
Setelah keluar dari ruangan kerja Adam Milea mengunci diri di kamar.
Dari balik selimutnya ia menyempatkan diri menerima panggilan dari Millie dan Wisnu yang wajib ia terima sebelum gadis itu tidur.
Setelah selesai menerima panggilan dari Mommy dan Daddy nya Milea pun mencoba menghubungi Abimanyu.
Milea yang tampak ragu akhirnya tidak jadi menghubungi Abimanyu namun hanya mengirimkan pesan singkat.
Kakak aku minta maaf tulis Milea dalam pesannya.
Setelah pesannya terkirim Milea lama menatap layar ponselnya menunggu balasan dari Abimanyu.
Detik demi detik berlalu namun Abimanyu masih belum menjawab pesan dari Milea membuat Milea yakin jika Abimanyu sangat marah kepadanya bahkan mungkin tidak mau lagi berurusan dengannya.
Sampai akhirnya Milea tertidur sambil memeluk ponselnya menunggu Abimanyu membalas pesannya.
Keesokannya Abimanyu baru membalas pesan Milea dengan satu kata singkat "ya "
Sejak saat itu dan hari-hari berikutnya Abimanyu tidak lagi pernah datang menjemput Milea di sekolahnya. Abimanyu tiba-tiba menghilang bagai ditelan bumi.
Milea semakin yakin jika Abimanyu masih marah kepadanya. Ia memang sangat keterlaluan kepada Abimanyu sehingga pria itu tidak mau lagi menemuinya.
Tanpa Milea tau sebetulnya Abimanyu sudah mulai bergabung di perusahaan Daddy nya dan mulai disibukkan dengan pekerjaan.
Sejak Bagas memutuskan untuk menyerahkan semua urusan perusahaan kepada kedua putranya semua roda perusahaan harus terus bergerak dibawah kendali Nakula dan Abimanyu.
Meskipun lulusan sekolah bisnis di luar negri namun setelah terjun di dunia bisnis yang sebenarnya Abimanyu tetap harus banyak belajar dari Daddy dan kakaknya sehingga sedikit mengesampingkan urusan si nakal Milea.
Milea pun lama-lama mulai melupakan semua kejadian yang ia lewati selama beberapa hari bersama pria tampan yang selalu ia bilang tidak asik itu.
Disaat Abimanyu tenggelam dalam pekerjaannya Milea pun kembali pada kebiasaannya melakukan kenakalan-kenakalan kecil yang membuat Keluarganya sport jantung.
Seperti weekend ini, Milea meminta ijin untuk belajar bersama di rumah Samuel, namun beberapa jam kemudian Opa mengabari Millie dan Wisnu jika Milea datang ke Bandung bersama teman-temannya.
"Ya Tuhan Mile..baru beberapa jam yang lalu pamit ke rumah temannya, bagaimana bisa sekarang sudah berada di Bandung ?" Wisnu tampak geram kepada putri keduanya itu.
"Apa sebaiknya aku susul saja ke Bandung Mas ?" tanya Marvin.
"Tidak usah..nanti kalian malah berselisih jalan " jawab Wisnu.
Meskipun kesal namun Wisnu mengijinkan Milea dan teman-temannya bermalam di rumah orangtuanya malam ini. Itu lebih baik daripada Milea pulang dihari yang sama dan itu membuat Wisnu semakin khawatir.
__ADS_1
Selama di Bandung Milea menikmati kebersamaan dengan teman-teman nya sebelum menerima nasibnya dimarahin oleh Daddy dan Papihnya jika nanti pulang ke Jakarta.
"Nanti kalau Papih dan Daddy marahin kamu tidak usah melawan, jangan buat mereka semakin marah sama kamu " nasehat Opa saat mereka sarapan pagi sebelum Milea dan teman-temannya kembali ke Jakarta.
"Iya Opa " jawab Milea.
"Lain kali kalau mau pergi jauh itu kalian harus minta ijin dulu kepada orangtua biar mereka tidak khawatir " nasehat Oma menatap Milea dan ketiga temannya yang nekad pergi ke Bandung tanpa meminta ijin Orangtua mereka.
"Iya Oma " jawab keempat anak nakal itu serempak.
Setelah sarapan keempat remaja itu bersiap untuk kembali ke Jakarta. Oma dan Opa mengantar sampai Samuel masuk ke kursi kemudi.
"Nyetir nya jangan ngebut !" pesan Opa
"Siap Opa " Samuel mengacungkan ibu jarinya.
Lambaian tangan Opa dan Oma mengiringi mobil Samuel yang mulai melaju meninggalkan halaman rumah kakek dan nenek Milea.
