My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Rela Tertindas Demi Restu


__ADS_3

"Kamu habis ngapain dari kamar Maura ?" tanya Wisnu ketika Millie kembali ke kamarnya setelah berjam-jam berada di kamar putrinya.


"Habis dengar cerita kakak Maura " jawab Millie sambil seenaknya duduk dipangkuan Wisnu.


"Cerita apa ?" tanya Wisnu sambil mengusap-usap paha mulus Millie yang sedikit tersingkap karena mengenakan baju tidur pendek.


"Cerita semuanya..termasuk bagaimana proses Maura dan Marvin pacaran " jawab Millie.


"Sayang..ternyata perjalanan mereka untuk jadian itu panjang sekali...aku sampai kasian mendengarnya " ucap Millie.


"Oh ya..lebih panjang mana sama perjalanan cinta kita ?" tanya Wisnu sambil mengendus dan mengecup leher Millie.


"Sepertinya lebih rumit mereka..dari yang aku tangkap mereka sepertinya sudah lama saling mencintai tanpa mereka menyadarinya " jawab Millie.


"Oh ya.." gumam Wisnu.


"Sayang..kamu tidak penasaran ingin mendengar cerita kakak Maura tadi ?" tanya Millie sambil menahan kepala Wisnu yang terus mengendus lehernya.


"Penasaran..tapi kamu ceritanya nanti saja setelah yang dibawah sini tidur " jawab Wisnu sambil menunjuk senjata keramat nya yang sudah mode on fire sejak Millie menclok duduk tepat diatasnya.


"Sepertinya aku salah duduk disini " Millie hendak beringsut turun dari pangkuan Wisnu namun dicegah oleh pria tampan itu.


"Diam jangan turun kemana-mana " titah Wisnu.


"Baiklah " jawab Millie seraya melingkarkan kedua tangannya dileher Wisnu.


"Memikirkannya Maura dan Marvin membuat kita shock..jadi kita butuh hiburan dulu Sayang..biar tidak oleng " bisik Wisnu dengan suara serak karena mulai terbakar gairah.


"Iya Mas " jawab Millie sambil menggerakkan pinggulnya saat kedua tangan Wisnu meremas bokongnya.


Wisnu yang sudah tidak dapat mengendalikan hasratnya mengangkat tubuh Millie kemudian membawa ke ranjang mereka dan menjatuhkannya disana.


Dalam sekejap tubuh molek Millie pun sudah berada dibawah Kungkungannya.


Wisnu buru-buru melepas kaos dan celananya sehingga Millie dapat melihat dengan dengan jelas benda pusaka milik suaminya itu sudah berdiri tegak dengan gagahnya siap untuk menunaikan tugas sucinya.


Tidak ingin hanya memandang Millie pun menyentuhnya dan mengurutnya dengan perlahan.


Wisnu yang sudah semakin terbakar gairah buru-buru meloloskan semua kain yang menempel di tubuh Millie hingga wanita cantik yang sedikit nakal jika sedang di ranjang itu menjadi benar-benar polos.


Dengan bibir saling bertautan tangan Millie terus mengurut benda keramat milik Wisnu membuat pria tampan itu terus melenguh dengan napas yang mulai memburu.


Wisnu yang sudah tidak dapat mengendalikan dirinya lagi dengan segera membuka paha Millie lebar-lebar dan memposisikan tubuhnya diantaranya.

__ADS_1


Masih dengan bibir saling bertautan tangan kanan Wisnu menuntun benda keramatnya agar tepat masuk kedalam sarangnya.


"Uugh.." erang Millie ketika benda besar panjang tak bertulang itu melesak tepat memasuki bagian intimnya.


Setelah tertanam sempurna Wisnu pun mulai menggerakkan pinggulnya maju mundur dengan lembut.


Suara lenguhan dan erangan terdengar saling bersahutan dari bibir keduanya ketika Wisnu semakin mempercepat gerakannya.


Setelah sekian lama terus bergerak maju mundur dengan tempo yang semakin cepat menghujam bagian intim istrinya akhirnya Wisnu pun ambruk diatas tubuh Millie setelah mereka mendapatkan pelepasan bersama.


"Mommy... hikshiks.." suara tangis Meysha dari ranjangnya yang berada di kamar itu membuat Wisnu buru-buru menggulingkan tubuhnya dari atas tubuh Millie.


"Meysha bangun Yang..kamu sih berisik " ucap Wisnu dengan suara pelan.


"Enak saja..Mas Wisnu yang paling berisik jadi Meysha bangun " Millie membungkus tubuhnya dengan selimut kemudian mengusap-usap punggung Meysha agar putri bungsunya itu kembali tidur. Sementara Wisnu telentang diatas kasur dengan tubuh polosnya.


