
Wisnu menggendong Malik yang sedang rewel karena menanyakan kedua kakaknya yang sudah hampir satu Minggu ini tidak ada di rumah.
"Sepertinya Dedek Malik kesepian Sayang " Millie menghampiri Wisnu.
"Sepertinya begitu " jawab Wisnu.
Wisnu menurunkan Malik ketika bocah tampan itu akhirnya tertidur dalam gendongan Wisnu.
Setelah menidurkan Malik, Wisnu mengajak Millie untuk melakukan panggilan video kepada Maura.
Ketika sambungan video terhubung wajah cantik Maura pun muncul di layar ponsel Wisnu.
"Kakak sudah mau tidur ?" tanya Millie ketika melihat Maura sudah mengenakan baju tidurnya.
"Belum sih Mom..masih ngobrol sama Velia " jawab Maura.
Millie tersenyum ketika Velia yang duduk dekat Maura melambaikan tangannya kepadanya.
"Mommy..dedek Malik mana? kakak kangen "
"Dedek Malik baru saja tidur.. daritadi rewel nanyain kakak Maura sama Mile " jawab Millie.
Maura terlihat sedih mendengar Malik rewel menanyakan dirinya dan Milea.
"Kakak kangennya cuma sama dedek Malik saja..sama Daddy tidak ?" tanya Wisnu.
"Sama Daddy kangen juga " jawab Maura manja.
"Kakak kapan balik ke Jakarta ?" tanya Millie.
"Sepertinya Lusa Mom " jawab Maura.
"Baiklah..kakak hati-hati ya disana, pandai-pandai menjaga diri " pesan Millie.
"Iya Mom " jawab Maura.
Setelah memastikan keadaan Maura baik-baik saja Millie dan Wisnu pun terlihat lega.
Dua hari kemudian Maura pun pulang dari Singapura. Dihari yang sama Adam dan Mikha juga Milea pulang dari Kanada.
Malik terlihat sangat senang ketika kedua kakaknya sudah pulang ke rumah.
Bocah tampan yang sebentar lagi akan memiliki adik itu tidak mau jauh dari Adam dan Mikha juga kedua kakaknya.
Mendekati hari persalinan yang tinggal menghitung hari, Adam dan Mikha seperti biasa menyuruh Millie tinggal di rumahnya.Dan Adam pun menyuruh Millie untuk mengambil cuti.
Beberapa hari kemudian hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Selepas subuh Millie dibawa ke rumah sakit karena sudah merasakan kontraksi.
Sebagai kakak paling besar Maura tinggal di rumah menjaga kedua adiknya bersama pengasuh.
Selagi Maura menjaga adik-adiknya Marvin beberapa kali menghubungi Maura untuk memastikan keponakannya itu tidak kerepotan menjaga Milea dan Malik di rumah.
__ADS_1
Menjelang tengah hari Maura yang sedang menemani Milea dan Malik bermain dikabari oleh Mikha jika adik mereka sudah lahir dan berjenis kelamin perempuan.
"Dedek bayinya sudah lahir " Maura memberitahu Milea dan Malik.
"Yeyeye..dedek bayinya sudah lahir " Milea dan Malik bersorak kegirangan.
*
Sejak adik ketiganya lahir yang bernama Meysha, Maura tumbuh menjadi semakin dewasa. Maura sangat penyayang dan bertanggung jawab kepada ketiga adiknya.
Setiap pulang sekolah Maura selalu membantu menjaga ketiga adiknya meskipun Wisnu menyediakan pengasuh untuk Malik dan sibungsu Meysha.
Ketika baby Meysha sudah menginjak lima bulan, Millie mulai kembali masuk kantor.
Tidak bisa dipungkiri posisi Millie dikantor sebagai manager keuangan membutuhkan tanggung jawab yang sangat besar di perusahaan.
Malam Minggu ini Nisa mengajak Maura untuk menghadiri acara ulangtahun teman kuliahnya.
Nisa sengaja mengajak Maura karena Mamanya melarang Nisa pergi sendiri.
Rumah teman Nisa yang berulang tahun berada di komplek perumahan mewah.
Kehadiran Maura ditengah teman-teman Nisa yang rata-rata mahasiswa cukup menarik perhatian.
"Nis siapa ini..cantik banget " tanya Dea teman Nisa yang sedang berulang tahun.
"Adik gw " jawab Nisa sambil memeluk bahu Maura.
Begitu pertama kali melihat Yudhis Maura terlihat tidak suka. Dimata Maura Yudhis terlalu genit seperti yang sedang mencari perhatian Nisa.
Waktu pertama datang pun Yudhis terlihat memberi perhatian lebih dengan membawakan Nisa dan Maura makanan dan minuman.
