
Meskipun Abimanyu meminta Milea untuk menyerahkan urusan dapur kepada asisten rumah tangga nya namun tidak membuat Milea menghentikan hoby barunya itu.
Pagi ini Abimanyu kembali mendapati Milea tengah berkutat di dapur sedang menyiapkan sarapan.
"Sayang..semalam kan aku sudah bilang kalau kamu tidak usah masak, biar Bibik saja yang masak " omel Abimanyu.
"Aku tuh sedang ingin masak ini Sayang " jawab Milea sambil menyodorkan makanan yang entah apa namanya kepada Abimanyu.
"Kamu membuat apa ?" tanya Abimanyu menatap piring berisi makanan hasil karya istri nakalnya yang sangat tidak menggugah selera.
"Ini campuran ikan salmon, udang, bakso, sosis, telur dan keju " jawab Milea.
Mendengar nama bahan makanan yang tercampur di piring itu membuat Abimanyu merinding ngeri.
"Ayo dicoba Sayang !" Milea menyendokan hasil masakannya ke piring Abimanyu.
Abimanyu terpaksa memakannya karena takut Milea tersinggung. Rasa masakan yang sangat jauh dari enak membuat Abimanyu susah payah untuk menelannya.
"Bagaimana..enak ?" tanya Milea.
Abimanyu mengangguk untuk menyenangkan Milea.
"Kamu tidak usah makan ini, aku ingin menghabiskan semuanya " Abimanyu melarang ketika Milea hendak memakan masakan nya sendiri. Abimanyu tidak ingin Milea dan bayi mereka kenapa-napa jika memakan masakan itu.
"Baiklah " Milea akhirnya mengambil menu yang lain hasil masakan asisten rumah tangga nya.
Setelah selesai sarapan Abimanyu pun pamit ke kantor. Sebelum pergi ia berpesan kepada asisten rumah tangga nya untuk memastikan jika Milea tidak memakan makanan hasil masakannya karena seharian ini Milea ada di rumah. Bahkan Abimanyu menyuruh membuang makanan itu tanpa sepengetahuan Milea.
Ketika sampai di kantor Abimanyu merasa ada yang tidak beres dengan perutnya. Abimanyu memegang perutnya yang terasa bergejolak dan sepertinya cairan lambungnya mulai naik sampai ke tenggorokannya.
Merasa tubuhnya sedang tidak baik-baik saja Abimanyu terpaksa membatalkan beberapa pertemuan penting.
Setelah hampir satu jam bertahan akhirnya Abimanyu pun memuntahkan isi perutnya di toilet ruangan kerjanya.
"Bi..kamu kenapa ?" tanya Nakula ketika datang ke ruangan Abimanyu dan mendapati adiknya itu sedang muntah-muntah.
"Tadi Milea memasak entah apa namanya, sebetulnya dari rumah pun aku sudah merasa tidak enak perut " jawab Abimanyu langsung terduduk lemas di kursi kerjanya.
Belum satu menit duduk di kursinya Abimanyu kembali berlari ke toilet dan muntah-muntah.
__ADS_1
Karena khawatir melihat kondisi adiknya Nakula pun langsung membawa Abimanyu ke rumahsakit terdekat.
Abimanyu terpaksa menjalani observasi selama beberapa jam karena ia mengalami keracunan makanan yang tadi dimakannya. Untungnya kondisinya tidak terlalu parah dan ia bisa pulang beberapa jam kemudian.
"Kamu sebaiknya langsung pulang saja, kakak antar kamu ke rumah " ujar Nakula.
"Iya kak " jawab Abimanyu pasrah. Kembali ke kantor pun rasanya Abimanyu tidak sanggup karena tubuhnya yang masih lemas.
"Sayang..kamu kenapa ?" tanya Milea khawatir ketika Abimanyu pulang diantar Nakula dengan wajah pucat dan tubuh yang lemas.
"Aku sedang tidak enak badan sepertinya masuk angin jadi mau istirahat saja di rumah " jawab Abimanyu.
Abimanyu tidak mengatakan kepada Milea jika sebetulnya ia baru pulang dari rumahsakit karena keracunan makanan yang Milea masak.
Milea dengan cekatan menyiapkan baju ganti untuk Abimanyu sebelum pria tampan itu naik keatas ranjangnya.
Setelah Abimanyu berbaring Milea membaluri perut dan punggung Abimanyu dengan minyak kayu putih dan Abimanyu pun merasa perutnya hangat dan nyaman.
Milea dengan telaten mengurusi Abimanyu sampai pria itu tertidur dengan pulas.
