
Keesokannya setelah orang suruhan Abimanyu datang untuk membawa mobilnya ke Jakarta, Abimanyu dan Milea pun langsung terbang ke Bali.
Meskipun Bagas memiliki hotel di Bali namun Abimanyu memilih untuk menginap di villa mereka untuk menikmati the real honeymoon nya dengan Milea.
Abimanyu dan Milea tiba di villa mereka jam dua siang. Begitu tiba para pelayan langsung membawa barang-barang mereka ke dalam kamar pengantin yang sudah disiapkan atas perintah Felisha.
Begitu masuk kedalam kamar Milea dan Abimanyu tampak melongo mendapati kamar mereka sudah ditata dengan sangat cantik. Hampir disetiap sudut ruangan dihiasi dengan bunga segar yang sangat indah dan harum. Bahkan di ranjang pun sudah dihiasi taburan kelopak bunga mawar merah membentuk hati tepat di bagian tengahnya.
"Ya ampuun cantik banget " Milea menatap kagum pada kamar mereka.
"Ini pasti kerjaan Mommy " ujar Abimanyu.
Milea menatap sekeliling kamar itu dengan penuh kekaguman, ketika mendapatkan satu pintu Milea pun membukanya dan seketika matanya langsung melotot ketika mendapati satu privat pool yang langsung berhadapan dengan bibir pantai.
"Kakaak ayok kita berenang " Milea yang kebetulan sedang gerah setelah menempuh perjalanan panjang langsung menarik-narik tangan Abimanyu menuju privat pool yang ada tepat didepan pintu kamar mereka.
"Nanti saja aku masih lelah " Abimanyu menolak.
"Ya sudah kalau begitu aku saja yang renang sendiri " Milea langsung menceburkan dirinya kedalam kolam meskipun masih mengenakan pakaian lengkap nya.
"Dasar bocah bandel " Abimanyu geleng-geleng kepala melihat tingkah konyol Milea.
Abimanyu yang memang tidak berminat untuk berenang saat ini akhirnya memilih duduk di kursi jemur sambil memperhatikan kolam tempat Milea menceburkan diri.
Setelah beberapa menit Abimanyu terlihat panik ketika tubuh Milea tidak juga muncul di permukaan.
"Milea..jangan becanda !" Abimanyu memanggil Milea yang masih belum muncul juga dipermukaan kolam.
Abimanyu yang sangat panik langsung menceburkan diri ke kolam untuk menolong Milea.
Begitu tubuh Abimanyu masuk kedalam kolam tubuh Milea pun muncul. Milea tertawa terbahak-bahak melihat Abimanyu yang akhirnya menceburkan diri kedalam kolam dengan pakaian lengkap sama seperti dirinya.
"Kamu becandanya tidak lucu !" Abimanyu tampak marah dan langsung naik kembali meninggalkan Milea yang tampak melongo didalam kolam.
"Kenapa marah..aku kan hanya becanda " gumam Milea dan akhirnya memilih naik karena melihat kemarahan Abimanyu barusan.
Setelah membersihkan tubuhnya dan berganti baju Milea memilih pergi keluar dari kamar karena melihat Abimanyu yang tampak masih marah kepadanya.
Milea pergi ke dapur untuk melihat beberapa orang pelayan yang sedang sibuk menyiapkan makanan.
Pada saat Milea anteng di dapur gadis itu mendapat telepon dari Felisha.
"Kalian sudah sampai di villa Sayang ?" tanya Felisha.
"Sudah mom " jawab Milea
"Abi mana..mommy mau bicara dong ! " tanya Felisha.
"Kak Abi ada di kamar, kalau mau bicara sama kak Abi Mommy telepon ke nomor kak Abi saja..dia sedang marah sama aku " Milea mengadu.
"Sedang marah ? kalian bertengkar ?" disebrang sana Felisha langsung melotot.
"Tidak " jawab Milea lirih.
"Ya sudah Mommy telepon Abi sekarang " Felisha pun mengakhiri panggilan telepon dengan Milea dan langsung menghubungi putranya.
"Mereka kenapa Sayang ?" Bagas yang ikut mendengarkan pembicaraan antara Felisha dan Milea tampak penasaran.
