My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Curahan Hati Maura


__ADS_3

Sorenya sepulang dari kantor, Marvin mengantarkan mobil Maura ke rumah Millie.


Setelah mengantarkan mobil Maura ke rumah Millie Marvin kembali ke kantornya dengan menggunakan taksi online untuk mengambil mobilnya.


Marvin menuruti perintah Millie untuk mengantarkan sendiri mobil Maura meski ia harus rela kembali ke kantornya lagi untuk mengambil mobilnya.


Sementara Millie sendiri sepulang dari kantor langsung menjemput Maura di rumah Mamihnya.


"Maura mana Mih ?" tanya Millie begitu ia sudah sampai di rumah orangtuanya.


"Maura sedang tidur " jawab Mikha.


Mendengar jawaban Mikha,Millie pun beranjak hendak membangunkan Maura di kamarnya.


"Maura tidak tidur di kamarnya, dia tidur di kamar Mamih " ucap Mikha yang langsung membuat langkah Millie terhenti.Millie pun duduk kembali di depan Mikha.


"Maura tadi mengadu sama Mamih katanya dia pulang kesini karena takut dimarahi oleh kamu " ucap Mikha sambil menatap dalam wajah cantik putrinya.


"Kakak juga marah bukan tanpa alasan Mih..kakak marah karena Maura sudah berani berbohong.. Dia bilang sama kakak mau pergi ke mall dengan temannya padahal pergi sama Marvin..kakak tau ketika melihat sopir yang disuruh Marvin untuk mengantarkan mobil Maura yang ditinggal di kantor "


"Maura juga tidak akan berbohong kalau kakak tidak melarang mereka bertemu..dan Marvin juga tidak akan membawa Maura sembunyi-sembunyi kalau kamu dan Wisnu tidak melarang " Mikha membela Maura dan Marvin.


"Mamih itu heran sama kamu.. bisa-bisanya kamu menolak adik kamu sendiri pacaran sama Maura, padahal kamu juga pernah merasakan bagaimana rasanya ketika Papih dan Mamih dulu tidak merestui hubungan kamu sama Wisnu " omel Mikha.


Millie yang awalnya akan mengomeli Maura malah dirinya yang mendapat Omelan dari Mamihnya.


"Menurut Mamih tidak ada yang salah jika Marvin dan Maura pacaran bahkan menikah ,toh mereka tidak ada hubungan darah " lanjut Mikha.


"Kakak sama Mas Wisnu memang belum setuju..kami masih melihat kesungguhan mereka dulu Mih..Kakak dan Mas Wisnu tidak mau sampai mereka putus ditengah jalan seperti dengan Nisa..jika putus dengan Nisa mungkin tidak terlalu jadi beban..tapi jika itu terjadi pada Maura dan Marvin nantinya keluarga yang jadi beban.. kita pasti tidak akan bisa berkomunikasi seperti biasa karena anak-anak kita yang bermasalah " Millie memberikan alasannya kenapa ia dan Wisnu belum merestui hubungan Maura dengan Marvin.


"Mamih sadar tidak..setelah putus dengan Nisa Marvin sama sekali tidak terlihat sedih..itu anak terlihat biasa saja..Kakak kan jadi takut jika Marvin hanya akan mempermainkan Maura saja " sambung Millie.


"Kakak tidak bisa bayangkan bagaimana murkanya Mas Wisnu jika putrinya dipermainkan oleh pria yang ternyata adik iparnya..adik kakak sendiri "


Mendengar alasan Millie yang panjang lebar Mikha pun mulai sedikit memahami jalan pikiran putri dan menantunya.


Apa yang diucapkan oleh Millie memang benar adanya. Mikha sama sekali tidak melihat kesedihan pada wajah putranya ketika hubungannya dengan Nisa berakhir.


"Biar nanti Mamih tanyakan sama Marvin "ucap Mikha akhirnya.


Obrolan ibu dan anak itu terhenti ketika Maura yang baru bangun keluar dari kamar Mikha.


Melihat ada Mommy nya disana Maura langsung bersembunyi dibelakang tubuh Mikha karena takut dimarahi oleh Mommy nya.


"Kita pulang kak..kasian adik-adik kamu menunggu di rumah " ajak Millie.


"Kakak tidak mau pulang Mom..kakak mau menginap disini saja " jawab Maura dari belakang tubuh Mikha.


"Lebih baik kakak pulang sama Mommy..kalau Mommy kamu berani marahin bilang saja sama Mamih dan Papih " ucap Mikha sambil mengelus rambut Maura.

__ADS_1


"Hmmm ..dibelain " sindir Millie.


"Kaaak !" Mikha langsung melotot kearah Millie.


"Iya kakak janji tidak akan marahin Maura " ucap Millie.


"Hayu kak...jangan sampai tanduk Mommy keluar disini " ajak Millie.


"Kaaak ?" Mikha kembali melotot kearah Millie.


"Ayok kakak sayang... kita pulang " Millie melembutkan suaranya membujuk Maura agar mau pulang dan akhirnya gadis judes dan manja itu pun mau pulang.


"Kamu itu anak Mommy atau anak Mamih sih " Millie menggerutu sambil menuntun putri kesayangannya masuk kedalam mobil.


"Kalau Mommy galak dan cerewet begini.. kakak lebih baik jadi anak Mamih saja " jawab Maura.


"Kakaaak..!?" Millie menjewer telinga Maura.


"Ampun Mom..kakak cuma becanda.. walaupun galak dan cerewet kakak tetap sayang sama Mommy " Maura meringis memegang telinganya.


"Gara-gara Om kamu ini " umpat Millie.


