
Setelah hampir dua jam dikurung di ruang kerja Adam akhirnya Mikha pun bisa keluar kemudian mengajak Maura pulang.
Sepanjang perjalanan pulang Maura diam-diam memperhatikan leher Mikha yang dihiasi kissmark yang tampak masih baru.
Pantas saja Papihnya sampai mengunci ruangan kerjanya rupanya Papihnya sedang mengeksekusi Mamihnya disana.
"Tidak usah melirik-melirik begitu kayak kakak tidak doyan saja " omel Mikha ketika menyadari Maura diam-diam memperhatikan lehernya yang belang.
"Kakak cuma penasaran stempelnya ada berapa banyak Mih " ucap Maura menggoda.
"Dasar kamu itu " Mikha mencubit tangan Maura yang sedang memegang setir. Maura pun tertawa karena telah berhasil menggoda Mamihnya.
"Mamih..apakah Mamih dan Papih pernah berantem ? soalnya kakak lihat Papih itu Sayaaang banget sama Mamih dan kalian selalu mesra "
"Ya sering kak..sama seperti pasangan suami istri pada umumnya " jawab Mikha.
"Tapi kakak tidak pernah melihat Mamih dan Papih bertengkar, malah Papih itu keliatan bucin banget sama Mamih "
Mikha tersenyum getir..Maura tidak tau saja bagaimana hubungan mereka dulunya yang penuh dengan drama dan air mata.
Namun sekarang Mikha sangat bersyukur karena Adam sudah benar-benar berubah dan Ia bangga memiliki Adam yang sekarang.
Setelah Mikha dan Maura pulang tidak lama kemudian Adam dan Marvin pun pulang.
Namun Marvin hanya pulang sebentar.Setelah mandi dan ganti baju Marvin pamit untuk menemui Felix teman kuliahnya sewaktu di Kanada yang kebetulan sedang ada urusan bisnis di Jakarta.
Sebetulnya malam itu Maura juga diajak makan malam oleh Bang Ihsan Photografer nya dan beberapa teman modelnya di sebuah restoran, namun Maura menolak karena masih lelah setelah seharian pergi dengan Mikha.
Karena malam itu Marvin pun pergi akhirnya Maura memilih menonton drama Korea di kamarnya.
Malam semakin larut namun Marvin masih belum pulang juga. Maura yang merasa khawatir berniat menghubungi Marvin untuk menanyakan keberadaannya namun ia merasa gengsi.
Sejak pulang dari Bandung Maura memang masih mengabaikan Marvin meskipun pria tampan itu sudah meminta maaf.
__ADS_1
Karena merasa ngantuk akhirnya Maura tertidur di sofa dengan tv yang masih menyala.
Marvin yang lupa waktu mengobrol dengan Felix di kamar hotelnya buru-buru pamit ketika jam tangannya menunjukan jam sebelas malam.
"Gw harus balik dulu kasian Maura nungguin gw di rumah " Marvin pamit kepada Felix.
"Iya..salam buat keponakan Lo itu..eh maksud gw bini Lo " ralat Felix sambil memberikan paperbag berisi oleh-oleh untuk Maura.
Marvin tiba di rumah hampir jam 12
malam dan mendapati rumah sudah dalam keadaan sepi.
Ketika masuk ke kamarnya Marvin tertegun ketika mendapati Maura tengah tertidur di sofa dengan tv yang masih menyala.
"Ya ampun Sayang..kenapa tidur disini ?" Marvin mengangkat tubuh Maura kemudian ia pindahkan keatas kasur.
Merasa tubuhnya melayang Maura pun membuka matanya. Senyumnya langsung mengembang ketika menyadari ia sedang berada di gendongan Marvin.
"Ketiduran nonton drakor " jawab Maura padahal sebetulnya ia memang sengaja menunggu Marvin pulang.
"Oh kirain ketiduran karena menunggu suami pulang " gumam Marvin sambil menurunkan Maura diatas kasur mereka.
"Sudah malam..lanjutkan tidurnya " Marvin menyelimuti Maura hingga menutupi dada kemudian ia pun berbaring disebelah Maura setelah sebelumnya mengganti bajunya dengan piyama.
Maura yang sulit melanjutkan tidurnya tampak gelisah dibalik selimutnya. Sementara Marvin yang tidur dengan posisi membelakangi Maura memilih pura-pura tidur.
Setelah beberapa saat berlalu Maura yang terus bergerak gelisah dibawah selimutnya berusaha membangunkan Marvin.
"Sayaaang..kakak tidak bisa tidur " Maura mencolek-colek lengan Marvin.
Marvin berusaha menahan diri untuk tidak tertawa, sepertinya Maura sudah lupa jika selama beberapa hari ini ia sedang ngambek kepadanya.
Karena Marvin tidak juga bangun Maura memilih mendengarkan lagu melalui head set dan tidak lama kemudian ia pun tertidur.
__ADS_1
"Makanya jangan suka ngambek " Marvin melepaskan headset dari kepala Maura setelah gadis itu tertidur pulas. Tidak lama kemudian Marvin pun tertidur sambil memeluk tubuh Maura.
*
Di akhir masa liburannya Maura dan teman-temannya yang tergabung dalam agensi yang sama pergi berlibur ke pulau Putri.
Pulau ini terletak 1km dari bibir pantai Nongsa Batam dan merupakan pulau terluar yang berbatasan langsung dengan Singapura.
Marvin yang sedang sibuk dengan pekerjaannya dengan terpaksa tidak dapat menemani istrinya itu berlibur.
"Kamu disana hati-hati ya..dan jangan lupa untuk terus mengabari aku " pesan Marvin sebelum Maura berangkat.
"Siap Bos " jawab Maura.
Sebelum berangkat Marvin kembali memeriksa isi koper Maura untuk memastikan jika semua kebutuhan Maura ada disana.
Pada saat Marvin memeriksa isi koper Maura,wanita itu memeluk erat punggung Marvin.
"Kenapa ya rasanya kayak mau ninggalin kamu dalam waktu yang lama..padahal cuma tiga hari " ucap Maura dari balik punggung Marvin.
"Kalau ragu lebih baik tidak usah pergi " saran Marvin ketika melihat Maura seperti yang enggan untuk pergi.
"Ga enak Sayang sama yang lain " ucap Maura sambil menggerek kopernya ketika mobil jemputannya sudah datang.
"Sayang..kakak pergi dulu ya..jangan nakal di rumah..dan..tunggu kakak pulang " Maura memeluk Marvin dan mencium bibirnya sebelum masuk ke dalam mobil jemputan.
"Iya hati-hati " Marvin melambaikan tangannya ketika mobil jemputan itu mulai melaju meninggalkan Marvin yang masih berdiri di depan pagar.
Rencananya Maura dan rombongannya akan berlibur di pulau Putri selama tiga hari.
Acara liburan ini adalah bonus dari tim management yang menaungi para model termasuk Maura.
Setelah mobil yang membawa Maura hilang dari pandangannya Marvin pun masuk ke kamarnya. Pria tampan itu membereskan kasurnya yang berantakan sisa percintaan mereka semalam.
__ADS_1