__ADS_1
"Milea bilang Abi sedang marah.. menantu kita yang nakal itu bikin ulah apalagi sehingga bikin Abi marah " jawab Felisha sambil menghubungi Abimanyu.
Setelah beberapa kali panggilan akhirnya terdengar suara Abimanyu.
"Ada apa Mom ?" tanya Abimanyu
"Justru Mommy yang tanya sama kamu..apa benar kamu dan Milea bertengkar ? Milea bilang kamu sedang marah "
"Dasar anak nakal ..berani ngadu" Abimanyu menggerutu.
"Abi...anak nakal itu istri kamu !" bentak Felisha.
"Maaf Mom..aku tidak sedang bertengkar dengan Milea cuma sedang sedikit kesal saja sama anak itu " jawab Abimanyu.
Abimanyu menceritakan tingkah konyol Milea beberapa waktu yang lalu saat di kolam renang yang membuat dirinya sangat panik karena khawatir terjadi hal yang buruk terhadap istrinya itu.
"Ooh begitu.." Felisha terlihat lega.
"Kamu itu harus sabar menghadapi dia.Kamu tau sendiri Milea itu masih muda usianya saja baru 17 tahun lewat sedikit jadi kamu harus maklum..kamu jauh lebih dewasa dari dia jadi kamu harus bisa membimbing dia agar menjadi lebih dewasa. Milea seperti itu karena ia sudah terbiasa dimanjakan oleh Daddy dan Papihnya..jadi kamu harus maklum " nasehat Felisha
"Iya Mom " jawab Abimanyu.
Selain Felisha Bagas juga sempat mengambil alih telepon dan ikut menasehati putra tampannya. Abimanyu mendengarkan semua nasehat dari Mommy dan Daddy nya dengan khidmat.
hampir satu jam Abimanyu mendapat nasehat dari Bagas dan Felisha. Setelah pembicaraan mereka berakhir Abimanyu pun keluar dari kamar untuk mencari Milea.
"Apakah kalian melihat dimana Milea ?" tanya Abimanyu kepada pelayan yang sedang menyiapkan makanan di meja makan.
"Non Milea tadi pergi menggunakan motor pak Markus " jawab pelayan yang ditanya oleh Abimanyu.
Dalam kepanikan Abimanyu menyambar kunci mobilnya kemudian melajukan mobilnya dengan kencang untuk mencari Milea.
Wajah panik Abimanyu memudar ketika akhirnya mereka berpapasan di jalan. Milea tampak santai melajukan motornya kembali kearah Villa entah darimana.
Abimanyu buru-buru memutar balik mobilnya dan mengikuti motor Milea dari belakang hingga sampai ke villa.
Abimanyu nyaris memarahi Milea jika saja ia tidak ingat nasehat Mommy dan Daddy nya. Akhirnya Abimanyu berusaha menekan kemarahan nya.
"Kamu darimana ? bikin khawatir saja " tanya Abimanyu lembut.
"Aku dari apotik membeli obat sakit kepala, kepala aku sedikit pusing " jawab Milea tanpa berani menatap kearah Abimanyu karena pria itu sedang marah kepadanya gara-gara keisengannya di kolam renang tadi siang.
"Lain kali kalau mau pergi kemana-mana bilang dulu sama aku, jadinya aku kan tidak khawatir " pesan Abimanyu sambil merengkuh pundak Milea dan membawanya ke kamar.
"Iya " jawab Milea lirih.
"Mana obatnya ?" tanya Abimanyu ketika tidak melihat Milea membawa apapun ditangannya.
"Su..sudah aku minum tadi sebelum pulang " jawab Milea sedikit gugup.
Dahi Abimanyu sedikit mengernyit, pria tampan itu menangkap ada sesuatu yang sedang berusaha Milea sembunyikan darinya..mungkin pergi ke apotik hanya alasan Milea saja pikir Abimanyu. Namun Abimanyu tidak berani banyak bertanya khawatir membuat Milea merasa tersudut dan akhirnya merasa tidak nyaman berada di dekatnya.
Ketika pelayan sudah selesai menyiapkan makan malam untuk mereka Abimanyu pun mengajak Milea makan.
"Kamu harus makan yang benar biar tidak sakit. Kalau sampai kamu sakit Papih dan Daddy pasti akan murka kepadaku " ucap Abimanyu sedikit berseloroh. Namun Milea hanya menanggapi dengan senyum tipis malah seperti dipaksakan.
