
Jam sepuluh malam mereka semua pulang. Semua pulang ke rumah Mama dan Papa.
Beruntung rumah Papa cukup besar dan memiliki kamar yang banyak sehingga bisa menampung semuanya.
Meskipun begitu Maura, Selina dan Silva memilih tidur dalam satu kamar. Meski malam telah larut mereka memilih mengobrol dan tidak langsung tidur.
Pada saat mengobrol tiba-tiba Maura mendapat pesan dari Zico.
Mesra banget seperti sepasang kekasih đ¤
Aku cemburu âšī¸
Ziko mengirimkan pesan itu setelah melihat postingan Selina di akun pribadinya yang memperlihatkan video Maura yang sedang bernyanyi berdua dengan Marvin.
Om Marvin itu Om kesayangan aku balas Maura.
Baiklah đ balas Zico.
Setelah berkirim pesan dengan Zico, Maura dan Selina juga Silva melanjutkan mengobrol sampai hampir tengah malam.
Ketiga gadis itu baru tidur ketika Adam menggedor pintu kamar mereka menyuruh untuk segera tidur.
Keesokannya pagi-pagi sekali Marvin membangunkan ketiga gadis yang masih terlelap dibawah selimut.
Maura yang tidur ditengah tampak terhimpit disela-sela tubuh Selina dan Silva.
"Bangun..bangun..kita lari pagi " Marvin menarik paksa selimut yang menutupi tubuh ketiga gadis itu.
"Kak Marvin ganggu..sana..sana !" usir Selina kesal.
"Mumpung kita disini kita lari pagi " Marvin menarik paksa tangan ketiga gadis itu agar bangun.
Meski mengumpat akhirnya Selina, Maura dan Silva pun semua masuk ke kamar mandi.
Marvin hanya geleng-geleng kepala sambil keluar dari kamar ketika terdengar suara cekikikan Selina, Maura dan Silva dari dalam kamar mandi.
Sepuluh menit kemudian ketiga gadis itu pun sudah siap untuk pergi berolah raga.
Maura yang memang tidak membawa pakaian olahraga tampak sangat menggemaskan memakai hot pants dan kaos oblong, begitu juga dengan Selina dan Silva yang hanya memakai baju seadanya.
Marvin menggiring ketiga gadis itu lari pagi mengelilingi komplek perumahan elit tempat rumah Oma dan Opa nya berada.
Ketiga gadis itu hanya sanggup berlari sampai setengah jalan saja. Berbeda dengan Marvin yang terus berlari meninggalkan ketiga gadis malas yang memilih berjalan kaki daripada berlari.
__ADS_1
Marvin dan ketiga gadis itu bertemu di sebuah bangku taman.
"Kalau tidak kuat lari tidak apa-apa jalan kaki..eh ini malah nongkrong disini " omel Marvin.
"Bukan tidak kuat kak..kita sebenarnya masih ngantuk karena semalam kita ngobrol sampai tengah malam " Selina beralasan.
"Alasan " omel Marvin.
"Iya beneran Om..kita baru tidur setelah Papih menggedor pintu kamar kita " tambah Maura
"Siapa suruh ngobrol tidak tau waktu " Marvin terus mengomel.
Ketika matahari mulai naik mereka pun memutuskan untuk pulang. Ketika hendak pulang tiba-tiba Maura mengeluh kakinya terkilir.
"Aduuh kaki aku sakit Om " Maura meringis memegangi pergelangan kakinya.
"Yang mana yang sakit ?" Marvin memeriksa pergelangan kaki Maura.
"Iya yang itu sakit..aduuh " keluh Maura.
"Ini sih tidak apa-apa " Marvin mengurut lembut kaki Maura.
"Tapi beneran sakit Om "
"Ya sudah sini Om gendong " Marvin memberikan punggungnya kepada Maura, dan Maura pun nemplok di punggung Marvin.
