
Setelah keluarga Abimanyu pulang Milea langsung melayangkan protes kepada Adam dan Wisnu.
"Sayang..bukannya kamu yang bilang ingin nikah muda, kita hanya mengikuti keinginan kamu kebetulan Abimanyu juga tidak keberatan untuk menikahi kamu secepatnya.. kita semua ingin melihat kamu bahagia setelah membuat kamu kecewa karena tidak mengijinkan kuliah di Kanada " jawab Wisnu.
"Tapi Dad..aku tidak bersungguh-sungguh dengan ucapan ku itu " ujar Milea lirih.
"Lalu kami harus bagaimana Sayang ? apa perlu Papih batalkan semuanya ?" tanya Adam.
Milea tampak berpikir keras, tidak lama kemudian Milea pun menjawab." Tidak perlu Pih..semua aku yang salah karena telah asal bicara dan aku tidak mau mempermalukan keluarga kita dengan membatalkan rencana pernikahan ini..jadi aku akan bertanggung jawab atas semuanya "
"Maksud kamu ?" tanya Adam pura-pura tidak mengerti.
"Siap tidak siap aku akan menerima menikah dengan kak Abi " jawab Milea lirih.
"Bagus..Papih bangga sama kamu karena mau bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu ucapkan " ujar Adam.
"Kita semua setuju menikahkan kamu dengan Abimanyu Karena kita yakin Abimanyu akan mampu membimbing kamu menjadi lebih baik. Buktinya setelah kamu pacaran dengan Abimanyu kamu tidak lagi bandel " Wisnu mencubit ujung hidung Milea.
"Bagaimana aku punya kesempatan bandel kalau si gunung es itu selalu menemukan kemana pun aku pergi " jawab Milea yang langsung disambut tawa Adam dan Wisnu.
"Makanya berhenti bandelnya " lagi-lagi Wisnu mencubit ujung hidung Milea dengan gemas.
"Mungkin Abi pasang GPS di tubuh kamu jadi dia bisa menemukan dimanapun kamu berada " jawab Adam sambil terkekeh.
*
Setelah kedatangan keluarga Bagas ke rumahnya untuk membicarakan masalah pernikahan, Abimanyu masih sulit dihubungi oleh Milea dengan alasan sibuk dengan pekerjaannya. Padahal Milea masih memiliki unek-unek karena Abimanyu yang merahasiakan tentang rencana pernikahan mereka kepada Milea.
"Awas saja..setelah menikah habis kamu gunung es " Milea melemparkan ponselnya ketika lagi-lagi tidak berhasil menghubungi Abimanyu.
"Kenapa marah-marah ?" tanya Maura yang sedang menemani Milea luluran di kamarnya.
"Si gunung es susah banget dihubungi " jawab Milea dengan wajah kesalnya.
"Sabar dong..dua hari lagi juga ketemu " Maura mencolek pipi Milea.
"Aku tuh greget pengen marahin dia karena tidak jujur kalau mau ngajak nikah secepat ini " sungut Milea kesal.
"Kenapa harus kesal..bukannya kamu yang ngebet ingin nikah muda, Abi kan hanya mengikuti keinginan kamu "
"Iya tapi tetep harus bilang dulu sama aku " kekeuh Milea.
"Alaaah yang begitu mah ga penting dek..yang penting sah dan kamu jadi nyonya Abimanyu Bagas Hadi Pranoto " ledek Maura.
"Ga penting bagaimana?..ya penting banget dong kak! " sanggah Milea.
"Menurut kakak sih hal yang bikin ruwet tidak usah dibahas daripada bikin stress..yang penting sekarang adalah persiapkan fisik dan mental diri kamu untuk menjadi istri..ingat sebentar lagi kamu bakalan di sate sama si gunung es " ujar Maura sambil terkikik.
"Disate ?" Milea melongo.
__ADS_1
"Ya..ditusuk seperti sate " Maura tertawa terbahak-bahak sambil pergi meninggalkan Milea yang masih melongo sambil melakukan luluran oleh seorang terapis.
"Emang begitu ya mbak ?" tanya Milea kepada terapis.
