
Setelah semua pekerjaan nya selesai Abimanyu pun mengajak Milea pulang. Abimanyu sangat senang karena Milea begitu patuh dan tidak banyak protes lagi seperti dulu.
Dalam perjalanan pulang Milea mengoceh mengenai rencananya setelah kelulusannya.
"Aku akan pergi berpetualang keliling Indonesia, mendatangi setiap pulau di Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Aku akan pergi kemana kaki ku ingin melangkah..aku akan tinggal ditempat yang menurutku nyaman, jika bosan aku akan pergi lagi ke tempat yang lebih nyaman..begitu seterusnya.Papih dan Daddy kali ini pasti tidak akan melarang " ocehnya.
"Seandainya Papih dan Daddy tidak melarang pun aku yang akan melarang " jawab Abimanyu santai.
"Iih..kak Abi bukannya dukung malah mau melarang " Milea langsung melotot sambil memukul tangan kiri Abimanyu.
"Kamu tidak akan bisa pergi jauh dari aku " batin Abimanyu tanpa menoleh sedikitpun kepada Milea yang kembali sibuk mengkhayal tentang rencana petualangannya.
"Bagaimana kalau berpetualang keliling Indonesia nya aku temani, Papih dan Daddy pasti akan mengijinkan " ujar Abimanyu tiba-tiba membuyarkan lamunan Milea.
"Kak Abi beneran mau menemani aku ?" Milea melongo tidak percaya.
"Ya " jawab Abimanyu. Ada senyum misterius tersungging disudut bibirnya.
"Tapi kan kak Abi sibuk, nanti Om Bagas marah "
"Aku akan mengajukan cuti.. Daddy pasti tidak akan keberatan apalagi alasannya adalah untuk menemani kamu " jawab Abimanyu santai.
Milea tampak berpikir keras, sepertinya berpetualang dengan ditemani oleh Abimanyu bukan ide yang buruk karena si gunung es menurutnya sudah mulai berubah menjadi lebih asik.
"Baiklah aku mau berpetualang ditemani kak Abi " ucap Milea akhirnya.
"Setelah kelulusan kamu kita berangkat " Abimanyu mengambil tangan Milea kemudian menggenggamnya di atas paha kirinya.
"Tentunya setelah kita resmi menjadi suami istri " ucap Abimanyu dalam hati.
"Baiklah " jawab Milea senang.
Milea yang polos tidak menyadari berpetualang seperti apa yang Abimanyu maksud. Yang ada dalam otaknya hanyalah menikmati kebebasannya tanpa ada tuntutan untuk belajar.
*
Mobil Samuel meluncur kearah Puncak setelah ujian sekolah hari ini benar-benar berakhir.Kelegaan terpancar dari wajah keenam remaja itu.
Kepergian keenam remaja itu tentu saja sudah mendapat ijin dari orangtua masing-masing termasuk Milea,selain sudah mendapat ijin dari Papih dan Daddy nya Milea juga sudah mendapat ijin dari si gunung es Abimanyu yang semakin hari semakin posesif saja kepada Milea.
Mobil Samuel tiba di villa nya sekitar jam satu siang. Begitu sampai keenam remaja itu tampak sibuk menurunkan bahan makanan dari dalam mobil karena mereka akan menginap dan berpesta disana selama dua malam.
Selama Milea dan teman-temannya menginap di villa milik Samuel di puncak, di rumah Adam tampak sedang kedatangan tamu.
Malam itu keluarga Bagas sengaja datang untuk makan malam bersama di rumah Adam.
__ADS_1
Acara makan malam itu kedua keluarga terlibat pembicaraan yang cukup serius mengenai rencana untuk menikahkan si nakal Milea dengan Abimanyu.
Adam dan Wisnu sepakat untuk menerima lamaran keluarga Bagas dan tidak keberatan jika Milea menikah muda dengan Abimanyu dengan syarat Abimanyu harus bisa membujuk Milea mau kuliah dan Abimanyu pun menyanggupinya.
"Jika Milea sudah menjadi menantu kami anak itu kami pastikan akan masuk kuliah tahun ini " janji Bagas.
"Kami tidak tau harus berkata apa, untuk menghadapi anak itu harus melibatkan banyak pihak " ucap Adam merasa tidak enak.
"Tidak apa, Milea itu sudah kami anggap seperti anak kami sendiri sejak anak itu pertama kali menginjakkan kakinya di rumah kami dulu " jawab Bagas.
Dari hasil pembicaraan kedua keluarga Pernikahan akan dilaksanakan dua hari setelah kelulusan dan akan dilaksanakan secara sederhana dengan hanya dihadiri oleh keluarga inti saja.
Millie bahkan sudah menyerahkan berkas milik Milea kepada Abimanyu untuk melengkapi berkas persyaratan pernikahan mereka.
Mikha, Felisha, Millie dan Maura berencana memesan kebaya pengantin untuk Milea. Sebagai ibu gadis nakal itu tentu Millie sangat hapal ukuran tubuh putri keduanya itu.
Setelah acara makan malam selesai keluarga Bagas pun pamit pulang. Abimanyu yang membawa mobil sendiri memilih langsung pergi ke puncak untuk menyusul Milea malam itu juga.
Milea dan kelima temannya malam itu tampak asik benyanyi dengan diiringi petikan gitar Leon. Sambil bernyanyi mereka sesekali memeriksa tungku pembakaran agar aneka makanan yang sedang mereka Bakar tidak gosong.
