My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Aku Tidak Mau Kuliah


__ADS_3

Tahun ajaran baru sudah tiba, Milea terpaku ketika Abimanyu memberitahu jika Milea harus segera mempersiapkan diri untuk mengikuti kegiatan pengenalan kampus.


"Aku kan sudah bilang tidak mau kuliah " Mata Milea mulai berair. Milea merasa sangat marah dan kecewa kepada Abimanyu yang sudah memaksakan kehendak kepadanya.


"Tidak usah membantah, ini demi kebaikan kamu. Aku sengaja pilihkan kampus dan jurusan yang sama dengan Samuel, Ari, Leon, Rima dan Mona agar kamu bisa bersama dengan mereka " ucap Abimanyu.


Abimanyu berharap kemarahan Milea dapat sedikit reda dengan ia menyebut nama kelima sahabat istrinya itu.


"Kak Abi ternyata pemaksa, aku pikir menikah dengan kak Abi aku akan merasa dimengerti, tapi kenyataannya kak Abi sama saja dengan Papih dan Daddy yang tidak mendukung apa keinginan aku " ucap Milea dengan berderai air mata. " Aku menyesal menikah dengan kak Abi "


Ucapan terakhir Milea cukup membuat Abimanyu naik pitam. Namun Abimanyu berusaha bersabar, tidak salah juga jika Milea marah kepadanya karena ia memang telah menipu gadis nakal itu dengan segala cara agar bisa membuat istrinya itu kuliah tahun ini.


"Aku melakukan ini karena sayang sama kamu. Aku, Papih, Daddy..semua peduli akan pendidikan kamu. Kita semua tidak mau kamu putus sekolah hanya gara-gara kamu tidak diijinkan kuliah di Kanada " nasehat Abimanyu.


"Aku itu suami kamu jadi kamu harus menurut apa yang aku perintahkan " putus Abimanyu membuat Milea langsung menangis meraung-raung.


"Aku tidak mau kuliaaaahhh " teriak Milea sambil memukuli Abimanyu dengan bantal.


Abimanyu membiarkan Milea melampiaskan kekesalannya dengan memukuli tubuhnya sampai pada akhirnya Milea pun mulai tenang dan berhenti menangis.


"Milea suruh ke kamar Mommy sekarang Bi !" Abimanyu yang hendak mengambil minum di dapur tidak sengaja berpapasan dengan Mommy nya.


"Iya Mom " jawab Abimanyu.


Setelah menenggak satu gelas air dingin Abimanyu kembali ke kamarnya. "Kamu dipanggil Mommy ke kamarnya " ucap Abimanyu.


"Mau ngapain ?" tanya Milea.


"Aku tidak tau " jawab Abimanyu.


Dengan enggan Milea pun beranjak ke kamar mertuanya. Milea sudah bisa menebak untuk apa mertuanya itu memanggilnya.


"Sini Sayang !" Felisha menyuruh Milea masuk ketika melihat Milea muncul di pintu yang kebetulan memang terbuka.


"Kata kak Abi Mommy memanggil aku ?" tanya Milea.


"Iya..Mommy ingin ngobrol sama kamu " jawab Felisha sambil menuntun Milea agar duduk di sofa.


"Kalian bicara saja berdua, sepertinya Daddy tidak dibutuhkan disini " Bagas memilih menyingkir dari kamar memberi ruang dan waktu untuk kedua wanita itu bicara.


Setelah Bagas keluar dari kamar Felisha mulai mengajak Milea bicara dari hati kehati.


"Sayang..kamu jangan marah ya sama Abi. Dia itu memaksa kamu masuk kuliah karena sayang sama kamu. Abi ingin yang terbaik untuk kamu meskipun dengan cara memaksa " Felisha menggenggam kedua tangan Milea.


"Tapi kenapa kak Abi tidak bilang sama aku sebelum daftarin aku kuliah ? aku itu seperti tidak punya hak untuk menentukan keinginan aku sendiri " jawab Milea.


