
Keesokannya Abimanyu seperti biasa menjemput Milea. Pagi ini Milea terlihat ceria karena Abimanyu tidak menyuruhnya membawa buku pelajaran. Sepertinya pria gunung es itu lupa dan Milea pun sengaja tidak mengingatkannya.
"Kak Abi..kita mau kemana ?" tanya Milea ketika Abimanyu mengambil jalan yang berbeda yang bukan menuju kantornya. " Jangan bilang kak Abi lupa jalan lagi " sindirnya.
Bukannya menjawab Abimanyu tampak fokus dengan jalanan di depannya membuat Milea kesal karena merasa diabaikan.
"Huh..ganteng-ganteng tuli, dasar manusia kutub " gumam nya pelan.
Abimanyu hanya melirik sekilas kearah Milea kemudian kembali fokus pada jalanan di depannya.
Milea kembali melayangkan protes ketika Abimanyu mulai memasuki kawasan elit tempat tinggalnya dan berhenti tepat di depan rumah megahnya.
"Kenapa kita kesini kak ?" tanya Milea.
"Hari ini kamu tidak usah ikut aku ke kantor, kamu disini saja sampai waktunya kamu pulang sekolah " jawab Abimanyu.
"Aku tidak mau kak..aku lebih baik ikut kakak saja ke kantor " pinta Milea menolak untuk turun.
"Tidak usah protes.. ini perintah Daddy " ucap Abimanyu.
"Perintah Om Bagas ? jangan bilang kakak menceritakan semuanya kepada Om Bagas " Milea terlihat bingung dan malu.
"Tidak usah protes cepat turun kita temui Mommy dan Daddy sekarang juga " jawab Abimanyu.
"Diperjanjian kita kan tidak melibatkan orang lain , kenapa kak Abi melibatkan orangtua kak Abi " Milea masih terus ngoceh.
"Memang..tapi sebagai orangtua wajar jika ingin mengenal pacar putranya " jawab Abimanyu.
"Pacar..pacar..terus..aku tuh mau jadi pacar kak Abi karena dijebak.. dasar licik " Milea melampiaskan kekesalannya dengan mencubiti tangan Abimanyu.
"Salah siapa begitu nakal dan bodoh sehingga bisa dijebak " jawab Abimanyu santai.
Menyadari akan kebodohannya akhirnya Milea pun tidak dapat protes lagi. Bahkan ketika Abimanyu memaksanya turun kemudian menuntunnya masuk melalui pintu utama ia tampak pasrah.
Begitu masuk suasana rumah tampak sepi karena Alysha sudah pergi ke sekolah.
Ketika sampai ruang keluarga Abimanyu buru-buru menarik pinggang Milea kemudian menutup kedua matanya dengan kedua tangannya agar tidak melihat Mommy nya sedang berada dipangkuan Daddy nya dengan bibir saling bertautan.
Menyadari kehadiran Abimanyu dan Milea Felisha pun buru-buru mengakhiri tautan bibir mereka kemudian turun dari pangkuan Bagas.
"Kalian sudah datang ?..sini Sayang ! " Felisha melambaikan tangannya menyuruh Milea duduk disampingnya.
Sebelum duduk disamping Felisha Milea terlebih dulu mencium tangan sepasang suami istri itu yang barusan kepergok sedang saling berciuman.
Setelah membawa Milea ke rumahnya Abimanyu langsung pamit kepada Bagas dan Felisha untuk pergi ke kantor.
__ADS_1
Abimanyu mengabaikan tatapan bingung Milea yang seolah meminta agar Abimanyu tidak pergi meninggalkannya karena ia merasa terasing sendirian di rumah ini.
"Kamu sudah makan ?" tanya Felisha sambil menepuk-nepuk tangan Milea.
"Sudah Tan " jawab Milea.
"Abimanyu sudah menceritakan semuanya tentang kamu..makanya Tante suruh Abimanyu bawa kamu kesini daripada ikut ke kantor pasti sangat membosankan " ucap Felisha.
Milea mengangguk dengan wajah sedikit merah karena menahan malu. Milea tidak menyangka jika akhirnya ada orang yang tau masalahnya selain si manusia es Abimanyu.
"Sebentar lagi Alysha pulang, dia pasti senang melihat kamu ada disini " ucap Felisha sambil kembali menepuk tangan Milea lembut.
Selama berada di rumah Bagas, Milea mendapat nasehat dari Bagas dan Felisha agar jangan pernah kembali melakukan kenakalan.
"Apakah semua teman-teman kamu yang selalu bolos dengan kamu juga mendapatkan hukuman yang sama ?" tanya Bagas.
"Iya Om..mereka juga mendapat sangsi skorsing selama satu Minggu..tapi teman-teman aku malah pergi berlibur ke Bali " jawab Milea sambil menunduk.
"Dasar anak-anak nakal " Bagas geleng-geleng kepala.
"Mereka tidak setia kawan " Felisha terkikik.