"Mil..Lo yakin ga akan melanjutkan kuliah ?" tanya Rima saat mereka memeriksa jagung bakar mereka.
"Yakin lah..gw sudah membuat rencana akan berpetualang keliling Indonesia dengan kak Abi " jawab Milea sambil melumuri jagung dengan mentega.
"Cuma berdua ? awas Lo yang ketiganya setan " Rima mengingatkan.
Mendengar peringatan dari Rima Milea menjadi tertegun. Kini ia merasa tidak yakin jika keluarga nya akan mengijinkan jika ia dan Abimanyu pergi berdua.
"Gw yakin Papih dan Daddy Lo ga akan ngijinin kalian pergi berdua " tebak Rima.
"Kalau begitu gw pergi sendiri saja " jawab Milea santai.
"Jangaan..gw ga ijinin Lo pergi sendiri " potong Rima khawatir. "Kita akan temani Lo berpetualang "
"Kalian kan harus kuliah " pungkas Milea.
Rima pun langsung terdiam. Jujur sebagai sahabat Milea ia tidak rela jika Milea sampai putus sekolah hanya karena kekecewaan nya yang tidak diijinkan kuliah di Kanada. Tapi Rima sangat hapal sifat Milea yang keras kepala. Keluarganya saja tidak mampu membujuk apalagi dirinya.
Obrolan kedua gadis itu terhenti karena mereka terganggu dengan sorot lampu mobil yang baru memasuki halaman villa Samuel dan kebetulan mengarah ke wajah mereka.
"Bukannya itu kak Abi ?" tanya Rima ketika melihat sesosok pria tampan mengenakan sweater turun dari mobil. " wah si gunung es nyusul kesini " Rima terkikik.
Milea terpaku didepan pembakaran ketika melihat Abimanyu menghampiri Samuel, Leon, Ari dan Mona yang sedang bernyanyi.
"Kak Abi nyusul kesini takut Milea nya kabur lagi ya ?" ledek Rima ketika Abimanyu menghampiri mereka.
__ADS_1
"Ya " jawab Abimanyu sambil tersenyum tipis.
"Kak Abi mau kopi tidak? aku bikinkan ya " Rima langsung kabur meninggalkan Milea yang masih melongo tidak percaya Abimanyu akan menyusul nya ke villa.
"Kenapa tidak bilang kalau mau kesini ?" tanya Milea.
"Biar surprise " jawab Abimanyu sambil mencuri satu ciuman di bibir Milea. Meskipun hanya sekilas namun cukup membuat jantung Milea berdetak sangat kencang.
"Nanti dilihat teman-teman " Milea mencubit perut Abimanyu.
"Tidak akan, mereka sedang sibuk nyanyi " jawab Abimanyu sambil menangkap tangan Milea kemudian ia masukkan kedalam saku sweaternya.
Alih-alih akan membuatkan kopi untuk Abimanyu nyatanya Rima malah asik bernyanyi dan melupakan niat awalnya, atau memang hanya sekedar basa-basi saja memberi kesempatan kepada Milea untuk berduaan dengan Abimanyu.
Setelah semua makanan siap mereka pun makan bersama sambil bersenda gurau.
"Katanya Lo mau bikinin kak Abi kopi ?" Milea mengingatkan Rima yang sedang anteng menikmati sosis jumbo nya.
"Tadi gw cuma basa-basi..lagian harusnya Lo yang bikinin kak Abi kopi..Lo kan pacarnya " jawab Rima santai.
"Dasar Lo.." Milea mengambil sosis yang nyaris masuk kedalam mulut Rima dan buru-buru memakannya sambil pergi ke dapur untuk membuatkan kopi untuk Abimanyu.
"Mileaaa.." Rima melotot geram kearah Milea yang menghilang di balik pintu dapur.
Tidak lama kemudian Milea sudah datang dengan membawa satu cangkir kopi untuk Abimanyu.
"Terimakasih " ucap Abimanyu sambil menggeser duduknya memberi ruang kepada Milea agar duduk disampingnya.
Malam itu Abimanyu seperti seorang kakak yang sedang mengasuh keenam adiknya. Abimanyu yang pendiam terlihat beberapa kali melerai adu mulut Samuel dan Ari yang memperebutkan jagung bakar yang tinggal satu.
"Tidak usah ribut..dibagi dua saja " perintah Abimanyu.
"Separuh tidak akan kenyang kak.. dari tadi Samuel sudah makan banyak " protes Ari.
"Kalau suka kenapa Lo tidak makan sebanyak-banyaknya seperti gw " bela Samuel.
Meskipun diwarnai aksi saling protes namun akhirnya Samuel dan Ari tidak keberatan membagi jagung bakar itu untuk berdua.
Menjelang dinihari pesta Barbeque itu pun usai. Karena sudah sangat mengantuk semua tidak ada yang kembali ke kamar mereka, semua memilih tidur di ruangan tengah yang cukup luas dengan menggelar kasur lantai.
Milea yang sudah sangat mengantuk akhirnya tertidur dalam dekapan Abimanyu.
Abimanyu dan Milea yang sudah terlelap dengan saling berpelukan tidak menyadari jika diam-diam Samuel dan Ari memisahkan mereka.
"Bahaya nih belum nikah sudah main peluk -pelukan begini " ujar Samuel sambil merebahkan tubuhnya diantara Milea dan Abimanyu.
__ADS_1
Samuel akhirnya tidur diantara Abimanyu dan Milea dengan posisi memunggungi Milea.