My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Hari Kelahiran


__ADS_3

Segala persiapan untuk menyambut kelahiran buah cinta Milea dan Abimanyu sudah dilakukan. Mulai dari perlengkapan bayi hingga kamar bayi.


Abimanyu membuat kamar bayi yang cantik tepat disebelah kamar mereka. Tidak lupa mereka membuat pintu penghubung dengan membongkar satu bagian dinding.


Marvin dan Nakula adalah orang yang berkontribusi membuat kamar bayi itu. Sementara Sadewa turut andil dalam melengkapi isi kamar bayi itu.


Untuk urusan perlengkapan bayi ada Zhifana, Cindy dan Maura yang mengurusnya. Mulai dari baju bayi hingga sampai printilan terkecil pun mereka yang menyiapkan karena mereka sudah lebih dulu berpengalaman menjadi ibu.


Kali ini Felisha, Millie dan Mikha tampak santai karena ada anak-anak yang bisa diandalkan untuk membantu menyiapkan semua keperluan bayi Milea dan Abimanyu.


Luna yang berada di Jepang adalah orang yang tidak terlibat langsung dalam mempersiapkan keperluan calon anggota baru keluarga Bagas Hadi Pranoto, namun ia cukup rajin menghubungi Milea dan menanyakan kondisi kehamilan adik iparnya itu. Bahkan sering juga Milea melakukan panggilan video dan berbicara dengan ketiga keponakan Sipitnya.


Pagi ini waktu sudah hampir menunjukkan jam setengah tujuh. Abimanyu yang akan bersiap-siap untuk mandi dan pergi ke kantor tidak bisa bergerak karena Milea memeluknya erat dan tidak mau melepaskannya.


"Moy..aku mau mandi dan siap-siap pergi ke kantor " Abimanyu menjawil hidung Milea namun wanita itu tidak mau melepaskan Abimanyu malah semakin mengeratkan pelukannya.


Melihat gelagat seperti itu Abimanyu mengambil ponselnya kemudian mengirimkan pesan kepada sekertaris nya jika ia akan datang agak siangan ke kantor.


Setelah mengirimkan pesan kepada sekertaris nya Abimanyu pun menyimpan ponselnya dan kini tangan Abimanyu beralih mengusap perut polos Milea yang sudah semakin besar dan bulat.


Begitu telapak tangan Abimanyu menyentuh permukaan perut Milea satu tendangan kecil merespon sentuhan dari Abimanyu membuat pria tampan itu tersenyum gemas.


"Selamat pagi Sayang nya Daddy, kamu sedang ingin main bersama Daddy ya ? " sapa Abimanyu sambil terus mengelus perut buncit Milea. Abimanyu begitu takjub dengan pergerakan kecil dari calon buah hatinya itu.


Mendapat elusan diperutnya Milea pun kembali tertidur. Ia membiarkan Abimanyu yang kini mendekatkan kepalanya kearah perutnya dan berceloteh sendiri mengajak bicara calon buah hati mereka yang masih berada di dalam perut Milea.


"Dek..lihat Mommy malah keenakan tidur. Bagaimana kalau Daddy ganggu saja..kamu setuju kan sayang ?" oceh Abimanyu.


Perlahan bibir Abimanyu yang sedang menciumi perut Milea merambat naik dan berhenti pada dua benda bulat milik Milea yang tidak terbungkus apapun karena sudah Abimanyu lemparkan semalam entah kemana.

__ADS_1


Milea menggeliat ketika mulut Abimanyu melahap dadanya dan meng hisap pu tingnya dengan kuat.


"Mmmnn..Sayang geli ih " Milea menjauhkan kepala Abimanyu dari dadanya namun tidak berhasil karena bibir pria tampan itu menguncinya, jika dipaksakan pu ting Milea sudah pasti akan terasa sakit.


Niat awal ingin mengganggu tidur Milea,lama-lama Abi merasakan ada yang mendesak dibawah sana yang ingin segera dituntaskan gara-gara melihat dada Milea yang kini semakin bulat dan kencang semenjak hamil.


Rasa kantuk Milea pagi itu langsung lenyap karena mendapat gangguan dari Abimanyu.


"Aku ngantuk Sayang, kalau malah ganggu tidur aku lebih baik kak Abi pergi ke kantor saja sana !" usir Milea.


"Aku sudah tanggung bilang akan datang siang " jawab Abimanyu tanpa melepaskan mulutnya dari kedua benda bulat itu.


