My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Musuhan


__ADS_3

Adam dan Mikha pagi-pagi sekali langsung datang ke rumahsakit untuk melihat kedua cucu mereka.


Mereka tampak kagum menatap kedua bayi yang sedang tertidur pulas didalam box di ruangan khusus bayi.


"Mereka benar-benar perpaduan antara Marvin dan Maura " ucap Mikha menatap kagum kepada kedua cucunya.


"Iya " jawab Adam.


"Aku tidak menyangka akhirnya Maura melahirkan si kembar secara normal, padahal mereka sudah sepakat akan melahirkan secara Cesar " ucap Mikha.


"Iya..Abang juga sempat khawatir " jawab Adam.


Setelah puas melihat kedua cucunya Adam dan Mikha pun kembali ke ruangan tempat Maura menjalani perawatan pasca melahirkan.


Adam dan Mikha datang membawa makanan dan perlengkapan bayi. Semalam Maura dibawa ke rumah sakit tanpa membawa perlengkapan bayi karena kebetulan sedang menginap di rumah Wisnu.


"Kamu hebat Sayang..Papih dan Mamih bangga sama kamu " Adam dan Mikha mencium kening Maura secara bergantian.


"Terimakasih ya Sayang..sudah kasih Papih dan Mamih dua cucu sekaligus " Mikha mengelus rambut Maura.


"Iya Mih " jawab Maura.


"Terimakasih nya cuma sama Maura saja ? aku kan yang nyimpan sahamnya Mih " ujar Marvin.


"Huh dasar kamu ini " cibir Mikha sambil mengeluarkan kotak makan yang sengaja ia bawa dari rumah.


"Kamu makan dulu ya Sayang " Marvin mengambil kotak makan dari tangan Mamihnya dan mulai menyuapi Maura.


"Tangan kamu kenapa Vin ?" tanya Adam memperhatikan tangan Marvin yang terdapat luka goresan lebih tepatnya seperti bekas cakaran.


"Dicakar sama menantu Papih ini semalam saat melahirkan " jawab Marvin sambil terkekeh.


"Maaf..semalam itu rasanya sakit sekali aku rasanya seperti mau mati saja " ucap Maura lirih.


"Tidak apa-apa..jika bisa aku tidak keberatan menanggung rasa sakitnya melahirkan menggantikan kamu " jawab Marvin.


"Makanya kamu jangan pernah melukai hati istri kamu..kamu lihat sendiri bagaimana beratnya perjuangan istri kamu ketika melahirkan anak-anak kamu " nasehat Adam.


"Iya Pih " jawab Marvin.


"Ngomong-ngomong kakak kamu kemana Vin ?" tanya Mikha.


"Mereka ke bawah Mih mencari kopi, Mas Wisnu katanya ingin minum kopi " jawab Marvin.


Tidak lama kemudian Wisnu dan Millie pun datang dengan membawa makanan dan minuman untuk Marvin dan Maura.


Maura yang sedang disuapi makan oleh Marvin tiba-tiba mencolek-colek tangan Marvin.


"Ada apa Sayang ?" tanya Marvin.


"Aku ingin pipis " bisik Maura.


Marvin menyimpan kotak makan ditangannya kemudian mengangkat tubuh Maura dan dibawa ke kamar mandi.


"Kamu tunggu diluar saja " Maura mengusir Marvin setelah pria tampan itu mendudukannya diatas kloset.

__ADS_1


"Aku tunggu disini saja " Marvin tetap berdiri di dekat Maura.


Setelah selesai dengan urusan di kamar mandi, Marvin kembali menggendong Maura keatas ranjangnya.


*


Tiga hari kemudian Maura dan si kembar akhirnya sudah diijinkan pulang.


Adam dan Mikha juga Millie dan Wisnu sepakat untuk membawa Maura dan kedua bayinya pulang ke rumah Adam.


Kedatangan Maura dan kedua bayinya disambut oleh seluruh keluarga Adam.


Opa dan Oma langsung datang dari Kanada begitu diberitahu jika Maura sudah melahirkan.


Disaat yang hampir bersamaan kedua orangtua Wisnu datang dari Bandung bersama Arin dan Seno.


Rumah Adam tiba-tiba menjadi ramai oleh keluarga dan para tamu yang sengaja datang untuk mengucapkan selamat atas kelahiran si kembar.


Adam sudah menyiapkan dua orang baby sitter untuk membantu Maura mengurus si kembar.


Kamar bayi yang sudah disiapkan oleh Adam pun dengan cepat dipenuhi oleh kado untuk si kembar.


Wisnu dan Millie sampai harus memindahkan kado-kado itu ke ruangan lain agar tidak memenuhi kamar bayi.


Meskipun sudah ada baby sitter namun Maura sempat terlihat panik ketika kedua bayi mereka tiba-tiba menangis secara bersamaan karena haus.


"Mommy.. bagaimana ini ?" Maura nyaris menangis karena panik melihat kedua bayi nya yang menangis kencang bersamaan.


Kedua baby sitter yang sudah terlatih itu membimbing Maura untuk membantu Maura menyusui kedua bayinya secara bersamaan.


"Si kembar wajar menangis kencang karena mereka juga baru belajar menyusu, nanti lama-lama juga kalau sudah pintar tidak akan seperti itu " nasehat Mikha.


