
Suasana makan malam di rumah Adam tiba-tiba menjadi hening setelah Milea mengutarakan keinginannya untuk kuliah di Kanada di hadapan seluruh keluarga.
Wisnu dan Millie saling tatap dengan pandangan bingung. Wisnu sebetulnya tidak keberatan jika Milea ingin kuliah di Kanada karena disana ada Opa dan Oma yang pasti akan mau menjaga Milea dengan baik. Namun sepertinya ia dan Millie tidak mau mengambil resiko mendapat amukan dari Adam dan Mikha jika ia dan Millie mengijinkan Milea pergi.
"Jadi bagaimana..apakah aku diijinkan melanjutkan sekolah di Kanada seperti Papih dan Om Marvin ?" tanya Milea menatap seluruh keluarganya dengan penuh harap.
Adam dan Mikha meskipun tidak setuju tapi tidak berani mengambil keputusan sendiri.
"Bagaimana kalau kita vote saja. Kalau banyak yang setuju berarti kamu boleh pergi, tapi jika banyak yang tidak setuju berarti kamu kuliah disini saja " usul Adam.
"Baiklah aku setuju " jawab Milea dengan percaya diri. Milea yakin jika Papihnya sudah membantu membujuk Mommy dan Daddy nya seperti keinginannya tempo hari.
Setelah makan malam selesai Maura mengambil kertas kecil dan pulpen kemudian dibagikan kepada seluruh yang ada di sana.
Masing-masing harus menulis setuju atau tidak jika Milea melanjutkan sekolah di Kanada.
Pada saat menulis Wisnu dan Millie tampak menunduk karena tatapan tajam Adam tampak mengintimidasi mereka berdua.
"Percuma vote juga karena kita tidak bisa mengeluarkan suara kita " bisik Millie ditelinga Wisnu.
"Sudah tulis saja.. ingat jangan salah tulis dan buat Papih murka " jawab Wisnu berbisik.
Milea tampak tegang ketika semua kertas itu sudah terkumpul. Malik dan Meysha pun mengikuti vote itu. Semua terkumpul delapan gulungan kertas hasil suara Adam, Mikha, Millie, Wisnu, Maura, Marvin dan Malik juga Meysha.
"Kamu sendiri saja yang hitung hasil vote nya " perintah Adam.
"Iya Pih " jawab Milea dengan percaya diri.
"Tapi ingat..kamu harus konsekuen menerima apapun hasilnya " pesan Adam.
__ADS_1
"Iya Pih " jawab Milea.
Semua pasang mata menatap kearah Milea ketika gadis itu mulai menghitung hasil vote nya.
Setelah selesai menghitung wajah Milea terlihat sangat kecewa ketika hanya ada dua suara yang setuju dirinya melanjutkan sekolah di Kanada. Dan dua orang yang memberikan mendukungnya adalah hanya Malik dan Meysha karena terlihat dari tulisan yang masih kekanak-kanakan.
Dengan menahan tangisnya Milea pun langsung pergi ke kamarnya dan mengunci diri disana.
"Biarkan saja..nanti juga berhenti nangisnya " Adam melarang ketika Millie hendak menyusul Milea ke kamarnya.
"Papih dan Mamih sengaja menyuruh kalian untuk tidak mengijinkan Milea pergi karena untuk kebaikan Milea juga. Kalian tau sendiri bagaimana pergaulan Milea disini, Papih tidak mau disana dia semakin tidak terkendali. Memang di sana ada Opa dan Oma yang bisa ikut mengawasi Milea seperti dulu waktu Marvin kuliah disana .Tapi sekarang kondisinya berbeda, Papih tidak mau terus-terusan membebani Opa dan Oma kalian yang sudah saatnya menikmati masa tuanya..jadi Papih minta kalian mengerti apa yang mendasari keputusan Papih untuk menyuruh kalian melarang Milea kuliah di Kanada " jelas Adam panjang lebar.
"Iya Pih..kami mengerti " jawab Wisnu.
"Tapi Milea nya ngambek Pih " ujar Maura.
Setelah seharian mengurung diri di kamar akhirnya Wisnu dan Millie berhasil masuk ke kamar Milea.
"Sayang.. maafkan Mommy yang tidak mendukung keinginan kamu. Mommy dan Daddy mengambil keputusan ini demi kebaikan kamu " Millie mengusap rambut Milea lembut.
"Kehidupan di luar negri itu berat Sayang, kami tidak bisa melepas kamu begitu saja tanpa ada yang mengawasi " ujar Wisnu.
"Kan disana ada Opa dan Oma Dad " jawab Milea diantara tangisnya.
"Opa dan Oma sudah sepuh Sayang..kita tidak bisa terus-terusan membebani mereka dengan harus mengurusi kamu..sudah saatnya mereka menikmati masa tua mereka tanpa dibebani oleh apapun " jawab Wisnu.
"Kalian tidak percaya sama aku ya ?" tanya Milea kecewa.
"Kami hanya ingin yang terbaik dan aman untuk kamu..dan keputusan kami adalah bukan di sana " putus Wisnu.
__ADS_1
"Kalau tidak boleh kuliah disana aku tidak mau kuliah..aku mau menikah muda saja..biarin aku cuma lulusan SMA saja " ancam Milea.
Tiba-tiba saja Milea memiliki ide gila itu. Milea yakin jika keluarga nya pasti akan mengijinkan ia kuliah di Kanada setelah diancam ingin nikah muda.
"NIKAH MUDA ?" Wisnu dan Millie langsung melotot.
"Jangan begitu Sayang..kamu harus tetap melanjutkan pendidikan kamu disini " bujuk Millie.
"Pokoknya aku tidak ingin melanjutkan kuliah " jawab Milea tegas.
"Ya Tuhaan.." Millie mengusap dadanya.Wisnu memeluk bahu Millie yang nyaris menangis melihat ulah putri kedua mereka.
*
Milea tidak bergeming ketika pada suatu malam Adam dan Mikha datang ke kamar Milea dan memberikan sebuah brosur mobil keluaran terbaru.
"Bukan kah ini mobil yang sedang kamu inginkan..Papih akan belikan untuk kuliah kamu disini " ucap Adam sambil duduk di sisi ranjang.
"Aku tidak mau " jawab Milea tanpa menoleh sedikitpun.
Adam dan Mikha saling pandang dengan tatapan bingung. Baru kali ini ia melihat kesayangannya itu marah cukup lama dan itu sangat menyiksa batin Adam dan Mikha.
"Atau kamu ingin mobil dengan merk yang lain ?" tanya Mikha.
"Aku tidak mau Mih " lagi-lagi Milea menolak.
Adam dan Mikha tampak sedih melihat kesayangannya menolak semua apa yang mereka tawarkan.
Karena tidak berhasil membujuk Milea akhirnya Adam dan Mikha pun menyerah kemudian keluar dari kamar Milea dengan wajah yang sedih.
__ADS_1