My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Berbaikan


__ADS_3

" Sayang jika ada yang aku takutkan saat ini adalah..aku takut kamu tidak bahagia hidup denganku " bisik Abimanyu sambil mengelus perut Milea.


Setelah mengucapkan itu Abimanyu pun membaringkan tubuhnya dan bersiap untuk tidur.


Pria tampan itu tidak menyadari jika sebetulnya Milea belum tidur dan sempat mendengar apa yang baru saja Abimanyu ucapkan.


Ketika Abimanyu nyaris memejamkan matanya dibelakang punggung Milea ia kaget ketika tiba-tiba Milea membalikan tubuhnya menghadap kearahnya kemudian memeluk tubuhnya.


"Sayang..aku pikir kamu sudah tidur " ucap Abimanyu membalas pelukan istrinya dengan hangat.


"Aku belum tidur dan aku juga mendengar apa yang barusan kamu ucapkan " jawab Milea sambil menyusupkan wajahnya di dada Abimanyu.


Abimanyu terdiam, ia hanya mengelus punggung Milea dan mengecup puncak kepalanya dengan lembut. " Jangan marah dan jangan mengabaikan aku lagi ya Sayang " pintanya dengan suara lirih.


"Makanya kamunya jangan nyebelin " jawab Milea.


"Apakah aku ini sangat menyebalkan sehingga membuat kamu tidak nyaman ?" tanya Abimanyu.


"Iya..Kak Abi itu terlalu pemaksa, tidak romantis dan kaku " jawab Milea sambil mengeratkan pelukannya.


"Kalau aku menyebalkan dan tidak membuat kamu nyaman kenapa peluk-peluk begini ?" tanya Abimanyu sambil berusaha menahan tawanya.


"Aku sebetulnya malas peluk-peluk kamu , ini bayi kita saja yang mau " jawab Milea.


"Ternyata dia lebih menyayangi aku daripada Mommy nya " keluh Abimanyu.


"Sayang..apakah ini juga kemauan bayi kita ?" tanya Abimanyu ketika kaki Milea dengan sengaja menggesek-gesek selang kangan Abimanyu.


"Iya " jawab Milea.


Siapapun yang menginginkannya Abimanyu tidak peduli. Yang pasti ia sangat menyukai aksi nakal yang sedang istrinya itu lakukan.


"Daddy..apakah tidak ingin menengok aku ?" tanya Milea dengan suara menggoda. Sementara kaki Milea terus menggesek selang kangan Abi.


"Daddy ingin sekali menengok kamu, tapi Mommy nya sedang marah sama Daddy " jawab Abimanyu sambil berusaha menahan tawanya melihat cara Milea meminta jatah dengan mengatasnamakan calon bayi mereka..lucu sekali.


"Ya sudah kalau tidak mau tidak usah " Milea terlihat kesal dan menghentikan aksi nakalnya sambil cemberut .

__ADS_1


"Eeh siapa yang bilang tidak mau, aku mau kok..mau banget malah " Abimanyu tertawa kemudian mengambil tangan Milea dan diletakan diatas selang kangannya yang sudah terlihat menggelembung penuh.


" Daripada pake kaki lebih baik pake tangan " bisiknya dengan suara berat.


Milea pun langsung anteng seperti mendapat mainan baru. Abimanyu memejamkan matanya dengan kepala mendongak ketika tangan mungil Milea dengan lincah memainkan benda pusakanya.


Abimanyu yang mulai terbakar gairah perlahan merangkak keatas tubuh Milea kemudian menyatukan bibir mereka dan tangan Milea pun beralih mengalung di leher Abimanyu membuat tautan bibir mereka semakin dalam.


"Aku kangen banget sama kamu Sayang " bisik Abimanyu setelah menjeda tautan bibir mereka untuk meraup oksigen. " Jangan marah lagi ya !" pintanya memelas.


"Iya " jawab Milea.


"Kemarin Mommy dan Daddy marah sama aku, mereka bilang sepertinya kamu tidak bahagia dengan aku..aku sempat takut jika kamu merasa seperti itu " bisik Abimanyu dengan suara sendu.


