
Millie yang sedang sibuk dibuat panik ketika Pak Muh sopir yang biasa mengantar jemput Malik dan Mile di sekolah mendadak minta ijin mengantar istrinya ke rumahsakit.
Millie yang hari ini akan memimpin rapat di bagian keuangan berusaha menelpon Wisnu untuk menjemput Mile dan Malik di sekolah namun nomer Wisnu tidak bisa dihubungi karena ia sedang ada rapat penting dengan kliennya.
Harapan terakhir adalah Maura..Millie berusaha menelpon Maura namun tidak diangkat.
Maura hanya mengirimkan pesan jika ia sedang ada mata kuliah sampai satu jam kedepan.
"Ada apa kak..apa ada masalah ?" tanya Marvin.
"Pak Muh tidak bisa jemput Mile dan Malik..Mas Wisnu nomor nya tidak aktif, Maura juga sedang ada mata kuliah.. sebentar lagi Mile dan Malik pulang sekolah " jawab Millie terlihat bingung.
"Kakak akan suruh sopir kantor saja menjemput Mile dan Malik " Millie hendak menyuruh sopir kantornya namun dilarang oleh Marvin.
"Pihak sekolah tidak akan memberikan anak-anak dijemput oleh orang yang tidak dikenal..biar aku saja yang jemput mereka " Marvin menawarkan diri.
"Beneran kamu mau jemput anak-anak ?" tanya Millie menatap tajam kearah Marvin.
"Ya bener dong kak..masa aku tega sih biarin keponakan aku tidak ada yang menjemput di sekolah " jawab Marvin.
"Terimakasih ya Vin " ujar Millie sambil buru-buru menuju meeting room dimana rapat bagian keuangan akan segera dimulai.
Setelah Millie berlalu ke Meeting room, Marvin pun buru-buru pergi untuk menjemput dua tuyul di sekolah.
"Marvin tiba di sekolah pada saat semua siswa sudah pulang. Mile dan Malik yang menunggu jemputan di ruangan pos satpam terlihat senang begitu melihat Marvin muncul.
"Pak Muh kenapa tidak jemput Om ?" tanya Mile.
"Pak Muh sedang ada keperluan mendadak " jawab Marvin sambil menuntun kedua tuyul itu masuk kedalam mobil.
"Kalian lapar tidak ?" tanya Marvin sambil melajukan mobilnya meninggalkan halaman sekolah Mile dan Malik.
"Lapar Om " jawab kedua tuyul itu.
"Oke..kita makan dulu ya sebelum pulang " ucap Marvin sambil melajukan mobilnya menuju ke sebuah restoran yang berada tidak jauh dari kampus Maura.
Di jalan Marvin mengirimkan pesan kepada Maura menyuruh gadis itu menyusul setelah selesai mengikuti mata kuliah..Maura pun mengiyakan.
Setibanya di restoran Marvin memesan makanan untuk dirinya Mile,Malik dan Maura.
Begitu makanan pesanan Marvin datang Mile dan Malik pun langsung makan dengan lahap.
__ADS_1
"Om kenapa tidak makan ?" tanya Mile menatap heran kepada Om nya.
"Om menunggu kakak Maura dulu.. sebentar lagi kesini " jawab Marvin.
Mile dan Malik yang dengan cepat menghabiskan makanannya meminta ijin kepada Marvin untuk melihat ikan koi di kolam yang berada tidak jauh dari meja mereka.
Pada saat mengawasi Kedua tuyul itu melihat ikan di kolam Maura pun datang.
"Sudah selesai kak kuliahnya ?" tanya Marvin sambil menangkap pinggang Maura dan mencuri satu ciuman singkat di bibir Maura.
"Baru saja selesai " jawab Maura sambil celingukan takut kedua tuyul itu melihat apa yang baru saja Om nya lakukan.
"Mereka sedang anteng melihat ikan jadi tidak akan melihat " bisik Marvin sambil membawa Maura duduk di kursi yang berada tepat disebelahnya.
"Kalau sampai mereka melihat dan mengadu sama Mommy habislah kita " ujar Maura sambil terkekeh.
"Om kenapa belum makan ?" tanya Maura menatap piring Marvin yang masih utuh.
"Kan Om nungguin kakak " jawab Marvin.
Setelah Maura datang mereka pun makan sambil mengawasi Mile dan Malik yang sedang anteng melihat ikan koi di kolam.
