My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Demi Abi Aku Rela


__ADS_3

Setelah Abimanyu pergi untuk mengantarkan Milea pulang suasana rumah Bagas kembali menjadi sepi. Bagas kembali membawa Felisha ke kamarnya.


"Mas..nanti kalau Milea kuliah di Kanada bagaimana ya ?" tanya Felisha.


"Ya tidak bagaimana -bagaimana, paling mereka pacaran jarak jauh.. jaman sekarang sudah bukan hal yang sulit karena walaupun jauh tetap bisa berkomunikasi " jawab Bagas santai.


"Kamu lihat sendiri tadi Abi sampai keselek begitu dengar Milea ingin kuliah di Kanada.. sepertinya Abi tidak mau jauh dari Milea " lanjut Felisha.


"Kalau Milea nya yakin ingin kuliah disana ya Abi bisa apa ? walaupun berat tetap harus dukung karena Abi belum berhak melarang apapun keinginan Milea..yang lebih berhak atas Milea saat ini ya orangtuanya " jawab Bagas bijak.


"Iya juga sih..aku cuma kasihan lihat Abi " jawab Felisha lirih.


"Dia itu laki-laki..ditinggal kuliah ke luar negri bukan berarti putus kan ? biar dia berjuang mendapat cintanya ,seperti Mas juga dulu berjuang segala cara agar kamu dan Luna mau kembali lagi ke rumah " Bagas kembali mengenang peristiwa puluhan tahun yang lalu yang nyaris kehilangan Felisha dan Luna.


"Iya..dulu kan Mas pake cara licik dengan memanfaatkan Nakula dan Sadewa, juga main curang nyogok kak Ezra supaya aku balik lagi ke Jakarta " Felisha mencubit perut Bagas geram.


"Itu merupakan bagian dari perjuangan Mas..kalau bersungguh-sungguh pasti berhasil, Abi juga harus begitu seperti Daddy nya "


"Iya tapi tetap saja curang "


Bagas hanya tertawa kemudian merengkuh tubuh Felisha kedalam dekapannya. "Kamu tau Sayang.. saat kamu dan Luna pergi adalah siksaan terberat untuk Mas, apalagi Ayah dan Bunda juga Dio ikut membenci Mas..tapi dulu itu Mas memang keterlaluan sama kamu dan Luna "


"Aku berharap Milea tidak jadi kuliah di Kanada, kalau perlu aku akan bujuk anak itu agar membatalkan rencananya " ujar Felisha dari dalam pelukan Bagas.


"Kamu itu kalau kebiasaan deh suka maksa " Bagas mencubit ujung hidung Felisha. " Emang kamu sudah yakin sama Milea, kamu tau sendiri kalau dia itu nakalnya minta ampun "


"Aku sudah sangat suka sama anak itu walaupun dia nakal tapi aku yakin dia sebetulnya anaknya baik " jawab Felisha.


"Baiklah kalau begitu, nanti aku akan bantu bicara sama Adam dan Wisnu " ujar Bagas.


"Nah gitu dong Sayang..jadi tambah cinta sama kamu " Felisha menciumi seluruh wajah Bagas saking senangnya karena akhirnya si kanebo mesumnya itu mau turun tangan membantu putranya.


"Tapi itu tidak gratis loh..kamu yang harus membayarnya " bisik Bagas penuh arti.

__ADS_1


"Baiklah..demi Abi aku rela " jawab Felisha sambil naik ke pangkuan Bagas. " Mau disini atau di kasur ?" tanyanya.


"Disini dulu,nanti ronde kedua kita pindah ke kasur " jawab Bagas tersenyum licik.


"Loh kok ada ronde kedua ?" Felisha langsung protes.


"Sudah tidak usah protes..kan demi Abi " jawab Bagas seraya menyatukan bibir mereka.


*


Adam yang sedang berada di ruangan kerjanya diberitahu oleh sekertaris nya jika ada Bagas datang ingin bertemu.


Mendengar nama Bagas Adam langsung menghentikan pekerjaannya dan menyuruh sekertaris nya mempersilahkan Bagas masuk.