Maura terlihat tidak suka ketika melihat Nisa yang terlihat sangat akrab dengan Yudhis.
Ketika Nisa pergi ke kamar mandi, tiba-tiba Maura mengeluarkan ucapan yang membuat Yudhis termangu.
"Kak Yudhis jangan coba-coba dekati kak Nisa ya..kak Nisa itu pacarnya Om aku " tegur Maura penuh peringatan.
Mendapat teguran dari anak SMP bukannya takut Yudhis malah tertawa lucu.
"Kak Nisa sama Om kamu kan baru punya pacar...belum menikah. Jadi sebelum ada janur kuning di rumah kak Nisa kakak masih punya kesempatan " jawab Yudhis setengah berbisik.
Ucapan Yudhis seperti sebuah tantangan untuk Maura. gadis itu pun langsung terlihat cemberut.
"Kak Yudhis..adik aku diapain kok cemberut ?" Nisa yang baru kembali dari kamar mandi langsung menatap curiga kepada Yudhis.
"Tidak aku apa-apain..orang kita cuma ngobrol " jawab Yudhis sambil tersenyum melirik kearah Maura.
Meski judes tapi anak ini sangat lucu dan menggemaskan batin Yudhis.
Meskipun tidak menyukai Yudhis namun Maura mengikuti acara ulangtahun teman kuliah Nisa sampai selesai.
__ADS_1
Setelah acara selesai Nisa pun mengantarkan Maura pulang ke rumahnya.
"Aku tidak suka sama teman kak Nisa yang bernama kak Yudhis " ucap Maura ketika mereka sedang dalam perjalanan pulang.
"Kenapa ? padahal dia itu baik loh " ujar Nisa.
"Pokoknya tidak suka " jawab Maura judes.
Nisa yang sudah hapal karakter Maura hanya tertawa sambil mencomot bibir Maura dengan gemas.
Beberapa hari kemudian Maura kembali memperlihatkan ketidak sukaannya kepada Yudhis ketika ia dan Nisa bertemu kembali dengan Yudhis pada saat mereka joging.
"Hai cantik..ketemu lagi " Yudhis menggoda Maura.
Maura melengos sambil cemberut membuat Yudhis semakin gemas ingin menggoda Maura.
Maura terus cemberut karena Yudhis terus mengikuti mereka sambil menggoda Maura.
"Neng cantik sudah mandi belum ?" Yudhis mencolek tangan Maura membuat gadis cantik itu langsung mendelik.
"Kak Yudhis sudah dong jangan godain Maura terus " Nisa memperingatkan Yudhis.
"Habisnya Maura itu lucu bikin gemes kalau lagi marah " jawab Yudhis sambil tertawa.
Maura dan Nisa yang sudah mulai lelah memilih istirahat dan duduk dibawah sambil meluruskan kakinya.
Tidak lama kemudian Yudhis datang sambil memberikan dua botol air mineral untuk Nisa dan Maura.
"Nis gw lanjut ya " Yudhis pamit samb melambaikan tangannya kemudian meninggalkan Nisa dan Maura yang masih duduk sambil berselonjor kaki.
"Kakak tidak pacaran kan sama kak Yudhis ?" tanya Maura menatap tajam kearah Nisa.
Nisa yang sedang minum nyaris tersedak mendengan pertanyaan Maura barusan.
"Tidak lah..kenapa kakak ngomomg begitu ?"
"Aku lihat kak Yudhis seperti yang sedang mencari perhatian kak Nisa. Aku tidak suka " jawab Maura.
"Setiap orang berhak menyukai siapapun..tapi kakak hanya menganggap kak Yudhis itu teman, tidak lebih..seperti kakak Maura yang menganggap Zico sebagai teman walaupun Zico menyukai kakak Maura " Nisa berusaha menjelaskan.
"Awas saja kalau kakak berani pacaran sama kak Yudhis dibelakang Om Marvin " ancam Maura.
"Duuuh...ponakan kesayangan Om Marvin, segitunya belain Om nya " Nisa tertawa sambil mengacak rambut Maura.
"Kalau sampai kejadian nanti aku aduin sama Om Marvin " ancam Maura.
"Tidak lah..kakak itu setia sama Om kamu " jawab Nisa sambil mencubit ujung hidung Maura.
Meski menangkap jika Yudhis sedang berusaha mendekati Nisa namun Maura tidak sekalipun mengadu kepada Marvin. Maura tidak mau sampai Nisa dan Marvin bertengkar jika ia mengadu.
Sebagai tempat curhat Maura, Nisa pun menyimpan rahasia Maura dari Marvin.
__ADS_1
Nisa tidak menceritakan kepada Marvin jika Maura sedang dekat dengan Zico seperti permintaan Maura.