"Alasan Abi tidak bilang sama kamu karena tentu saja kamu pasti akan menolaknya anak nakal " Felisha menjawil ujung hidung Milea yang merah akibat habis menangis. " Abi itu orangnya tidak banyak bicara sama persis dengan Daddy nya. Dengan memaksa kamu kuliah itu adalah bentuk rasa sayangnya sama kamu "


"Kenapa Mommy itu seperti kak Abi saja panggil aku anak nakal " Milea langsung protes.


"Karena diantara semua menantu Mommy memang kamu yang paling nakal " jawab Felisha jujur membuat Milea tersipu malu.

__ADS_1


"Maaf Mom..aku menantu yang tidak membanggakan " cicit Milea.


"Kenakalan kamu masih Mommy dan Daddy bisa terima tapi kalau untuk urusan sekolah Mommy dan Daddy tidak ada ampun lagi..KAMU HARUS MELANJUTKAN SEKOLAH !" ucap Felisha tegas.


Milea tertunduk sambil memainkan kukunya yang lancip."Mau ya Sayang !" pinta Felisha.


"Iya Mom " jawab Milea akhirnya.


"Nah ini baru menantu kesayangan" Felisha memeluk Milea dan mengecup keningnya lembut.


Setelah pembicaraan antara dua wanita itu selesai mereka pun keluar dari kamar hendak menuju ruang keluarga dimana Bagas dan Abimanyu berada.


"Aku dengar ada yang ngamuk tidak mau melanjutkan kuliah ?" tanya Sadewa sambil menatap tajam kearah Milea.


Baru mendengar suara Sadewa saja Milea langsung mengkerut dibelakang Felisha. Milea tidak tau sejak kapan pak Polisi itu ada di rumah mertuanya.. sepertinya ketika ia sedang berbicara berdua di kamar mertuanya.


"Kak !" Bagas memperingatkan Sadewa karena putranya itu membuat Milea ketakutan.


"Milea tadi bilang sudah mau masuk kuliah kok " Felisha membela Milea


"Iya kak..aku sudah memutuskan mau melanjutkan kuliah " jawab Milea sambil menunduk.


"Bagus " ujar Sadewa.


Abimanyu yang masih kesal kepada Milea karena mengatakan menyesal telah menikah dengannya hanya diam membiarkan Milea yang tampak ketakutan karena ada Sadewa disana.


Melihat Abimanyu hanya diam saja membuat Milea yakin jika Abimanyu sedang marah kepadanya. Dan Milea tidak senang Abimanyu mengabaikannya.


"Iya kak " jawab Milea.


Hari itu semua menasehati Milea termasuk Bagas yang awalnya tidak banyak bicara. Akhirnya Milea sadar jika keputusan Abimanyu untuk memaksanya kuliah adalah bukti rasa sayangnya pria dingin itu kepadanya. Namun kesadaran Milea tidak serta-merta membuat Abimanyu melupakan kekesalannya karena Milea yang telah berucap sembarangan karena emosi.


Sampai keesokannya Abimanyu masih mendiamkan Milea membuat gadis itu merasa sangat bersalah.


Setelah Abimanyu pergi ke kantor Milea memutar otak mencari cara agar suaminya itu tidak lagi marah kepadanya dan mau memaafkan kesalahannya.


Karena tidak berhasil mendapatkan ide akhirnya Milea pun meminta bantuan kepada Felisha.


"Kamu buatkan makan siang untuk Abi dan nanti siang antarkan ke kantor " saran Felisha.


"Tapi aku tidak bisa masak Mom " aku Milea jujur.


"Kalau begitu biar Mommy yang masak dan nanti kamu bilang sama Abi kalau kamu yang masak "


"Baik Mom " jawab Milea senang.


Felisha pun langsung berkutat di dapur untuk memasak menu kesukaan Abimanyu.


