
Begitu turun dari mobil Rima dan Mona langsung berlari menghambur memeluk Milea.
"Oh My Mileeeee..calon Mahmud " kedua wanita itu langsung heboh mengusap-usap perut rata Milea.
"Kalian tau darimana kalau gw sedang hamil ?" tanya Milea berbisik ditelinga Rima dan Mona.
"Dari calon Papa bayi dalam perut kamu dong " jawab Rima.
"Ck..dasar kak Abi " gumam Milea.
Milea tidak menyangka jika Abi akan mendahuluinya memberitahu kabar bahagia itu kepada kelima sahabatnya.
Ketika dalam perjalanan ke kantor Abi memang menghubungi Samuel dan meminta kelima sahabat Milea itu untuk membantu menjaga dan mengawasi istrinya.
Abimanyu berjanji akan memberi imbalan liburan ke Raja Ampat seperti keinginan mereka berlima setelah Milea melahirkan nanti. Dan tentu saja mereka semua harus merahasiakannya dari Milea.
"Kalau Lo mau apapun tinggal bilang sama kita..kita akan siap memenuhi apapun permintaan calon keponakan kita " ucap Samuel.
"Beneran ya..kalian akan menuruti apapun keinginan calon keponakan kalian " ujar Milea senang.
"Ya..kita janji. Asal tidak yang aneh-aneh dan aman buat calon keponakan kita " jawab Samuel.
"Terimakasih..kalian memang teman terbaik gw " Milea dan kelima sahabatnya itu pun berjalan beriringan masuk ke kampus mereka.
*
Jam tiga sore Milea pulang dari kampus. Di meja makan sudah tersedia aneka masakan yang bukan merupakan pesanan Milea pagi tadi.
"Bik..aku kan tidak minta dibuatkan ini ?" Milea menunjuk pada beberapa menu di meja makan.
"Tadi ada Bu Feli kesini, beliau yang menyuruh Bibik buatkan ini buat Ibu, Bu Feli berpesan makanan ini harus dimakan sampai habis " jawab ART Milea.
Milea baru sadar jika sifat pemaksa Abi merupakan warisan dari Mommy nya. Kalau sifat kakunya ia dapatkan dari Daddy nya.
Meskipun Felisha tidak ada dihadapannya akhirnya Milea mau memakan makanan yang khusus dibuatkan untuknya yang pastinya semua kandungan gizinya bagus untuk ibu hamil.
Disaat Milea sedang makan Abimanyu pulang dari kantor. Milea yang sedang mengunyah makanannya melongo ketika Abimanyu menyodorkan satu buket bunga yang cantik untuk Milea.
"Tumben kak Abi hari ini romantis, abis salah minum obat ya ?" tanya Milea heran membuat suasana romantis yang sedang Abi bangun runtuh seketika.
__ADS_1
"Tadi kebetulan lewat toko florist jadi mampir..ini pun cuma meraba-raba bunga apa yang kira-kira kamu sukai karena aku tidak tau bunga kesukaan kamu " jawab Abi.
"Ini juga bagus..aku suka " jawab Milea membuat mata Abimanyu langsung berbinar bahagia.
Walau Milea bukan pecinta bunga karena ia sedikit tomboy namun Milea menghargai usaha Abi untuk membuatnya senang.
"Kak Abi makan ya temani aku !" Milea memaksa Abi duduk kemudian mengisi piring dengan nasi dan lauknya untuk suaminya.
Walaupun belum waktunya makan malam Abi pun akhirnya mau menemani Milea makan.
"Hari ini Mommy menyuruh Bibik masak yang katanya bagus buat ibu hamil jadi kak Abi harus bantu menghabiskannya..tapi jangan ngadu sama Mommy " ujar Milea.
"Kamu yang suka ngadu sama Mommy bukan aku..sampai kita lagi begituan juga diceritain sama Mommy " jawab Abimanyu.
"Bukan bermaksud ngadu..tapi kak Abi tau sendiri bagaimana cara Mommy bertanya nya..seperti penyidik yang sedang mengintrogasi tersangka saja " keluh Milea.
"Mommy memang begitu orangnya " jawab Abimanyu sambil tersenyum.
Abimanyu hari ini terlihat senang karena Milea sudah mulai mau berbicara banyak kepadanya tidak seperti beberapa hari sebelumnya yang selalu menghindar dan tidak mau berbicara kepadanya.
"Kak Abi kenapa melamun ?" satu tepukan dari Milea ditangannya memutus lamunan Abi tentang peristiwa beberapa hari yang lalu yang cukup menyesakkan untuknya.
"Siapa bilang aku sudah tidak marah lagi sama kak Abi ?" Milea melirik judes kearah Abimanyu.
"Aku pikir kamu sudah tidak marah lagi sama aku " binar bahagia diwajah tampan Abimanyu pun seketika sirna berubah menjadi sendu.