"Kesal dan marah bukan berarti tidak bahagia..kalau tidak bahagia mana mungkin aku mau mengandung anak kamu..dasar bodoh " Milea mencubit ujung hidung Abimanyu dengan gemas.


"Syukurlah..aku benar-benar bahagia mendengarnya " jawab Abimanyu.


Semua ketakutan dan rasa tidak percaya diri karena tidak dapat membahagiakan wanita yang sangat ia cintai itu pun sirna sudah.


Abimanyu sempat mengomel ketika Milea bergerak dengan binal dibawah Kungkungannya pada saat mereka melakukan penyatuan. " Kamu jangan terlalu aktif Sayang, biar aku saja yang bergerak hati-hati " pesan Abimanyu.


"Tapi Sayaaaang..." Milea merengek ketika Abi menyuruhnya jangan terlalu aktif.


"Ingat..diperut kamu sekarang ada calon anak kita " Abimanyu mengingatkan.


"Baiklah " jawab Milea.


*


Keesokannya pagi-pagi sekali Abimanyu yang baru terbangun kaget karena kehilangan Milea di sisinya.


Setelah mengambil celana pendek yang berceceran dilantai dan memakainya pria tampan itu buru-buru keluar dari kamar untuk mencari Milea.


Wajah Abimanyu terlihat lega ketika mendapati Milea tengah berada di dapur bersama asisten rumahtangganya.


Milea terlihat anteng meracik bumbu yang salahsatu nya tentu saja bawang merah yang merupakan bumbu inti.

__ADS_1


"Kamu sedang apa Sayang ?" tanya Abimanyu sambil berusaha menahan tawanya melihat penampilan Milea pagi ini. Bagaimana tidak tertawa Milea terlihat memakai masker beberapa lapis saat meracik bumbu. Alasannya sudah pasti karena tidak mau mencium aroma bawang.


"Kalau tidak kuat jangan dipaksakan , lebih baik temani aku dikamar saja " Abimanyu menarik halus tangan Milea keluar dari dapur.


"Mau ngapain di kamar ?" tanya Milea.


"Aku masih kangen sama si dedek, mumpung masih pagi " bisik Abimanyu.


"Tidak ah aku cape..kan dokter bilang kalau di trimester pertama jangan terlalu sering karena kondisi janin masih rentan " Milea mengingatkan.


"Aku hanya ingin meluk saja " jawab Abimanyu.


Pagi itu Abi berhasil membawa kembali Milea ke ranjang nya dan mereka pun melanjutkan tidur dengan saling berpelukan karena hari itu kebetulan akhir pekan.


Disaat Abimanyu dan Milea kembali tidur mereka tidak mengetahui jika Adam dan Mikha datang dengan membawa aneka buah-buahan segar.


"Abi dan Milea kemana Bik ?" tanya Mikha kepada asisten rumah tangga yang sedang sibuk memasak di dapur.


"Ibu tadi ada disini minta diajarin masak sama saya, tapi disusul sama Bapak disuruh kembali ke kamar " jawab Asisten rumah tangga Milea.


"Maklum Sayang masih muda, masih anget-angetnya " ujar Adam sambil tertawa.


Pagi itu Adam dan Mikha memang sengaja datang karena hari itu adalah jadwalnya bagi mereka untuk mengawasi Milea setelah sehari sebelumnya Bagas dan Felisha yang bertugas mengawasi Milea. Dan untuk esok adalah tugas dari Millie dan Wisnu.


Ketika matahari mulai tinggi Milea dan Abimanyu pun turun dari kamar mereka dengan tubuh yang segar.


"Mamih..Papih..kapan datang ?" tanya Milea.


"Ada sekitar tiga jam lebih " jawab Mikha.


"Mamih dan Papih sengaja datang kesini karena sekarang memang jadwal kami untuk mengawasi Milea


"Aku ini tidak perlu dijaga seperti bayi Mih..Cukup kak Abi saja yang menjaga aku..iya kan Sayang ?" Milea mengikuti perut Abimanyu.


"Yang dikatakan Milea itu tepat sekali Mih..aku akan menjaga Milea dengan segenap jiwa dan ragaku " jawab Abi.


"Ya..memang sudah seharusnya begitu " Adam menepuk bahu Abi

__ADS_1


__ADS_2