My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Welcome to the world of twins


__ADS_3

Marvin yang sedang menonton tv diam-diam melirik kearah Maura yang tampak gelisah diatas ranjangnya.


Marvin mematikan tv nya kemudian menghampiri Maura diatas ranjangnya. "Kamu kenapa Sayang ?"


"Perut aku berat banget..tidur rasanya tidak nyaman " keluh Maura.


"Ya disini kan ada anak-anak kita " Marvin tersenyum sambil mengelus perut Maura yang tampak sudah sangat besar.


"Pinggang aku juga pegal Sayang " Maura meminta Marvin mengelus pinggang nya yang sering terasa pegal.


Selesai mengelus pinggang Maura


kini tangan Marvin beralih memijit kaki Maura.


"Sayang..malam ini kita menginap di rumah Mommy yuk ! aku kangen kamar aku " pinta Maura setelah Marvin selesai memijat kakinya.


"Baiklah " jawab Marvin sambil mengambil jaket untuk Maura dan memakaikannya.


"Kalian mau kemana ?" tanya Adam dan Mikha ketika melihat Marvin dan Maura hendak pergi.


"Malam ini aku ingin tidur di kamar aku Mih " jawab Maura


"Oh ya sudah hati-hati " pesan Mikha sebelum Marvin dan Maura pergi.


Mikha mengerti akan perubahan mood wanita yang sedang hamil.


Marvin dan Maura tiba di rumah ketika rumah sudah dalam keadaan sepi.


Milea dan Malik sudah tidur di kamar masing-masing, sedangkan Meysha pun sudah tidak terdengar lagi berceloteh.


Di rumah itu hanya Millie dan Wisnu yang masih terjaga dan seorang pelayan yang membukakan pintu untuk Marvin dan Maura.


Millie dan Wisnu yang baru akan mulai melakukan ritual malam mereka merasa mendengar suara Maura dan Marvin di rumah mereka.


"Mas aku seperti mendengar suara kakak Maura dan Marvin " Millie menahan dada Wisnu yang berada diatas tubuhnya.


"Masa sih ?" Wisnu berusaha menajamkan pendengarannya.


"Main kuda-kudaan nya kita tunda dulu ya, aku mau melihat mereka dulu " Millie melepaskan diri dari Kungkungan tubuh Wisnu.


"Huh..tega kamu Sayang " keluh Wisnu sambil telentang diatas kasur empuknya sementara Millie langsung keluar dari kamar.


"Kalian..tumben datang malam-malam begini " Millie mencium kening Maura.


"Maura ingin tidur disini kak.. katanya kangen tidur di kamarnya " jawab Marvin.


"Mau Mommy bikinkan sesuatu ?" tanya Millie.


"Yakin bisa kak ?" ledek Marvin.


"Maksudnya kakak suruh pelayan yang bikin " jawab Millie sambil tertawa.


"Mau nasi goreng mau ga kak ? kalau mau Daddy bikinkan " tanya Wisnu yang baru muncul dari kamar.


"Mau Dad..sudah lama kakak tidak makan nasi goreng buatan Daddy " mata Maura langsung berbinar.


"Buat putri Daddy yang cantik akan Daddy buatkan " Wisnu mengelus puncak kepala Maura.

__ADS_1


"Ayo Vin bantuin " ajak Wisnu.


"Iya Mas " Marvin mengikuti Wisnu ke dapur.


Selagi Marvin dan Wisnu sibuk di dapur, Maura berbaring diatas sofa dengan berbantalkan paha Millie.


Maura merasakan begitu nyaman ketika tangan Millie mengelus perut buncitnya dengan lembut.


"Mommy tidak menyangka akan punya cucu secepat ini " Millie terkekeh sambil mengelus perut buncit Maura.


"Mommy memang belum pantes punya cucu..Mommy masih muda ditambah kakak yang menikah muda " jawab Maura ikut terkekeh.


"Kakak sih pake kepincut sama Om Marvin " Millie memijit ujung hidung Maura.


"Suruh siapa Mommy punya adik yang ganteng dan ngemong kakak " jawab Maura.


"Dasar kamu itu bisa saja jawabnya" lagi-lagi Millie muncubit ujung hidung Maura sambil tertawa.


Marvin dan Wisnu yang mendengar suara Maura dan Millie yang sedang tertawa hanya geleng-geleng kepala.


"Sepertinya mereka sedang mentertawakan kita Vin " ujar Wisnu


"Iya Mas "


"Mereka itu sangat manja sekali dan kita terlanjur bucin sama mereka " keluh Wisnu.


"Apakah Maura mirip dengan mendiang Mommy nya ?" tanya Marvin penasaran.


"Waktu kecil iya..tapi semakin besar justru Maura semakin mirip kakak kamu loh Vin terutama manjanya Mas juga heran bagaimana bisa begitu " jawab Wisnu.


"Apakah kakak nyebelin..menurut aku sih begitu " ucap Marvin.


Kedua pria tampan itu membuat nasi goreng untuk orang tersayang mereka sambil terus bercerita.