Menyadari Milea seperti yang sungkan kepadanya Abimanyu pun mengajak Milea duduk di pinggir kolam renang setelah mereka selesai makan malam.
__ADS_1
Abimanyu berusaha mencairkan suasana yang sedikit kaku setelah insiden di kolam renang tadi siang.
"Kamu masih marah kepadaku ?" Abimanyu mencolek pinggang Milea.
"Aku marah ? bukannya kak Abi yang marah sama aku ?" Milea membalikan ucapan Abimanyu.
"Aku itu bukannya marah..hanya kesal saja. Kamu sudah membuat aku khawatir..aku pikir terjadi hal yang buruk sama kamu..jangan becanda seperti itu lagi ya !" pesan Abimanyu.
"Iya " jawab Milea.
"Kamu tadi ngadu ya sama Mommy ? aku sampai dimarahin sama Mommy dan Daddy gara-gara kamu ngadu " ucap Abimanyu sedikit didramatisir agar Milea iba kepadanya.
"Syukurin " jawab Milea yang langsung membuat Abimanyu melotot. Ia pikir Milea akan iba kepadanya ternyata malah sebaliknya.
"Kamu itu mendengar suami dimarahin malah bilang syukur " keluh Abimanyu.
"Habisnya kak Abi itu nyebelin.. tidak bisa diajak becanda..tidak asik " jawab Milea ketus.
"Jadi menurut kamu aku seperti itu ?" tanya Abimanyu. Milea mengangguk.
"Kalau begini asik tidak ?" bisik Abimanyu sambil merangkum wajah Milea kemudian menyatukan bibir mereka dengan lembut.
Milea tidak menjawab, gadis itu masih terlihat shock dengan serangan dari Abimanyu yang tiba-tiba.
Untuk beberapa saat Milea tampak mematung sambil menahan desiran aneh disekujur tubuhnya.
Abimanyu melepaskan sejenak pagutannya dan menatap dalam wajah Milea yang merona.
"Bagaimana sudah asik belum ?" tanya Abimanyu dengan seringai tipisnya.
"Mesuuum " jawab Milea sambil mencubit perut Abimanyu dan memelintirnya.
Abimanyu tersenyum, mendapat cubitan berarti istri nakalnya itu sudah mulai melupakan kekesalannya.
"Mau yang lebih asik lagi ?" tanya Abimanyu menggoda.
"Apaan sih " Milea kembali mencubit perut Abimanyu hingga pria tampan itu meringis kesakitan.
"Dalam sehari berapa kali kamu mencubit aku hmm..?" tanya Abimanyu sambil menangkap tangan Milea dan menguncinya dalam genggamannya sebelum bibir Abimanyu kembali melu mat bibirnya lembut. Milea tampak pasrah dan diam-diam menikmatinya.
Namun ketika bibir Abimanyu mulai merambat turun ke lehernya Milea tampak berusaha melepaskan tangannya yang berada dalam kuncian Abimanyu. Rasa geli tak tertahankan membuat Milea mengeluh dan minta tangannya dilepaskan.
"Aku lepaskan asal jangan nyubit " bisik Abimanyu sambil menyesap leher putih mulus Milea sehingga meninggalkan satu jejak cantik disana.
"I..iyyahh " jawab Milea dan Abimanyu pun melepaskan kuncian nya dan membiarkan tangan mulus itu kini melingkar erat diperut Abimanyu.
Tiupan angin pantai di malam itu membuat tubuh Milea sedikit menggigil dan Abimanyu pun langsung menuntun Milea masuk ke kamar mereka.
Setibanya di kamar Milea hendak menjauh dari Abimanyu namun tangan pria itu dengan cepat menangkap pinggang Milea sehingga tubuh mungil Milea menubruk tubuh tinggi kekar milik Abimanyu.
"Mau kemana kamu ? jangan coba-coba kabur anak nakal " ucap Abimanyu sambil mengunci tubuh Milea dalam dekapannya.
"Kak Abi itu suka sekali menyebut aku anak nakal " cebik Milea.
"Itu adalah panggilan sayang aku untuk kamu " jawab Abimanyu.
"Orang tuh panggilan sayangnya Beb..Honey..eh ini anak nakal " cebik Milea.
__ADS_1