"Ada angin apa yang membawamu kesini ?" sapa Adam sambil mempersilahkan Bagas duduk.


"Sedang ingin mengobrol saja, barusan habis dari kantor lihat anak-anak terus mampir kesini " jawab Bagas.


"Aku ingin membicarakan masalah anak-anak " ucap Bagas.


"Maksudnya Milea dan Abi ?" tanya Adam. Bagas mengangguk.


"Aku lihat sepertinya Abi berniat serius sama Milea, namun kemarin kami mendengar jika Milea ingin melanjutkan kuliah di Kanada seperti kamu dan Marvin..kira-kira apakah kamu mengijinkan jika Milea kuliah di Kanada ?" tanya Bagas.


Bagas sengaja bertanya hanya ingin tahu apakah Adam menyetujui niat Milea itu atau tidak seperti Felisha dan Abimanyu.


Adam tampak termenung, bayangan masa lalunya yang kelam sewaktu di Kanada kembali menari-nari di pelupuk matanya. Kehidupan dunia malam dan *** bebas membuat ia bergidik ngeri..ia tidak ingin itu terjadi pada si Gemoy kesayangannya.


"Sepertinya aku tidak akan mengijinkan " jawab Adam setelah sekian lama termenung.Bagas terlihat lega mendengar jawaban Adam.


"Tapi entah dengan Wisnu..walau bagaimanapun Wisnu dan Millie adalah orangtuanya, mereka yang lebih berhak menentukan dibanding aku yang hanya kakek sambungnya " lanjut Adam.


"Setidaknya Wisnu dan Millie akan mendengar omongan kamu " ucap Bagas.

__ADS_1


"Sebentar.. sebenarnya maksud kamu kesini itu untuk apa? memberitahu tentang niat Milea yang ingin kuliah di Kanada atau menyuruh aku melarang dia pergi ?" tanya Adam curiga.


"Dua-duanya " jawab Bagas sambil tertawa.


"Ternyata yang sudah jatuh cinta sama Milea bukan hanya Abimanyu tapi semua keluarga aku "


"Apakah kalian yakin ? kamu tau sendiri bagaimana nakalnya anak itu ?" Adam menatap dalam kearah Bagas. " Aku tidak ingin itu nantinya jadi masalah "


"Jika Milea sudah masuk keluarga Bagas, baik dan buruknya anak itu akan jadi tanggung jawab kami " jawab Bagas yakin.


"Baiklah kalau begitu..biar Wisnu dan Millie jadi urusan aku " ujar Adam. Sepertinya Adam tidak ragu lagi memberikan Milea kepada keluarga Bagas.


"Tolong rahasiakan pembicaraan ini dari Milea. Aku pun akan merahasiakan dari Abimanyu " pinta Bagas.


"Baiklah " Adam setuju.


Adam dan Bagas mengobrol cukup lama sambil menikmati secangkir kopi.Bagas baru pamit ketika Felisha beberapa kali menelpon menanyakan keberadaannya.


"Begini nih kelakuan Felisha..baru ditinggal sebentar sudah sibuk nyariin " ucap Bagas sambil pamitan.


Sepulang dari kantor Adam menceritakan pertemuannya dengan Bagas kepada Mikha.


"Pokoknya aku tidak setuju kalau Milea kuliah di Kanada " Mikha langsung memberikan reaksi penolakan.


"Abang juga tidak setuju, makanya Abang sedang cari cara biar anak itu tidak nekad..kamu tau sendiri bagaimana si Gemoy itu " ujar Adam.


"Awas saja kalau Wisnu dan Millie memberi ijin " ucap Mikha.


"Abang juga maunya Wisnu dan Millie satu kata dengan kita, biar nanti Abang bicara sama mereka "


"Iya..pokoknya aku tidak mau jauh dari si Gemoy " pinta Mikha dengan suara lirih. " aku tuh udah sayang banget sama anak itu sejak Millie sering bawa dia kesini waktu dia masih bayi "


"Iya Abang mengerti " jawab Adam.

__ADS_1


__ADS_2