"Masih kesal saja sedikit..gara-gara kak Abi aku jadi munta-muntah kemarin " Milea masih menyalahkan Abi.
"Jangan hanya menyalahkan aku saja dong, si Ega juga salah gara-gara nyium wangi bawang dari dia kamu juga muntah " Abi tidak mau Milea hanya menyalahkan dirinya.
"Iya. gara-gara kalian kemarin aku muntah-muntah..tapi yang paling nakal dia nih yang sedang ngerjain aku " Milea mengelus perutnya sendiri.
"Dia bukan nakal Sayang, tapi sedang memberitahu keberadaannya saja. Selama ini kita kan tidak tau kalau diam-diam dia sudah hadir diantara kita " Abimanyu meluruskan ucapan Milea.
"Maaf ya Sayang Mama salah, kamu tidak nakal..Papa yang nakal " Milea buru-buru meminta maaf dan kembali mengusap-usap perutnya yang masih rata.Abimanyu hanya geleng-geleng kepala karena Milea masih saja terus menyalahkannya.
Ketika hari menjelang malam, Milea dan Abimanyu sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Abi tampak anteng dengan pekerjaan kantornya sedangkan Milea dengan tugas kuliahnya.
Milea yang mulai merasa mengantuk mulai terlihat uring-uringan karena tugasnya yang menumpuk.
__ADS_1
Abimanyu menghentikan sejenak pekerjaannya dan melirik kearah Milea yang tampak sedang meremat rambutnya.
"Apakah ada kesulitan ?" tanya Abimanyu.
"Tidak " jawab Milea berdusta dan kembali fokus dengan laptopnya.
Abimanyu sempat melihat mata Milea yang merah menahan kantuk namun wanita itu gengsi untuk mengakuinya.
"Sini biar aku lanjutkan tugas kuliah kamu !" Abimanyu mengambil alih laptop dipangkuan Milea.
"Tidak usah, aku bisa kerjakan sendiri " Milea bersikeras menolak karena Milea tau jika pekerjaan Abimanyu pun banyak.
"Sayang..lihat mata kamu sudah merah begitu. Kamu pikir kamu dapat mengerjakan dengan benar dengan kondisi seperti itu ?" omel Abimanyu.
"Lebih baik kamu istirahat dan biarkan aku membantu pekerjaan kamu..ingat kamu itu sedang mengandung dan butuh istirahat yang cukup "
"Tapi kak Abi juga bukannya sedang sibuk ?" tanya Milea.
"Aku bisa mengerjakannya nanti " jawab Abimanyu.
"Baiklah " jawab Milea akhirnya dan membiarkan Abimanyu mengambil alih laptopnya.
Mungkin karena pengaruh kehamilannya Milea merasa lebih cepat lelah dan mengantuk.
Setelah Abimanyu mengambil laptopnya Milea pun membaringkan tubuhnya dan menggunakan paha Abimanyu sebagai bantalnya.
Diam-diam Milea memperhatikan wajah tampan Abimanyu yang tampak fokus dengan laptop milik Milea. Sebetulnya suaminya itu pria yang sangat baik hanya saja ia terlalu kaku sehingga tidak tau cara memperlakukan wanita dengan benar dan sifat itulah yang membuat Milea dongkol dan merasa tidak nyaman.
"Cepat tidur !" perintah Abimanyu saat melihat Milea diam-diam memperhatikan wajahnya dari pangkuannya.
"Iya " jawab Milea sambil berusaha memejamkan matanya. Entah mengapa justru kini Milea sama sekali tidak mengantuk padahal tadi ketika sedang mengerjakan sendiri tugas kuliahnya Milea merasa sangat mengantuk. Sepertinya kali ini bayi mereka sedang mengerjai Papanya dan Milea tertawa dalam hati.
Milea naik keatas kasurnya setelah Abimanyu menyelesaikan semua tugas kuliahnya. Tidak bisa dipungkiri meskipun kaku namun suaminya itu memiliki otak yang sangat cerdas seperti Daddy nya.
Setelah menyelesaikan tugas kuliah Milea barulah Abimanyu kembali fokus dengan pekerjaannya kembali.
Waktu hampir jam 10 malam ketika Abimanyu menyusul Milea naik keatas ranjang setelah menyelesaikan pekerjaannya.
Sebelum tidur Abimanyu menghampiri Milea yang tidur memunggunginya dan mengecup puncak kepalanya. " Sayang jika ada yang aku takutkan saat ini adalah..aku takut kamu tidak bahagia hidup denganku " bisik Abimanyu sambil mengelus perut Milea.
__ADS_1
Setelah mengucapkan itu Abimanyu pun membaringkan tubuhnya dan bersiap untuk tidur. Pria tampan itu tidak menyadari jika sebetulnya Milea belum tidur dan sempat mendengar apa yang baru saja Abimanyu ucapkan.