My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Jangan Nyerempet-nyerempet


__ADS_3

Marvin dan Maura saling melepaskan tautan tangan mereka begitu mobil Marvin memasuki halaman rumah Adam yang megah.


"Kakak pulang ..!" Mile, Malik dan Meysha menyambut kedatangan kakaknya.


Maura memeluk mereka bertiga bergantian. Meysha yang paling imut langsung berada dalam gendongannya.


"Mamih sama Mommy lagi sibuk di dapur masak makanan kesukaan kakak " bisik Mile.


"Oh ya.. kebetulan kakak lapar " Maura bergegas ke dapur sambil menggendong Meysha sementara Marvin membawa tas milik Maura dan dimasukan ke kamar Maura.


"wiih..banyak makanan " Maura melotot melihat meja makan yang penuh dengan aneka masakan.


"Sekarang kakak makan biar Meysha mommy yang pegang " Millie menyiapkan piring untuk Maura kemudian mengambil Meysha dari gendongan Maura.


"Masa aku makan sendiri "


"Sama Om Marvin saja dia belum sempat makan waktu jemput kakak.. kalau kita sudah kenyang karena ngicip terus dari tadi " ujar Mikha sambil memanggil Marvin yang baru keluar dari kamar Maura setelah menyimpan tas gadis itu.


Akhirnya Marvin dan Maura pun makan berdua. Millie dan Mikha meninggalkan mereka Karena Mile dan Malik bertengkar rebutan mainan.


"Jangan makan sambel banyak-banyak !" Marvin menyentil tangan Maura yang sedang menambahkan sambel kedalam piringnya.


"Dasar pelit mentang-mentang harga cabe lagi mahal " sungut Maura kesal.


"Bukan karena harga cabe mahal tapi Om takut nanti kakak sakit perut " jawab Marvin.


"Dasar cerewet " sungut Maura.


"Kak..sore kita nonton yuk..anggap saja ini kencan pertama kita !" ajak Marvin dengan suara setengah berbisik.


"Kencan ?" Maura melongo menatap Marvin yang sedang mengunyah makannya dengan santai.


"Iya kencan..kan kakak sekarang pacar Om " jawab Marvin.


"Pacar Om..kapan jadiannya ?" tanya Maura


"Tadi waktu di mobil " jawab Marvin.


"Masa nembaknya maksa gitu..tidak keren " cibir Maura..Marvin hanya terkekeh.


"Jadi kakak ingin yang romantis ?" tanya Marvin berbisik sambil celingukan khawatir ada yang mendengar percakapan mereka.


"Tidak..tidak..malah aneh nanti kalau liat Om tiba-tiba romantis " Maura mengibas-ngibaskan tangannya.


"Tadi katanya tidak keren nembak di mobil " Marvin merasa serba salah.


Setelah Maura dan Marvin selesai makan mereka semua berkumpul di ruang keluarga.


Adam dan Wisnu juga ada disana setelah beberapa jam yang lalu berada di ruang kerja Adam membahas masalah proyek di Palembang.


"Minggu depan kamu sama Wisnu ke Palembang lagi Vin untuk ngontrol proyek yang kemarin " titah Adam.


"Iya Pih " jawab Marvin.


"Siapa tau nanti disana kamu dapat cewek Palembang " goda Mikha.

__ADS_1


"Iya Vin..masa mau jomblo terus setelah putus dari Nisa " sambung Millie.


Marvin hanya tertawa menanggapi candaan Mommy dan kakaknya.


"Papih aku ingin ikut dong ke Palembang..aku janji tidak akan ganggu Daddy dan Om Marvin kerja " pinta Maura.


"Tidak boleh..kakak sekolah saja. Kalau mau liburan nanti kita pergi bersama " jawab Adam. Maura pun langsung cemberut.


Maura melotot kearah Marvin yang diam-diam menatapnya sambil tersenyum.


Siangnya Maura mengajak Mile dan Malik berenang. Di rumah Adam memang terdapat sebuah kolam renang. Meski tidak terlalu besar namun sangat cantik.


"Om ayok renang " Malik melambaikan tangannya mengajak Marvin untuk berenang.


"Iya nanti Om nyusul " jawab Marvin yang malah berdiri di balkon kamarnya sambil memperhatikan Maura yang sedang berenang dengan kedua adiknya.


Marvin menatap kearah kolam renang dimana Maura terlihat sangat cantik dalam balutan baju renang berwarna biru.


Dua tonjolan di dada Maura yang hanya sebesar kepalan tangan terlihat sedikit menyembul dibalik belahan baju renangnya.


"Om buruan turun " kini suara cempreng si Gemoy yang mengajaknya bergabung.


"Baiklah Om turun sekarang " Marvin pun turun dan bergabung bersama Maura, Mile dan Malik di kolam renang.


Adam, Mikha, Millie dan Wisnu hanya menonton dari teras belakang sambil memegang Meysha.


Setelah hampir dua jam berenang Maura, Marvin ,Mile dan ,Malik pun naik.