Pada saat Abimanyu tertidur Felisha dan Bagas datang. Mereka terlihat sangat khawatir ketika mendengar kabar jika Abimanyu muntah-muntah di kantor karena keracunan makanan yang Milea masak.
"Sekarang sedang tidur Mom " jawab Milea.
"Sayang..Mommy tanya tadi pagi kamu masak apa sampai Abi muntah-muntah begitu ?" tanya Felisha dengan hati-hati agar menantunya itu tidak tersinggung.
"Aku masak ikan salmon, udang, bakso,sosis dan keju " jawab Milea.
"Semua bahan itu kamu satukan ?" tanya Felisha.
"Iya Mom " jawab Milea.
"Memangnya kak Abi muntah-muntah karena memakan masakan aku ya mom ?" tanya Milea dengan wajah bersalah. " Tadi kak Abi bilang hanya masuk angin "
"Tadi Nakula bilang dokter mengatakan seperti itu " jawab Felisha.
"Maaf Mom..aku..." Milea tidak meneruskan ucapannya karena suaranya tercekat di tenggorokan.
"Jangan nangis, Mommy hargai usaha kamu untuk menyenangkan suami..tapi saran Mommy sebaiknya urusan masak serahkan saja sama si Bibik..kamu bisa menyenangkan suami dengan cara yang lain " nasehat Felisha sambil memeluk bahu Milea yang mulai terguncang karena menangis.
__ADS_1
"Mommy saja tidak bisa masak Kak, tapi Daddy tidak masalah " Bagas ikut membesarkan hati menantunya.
"Iya..kakak Luna, kak Cindy dan kak Zhi juga tidak bisa masak sama seperti kamu..jadi jangan sedih ya Sayang " Felisha mengusap pipi Milea yang basah.
"Iya Mom " jawab Milea.
"Apakah kamu tidak memakan apa yang Abi tadi makan ?" tanya Bagas.
"Tidak Dad..kak Abi melarangnya waktu aku mau makan itu " jawab Milea kembali terisak. Ia kini baru mengerti jika Abi sengaja melarang Milea ikut makan karena tidak ingin terjadi hal yang buruk padanya dan bayi mereka.
"Syukurlah..ternyata Abi cukup bisa diandalkan menjaga istri dan calon cucu Daddy " Bagas terlihat lega. Milea tampak terisak dalam pelukan Felisha.
Bagas dan Felisha tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi pada Milea dan calon cucu mereka jika Milea ikut memakannya.
"Mommy, Daddy kapan kalian datang ?..loh Sayang kamu kenapa menangis ?" tanya Abimanyu ketika ia terbangun melihat Milea sedang menangis dalam pelukan Mommy nya.
Melihat Abimanyu sudah terbangun Milea pun langsung menghambur memeluk Abimanyu dan menangis semakin kencang dalam pelukan pria tampan yang masih terlihat pucat itu.
Abi menatap Mommy dan Daddy nya minta penjelasan namun Bagas dan Felisha hanya menjawab dengan senyuman tipis.
"Kamu kenapa tidak bilang kalau keracunan makanan yang aku masak tadi, kalau Mommy tidak bilang aku kan tidak tau " Isak Milea di dada Abimanyu.
"Aku tidak ingin kamu sedih " jawab Abimanyu jujur sambil membimbing Milea agar duduk di dekat Mommy nya.
"Maaf ya aku sudah bikin kamu susah, mulai sekarang aku tidak akan coba-coba masak lagi..aku tidak mau membuat kamu sakit lagi " Isak Milea.
"Kan aku sudah bilang kalau urusan masak biar dikerjakan di Bibik saja tapi kamunya tidak nurut " jawab Abimanyu.
"Kalau kamu mau belajar masak bagaimana kalau ikut cooking class saja sama Mommy, Cindy dan Zhi " saran Bagas.
"Apakah boleh Sayang ?" Milea meminta ijin kepada Abimanyu sebelum menerima tawaran Bagas.
"Boleh " jawab Abimanyu.
"Nanti kita cari jadwal yang senggang kak..Mommy juga ingin pintar masak, bagaimana semua menantu Mommy bisa masak kalau Mommy sendiri tidak bisa masak " keluh Felisha.
"Walaupun kamu tidak bisa masak tapi Mas tidak pernah protes kan " ujar Bagas sambil memeluk bahu Felisha.
Milea akhirnya berhenti menangis dan tersenyum melihat kemesraan mertuanya, Daddy Bagas tampak tetap menyayangi Mommy Felisha walaupun Mommy Felisha punya kekurangan seperti dirinya yang tidak bisa masak.
__ADS_1