
Weekend ini Genk Bintang berencana akan pergi ke Bandung. Mereka akan menginap di rumah orangtua Wisnu.
Wisnu dan Millie mengijinkan karena mereka sudah cukup mengenal dengan baik semua teman Maura itu.
Mereka pergi dengan menggunakan travel. keempat remaja itu ingin mencoba menggunakan transportasi umum.
Rencananya setibanya di Bandung mereka akan dijemput oleh sopir keluarga Wisnu.
Keempat remaja itu terlihat begitu menikmati perjalanan mereka. Bahkan Adi mengusulkan untuk menggunakan transportasi bis jika mereka akan ke Bandung lagi.
Begitu turun dari mobil travel mereka sudah dijemput oleh sopir keluarga Wisnu.
Oma dan Opa terlihat sangat senang dengan kedatangan cucu dan ketiga temannya itu.
Bahkan Oma sudah menyuruh pelayan masak banyak untuk menyambut kedatangan Maura dan ketiga temannya itu.
Oma juga sudah menyiapkan kamar untuk ketiga teman Maura, namun Velia lebih memilih tidur dengan Maura.
"Oma kamu masak banyak begini pasti tau karena tau cucunya gembul makannya " celetuk Rizki pada saat mereka menikmati hidangan yang Oma siapkan.
Maura yang sudah terbiasa mendapat ledekan dari teman-temannya hanya tersenyum sambil mengambil kembali ayam goreng kesukaannya.
"Gw heran sama Lo..makan banyak tapi tidak gemuk..gw curiga kayaknya Lo cacingan deh " ledek Adi.
"Enak saja bilang gw cacingan " Maura melemparkan gulungan tisu kearah wajah Adi.
"Kalau bukan cacingan sepertinya di badan Lo itu banyak mahluk halusnya, jadi semua makanan yang masuk ke tubuh Lo dimakan sama mereka..gw saranin sebaiknya Lo di ruqyah " saran Velia.
"Lo tuh yang harus di ruqyah bukan gw " semprot Maura.
Setelah selesai makan mereka melanjutkan membahas rencana mereka selama di Bandung. Dan mereka sepakat akan meminta bantuan Zico untuk menemani mereka selama mengeksplor kota kembang itu.
Zico pun dengan senang hati mau menjadi pemandu keempat sekawan itu demi bisa bertemu lagi dengan Maura.
Malam Minggu itu Zico membawa keempat sekawan itu mengunjungi tempat-tempat tongkrongan yang bagus yang belum pernah Maura dan teman-temannya kunjungi.
Maura tidak lupa mengabadikan momen keseruan mereka dan ia posting di akun pribadinya.
"Maura sedang di Bandung ya Vin ?" tanya Nisa ketika ia melihat postingan Maura di akun pribadi milik Maura.
"Tidak tau " jawab Marvin. Ia memang tidak mendengar jika Maura pergi ke Bandung.
"Lihat deh Vin..mereka sepertinya sedang di Bandung. Soalnya disini ada Zico..anak Bandung yang sedang naksir Maura " Nisa menunjuk pada sosok Zico yang duduk dekat dengan Maura. Sepertinya mereka sedang berada di sebuah cafe.
__ADS_1
"Kamu tau Zico darimana ?" tanya Marvin.
"Kita pernah ketemu waktu Maura ikut nginep di Villa. Zico keliatannya baik..sopan lagi " jawab Nisa.
"Mereka pacaran ?" tanya Marvin penasaran.
"Setau aku sih dulu Zico masih pendekatan ke Maura..tapi kalau lihat postingan Maura sekarang kemungkinan jadiannya semakin dekat karena mereka lumayan sering ketemu " jawab Nisa.
Untuk sekian lama Marvin terdiam, entah mengapa ia merasa tidak suka dengan apa yang Nisa ucapkan terakhir.
Bayangan Maura sedang nongkrong di cafe terus menari-nari di kepala Marvin sampai akhirnya Marvin pamit pulang.
Marvin yang tidak fokus terhenyak ketika menyadari jika mobilnya sudah berada di ruas tol Jakarta-Cikampek.
Karena sudah tanggung akhirnya Marvin nekad menyusul Maura ke Bandung malam itu juga.
Karena jalanan sangat lancar dua jam kemudian Marvin pun sudah sampai di rumah orangtua Wisnu karena ia yakin jika Maura menginap disana.