Setelah selesai berenang Maura pun kembali ke kamarnya dan tidur begitu juga dengan Mile dan Malik. Hanya Meysha saja yang masih bermain bersama pengasuhnya.


Millie dan Wisnu pun mengijinkan.


Sore harinya Maura dan Marvin bersiap untuk pergi nonton.


"Kita nonton film horor ya " ajak Marvin.


"Tidak mau aku takut Om " Maura menolak.


"Tidak apa-apa kalau takut peluk Om saja " ucap Marvin sambil nyengir.


"Om mau modisin aku ya " Maura mencubit lengan Marvin.


"Anggap saja begitu " jawab Marvin.


Setibanya di gedung bioskop Mereka akhirnya menonton film action kesukaan Marvin karena Maura tetap tidak mau nonton film horor dengan alasan takut tidak bisa tidur.Selain itu genre film yang Maura sukai sudah ia tonton semua.


"Ih sadis banget sih " Maura menutup mata dengan tangannya ketika film itu mempertontonkan adegan perkelahian yang berakhir dengan pembunuhan.


Melihat Maura yang ketakutan Marvin merengkuh kepala Maura dan mendekapnya.


"Kenapa sih laki-laki suka film yang ada adegan berantemnya " gumam Maura. Marvin hanya terkekeh sambil memeluk kepala Maura dan mengecup puncak kepalanya.


Rasa takut Maura perlahan sirna ketika ia menghirup aroma tubuh Marvin yang lembut dan menenangkan.


"Kakak jangan tidur " Marvin mengelus pipi Maura ketika gadis itu tampak diam tidak bergerak dalam pelukannya.

__ADS_1


"Tidak " jawab Maura kembali fokus pada film yang sedang diputar.


Karena Maura tidak terlalu suka film yang berbau kekerasan akhirnya gadis itu lebih tertarik menonton Om nya yang sedang fokus menonton.


Melihat Marvin yang sedang fokus pada layar besar didepannya tangan Maura pun iseng mencolek-colek pipi Marvin.


"Apa kaaak " Marvin menangkap jari Maura dan menggenggamnya tidak di lepaskan lagi.


"Film nya seru tau kak " gumam Marvin sambil mempermainkan jemari Maura yang ia simpan diatas pahanya.


"Seru apanya..isinya cuma berantem dan tembak-tembakan " jawab Maura.


"Ya tapi kan tidak semua..itu ada adegan romantis nya " Marvin menunjuk pada layar besar di depannya.


Ketika adegan kekerasan itu berakhir dan berganti dengan adegan romantis Marvin langsung menoleh kearah Maura yang menyembunyikan wajahnya di bahu Marvin tidak ingin melihat adegan yang sedikit vulgar itu.


"Dasar bocah " Marvin terkekeh sambil mengecup puncak kepala Maura.


"Mau nyoba ciuman seperti mereka ?" bisik Marvin di telinga Maura.


"Apaan sih Om " Maura tersipu malu sambil mencubit paha Marvin.


Karena suasana yang gelap jepitan tangan Maura tidak sengaja nyaris menyentuh pangkal paha Marvin membuat pria tampan itu tersentak kaget karena adik kecilnya langsung bereaksi.


"Kaaak..jangan nyerempet-nyerempet kesitu dong " keluh Marvin ketika merasakan yang dibawah sana mulai berdenyut menyesakkan celananya.


"Haah.. nyerempet-nyerempet apaan Om ?" Maura yang masih polos tidak mengerti dengan ucapan Marvin.


"Tidak..lupakan saja " jawab Marvin dengan wajah frustasi.


"Ck..dasar aneh " cibir Maura sambil kembali mempermainkan jemari Marvin.


Marvin mengambil minum kemudian menenggaknya sampai habis berharap dapat menetralisir reaksi tubuhnya atas sentuhan Maura yang tidak disengaja itu.


Setelah film usai Marvin menuntun Maura keluar dari gedung bioskop.


"Mau cari makan dulu atau langsung pulang ?" tanya Marvin setelah mereka berada di luar gedung bioskop.


"Pulang saja..tadi aku lihat mommy masak banyak " jawab Maura.


"Beneran Mommy kakak yang masak ?" Marvin meragukan kemampuan kakak nya itu di dapur.


"Pelayan sih yang masak " jawab Maura sambil terkekeh. Maura juga tau jika Mommy nya yang cantik itu tidak ahli di dapur.


Jika mengurus anak dan perusahaan mungkin Mommy nya itu jagonya.


Namun menurut Maura Mommy nya itu paling jago melayani suami karena Ia sering kali memergoki Mommy dan Daddy nya sedang saling mencumbu di dapur dan di ruang kerja Daddy nya.


"Ya sudah kalau begitu kita pulang saja " ajak Marvin. Maura mengangguk.


Yakin Om tidak mau ikut nyemplung



Yang lagi nonton Maura berenang

__ADS_1



__ADS_2