"Tidak begitu juga mbak..masa disate sih " jawab mbak terapis sambil tertawa.
"Dasar kak Maura " Milea menggerutu.
"Kamu kenapa Sayang cengengesan sendiri ?" tanya Marvin begitu Maura masuk kedalam kamar.
"Habis godain Milea..lucu sekali dia kecil-kecil sudah mau jadi manten " jawab Maura sambil duduk seenaknya diatas pangkuan Marvin.
"Kamu juga waktu nikah masih muda..lupa ya ?" ujar Marvin sambil mengusap-usap paha Maura.
"Oh iya ya ?" jawab Maura sambil terkikik. Wanita cantik itu lupa jika dirinya pun sama seperti adiknya yang membedakannya adalah dulu dirinya tidak senakal Milea.
Tawa cekikikan Maura terhenti ketika bibir kenyal Marvin menyumpal mulutnya dan menyesapnya dengan lembut.
"Hmmm.." Maura membalasnya dengan mengalungkan kedua tangannya dileher Marvin membuat ciuman mereka semakin dalam.
Ketika ciuman mereka semakin panas dan liar sepasang suami istri itu langsung melepaskan tautan bibir mereka ketika si kembar datang sambil menangis.
"Kenapa kalian menangis ?" Maura turun dari pangkuan Marvin kemudian mengambil Rani sementara Dika langsung naik ke pangkuan Marvin menggantikan posisi Maura.
"Dika rusakin mainan aku " Rani mengadu.
"Aku tidak sengaja..tapi Rani memukul aku " kini Dika yang mengadu.
"Iya Yah " Dika mengangguk.
"Sekarang kalian baikan " Maura mendekatkan Rani yang berada dalam gendongannya kearah Dika.
Marvin dan Maura tersenyum ketika kedua bocah berpipi bulat itu saling berpelukan dan saling meminta maaf.
Keesokannya seluruh keluarga Adam dan keluarga Wisnu sudah mulai berdatangan, mereka ikut sibuk membantu mempersiapkan acara pernikahan Milea dengan Abimanyu yang akan dilangsungkan besok.
*
Ruang tengah rumah Adam yang luas sudah disulap sedemikian indah. Ditengah ruangan digelar karpet dengan sebuah meja ditengahnya.
Abimanyu yang mengenakan beskap berwarna putih terlihat sangat tampan duduk di depan meja yang berada tepat di tengah ruangan.
Di depannya tampak Wisnu duduk bersama petugas KUA yang akan menikahkan Abimanyu dan Milea. Dimeja itu juga tampak Bagas dan Adam duduk sambil menunggu Milea yang sebentar lagi akan keluar dari kamarnya.
Diantara keluarga yang hadir tampak Luna duduk disamping Kenzo tidak jauh dari Felisha, Cindy dan Zhifana juga si bungsu Alysha.
"Mom..lihat kak Milea cantik banget " Alysha tiba-tiba menunjuk kearah tangga dimana Milea berjalan menuruni tangga dengan dituntun oleh Maura dan Millie.
Semua pasang mata langsung tertuju kepada Milea yang tampak cantik mengenakan kebaya berwarna putih senada dengan beskap yang Abimanyu pakai.
__ADS_1
Dari sejak mulai menuruni tangga tatapan Abimanyu tidak sekalipun teralihkan dari si nakal Milea yang sekarang tampak terlihat sangat cantik meskipun sedikit kesusahan ketika berjalan karena kain dan kebaya begitu lekat membalut tubuh semampainya.
Setelah Milea duduk disamping Abimanyu acara pun dimulai diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran.
Semua yang hadir disana tampak mendengarkan dengan khidmat setiap lantunan ayat-ayat itu tak terkecuali dengan Milea dan Abimanyu.
Setelah selesai pembacaan ayat suci Al-Quran, acara dilanjutkan dengan kutbah nikah. Petugas KUA memberikan wejangan dan tuntunan cara menjalankan biduk rumah tangga yang sesuai dengan syariat Islam.
Abimanyu mendengarkan dengan seksama setiap kalimat wejangan yang keluar dari mulut petugas KUA tersebut.