Setelah berhasil mendapat sumber kehidupannya kedua bayi mungil itu pun akhirnya berhenti menangis dan anteng menyusu.


Maura sedikit meringis ketika mulut mungil kedua bayi merah itu menghisap sumber kehidupannya dengan rakus.


"Tuh kan mereka sudah mulai pintar dan anteng..makanya kakak jangan panik " Millie mencubit ujung hidung Maura.


"Iya Mom " jawab Maura sambil tersipu malu.


"Sayang..apakah terasa sakit ?" tanya Marvin ketika dilihatnya Maura meringis sambil memeluk kepala kedua buah hati mereka.


"Sedikit..rasanya berbeda kalau kamu yang menyusu " jawab Maura.


"Stt..jangan keras-keras " bisik Marvin dengan wajah yang sedikit merah.


Kedua bayi merah itu akhirnya tertidur pulas setelah kenyang menghisap sumber kehidupannya.


Kedua baby sitter itu pun dengan cekatan memindahkan si kembar keatas ranjangnya agar Maura bisa beristirahat.


"Anak-anak sudah tidur, sekarang giliran kamu yang istirahat " Marvin menidurkan Maura diatas kasur empuk mereka.


"Nanti kalau mereka bangun dan menangis bagaimana ?" tanya Maura.


"Kan ada baby sitter yang urus, kalau mereka ingin mimik nanti aku bangunkan..Kakak juga kan butuh istirahat " jawab Marvin.

__ADS_1


"Baiklah..tapi temani ya " Maura menenggelamkan tubuhnya dalam pelukan Marvin.


"Iya Sayang " jawab Marvin sambil memeluk hangat tubuh Maura.


"Vin..ingat puasa !" Mikha mengingatkan Marvin ketika melihat Maura dan Marvin berpelukan diatas ranjangnya.


"Iya Mih..aku cuma ngelonin Maura tidur saja " jawab Marvin pelan karena Maura yang mulai tertidur dalam pelukannya.


Dihari ketiga setelah melahirkan keluarga Bagas datang untuk memberikan ucapan selamat.


Mereka datang bersama Abimanyu dan Alysha.Mereka datang dengan membawa kado yang cukup besar.


"Mommy..dedek bayinya ada dua seperti dedek Kenan dan dedek Ana " oceh Alisha sambil memperhatikan kedua bayi mungil yang sedang tertidur didalam ranjang bayinya.


"Iya Sayang mereka kembar seperti dedek Kenan dan dedek Ana " Bagas tersenyum menanggapi ocehan putri bungsunya.


Melihat usia Maura yang masih muda dan nyaris sama seperti Luna saat melahirkan Kenan dan Ana membuat Felisha banyak memberi nasehat mengenai cara mengurus bayi kembar seperti yang dilakukan putrinya dulu.


"Luna juga dulu diawal-awal sempat kerepotan mengurus bayi kembarnya, tapi lama-kelamaan juga terbiasa " Felisha membagi pengalaman putri nya kepada Maura.


"Waktu pertama aku sempat menangis Tan karena tidak bisa menyusui..tapi sekarang sudah mulai bisa " jawab Maura.


"Itu adalah hal yang biasa..yang penting kitanya jangan panik..nanti juga mereka akan pintar seperti Papanya " goda Felisha membuat wajah Maura menjadi merah merona.


Disaat Felisha dan Bagas juga Alisha berada di kamar bayi, Abimanyu terlihat anteng mengobrol dengan Marvin di ruang keluarga.


Mata Abimanyu melirik kearah Milea yang baru datang sambil menuntun Meysha.


"Dek..temani kak Abi ngobrol dulu disini, Om mau ke kamar mandi dulu !" titah Marvin kepada Milea.


Milea pun menurut, ia pun duduk untuk menemani Abimanyu.


Untuk beberapa saat kedua nya saling diam tanpa ada yang mau memulai percakapan.


Milea yang tampak mulai bosan karena merasa seperti berhadapan dengan patung akhirnya memilih menyibukkan diri dengan ponselnya seperti yang Abimanyu lakukan.


Suasana sedikit mencair ketika Alysha keluar dari kamar bayi kemudian bergabung bersama mereka.


"Dedek bayinya sedang apa ?" tanya Milea.


"Dedek bayinya sedang tidur, jadi aku dilarang berisik sama Mommy dan Daddy " jawab Alysha sambil duduk di sebelah Milea.


"Mungkin takut dedek bayinya bangun " Milea mempermainkan ujung rambut Alysha yang bergelombang seperti spiral.


"Kakak Mile sama kakak Abi sedang musuhan ?" Alysha tiba-tiba menatap tajam kearah Milea dan Abimanyu bergantian.


"Tidak " jawab Milea dan Abimanyu bersamaan.


"Lalu kenapa tidak mengobrol ? teman aku kalau seperti itu biasanya sedang musuhan ..dan kata teacher musuhan itu tidak baik " oceh Alysha.


"Kak Mile sepertinya sedang sakit gigi makanya dari tadi diam terus " jawab Abimanyu.


"Whaaat..sakit gigi ? yang ada kak Abi tuh yang sedang sariawan makanya daritadi manyun terus " balas Milea.


"Tuh kan bener..kak Abi sama kak Mile sedang musuhan " Alysha semakin yakin jika Abimanyu dan Milea sedang musuhan.Abimanyu dan Milea pun memilih diam.

__ADS_1


__ADS_2