Setelah mendapat Omelan dari Mikha, Millie sudah tidak ada keberanian untuk memarahi Maura lagi , Ia terlalu takut jika putri cantiknya itu akan mengadu kepada Papih dan Mamihnya jika ia marahi.


*


Maura yang sedang berada di kamarnya kaget dan langsung mengkerut ketika tiba-tiba Millie datang ke kamarnya.


"Kalau Mommy mau marahin kakak nanti akan kakak laporkan pada Papih dan Mamih " ancam Maura.


Millie melongo menatap pada putrinya. Setelah bertahun-tahun mode galak dan judes putri sambungnya itu muncul kembali.


"Kakak kenapa bicara seperti itu sama Mommy..Mommy kesini hanya ingin mengobrol sama kakak " ucap Millie lirih. Ada kesedihan dalan nada suaranya.


Maura yang menyadari kesalahannya buru-buru memeluk Millie dan meminta maaf.


"Maafin kakak Mom..kakak telah salah bicara " ucap Maura dari dalam pelukan Millie, gadis itu sangat menyesal telah mengatakan kalimat yang membuat Mommy nya tersinggung.


"Mommy kesini hanya ingin mendengar semua yang kakak sembunyikan dari Mommy selama ini " ucap Millie.


"Tentang apa Mom ?" tanya Maura.


"Semuanya..juga tentang bagaimana ceritanya sampai kakak dan Om Marvin pacaran " jawab Millie.


"Kalau kakak tidak mau cerita sama Mommy jangan harap Mommy dan Daddy akan merestui hubungan kakak sama Om Marvin " ancam Millie.


Setelah sekian lama terdiam akhirnya Maura pun mau membuka mulutnya.


"Kakak tidak tau harus mulai darimana Mom " ucap Maura bingung.

__ADS_1


"Sejak kapan kakak ada perasaan sama Om Marvin " jawab Millie lembut.


"Kakak juga tidak tau sejak kapan kakak suka sama Om Marvin..yang kakak rasa adalah kakak tiba-tiba suka males kalau diajak pergi sama Om Marvin dan kak Nisa..padahal dulu kakak suka ngambek kalau tidak diajak sama Om Marvin " Maura memulai ceritanya.


"Apakah kakak merasa kesal kalau melihat Om Marvin dengan kak Nisa ?" tanya Millie.


"Iya..tapi Om Marvin selalu maksa kakak ikut dengan mereka " jawab Maura.


"Lalu ..!" ujar Millie.


"Lama-lama kakak merasa tidak nyaman pergi bersama mereka karena kak Nisa pernah bertengkar dengan Om Marvin gara-gara Om Marvin terlambat menjemput kak Nisa karena waktu itu Om Marvin lebih dulu menjemput kakak di sekolah " sambung Maura.


"Mereka bertengkar ?" tanya Millie.Maura mengangguk.


"Sejak saat itu kakak tidak mau lagi jalan sama mereka dan kakak berusaha menjaga jarak dari Om Marvin..kakak tidak mau melihat Om Marvin dan kak Nisa bertengkar gara-gara kakak "


"Lalu bagaimana reaksi Om Marvin ketika kakak menjauhinya ?" tanya Millie.


"Om Marvin seperti yang marah sama kakak " jawab Maura lirih.


Millie terdiam..dari cerita Maura sepertinya Maura dan Marvin sudah memiliki perasaan cinta dari sejak lama, namun mereka belum menyadarinya.


"Kak Nisa berusaha mendekati kakak dengan mengajak berlibur di villa nya bersama kak Selin dan Silva..tapi disana.." suara Maura tiba-tiba tersendat.


"Disana kenapa ?" tanya Millie penasaran.


"Disana kita malah bertengkar..waktu itu di villa hujan disertai petir..ketika kakak berada di dapur tiba-tiba listrik padam..kakak takut sekali dan Om Marvin peluk kakak agar tidak takut..pada saat itu kak Nisa salah faham dan mereka bertengkar hebat "


"Setelah itu ?" tanya Millie semakin penasaran.


"Kakak tidak tau..malam itu juga kakak pulang ke rumah Oma dengan dijemput oleh Zico "


"Ya Tuhaan..kenapa kakak tidak cerita sama Mommy ?" Millie merengkuh tubuh putrinya dan memeluknya erat.


"Apakah keputusan kakak untuk pindah sekolah ke Bandung juga karena itu ?" tebak Millie.


Millie ingat betul Maura tiba-tiba bersikeras ingin pindah sekolah di Bandung tidak lama setelah liburan di villa Nisa.


"Iya..kakak ingin menjauhi Om Marvin agar mereka tidak selalu bertengkar gara-gara kakak..tapi setelah kakak pindah ke Bandung mereka malah putus " jawab Maura.


"Kakak nakal..kenapa menyembunyikan semuanya dari Mommy ?" Millie mencubit ujung hidung Maura.


Meskipun kesal karena Maura banyak menyimpan rahasia darinya namun Millie bangga karena putri cantiknya itu memilih menghindar demi menjaga hubungan Marvin dan Nisa.


"Lalu bagaimana kakak dan Om Marvin bisa pacaran ?" tanya Millie.


"Kakak juga tidak tau..yang kakak tau adalah kakak merasa nyaman jika bersama Om Marvin " jawab Maura dengan wajah sedikit merona.


"Bagaimana cara Om Marvin nembak kakak ?"

__ADS_1


"Om Marvin nembaknya maksa..katanya kakak sama Om Marvin tidak bisa putus karena sudah terikat kontrak seumur hidup " jawab Maura polos.


Dasar Marviiiin ..awas saja kamu anak itu.. memanfaatkan kepolosan Maura saja ..geram Millie.


__ADS_2