Setelah dua rangkaian acara selesai akhirnya acara inti pun tiba. Petugas tampak memeriksa kembali semua berkas pernikahan Milea dan Abimanyu agar tidak ada kekeliruan.
Setelah semuanya benar dan lengkap Penghulu pun mulai memberi pengarahan kepada Abimanyu dan Wisnu yang sudah duduk saling berhadapan bersiap untuk melakukan ijab kabul.
"Apakah sudah siap ?" tanya petugas penghulu kepada Abimanyu yang langsung dijawab dengan anggukan yang sangat yakin.
Abimanyu dan Wisnu saling bersalaman diatas meja dengan disaksikan oleh seluruh keluarga besar mereka.
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Ananda Abimanyu Bagas Hadi Pranoto dengan anak saya yang bernama Milea Putri Wisnu Ardana dengan maskawin berupa seperangkat alat sholat dan satu set perhiasan dibayar tunai "ucap Wisnu sambil menjabat tangan Abimanyu yang langsung dibalas dengan ...
"Saya terima nikah dan kawinnya Milea Putri Wisnu Ardana binti Wisnu Ardana dengan maskawin berupa seperangkat alat sholat dan satu set perhiasan dibayar tunai " ucap Abimanyu dalam satu tarikan napas.
"Bagaimana para saksi Sah ?"
"Saaah.." jawab saksi dan semua yang hadir di ruangan itu.
Setelah selesai ijab kabul Abimanyu baru menyadari jika sepanjang prosesi ijab Kabul jari lentik Milea terus mencubit tangan Abimanyu kuat untuk meredakan kegugupannya.
Milea baru melepaskan jepitan tangannya ketika mereka harus menandatangani beberapa berkas pernikahan mereka.
Setelah semua selesai acara ijab Kabul dilanjutkan dengan pembacaan doa nikah dan penyerahan mahar secara simbolis.
Abimanyu dan Milea saling menyematkan cincin pernikahan mereka dan dilanjutkan dengan Milea yang mencium tangan Abimanyu untuk yang pertama kalinya setelah mereka sah menjadi suami istri dan dibalas dengan satu ciuman di kening Milea.
"Sayang..apakah Papih dan Mamih tidak iklas menikahkan Milea dengan Abi ?" tanya Millie ketika melihat mata Adam dan Mikha tampak basah dengan air mata.
"Sepertinya memang mereka belum iklas memberikan Milea kepada Abimanyu " jawab Wisnu.
Meskipun awalnya terlihat tegar namun pada saat acara sungkeman Millie dan Wisnu pun tidak dapat menyembunyikan airmata mereka saat Milea dan Abimanyu bersimpuh dipangkuannya meminta ampunan dan restu.
"Daddy percayakan Milea kepada kamu, baik dan buruknya Milea mulai sekarang adalah menjadi tanggung jawab kamu. Daddy hanya mengingatkan jika putri Daddy itu sarat akan kekurangan dan Daddy harap kamu bisa mengisi kekurangan Milea dan bisa membimbingnya agar menjadi lebih baik " nasehat Wisnu.
"Iya Dad " jawab Abimanyu lirih.
Pada saat sungkem kepada Adam,Abimanyu tidak mendapat banyak nasehat seperti dari Wisnu , Adam hanya menepuk bahu Abimanyu seraya berkata " Titip kesayangan Papih "
"Baik Pih " jawab Abimanyu.
Seluruh rangkaian acara hari ini ditutup dengan acara photo bersama dan menikmati hidangan yang sudah disediakan di taman belakang di dekat kolam renang.
__ADS_1
"Kamu sepertinya belum iklas melepaskan Milea kepada putraku " Bagas meninju bahu Adam pelan. Adam tidak menyadari jika diam-diam Bagas memperhatikan gerak-gerik Adam pada saat acara akad nikah beberapa waktu yang lalu.
"Bukan tidak iklas..kamu tau sendiri jika Milea itu kesayanganku..aku sudah ikut menimang dia walaupun Wisnu dan Millie belum menikah..dan sekarang putramu mencurinya dari aku " jawab Adam dengan wajah kesalnya yang langsung disambut kekehan dari Bagas.