Milea pun tidak bisa melanjutkan tidurnya, akhirnya ia hanya bisa pasrah membiarkan Abimanyu menyusu kepadanya seperti bayi.


Namun beberapa menit kemudian Abimanyu mengangkat kepalanya ketika terdengar suara rintihan lirih dari bibir Milea. Sepertinya Abimanyu tidak dapat mengontrol dirinya sehingga tidak sengaja menggigit pu ting Milea.


"Maaf Sayang aku kelepasan " Abimanyu buru-buru meminta maaf.


"Apakah ini tandanya mau melahirkan ?" tanya Abimanyu sambil buru-buru memakai celana nya yang teronggok dilamtai dari semalam.


"Aku tidak tau " jawab Milea.


Abimanyu membantu Milea untuk bangun. "Sebaiknya kita mandi dulu dan siap-siap takutnya kamu mau melahirkan sekarang "


Milea menurut ketika Abimanyu membimbingnya ke kamar mandi, dan mereka pun mandi bersama.


Setelah selesai mandi Abimanyu menyiapkan pakaian Milea dan juga tas berisi perlengkapan bayi yang akan ia bawa ke rumah sakit.


Abimanyu tidak lupa menghubungi Felisha, Mikha dan Millie memberitahu jika Milea mulai mengalami kontraksi. Felisha memerintahkan agar Abimanyu membawa Milea ke rumah sakit dan ia juga Mikha dan Millie langsung menyusul saat itu juga.

__ADS_1


Setibanya di rumah sakit Milea langsung ditangani oleh dokter. Ketika dokter memberitahu jadwal operasi SC yang akan Milea jalani tiba-tiba Milea menolak.


Milea tiba-tiba berubah pikiran dan memutuskan untuk melahirkan secara normal.


"Kamu yakin Sayang akan melahirkan secara normal ?" tanya Abimanyu ragu.


"Iya dong aku yakin " jawab Milea sambil tersenyum seolah tidak merasa takut sama sekali, berbeda dengan beberapa waktu yang lalu yang sempat mengeluh takut menghadapi hari persalinan.


Setelah berkonsultasi dengan dokter dan seluruh keluarganya akhirnya semua setuju Milea melahirkan secara normal karena dokter mengatakan jika kondisi Milea dan bayinya sangat sehat.


Beberapa jam kemudian Milea dipindahkan ke ruangan bersalin karena dokter menyatakan jika pembukaannya sudah lengkap.


"Kak Abi tunggu diluar saja " pinta Milea ketika Abi ikut masuk ke dalam ruangan bersalin untuk menemaninya berjuang melahirkan buah cinta mereka.


"Aku ingin menemani kamu disini Sayang " Abimanyu terlihat sedih ketika mendengar Milea seperti yang tidak menginginkan kehadirannya.


Padahal biasanya hampir semua wanita yang akan melahirkan selalu menginginkan suaminya ada mendampinginya, ternyata Milea tidak seperti itu.


"Aku takut nanti melukai kamu seperti di film-film " jawab Milea. ia sering melihat adegan istri yang mencakar dan menjambak suaminya ketika sedang melahirkan.


"Tidak apa-apa " jawab Abimanyu sambil mengelus kepala Milea yang basah berkeringat.


Mikha, Felisha, dan Millie duduk di depan ruang bersalin dengan wajah cemas, sementara Bagas, Adam dan Wisnu duduk disudut yang lain dengan wajah yang tidak kalah cemas dengan istri-istri mereka.


Didalam sana Milea sedang berjuang melahirkan cucu mereka dengan ditemani oleh Abimanyu


Setelah hampir satu jam berlalu wajah cemas ketiga pasang suami istri itu berubah lega ketika sayup-sayup terdengar suara tangis bayi yang melengking dari dalam ruangan bersalin. Mereka bertiga mengucap syukur sambil saling berpelukan. Siang itu Milea telah berhasil melahirkan bayi pertama nya yang berjenis kelamin perempuan secara normal.


Abimanyu tidak dapat menyembunyikan airmata haru nya ketika melihat bayi merah itu menempel diatas dada Milea untuk mencari sumber kehidupannya.

__ADS_1


Pria tampan itu tidak menghiraukan lengannya yang penuh luka cakaran dan rambutnya yang nyaris rontok karena menjadi sasaran jambakan Milea ketika proses melahirkan sedang berlangsung beberapa waktu yang lalu.


__ADS_2