
Setelah berkecimpung di dunia modeling kesibukan Maura semakin bertambah. Karena Maura hanya mau menerima job pada hari libur saja alhasil setiap weekend Maura menjadi semakin jarang pulang ke Jakarta.
Mendengar Maura yang jarang pulang ke Jakarta Marvin pun langsung menelpon Maura.
"Mamih bilang kakak sekarang jarang pulang ke Jakarta.. kenapa? " tanya Marvin.
"kemarin-kemarin memang ga sempet pulang ke Jakarta karena ada jadwal pemotretan..tapi sekarang aku sudah tidak sibuk lagi jadi bisa pulang ke Jakarta " jawab Maura.
"Kalau senggang kakak usahain pulang jangan keenakan di modeling..kalau kakak tidak bisa membagi waktu dengan baik Om tidak ijinkan kakak ikut di agensi lagi " ancam Marvin.
"Iya Om " jawab Maura.
"Dan satu lagi..kakak harus utamakan sekolah jangan sampai nilai kakak jadi turun gara-gara sibuk modeling " sambung Marvin.
"Iya Om cerewet " jawab Maura lagi
"Kakaaak..Om itu cerewet karena sayang sama kakak "
"Kalau sayang makanya cepetan pulang.. awas saja kalau disana Om punya pacar " ancam Maura.
"Tidak akan..pokoknya tunggu saja kalau kerjaan Om selesai Om pasti pulang " jawab Marvin.
Sebetulnya Marvin baru akan pulang ke Jakarta bukan menunggu pekerjaan nya selesai melainkan menunggu Maura lulus SMA.
"Iya tapi kapan selesainya ? pasti masih lama " tanya Maura tidak sabar.
"Tidak usah cerewet..pokoknya tunggu saja Om pasti pulang " ucap Marvin.
"T**api jangan kelamaan Oom..aku kan kangen " Maura merajuk.
Mendengar Maura mengatakan kangen membuat Marvin merasa sedih. Tapi ia harus berkorban demi mendapat restu dari keluarganya.
"Om juga kangen sama kakak " jawab Marvin lirih.
"Om..bulan depan aku ada pemotretan untuk iklan sebuah hotel di Bali. Jadwalnya pas hari libur sekolah dan aku perginya mau sama kak Selin..boleh ya ?" Maura meminta ijin kepada Marvin.
"Kalau tidak mengganggu waktu sekolah Om ijinkan " jawab Marvin
"Terimakasih Om kesayangan aku yang ganteng dan cerewet seperti Mommy " suara Maura terdengar girang namun dibarengi dengan ledekan.
Marvin hanya tertawa mendengar ledekan dari Maura.Tidak ingin semakin larut dalam kerinduan mereka pun mengakhiri sambungan telepon.
*
__ADS_1
Siang ini Adam dan Millie pergi makan siang bersama dengan Wisnu yang kebetulan datang ke kantor.
Mereka makan di sebuah restoran yang berada tidak jauh dari kantor Adam.
"Kira-kira projek Opa di Kanada selesai kapan Pih ?" tanya Wisnu.
"Perkiraan kurang dari satu tahun " jawab Adam.
"Papih tidak akan menyuruh Marvin megang perusahaan yang disana kan ?" tanya Millie.
"Tidak..Papih sudah ditinggal Marvin sekolah tiga tahun ditambah sekarang satu tahun rasanya empat tahun sudah cukup " jawab Adam.
"Marvin tidak ada yang paling kehilangan adalah Maura, karena dia dari kecil sudah dekat sama Marvin " ujar Wisnu sambil tertawa.
"Bagaimana kalau kita jodohkan saja Marvin dan Maura sepertinya mereka sudah cocok " Adam mencari celah.
"Papih ada-ada saja..jangan sampai itu terjadi " jawab Millie sambil tertawa.
"Memangnya kenapa jangan sampai terjadi..adik kamu kan ganteng.. pinter lagi..sebentar lagi akan menjadi pemimpin perusahaan menggantikan Papih "
"Ganteng sih ganteng Pih tapi Kakak tidak bisa bayangin gimana jadinya kalau Maura berjodoh sama Marvin..pasti rasanya aneh sekali " jawab Millie.
