
Pada saat makan malam semua heran melihat wajah Milea yang tampak cemberut.
Opa tampak santai dan tidak terpengaruh sama sekali dengan wajah cemberut cucunya .
Opa yang sangat menyayangi cucu-cucunya itu memang tidak berniat membelikan Milea motor karena usianya yang masih kecil.
"Kamu kenapa Sayang cemberut terus ?" tanya Millie lembut.
"Kakak Mile marah sama Opa karena tidak mau beliin motor " Malik yang menjawab.
"Ya ampun..kamu itu masih kecil Sayang " Oma yang baru tau jika Milea sedang menginginkan motor langsung terlihat kaget.
Milea semakin cemberut karena ternyata semua keluarganya tidak ada yang mendukung keinginan nya.
Untuk menghibur kekecewaan Milea hari itu mereka pergi menginap di villa milik keluarga Wisnu di Ciwidey.
Dengan menginap disana membuat Milea bisa sedikit melupakan kekecewaannya karena tidak ada yang mau membelikannya motor.
"Kamu jangan sedih..nanti Om yang akan belikan kamu motor " ucap Marvin ketika Milea dan Maura sedang duduk di teras belakang Villa.
"Beneran Om ?" mata Milea langsung berbinar.
"Iya..tapi nanti kalau kamu sudah SMA " jawab Marvin.
"Oom Marviiin nyebelin " Milea pun memburu Marvin dan menyerangnya dengan cubitan.
"Ampuun Gemoy " Marvin menyembunyikan tubuhnya dibalik punggung Maura yang kebetulan sedang duduk di sebelahnya.
Meski Marvin bersembunyi di belakang tubuh Maura namun Milea terus menyerang Om nya itu hingga puas.
Maura membiarkan saja suaminya yang iseng itu menjadi sasaran kekesalan Milea.
"Sayang kamu itu melihat suami dicubit sama Mile bukannya tolongin " Marvin menggerutu dari balik punggung Maura.
"Siapa suruh godain dia " jawab Maura sambil tertawa melihat Marvin yang mendapat serangan cubitan maut dari adiknya.Milea baru berhenti setelah Marvin terus memohon meminta ampun.
Setelah menginap dua malam di villa, Minggu sore mereka pun kembali ke Jakarta karena Senin pagi mereka mulai beraktifitas seperti biasa.
Setibanya di Jakarta mobil Wisnu dan mobil Marvin berpisah. Wisnu, Millie dan ketiga tuyulnya pulang ke rumah mereka, sementara Marvin dan Maura pulang ke rumah Adam.
"Kalian itu kenapa lebih lama menginap di Bandungnya ?" tanya Adam begitu Marvin dan Maura sampai.
"Kita melanjutkan menginap di villa Opa mumpung weekend " jawab Marvin sambil menurunkan koper berisi baju-baju mereka.
"Pantas saja..tau begitu Mamih dan Papih nyusul kesana " ujar Adam.
"Perginya juga dadakan Pih buat membujuk Mile agar tidak terus merengek minta dibeliin motor " jawab Maura.
"Ya ampun anak itu..kirain sudah lupa ingin beli motor nya " gumam Adam.
"Awas saja jangan sampai Abang nanti luluh lagi beliin si Gemoy motor..Abang kan paling tidak bisa menolak keinginan anak-anak " Mikha memperingatkan.
"Kalau keinginan yang lain mungkin akan Abang belikan tapi kalau motor tidak akan..apalagi setelah kejadian kemarin nabrak anaknya teman Abang " jawab Adam.
__ADS_1
"Awas saja " ancam Mikha.
'Tidak akan..percaya sama Abang " jawab Adam.
*
Menginjak usia kandungan ke empat bulan, Maura mengadakan acara syukuran empat bulanan seperti wanita hamil pada umumnya.
Sepasang calon orangtua muda itu memilih acara syukuran nya diadakan pada hari Minggu agar seluruh keluarganya bisa berkumpul karena hari libur.
Opa dan Oma juga kakek dan nenek Maura dari mendiang ibunya sudah datang sejak sehari sebelumnya. Mereka semua menginap di rumah Wisnu.
Acara syukuran empat bulan kehamilan Maura diisi dengan acara pengajian pada siang harinya dan dilanjutkan dengan acara pemberian santunan kepada anak yatim.
Selesai acara pengajian dan santunan anak yatim, Maura dan Marvin juga Adam dan Wisnu terlihat sibuk menerima tamu dari relasi bisnis keluarga yang terus berdatangan.
Diantara para tamu undangan yang paling terakhir datang adalah Bagas dan keluarganya.
"Maaf kami terlambat datang " ucap Bagas dan Felisha ketika Adam, Marvin dan Wisnu menyambut mereka.
Malam itu Bagas dan Felisha datang bersama Abimanyu dan putri bungsu mereka Alysha.
Bagas dan keluarganya datang terlambat karena ada acara di lingkungan tempat tinggal mereka.