Marvin berjalan pulang sambil menggendong Maura. Ketika Selina dan Silva menoleh kearah Maura gadis itu tersenyum sambil menjulurkan lidahnya kearah Selina dan Silva.
Selina dan Silva berusaha untuk tidak tertawa melihat kakak sepupunya yang tidak menyadari jika sedang dikerjai oleh keponakannya yang nakal.
"Om berat tidak..kalau berat aku turun saja " tanya Maura ditelinga Marvin.
"Tidak " jawab Marvin sambil menahan kedua kaki Maura agar tubuhnya tidak melorot dari punggungnya.
Marvin menggendong Maura sampai rumah, sementara Selina dan Silva sudah sampai beberapa menit yang lalu.
Selina dan Silva sudah mengatakan kepada orang rumah jika Maura sedang mengerjai Marvin.
Tidak lama kemudian Marvin tiba dengan Maura didalam gendongannya.
Kaos Marvin tampak basah berkeringat karena menggendong Maura cukup jauh.
"Sudah turun kak..kasian Om kamu sampai keringetan begitu " Wisnu menghampiri Maura yang masih nemplok di punggung Marvin kemudian menjewer telinganya.
__ADS_1
"Ampuun sakit Dad..iya kakak turun sekarang " Maura pun turun dari punggung Marvin sambil meringis memegang telinganya yang terasa panas.
Marvin melongo menatap kaki Maura yang tidak apa-apa. Melihat Wisnu yang memarahi Maura akhirnya Marvin baru sadar jika ia sudah dikerjai oleh gadis nakal itu.
"Sana minta maaf sama Om kamu " omel Wisnu.
"Iya Dad " jawab Maura sambil beranjak menghampiri Marvin.
"Oom..maaf ya aku sudah ngerjain Om " ucap Maura menyesal.
"Kakak kalau ingin di gendong sama Om bilang saja, Om pasti mau gendong kakak..tapi jangan pake bohong bilang kaki kakak sakit.. Om kan jadi khawatir " jawab Marvin.
"Iya maaf Oom " jawab Maura menyesal.
"Sebagai hukumannya kakak harus bikinin Om es jeruk yang seger buruan Om haus !" titah Marvin.
"Oke Boss " jawab Maura sambil buru-buru beranjak ke dapur untuk membuat es jeruk untuk Om kesayangannya.
"Cucu Oma jahil banget sih ngerjain Om nya sendiri " Oma yang sedang berada di dapur menjembel pipi Maura yang sedang sibuk memeras jeruk
"Cicit Mah..bukan cucu " ralat Mikha yang sedang membantu Oma membuat kopi.
"Sama saja..mama maunya bilang cucu " kekeh Mama Adam.
"Terserah Mama deh " jawab Mikha.
Setelah selesai membuat es jeruk di dapur, Maura pun menghampiri Marvin dan memberikan satu gelas es jeruk buatannya kepada Marvin.
"Ini sebagai permintaan maaf aku karena sudah ngerjain Om " ucapnya tulus.
"Dasar anak nakal " Marvin mencubit ujung hidung Maura dengan gemas.
Kebersamaan keluarga besar itu harus berakhir ketika Seno, Arin, Selina, Maura dan Silva harus kembali ke Bandung pada sore harinya.
"Minggu depan kita yang akan ke Bandung " Wisnu memeluk anak gadisnya sebelum naik ke mobil Seno.
"Kakak mau dibawain apa kalau Mommy ke Bandung ?" tanya Millie yang seolah enggan melepaskan Maura pulang ke Bandung.
"Apa saja " jawab Maura sambil menciumi ketiga adiknya.
"Belajar yang bener..jangan pacaran terus " pesan Marvin sambil mengacak rambut Maura.
"Enak saja.. siapa yang pacaran terus "sungut Maura kesal.. setiap akan berpisah pasti itu yang Marvin ucapkan kepada Maura..jangan pacaran terus.. maksudnya jangan pacaran sama Zico..pacarannya sama Om saja...
__ADS_1
Dukungannya dong pliiiss