"Kalau jodoh kan siapa yang tau kak " ujar Adam.
"Kalau Marvin bukan adik ipar aku sepertinya aku setuju kalau Maura berjodoh dengan Marvin " tambah Wisnu.
Adam menggaruk pelipisnya. Jika mendengar ucapan Millie dan Wisnu sepertinya mereka tidak setuju jika Maura berpacaran dengan Marvin.
Adam harus mencari jalan agar putri dan menantunya itu bisa merestui hubungan Maura dan Marvin.
Selesai makan siang Wisnu mengantarkan Adam dan Millie terlebih dahulu sebelum kembali ke kantornya.
Sepanjang perjalanan pulang ke kantornya Wisnu terlihat gelang-geleng kepala sambil tertawa mengingat ide konyol dari Papih mertuanya.
Wisnu tidak dapat membayangkan jika ia harus berbesanan dengan mertuanya..semua pasti membingungkan.
Jujur sebetulnya Marvin adalah type menantu idamannya, karena selain tampan adik iparnya itu sangat cerdas dan pintar dalam bisnis.
Marvin benar-benar mewarisi hampir sembilan puluh persen gen Papih mertuanya.
Satu Bulan Kemudian
Maura pergi ke Bali bersama Selina untuk melakukan pemotretan untuk sebuah iklan sebuah hotel berbintang yang ada di Bali.
__ADS_1
Setibanya di hotel dan beristirahat selama beberapa jam Maura pun bersiap-siap untuk melakukan sesi pemotretan yang berlokasi di beberapa spot di hotel itu.
Pada saat pemotretan berlangsung Maura dibuat kaget dengan kedatangan Zico di lokasi.
"Kak Zico ?" Maura melongo menatap mantan pacarnya itu.
Sebelum menghampiri Maura Zico terlihat menghampiri photografer untuk melihat hasil jepretan nya dan Zico terlihat puas.
"Hasil photo nya bagus " puji Zico sambil menghampiri Maura.
"Kak Zico bagaimana bisa ada disini ?" tanya Maura.
"Bisa dong..kan ini hotel milik keluarga " jawab Zico.
"Ya ampuun..tau hotel ini punya kak Zico aku pasti minta bayaran mahal " ujar Maura. Zico hanya terkekeh.
"Kak Zico kenapa tidak kasih tau kalau aku kerja untuk kak Zico ?" tanya Maura.
"Kalau kak Zico kasih tau takutnya kamu minta bayaran mahal " balas Zico.
"Aih membalas " jawab Maura.
Pemotretan di hari pertama berjalan lancar. Selina dengan setia menemani Maura.
Pada saat menunggui Maura yang sedang melakukan pemotretan tiba-tiba Marvin menelpon dan menanyakan Maura.
"Maura masih belum selesai pemotretan..kak Marvin tau tidak ternyata yang punya hotel ini adalah Zico mantan pacar Maura..tadi mereka sempet ketemu dan ngobrol.. sepertinya ada kemungkinan CLBK nih " ujar Selina sambil tertawa.
"Apa..jadi Maura ketemu Zico..sekarang mereka sedang apa ?" tiba-tiba darah Marvin terasa mendidih.
"Maura sedang pemotretan dan Zico sedang menunggui Maura " jawab Selina sambil melirik Zico yang sedang menunggui Maura.
"Kamu terus temani Maura..kalau sudah selesai bilang sama Maura langsung telepon kakak " titah Marvin.
"Iya nanti Maura aku suruh telpon kakak.. lagian masa Maura aku tinggalin sih " jawab Selina terlihat bingung mendengar suara Marvin yang tiba-tiba seperti yang marah.
Selesai pemotretan Zico mengundang Maura dan Selina untuk makan malam. Selina dan Maura pun menerima undangan dari Zico nanti malam.
Selina yang sangat senang karena bertemu dengan teman sekolahnya melupakan pesan Marvin agar menyuruh Maura menelponnya jika pemotretan telah selesai.
*************************
Dengan berakhirnya Bulan Suci Ramadhan dan datangnya idul fitri REQUEEN ucapkan
__ADS_1
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 H bagi yang merayakannya dan mohon maaf lahir dan batin 🙏🙏