"Supaya tidak dimarahin lebih baik kita beli oleh-oleh yang banyak untuk Papih dan Daddy kamu " Samuel menepikan mobilnya ke sebuah pusat pusat penjual oleh-oleh yang mereka lewati.
Keempat remaja itu memborong oleh-oleh yang cukup banyak terutama untuk Milea. Samuel cukup tau jika bukan hanya Mommy dan Daddy Milea saja yang harus ia sogok namun Papih dan Mamihnya juga. Semua juga tau jika Milea punya dua pasang orangtua.
"Sam..Lo bisa diam ga sih ?" sentak Milea kesal tanpa menoleh sedikitpun.
"Sam..Lo iseng banget sih !" Milea semakin kesal karena orang yang ia anggap Samuel terus menarik-narik bajunya.
"Alysha ??" ketika membalikan badannya Milea langsung melongo karena yang menarik-narik bajunya adalah ternyata Alysha.
Wajah cantik adik si gunung es itu terlihat nyengir didepannya.
"Kamu sedang apa disini..sama siapa ?" Milea meluangkan pertanyaan beruntun kepada gadis cantik itu.
"Sama Mommy dan Daddy..tuh sedang membeli oleh-oleh juga " jawab Alysha sambil menunjuk kepada Bagas dan Felisha yang sedang sibuk membeli oleh-oleh.
Milea menghampiri Bagas dan Felisha ketika melihat sepasang suami istri itu memanggilnya dengan melambaikan tangannya.
"Sama siapa kamu kesini ?" tanya Bagas saat Milea mencium tangannya.
"Sama teman-teman sekolah aku Om " jawab Milea sambil menunjuk ketiga temannya yang masih sibuk membeli oleh-oleh.
Bagas tampak tercenung ketika melihat ketiga teman Milea adalah laki-laki.
__ADS_1
"Kamu pulang sama Om saja, pindahkan barang-barang kamu ke mobil Om sekarang juga !" perintah Bagas.
"Tapi Om.." Milea terlihat menggaruk pelipisnya bingung.
Felisha yang melihat kebingungan Milea menuntun gadis itu menuju mobil Samuel karena mereka sudah selesai belanja.
"Adik-adik..Milea akan pulang sama Om dan Tante ya..jadi sekarang akan pindah mobil " ucap Felisha sambil tersenyum ramah.
"Oh iya Tan..biar aku bantu pindahkan barang-barang Milea " jawab Samuel.
Samuel sudah kenal siapa Bagas dan Felisha makanya ia tidak khawatir menyerahkan Milea kepada suami istri itu.
"Mending Lo pulang sama mereka daripada nanti kita ikut dimarahin sama Papih dan Daddy Lo " bisik Samuel ketika membantu memindahkan barang-barang Milea kedalam mobil Bagas.
"Teman ga guna Lo " Milea menoyor kepala Samuel yang hanya disambut kekehan pria itu.
Alysha terlihat senang ketika Milea masuk kedalam mobilnya dan akan pulang bersama mereka.
"Daddy..aku belum mau pulang ke Jakarta, aku masih ingin main bersama kakak Mile di Bandung " pinta Alysha sambil mencolek-colek punggung Bagas dari arah kursi belakang.
"Bagaimana ini Sayang ?" Bagas melirik kearah Felisha.
"Aku akan minta ijin orangtunya dulu " Felisha mengambil ponselnya kemudian menghubungi Mikha.
Felisha menceritakan pertemuannya dengan Milea dan berniat mengajak Milea main dulu dan Mikha pun mengijinkan setelah bertanya dulu pada Millie.
"Oke..kita main dulu dan akan pulang sore, Mommy sudah minta ijin sama keluarga kak Mile " ucap Felisha membuat Alysha bersorak senang.
"Cindy dan Zhifana terlalu sibuk mengurus anak-anak nya yang nakal padahal Alysha butuh sosok kakak perempuan " gumam Bagas.
"Apa perlu Abimanyu kita suruh pake rok saja ?" tanya Felisha sambil terkikik.
"Hust..jangan ngaco " omel Bagas.
"Daripada menyuruh putra kita memakai rok lebih baik kita suruh saja dia mencari pacar agar Alisha punya teman " saran Bagas.
"Iya Sayang...padahal dia sudah dewasa tapi aku masih belum pernah dengar dia punya pacar..padahal Alyn dan Azriel sudah mulai menggandeng pasangan " timpal Felisha.
"Mungkin belum menemukan yang cocok Yang " jawab Bagas.
Milea yang sedang mengobrol dengan Alysha sempat menangkap ucapan Felisha barusan... Abimanyu belum punya pacar?..lalu Alyn itu siapa nya Abimanyu ?
__ADS_1