"Tenang..nanti Om sogok mereka dengan mainan " jawab Marvin sambil meremat jemari Maura.
"Awas loh mereka kalau beli mainan suka merampok..tidak cukup satu " Maura mengingatkan kebiasaan adik-adiknya yang suka merampok Papih Adam.
"Tidak apa-apa..yang penting mereka tutup mulut " jawab Marvin sambil tertawa.
"Dasaaarr akalnya ada saja " Maura ikut tertawa sambil mencubit paha Marvin.
"Demi kamu " jawab Marvin sambil menjawil ujung hidung Maura.
Setelah puas saling melepaskan rindu Marvin pun mengajak kedua tuyul itu pulang karena Maura harus kembali lagi ke kampus. Selain itu Marvin tidak mau sampai Millie curiga jika ia terlalu lama menjemput Mile dan Malik.
"Mile..Malik..jangan bilang Mommy dan Daddy ya kalau tadi kita habis makan bareng sama kak Maura " ucap Marvin ketika mereka dalam perjalanan pulang.
"Kenapa Om ?" tanya kedua tuyul itu.
" Soalnya kak Maura itu kan seorang model jadi makannya tidak boleh banyak biar badannya tetap langsing " jawab Marvin berdusta.
"Kalau kalian tidak akan bilang Mommy dan Daddy nanti Om belikan mainan " janji Marvin.
__ADS_1
"Iya Om..kita janji tidak akan bilang sama Mommy dan Daddy " kedua tuyul itu langsung tergiur ketika Marvin mengiming-imingi mereka dengan mainan.
"Oke..sebelum pulang ke rumah kita beli mainan dulu " Marvin melajukan mobilnya menuju sebuah toko mainan yang cukup lengkap yang kebetulan mereka lewati.
Di toko mainan Marvin membiarkan kedua tuyul itu mengambil mainan yang mereka sukai asal mereka tidak mengadu kepada Mommy dan Daddy nya jika ia diam-diam janjian dengan Maura di restoran.
Setelah membeli mainan Marvin pun mengantarkan kedua tuyul itu pulang ke rumah Wisnu dan kemudian ia kembali ke kantor.
Millie yang sudah selesai rapat mendatangi Marvin di ruang kerjanya.Marvin yang sedang fokus di depan komputer nya menoleh ketika kakaknya muncul di ruangan kerjanya.
"Vin.. makasih ya kamu sudah mau jemput anak-anak " ucap Millie
" Iya kak " jawab Marvin.
Millie sebetulnya masih ingin mengajak adiknya itu bicara, namun karena melihat Marvin sedang sibuk akhirnya ia pun memilih kembali ke ruangannya.
Sore harinya sepulang dari kantor, Millie heran ketika ada banyak mainan baru di kamar Mile dan Malik.
"Siapa yang belikan kalian mainan sebanyak ini ?" tanya Millie.
"Om Marvin Mom " jawab Malik.
"Iya Mom..mungkin Om Marvin habis gajian " jawab Mile.
Millie keluar dari kamar Mile dan Malik. Tiba-tiba hati Millie terasa tercubit.
Meskipun ia sudah menyuruh Marvin menjauhi Maura namun adiknya itu tetap sayang dan perhatian kepada keponakannya.
Entah mengapa Millie merasa sudah berlaku tidak adil kepada adik kesayangannya itu.
Setelah Keluar dari kamar Mile dan Malik, kini Millie menghampiri kamar Maura. Disana Maura tampak sedang anteng dengan laptop di pangkuannya sepertinya gadis itu sedang mengerjakan tugas kuliahnya.
Tidak ingin mengganggu putri cantiknya Millie pun beranjak menuju kamarnya dimana Meysha sedang tertidur pulas sambil menyedot susu botolnya.Tidak lama kemudian Wisnu pun pulang dari kantor.
"Sayang..tadi ponsel Mas matikan karena sedang Meeting dengan klien. Tadi siapa yang jemput Mile dan Malik ?" tanya Wisnu sambil menyimpan tas kerja nya di meja.
"Marvin yang jemput Mile dan Malik" jawab Millie.
"Awalnya aku mau suruh sopir kantor yang jemput tapi untung ada Marvin yang jemput anak-anak " sambung Millie.
"Marvin..?!! "
__ADS_1