Milea yang tidak menyadari jika ada Abimanyu dan keluarganya tampak anteng bermain bersama Malik dan Meysha di ruang keluarga.
Maura yang menyadari jika Alysha diam-diam memperhatikan Milea yang sedang bermain bersama Malik dan Meysha langsung mengajak Alysha untuk bergabung bersama ketiga adiknya.
Abimanyu yang tidak terlalu tertarik dengan obrolan para orang dewasa itu pun akhirnya memilih menemani Alysha bergabung bersama Milea dan kedua adiknya.
"Kakak Abi..Alysha kapan datang ?" Milea tampak melongo begitu Abimanyu dan Alysha muncul bersama Maura.
"Aku sama Mommy dan Daddy datang dari tadi..tapi kakak Mile nya tidak melihat kami " jawab Alysha sementara Abimanyu malah langsung anteng dengan ponselnya.
"Ooh dari tadi..kenapa tidak langsung kesini saja ikut main sama kita ?" tanya Milea.
"Akunya malu " jawab Alysha.
"Anak pinter tidak boleh malu " ucap Maura sambil meletakan piring berisi aneka kue untuk Abimanyu dan Alysha.
"Mile.. beberapa hari kemarin kakak tidak lihat kamu sekolah..kenapa ?" tanya Abimanyu.
"Waktu itu aku sakit kak kena demam..jadi tidak sekolah selama dua hari " jawab Milea.
"Bukan dua hari..tapi empat hari " ujar Abimanyu.
"Empat hari..?" Milea tampak bengong.Ternyata Abimanyu tau jika
ia tidak sekolah selama empat hari.
"Aku sakit dua hari..yang dua harinya bolos " jawab Milea sambil terkikik.
"Bolos itu tidak baik " nasehat Abimanyu.
__ADS_1
"Tapi kata Papih juga tidak apa-apa asal tidak boleh sering-sering " jawab Milea santai.
Abimanyu hanya geleng-geleng kepala sambil melirik kearah Milea yang tampak anteng bermain bersama Alysha, Malik dan Meysha.
"Dasar bocah " batin Abimanyu sambil kembali anteng dengan ponselnya.
Setelah meletakkan kue untuk Abimanyu dan Alysha, Maura bergabung bersama Marvin dan Millie juga Mikha yang sedang mengobrol dengan Felisha.
Diruang tamu keluarga Adam obrolan terbagi menjadi dua kubu.
Para pria tampak serius membicarakan bisnis sementara para wanita lebih tertarik membicarakan fashion.
Meskipun baru dua kali bertemu namun mereka terlihat cepat sekali akrab seperti anak-anak mereka yang sedang bermain di ruang keluarga.
Disela obrolan mereka Felisha mengundang keluarga Adam untuk berlibur bersama di vila mereka di Puncak.
Tanpa sepengetahuan para suami ketiga wanita cantik itu pun sepakat untuk berlibur bersama di villa Bagas akhir pekan ini.
Setelah puas mengobrol dan menikmati hidangan keluarga Bagas pun pamit pulang.
"Aku masih mau main disini " Alysha merengek tidak mau diajak pulang.
"Iya nanti main lagi..kakak Mile kan nanti mau berlibur di villa kita " Felisha membujuk putri bungsunya agar mau diajak pulang.
"Janji ya..kakak Mile mau ikut berlibur di villa " Alysha tidak percaya sambil menatap kepada Milea.
"Iya janji " jawab Felisha.
"Kenapa Mommy yang jawab " Alysha mengerucutkan bibirnya. Gadis mungil itu takut jika Mommy nya sedang membohonginya.
"Kakak Mile tidak bohong kan mau berlibur di villa ?" Alysha bertanya lagi kepada Milea.
"Kakak..eh..i..ya.." Milea yang tidak mengetahui terlihat menjawab dengan bingung karena Millie membisiki Milea agar menjawab iya.
Setelah mendengar jawaban dari Milea akhirnya Alysha pun mau diajak pulang.
"Besok pulang sekolahnya bareng kak Abi ya..kamu tunggu di depan sekolah " ucap Abi pelan nyaris tidak terdengar ketika mereka hendak pulang.
"I..iya.." jawab Milea sambil melongo.
"Dadah..kakak Mile jangan bohong ya nanti menginap di villa " Alysha melambaikan tangannya dengan centilnya.
"Kamu janji akan menginap di villa mereka ?" tanya Wisnu kepada Milea.
"Tidak Dad..tadi Mommy nya kak Abi bohong supaya Alysha mau diajak pulang " jawab Milea.
"Ya ampuun tidak boleh begitu Sayang..kasian Alysha nya " omel Adam.
"Aku tidak tau apa-apa Pih " Milea tidak mau disalahkan.
"Beneran Abang..kita nanti mau berlibur di villa mereka..tadi kita sudah janjian " ujar Mikha.
"Hmm .kalian itu seenaknya saja bikin acara tanpa persetujuan suami dulu " Adam mencubit ujung hidung Mikha.
__ADS_1