Ketika hari semakin siang suasana di rumah Bagas tiba-tiba menjadi rusuh dengan kedatangan Cindy dan Satria juga si kembar Safira dan Sahira. Tidak lama kemudian Zhifana juga datang bersama Arka dan Arsy.
"Tidak kak aku sedang di skorsing selama satu Minggu " jawab Milea.
"Di skorsing ?..waah asik tuh " ujar Cindy sambil tertawa.
"Dek !" omel Zhifana sambil melotot kearah Cindy yang seolah memuji kenakalan yang Milea lakukan.
"Becanda kak " ujar Cindy sambil nyengir.
"Jangan memberi pengaruh yang buruk kak..kamu harus kasih contoh yang baik pada Milea, apalagi kamu itu seorang Bhayangkari !" nasehat Bagas.
"Iya Dad..aku cuma becanda " jawab Cindy.
"Bunda..kakak ini siapa ?" tanya Satria sambil menunjuk kearah Milea.
"Kakak ini pacarnya Om Abi ..calon aunty Aa " jawab Cindy membuat wajah Milea memerah seperti kepiting rebus. Jujur sebetulnya mental Milea belum siap untuk menyandang status sebagai pacar si gunung es.
"Oh pacarnya Om Abi " ujar Satria. Setelah rasa penasarannya terjawab Satria pun kembali bermain bersama Arka dan Arsy juga kedua adik kembarnya.
Beberapa menit kemudian mobil jemputan sekolah Alysha pun datang. Gadis itu tampak heboh ketika melihat Milea ada di rumahnya.
"Kakaaak Mile..kapan datang ?" Alysha menghambur kedalam pelukan Milea.
__ADS_1
"Kenapa model rambut kalian sama ?" tanya Zhifana setelah memperhatikan Milea dan Alysha yang sedang saling berpelukan.
"Aku memang meniru gaya rambut kak Mile..malah ke salonnya juga sama kak Mile..iya kan kak ?" tanya Alysha.
"Iya " Milea membenarkan.
"Oh pantas saja mirip "
"Mama..aku juga mau gaya rambut seperti kak Alysha dan kak Mile " Arsy menarik-narik tangan Zhifana.
"Iya nanti kalau rambut kamu sudah panjang " jawab Zhifana sambil tersenyum.
"Untung Safira dan Sahira belum mengerti..kebayang kalau mereka juga ingin model rambut yang sama bisa rombongan ke salonnya " ujar Cindy sambil menatap si kembar yang sedang bermain bersama kakak dan kedua sepupunya.
Pada saat makan siang Nakula dan Abimanyu pulang untuk makan siang di rumah, tidak lama kemudian disusul Sadewa yang juga pulang untuk makan siang bersama.
"Aku pikir Luna pulang " ujar Sadewa sambil menatap Milea yang memang dipinjamkan baju Luna oleh Felisha.
"Coba kalau Luna dan Kenzo ada.. keluarga kita pasti lengkap " ujar Felisha dengan wajah sendunya. Milea yang merasa sebagai orang luar di keluarga itu hanya menunduk sambil mengaduk makanannya.
Sementara di belahan bumi yang lain, Kenzo tampak sedang membujuk Luna yang sedang merajuk ingin pulang ke Jakarta.
"Kakak janji akhir bulan ini setelah kakak tidak sibuk kita ke Jakarta " Kenzo mengusap tubuh Luna yang tertutup selimut sampai kepala.
"Kamu bohong terus Sayang..dari dulu juga akhir bulan terus bilangnya " jawab Luna dari dalam selimut.
"Kalau kamu sibuk terus biar aku saja sama Mamih yang ke Jakarta "
"Kalian itu enak saja mau pergi meninggalkan suami..lagian bukan kakak saja yang keberatan tapi Papih juga " ujar Kenzo.
"Memangnya kenapa kalau aku dan Mamih pergi ke Jakarta ? kamu dan Papih juga sering meninggalkan kita ke luar kota " protes Luna.
"Itu kan urusan pekerjaan Sayang.. lagian kenapa sih kamu tiba-tiba ngamuk ingin ke Jakarta hmm ?" tanya Kenzo lembut.
"Aku lihat postingan Cindy dan kak Zhi..mereka sedang makan siang bersama sama Mommy dan Daddy juga pacarnya Abi " jawab Luna sambil terisak.
"Ooh..ternyata itu alasannya " Kenzo geleng-geleng kepala melihat Luna yang Masih saja manja meskipun sudah memiliki tiga anak. " Eeh..apa tadi kamu bilang..pacar Abi ?" Kenzo menarik selimut yang menutupi sekujur tubuh Luna. Akhirnya adik iparnya yang ganteng itu punya pacar juga.
"Iya Sayang..Abi sekarang pacaran sama Milea " jawab Luna.
"Milea..anak yang dulu nabrak Abi ?" tanya Kenzo.
"Iya Sayang " jawab Luna.
Membahas Milea yang berpacaran dengan Abimanyu membuat Luna lupa jika ia sedang merajuk ingin pulang ke Jakarta.
__ADS_1