Setelah semua masakan itu siap Milea pun pergi ke kantor Abimanyu dengan menenteng paperbag berisi kotak makan siang untuk Abimanyu.


Milea tiba di ruangan kerja Abimanyu tepat ketika waktunya makan siang.Melihat kedatangan Milea tentu saja Abimanyu sangat kaget.

__ADS_1


"Aku kesini mengantarkan makan siang untuk kak Abi. Aku memasaknya sendiri sebagai permintaan maaf aku atas ucapan aku kemarin " Milea meletakan kotak makan itu di meja Abimanyu.


Milea yang terus menunduk dan tidak berani menatap kepada Abimanyu membuat kekesalan pria tampan itu menguar seketika berganti rasa iba.


"Aku tau aku salah telah berbicara sembarangan. Sejujurnya saat itu aku hanya sedang kesal saja dan aku sama sekali tidak menyesal telah menikah dengan kak Abi " Milea terus mengoceh sambil menunduk.


"Sudah selesai mengocehnya ? kalau mendengarkan kamu terus mengoceh kapan aku makannya ?" tanya Abimanyu.


"Oh iya " Milea buru-buru menyiapkan makanan itu untuk Abimanyu dengan sangat bersemangat.


"Kamu tidak makan ?" tanya Abimanyu sambil mulai menyantap makanannya.


"A..aku.." Milea menggaruk kepalanya. Saking semangatnya ia sampai lupa hanya membawa satu kotak makan saja. " Aku sudah kenyang "


"Kita makan bersama saja " Abimanyu mengetahui jika Milea berbohong dengan mengatakan sudah kenyang karena ia sempat mendengar suara perut Milea yang berbunyi.


Milea tidak keberatan ketika akhirnya Abimanyu menyuapinya makan bergantian dengan dirinya.


"Masakan kamu enak, aku sangat suka. Rasanya sama seperti masakan Mommy " puji Abimanyu.


"Aku kan diajari sama Mommy " jawab Milea berbohong.


Padahal Milea sama sekali tidak tau apa-apa hanya tinggal tau beres karena semua mertuanya yang mengerjakannya.


Mom terimakasih ya masakannya kak Abi suka.Sepertinya kak Abi sudah tidak marah lagi sama aku.


Milea langsung mengirimkan pesan kepada mertuanya.


Setelah mengirimkan pesan kepada Mertuanya Milea langsung pergi ke kamar mandi meninggalkan ponselnya yang tergeletak diatas meja kerja Abimanyu.


Ketika Milea sedang berada di kamar mandi tiba-tiba satu notifikasi pesan masuk di ponselnya.


Abimanyu yang melihat jika pesan itu dari Mommy nya pun langsung mengambilnya dan membacanya.


Iya sayang..tapi lain kali kamu harus bikin sendiri, nanti Mommy ajarin cara bikinnya .


"Dasar anak nakal " Abimanyu tampak geram ketika membaca pesan balasan dari Mommy nya.


"Bisa-bisanya Milea berbohong mengatakan masakan itu buatannya padahal Mommy nya yang buat " geram Abimanyu.


Setelah menyelesaikan hajatnya Milea pun keluar dari kamar mandi dan langsung membereskan bekas makan mereka dan bersiap akan pulang.


"Aku mau pulang sekarang, kak Abi jangan marah lagi ya sama aku " Milea mendekat kearah Abimanyu dan hendak mencium bibirnya namun Abimanyu malah melengos.


"Aku masih marah sama kamu " ujar Abimanyu.


"Kenapa..kan aku sudah minta maaf " Milea melongo, ternyata mendapatkan maaf dari Abimanyu tidak semudah yang ia pikirkan.


"Aku baru maafin kamu kalau kamu sudah bisa membuat sendiri masakan yang seperti tadi " jawab Abimanyu.


Ucapan Abimanyu adalah sebuah tamparan untuk Milea.Bagaimana bisa Abimanyu bisa tau kalau itu bukan masakan buatannya batin Milea.

__ADS_1


__ADS_2