tidak cantik ?" Maura langsung merenggut kesal
"Dari dulu juga kakak sudah cantik, tapi sekarang semakin cantik.. sudah
dulu ya..Om mau pergi kuliah dulu " jawab Marvin sambil mengambil tas ranselnya dan bersiap untuk pergi.
"Iya..dadah Oom.. hati-hati di jalan " Maura mengakhiri sambungan video.
Setelah mengakhiri sambungan video Maura pun langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur.
Maura mengabaikan beberapa panggilan yang masuk dari Zico karena ia sudah sangat mengantuk.
Keesokannya ketika Maura membuka ponselnya ia baru menyadari jika ada banyak panggilan masuk dari Zico semalam.
Selain itu rupanya Zico juga mengirimkan pesan yang tidak sempat Maura baca.
Maura besok pergi bareng yuk
Maura besok aku jemput ya
Maura balas dong pesan aku
Maura yang terlihat bingung memilih mengabaikan semua pesan dari Zico. Namun setelah beberapa waktu berlalu Maura pun membalas pesan dari Zico.
Aku langsung ke rumah kak Selin
Tidak lama kemudian Zico pun langsung membalas.
Baiklah..kita bertemu disana ya
__ADS_1
Maura membalas dengan gambar jempol.
Setelah membalas pesan dari Zico, Maura membuka pesan yang lain yang ternyata dari Millie.
Kakak..ini gaun yang mau dipakai ke ulangtahun kak Selina kenapa tidak dibawa
Setelah membaca pesan dari Millie Maura pun langsung terlihat panik, bagaimana ia bisa lupa membawa gaun yang sengaja Mommy nya belikan untuk dipakai di acara ulangtahun Selina nanti malam.
Kakak lupa Mom ðŸ˜
Jawab Maura.Ia bingung harus memakai baju apa karena ia hanya membawa baju yang biasa ia pakai sehari-hari.
Kakak ke butik Mamih saja, minta tolong Mamih Carikan yang cocok untuk Kaka
Setelah mendapatkan saran dari Mommy nya Maura pun langsung tersenyum.
Baik Mom
Maura langsung bergegas mencari Mikha. Maura menemukan Mikha sedang menyiapkan sarapan di dapur bersama pelayan.
"Mamih baju aku yang akan dipakai ke ulangtahun kak Selin tertinggal di rumah " ucap Maura
"Tidak usah bingung nanti Mamih Carikan di butik " Mikha mengusap kepala Maura.
"Terimakasih Mih " Maura memeluk perut Mikha. Tanpa ia bilang pun Mikha sudah mengerti apa yang Maura butuhkan.
"Kakak itu masih kecil sudah pelupa " Mikha mencubit ujung hidung Maura.
"Iya Mih " Maura tersenyum malu.
Maura dan Mikha yang sedang saling berpelukan langsung menoleh ketika tiba-tiba Adam dan si Gemoy muncul.
"Kalian sedang apa pagi-pagi begini peluk-pelukan ?" tanya Adam sambil menuntun si Gemoy duduk di salah satu kursi.
"Kakak Maura gaunnya tertinggal di rumah, nanti setelah sarapan Abang antar kita ke butik ya mencari gaun untuk kakak Maura " pinta Mikha.
"Tidak mau ah malas " jawab Adam
"Papiiih " Maura langsung merajuk, sedangkan Mikha langsung melotot.
"Masa Mamih dipeluk sedangkan Papih tidak " jawab Adam.
Maura pun langsung menghambur memeluk Adam. Milea hanya bengong melihat apa yang sedang kakaknya lakukan.
Setelah sarapan pagi mereka pun pergi ke butik. Adam dan si Gemoy duduk santai disebuah sofa sambil memperhatikan Mikha yang sedang sibuk mencarikan gaun untuk Maura.
"Papih..padahal Mommy sudah membelikan gaun untuk kakak Maura, aku juga ikut waktu membelinya sekarang kenapa harus membeli gaun lagi ?" bisik Mile ditelinga Adam.
"Gaunnya lupa tertinggal di Jakarta " jawab Adam balas berbisik.
"Ya Tuhaaan..kakak itu pelupa sekali " Mile menepuk jidat.
__ADS_1
"Iya..kakak Maura memang pelupa " jawab Adam.
Setelah mendapatkan gaun yang cocok untuk Maura, mereka pun langsung pulang.