Setelah Meysha kembali tertidur Millie pun kembali ke ranjangnya. Baru saja Millie naik ke ranjang mereka Wisnu menangkap pinggang Millie dan kembali mengungkungnya dibawah tubuhnya.


"Jangan berisik ya.. Mas mau lagi " bisik Wisnu.


"Maaaashh..?!"


*


"Apaan sih kak..mobil Maura sudah aku antarkan ke rumah kakak..sumpah aku sendiri yang mengantarkan ke rumah " Marvin merasa sudah melakukan semua perintah kakaknya itu namun ia tidak mengerti kenapa kakaknya itu masih terlihat kesal padanya.


"Semalam Maura sudah menceritakan semuanya tentang hubungan kalian kepada kakak " ucap Millie sambil duduk di sofa di depan Marvin.


"Semuanya ?" Marvin melotot menatap kakaknya.


Semoga saja Maura tidak menceritakan kepada Millie jika ia sudah sering mencium gadis itu dan pernah memegang dadanya yang belum tumbuh secara sempurna itu sekali.


"Kamu itu jangan mentang-mentang Maura masih polos bisa seenaknya kamu manfaatkan " omel Millie.


"Maksud kakak ?" tanya Marvin was-was.


"Kamu pake bilang sudah terikat kontrak seumur hidup segala pada Maura " Millie menoyor kepala Marvin.


"Ooh itu..ya namanya juga usaha kak " jawab Marvin sambil nyengir.


"Meskipun kakak sudah mengetahui semuanya tapi bukan berarti kakak dan Mas Wisnu sudah sepenuhnya merestui kalian..kita masih mengawasi kalian..terutama kamu " lagi-lagi Millie menoyor kepala Marvin.


"Iya kak " jawab Marvin pasrah

__ADS_1


Marvin tidak pernah membantah apapun ucapan kakaknya demi mendapatkan restu dari kakak dan kakak iparnya itu.


Millie baru melepaskan Marvin ketika Adam muncul dan menatap mereka dengan tatapan curiga, apalagi melihat wajah Marvin yang tampak sedang tertindas.


"Kalian sedang ngapain ?" tanya Adam menatap tajam kearah kedua buah hatinya yang tampak berwajah tegang.


"Kita sedang ngobrol Pih..iya kan Vin " jawab Millie sambil menyikut lengan Marvin.


"Iya Pih " jawab Marvin.


"Ngobrol apa seperti yang serius sekali ?" tanya Adam.


"Masalah kerjaan Pih " jawab Millie lagi-lagi menyikut tangan Marvin.


"Iya..masalah kerjaan " jawab Marvin.


"Awas kalau kamu ngadu sama Papih " bisik Millie sambil mencubit tangan Marvin.


"Tidak kak " jawab Marvin dengan suara pelan sambil mengusap tangannya yang sedikit membiru karena ulah kakaknya.


Adam geleng-geleng kepala melihat kedua buah hatinya yang sedang berdusta.


Tanpa Millie sadari Adam tau jika Millie sedang menindas adiknya. Dan Adam pun memilih pura-pura tidak tau dan membiarkan kakak adik itu menyelesaikan urusannya dengan cara mereka sendiri.


"Vin..kamu ikut ke ruangan Papih ada yang harus Papih bicarakan " Adam menyuruh Marvin ke ruangannya.


"Iya Pih " jawab Marvin.


Kehadiran Papihnya merupakan penyelamat untuknya. Akhirnya ia bisa keluar dari sarang singa galak yang sangat menyeramkan.


Sebelum keluar dari ruangan kerja Millie, Marvin masih sempat melihat Millie menatap penuh ancaman kepadanya.


Di ruangan kerjanya, Adam membicarakan masalah proyek baru yang berlokasi di Bandung yang akan Marvin dan Wisnu kerjakan dalam waktu dekat ini.


Terlibat dalam proyek yang sama dengan Wisnu membuat Marvin senang. Ia akan memiliki banyak kesempatan untuk mengambil hati kakak iparnya itu.


Rencananya Minggu depan mereka akan berangkat ke Bandung untuk mulai meninjau lokasi.


"Ada kesempatan pergunakan dengan sebaik-baiknya untuk mengambil hati kakak ipar kamu " ucap Adam setelah pembicaraan masalah pekerjaan selesai.


"Siap Pih " jawab Marvin.


Marvin serasa mendapat semangat baru karena Papihnya sangat mengerti dan mendukungnya.

__ADS_1


__ADS_2