"Sayaaang nasi goreng nya sudah jadi belum ?" Millie berteriak dari ruang keluarga.


"Sebentar lagi Sayang " jawab Wisnu.


"Ck..kak Millie itu cerewet sekali " keluh Marvin.


"Ya begitulah dia " jawab Wisnu sambil mengisi piring dengan nasi goreng yang sudah jadi.


Maura yang sedang berbaring di sofa buru-buru bangun ketika Wisnu dan Marvin muncul dari dapur dengan membawa nasi goreng.


Mereka pun makan nasi goreng dengan saling menyuapi.


"Nasi goreng buatan Daddy memang enak " puji Maura yang tampak makan dengan sangat lahap.


Setelah selesai makan Maura tiba-tiba ingin tidur bersama Millie.


Wisnu yang berniat ingin meneruskan ritual malam mereka akhirnya mengalah dan membiarkan Maura tidur dengan Millie.


Wisnu yang tidur di sofa kamarnya tiba-tiba terbangun ketika mendengar suara kepanikan.


"Mas..Marvin bangunin..perut kakak Maura sakit sepertinya mulai kontraksi " Millie memanggil Wisnu.


Wisnu buru-buru membangunkan Marvin yang tidur sendirian di kamar Maura.

__ADS_1


"Vin bangun..Maura sepertinya mau melahirkan " Wisnu membangunkan Marvin.


Marvin langsung loncat dari ranjangnya dan bergegas menuju kamar Wisnu.


"Sayaaang perut aku sakit " keluh Maura dengan berlinangan air mata.


"Kita ke rumah sakit sekarang ya " Marvin langsung mengangkat tubuh Maura.


Millie menitipkan anak-anak kepada pengasuh sebelum pergi mengantar Maura ke rumahsakit.


Marvin dan Millie berusaha menenangkan Maura yang terus menangis karena kesakitan, sementara Wisnu tampak berusaha fokus menyetir dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai ke rumahsakit.


"Mommy..ini aku basah " Maura meraba bagian bawah tubuhnya yang tiba-tiba basah seperti ngompol.


"Ini air ketuban Sayang.. sepertinya mereka sudah tidak sabar ingin melihat dunia ini " jawab Millie sambil mengusap perut Maura.


Marvin tidak banyak bicara, pria tampan itu tampak tidak dapat menyembunyikan kepanikannya melihat Maura yang merasakan kesakitan.


Setibanya di rumahsakit Maura langsung ditangani oleh dokter. Maura yang sedari awal memilih saesar tiba-tiba saja berubah pikiran.


"Sayang aku tidak mau SC ..aku mau melahirkan normal saja " pinta Maura kepada Marvin.


"Kamu yakin ?" tanya Marvin.


"Iya..aku yakin " jawab Maura.


Menjelang dinihari Maura dipindahkan ke ruangan bersalin. Marvin menemani Maura yang akan berjuang untuk melahirkan kedua buah hati mereka.


Sebelum memulai proses melahirkan Dokter memberi arahan kepada Maura yang tampak berlinangan air mata menahan sakit.


"Kamu pasti bisa Sayang " bisik Marvin memberi semangat, Maura mengangguk.


Pada saat mengejan Maura mencengkram tangan Marvin kuat-kuat.


Beberapa kali mengejan ternyata belum mampu mengeluarkan mahluk mungil itu dari rahimnya.


"Kamu pasti bisa Sayang.. bismillah " Marvin terus memberi semangat kepada istrinya yang sedang berjuang melahirkan kedua buah hati mereka.


Setelah terus berjuang akhirnya Maura berhasil melahirkan bayi pertama nya yang berjenis kelamin laki-laki.


Perjuangan Maura belum selesai sampai disitu, ia kembali harus berjuang untuk melahirkan bayi keduanya.


Proses melahirkan bayi kedua berjalan lebih cepat dari yang pertama. Akhirnya bayi kedua yang berjenis kelamin perempuan pun lahir.


Marvin langsung melakukan sujud syukur setelah kedua bayi mereka lahir dan keadaan Maura pun terlihat baik-baik saja.


"Terimakasih Sayang kamu sudah berjuang melahirkan anak-anak kita " Marvin menciumi wajah Maura yang basah oleh keringat.


"Kamu kenapa menangis Sayang ?" Maura mengusap mata Marvin yang tampak basah.


"Aku bahagia sekali " jawab Marvin.


Setelah kedua bayi merah itu dibersihkan Marvin pun mengadzani keduanya dengan suara yang syahdu.


Marvin selesai mengadzani kedua bayinya disusul dengan suara Adzan subuh yang berkumandang.


Millie dan Wisnu tampak saling berpelukan penuh haru ketika sayup-sayup terdengar suara tangis bayi yang saling bersahutan dari ruang bersalin.

__ADS_1


"Kakak Maura sudah melahirkan Sayang " bisik Millie dalam pelukan Wisnu.


"Iya Sayang " jawab Wisnu.


__ADS_2