Marvin membuat alasan jika ia mampir karena baru pulang dari rumah temannya.
Tidak berselang lama dari kedatangan Marvin, Maura dan ketiga temannya pulang dengan diantarkan mobil Zico.
"Loh..Om Marvin kok bisa ada disini ?" tanya Maura setelah mobil Zico pergi.
"Om dari rumah teman jadi sekalian mampir " jawab Marvin.
"Tidak " jawab Marvin.
Karena sudah merasa mengantuk Maura dan Velia pun pamit untuk istirahat di kamar mereka
Karena Velia tidur bersama Maura akhirnya Marvin tidur di kamar yang disiapkan untuk Velia.
Sebelum tidur Marvin, Adi dan Rizki bermain PlayStation sampai tengah malam. Akhirnya Adi dan Rizki pun tidak kembali ke kamar mereka namun tidur bersama Marvin.
"Gw curiga sepertinya Om Lo sengaja nyusulin Lo kesini " ucap Velia sebelum tidur.
"Masa sih ?" tanya Maura.
"Bukannya Om Lo punya rumah di Bandung..kenapa nginepnya disini coba ?" tanya Velia.
"Mana gw tau..mungkin rumah temannya Om Marvin dekat dari sini " Maura yang polos tidak sempat berpikiran macam-macam.
"Iya juga sih..tapi ada untungnya juga Om Lo disini..jadi besok kita bisa main minta antar dia " oceh Velia sambil nyengir.
__ADS_1
"Tega Lo manfaatin Om gw " Maura melemparkan bantal kearah Velia.
"Gw yakin kalau buat keponakan kesayangannya dia pasti mau " ucap Velia yakin.
Keyakinan Velia benar-benar terbukti. Keesokannya Marvin benar-benar mau mengantarkan keempat remaja itu pergi ke tempat yang mereka inginkan.
"Kemarin kalian kesini pake apa ?" tanya Marvin ketika mereka dalam perjalanan ke kawah putih tujuan terakhir mereka.
"Pake travel Om " jawab Adi yang duduk di sebelah Marvin.
"Kenapa tidak bawa mobil ?"
"Kita ingin coba pake transfortasi umum Om..rencananya nanti kita mau coba pake bis biar seru..ya kan teman-teman ?" jawab Adi.
"Iya dong " jawab Maura, Rizki dan Velia yang duduk di kursi belakang.
"Waktu ke Singapura kalian berempat juga ?" tanya Marvin lagi
"Iya Om..kita itu empat sekawan yang tidak terpisahkan " jawab Velia.
"Keren " puji Marvin sambil tersenyum.
Diam-diam Marvin melirik Maura melalui central mirror. Gadis itu daritadi tidak banyak berbicara dan lebih anteng dengan ponselnya.Maura kembali ceria setelah mereka tiba di kawah putih.
"Kakak kenapa tidak bilang kalau mau ke Bandung ?" tanya Marvin sambil memperhatikan Adi, Rizki dan Velia yang sedang sibuk berphoto.
"Kalau kakak bilang kan Om bisa antar..jadi tidak usah minta bantuan orang lain untuk menemani kalian "
"Ini kan weekend Om..masa aku minta antar Om..kasian kak Nisa dong " jawab Maura.Mendengar jawaban Maura Marvin langsung terdiam.
"Semalam kalian pergi kemana saja sama Zico ?" tanya Marvin.
"Kita belanja di PVJ..terus nongkrong di Dago " jawab Maura.
Marvin berhenti mengintrogasi Maura ketika Adi dan Rizki menarik tangan mereka untuk ikut berfoto.
Setelah puas bermain dan berphoto akhirnya mereka pun memutuskan pulang. Mereka langsung pulang ke Jakarta karena sebelum pergi mereka sudah pamit kepada orangtua Wisnu.
Nisa baru mengetahui jika Marvin menyusul Maura ke Bandung setelah melihat postingan Maura yangMe terbaru. Disana tampak Marvin ada diantara Maura dan teman-temannya.
Nisa merasa sedikit kecewa karena semalam Marvin tidak bilang kepadanya jika akan menyusul Maura ke Bandung.
Siap-siap naik rollercoaster yuk readers..
__ADS_1
Tetap dukung ya..like komen dan vote kalian sangat berarti buat Author
Happy reading 😘😘😘😘