
Mengandung konten dewasa harap bijak dalam membaca 🙏🙏🙏
Tidak sampai lima menit Maura pun keluar dari kamar mandi dengan wajah yang terlihat lega dan kembali naik ke ranjangnya dimana Marvin sedang telentang menunggunya dengan sabar untuk melanjutkan apa yang sedang mereka lakukan tadi.
Begitu naik keatas ranjang Marvin kembali mengurung Maura dibawah tubuhnya.
"Sekarang tidak ada alasan lagi untuk kakak kabur " ucap Marvin sambil melahap bibir Maura.
Marvin kembali mengulangi apa yang tadi ia lakukan namun kali ini tangan kanannya merambat turun dan sampai pada lembah Maura yang ditumbuhi bulu halus.
Maura yang menyadari tangan Marvin mulai menyelusup dibagian bawah tubuhnya menjadi sedikit mengejang kaget dan menarik tangan Marvin agar keluar dari sana.
"Oom..tangannya jangan masuk kesitu " bisik Maura.
Marvin menurut, ia mengeluarkan tangannya dari bawah sana dan mengganti dengan mulutnya membuat Maura langsung terpekik tertahan.
"Oom..aaahhh..jangan kesitu " Maura berusaha menjauhkan kepala Marvin yang berada diantara kedua pahanya yang terbuka.
Marvin menulikan telinganya, ia malah menelusupkan lidahnya semakin dalam membuat Maura melenguh sambil melengkungkan tubuhnya.
"Oom..aahh..syuudahh..ge..liii Oomm " Maura menjambak rambut Marvin karena kepala Marvin tidak mau beranjak dari bawah sana.
Sekujur tubuh Maura terasa diserang rasa nikmat yang luar biasa ketika lidah Marvin bermain dengan lincahnya dibawah sana.
Setelah puas bermain-main dibawah sana dengan mulut dan lidahnya Marvin pun mengangkat kepalanya kemudian memposisikan pinggulnya diantara kedua paha Maura yang sudah terbuka.
Marvin menuntun tongkat saktinya agar tepat berada di mulut goa sempit milik Maura.
"Oom..kakak takut " Maura merengek sambil mencengkram lengan Marvin kuat-kuat.
"Om akan pelan-pelan..kakak tahan ya " bisik Marvin. Maura mengangguk pelan sambil merasakan ketika tongkat sakti milik Marvin mulai menyentuh mulut goanya.
Setelah tertanam sempurna Marvin pun menghentakkan tongkat saktinya menerobos mulut goa Maura yang masih tersegel.
Satu kali hentakan belum mampu menjebol benteng pertahanan Maura.
Entah karena bentengnya yang terlalu kokoh atau karena Marvin yang masih belum berpengalaman karena ini adalah sama-sama untuk yang pertama kali bagi mereka.
Setelah tiga kali hentakan kuat akhirnya benteng pertahanan Maura pun jebol.
"Oom sakit " Maura menggigit bahu Marvin ketika merasakan ada yang terkoyak dan terasa perih dibagian bawah tubuhnya.
Marvin mencium bibir Maura sambil membenamkan miliknya didalam bagian bawah tubuh Maura agar istrinya itu mulai merasa nyaman dengan kehadiran tongkat sakti miliknya dan rasa sakitnya sedikit berkurang.
__ADS_1
"Masih sakit ?" tanya Marvin lembut.
"Sedikit " jawab Maura dengan mata basah menyisakan air mata.
Dengan perlahan Marvin mulai menggerakkan pinggulnya maju mundur menerobos benteng pertahanan Maura yang baru saja sudah ia jebol.
Maura mencengkram punggung Marvin dengan erat ketika merasakan rasa perih bercampur nikmat yang baru ia rasakan selama hidupnya.
Marvin terus bergerak meskipun kuku tajam Maura mencakar punggungnya.
Ketika Maura mulai terlihat menikmati Marvin pun mulai mempercepat gerakan maju mundurnya dan menghentaknya sedalam mungkin.
"Uuuh..aaah..Oom.." Marvin tersenyum mendengar Maura meracau dengan mata terpejam, sepertinya istrinya itu sudah tidak merasa kesakitan lagi.
Marvin terus bergerak menggenjot dengan tempo semakin cepat. Tangan Marvin tidak tinggal diam meremas gunung kembar Maura yang tampak bergerak seirama genjotannya.
"Oom...ssshhh..kakak..sudah tidak tahan.." Maura meracau dengan suara terbata-bata ketika gelombang rasa nikmat mulai menggulung raganya.
"Kita keluar bersama-sama ya Sayang " ucap Marvin dengan suara memburu sambil mempercepat gerakan maju mundurnya diatas tubuh Maura yang terus berguncang.
"Sayang..sebut namaku " titah Marvin tanpa menghentikan gerakan maju mundurnya.
"Ooom.. sshh.."
"Oomm..sshh...uuuh..Maar..Vin..ahh " akhirnya Maura mau menyebut nama Marvin tanpa embel-embel Om.
Marvin memejamkan matanya ketika merasa tongkat saktinya seperti dijepit dan dihisap merasakan kenikmatan yang tiada tara didalam goa sempit milik keponakan kecilnya.
"Mauraa..aarghh.." Marvin dan Maura terguncang kuat ketika mereka sudah sampai pada puncaknya dan mendapatkan pelepasan bersama-sama.
Dengan tubuh basah dan berkeringat Marvin ambruk diatas tubuh Maura yang juga basah dan berkeringat.
"Terimakasih Sayang " bisik Marvin sambil menciumi seluruh wajah Maura.
"Oom..apakah kakak sudah tidak perawan lagi ?" tanya Maura lirih.
"Iya..kakak sekarang sudah tidak perawan lagi dan Om adalah orang yang beruntung mendapatkannya " jawab Marvin sambil tersenyum.
Setelah beberapa saat berada diatas tubuh Maura, Marvin pun menggulingkan tubuhnya turun dari atas tubuh mungil Maura.
Marvin menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka namun Maura malah hendak turun dari ranjangnya.
"Mau kemana Sayang ?" tanya Marvin.
__ADS_1
"Mau mandi junub Om " jawab Maura.
"Heeeh..jangan dulu.. permainan kita belum selesai Maura Sayang.. masih ada ronde kedua..ketiga..dan seterusnya " Marvin menarik tubuh polos Maura kedalam dekapannya.
"Ooh..belum selesai ya Om " gumam Maura sambil kembali masuk kedalam pelukan Marvin.
"Oom..bahunya berdarah..tadi kakak tidak sengaja gigit " Maura mengelus bekas gigitan dibahu telanjang Marvin.
"Tidak apa " jawab Marvin.
"Punggung Om juga ada lukanya..tadi kakak tidak sengaja cakar punggung Om " cicit Maura.
"Tidak apa-apa..apalagi yang tidak sengaja kakak lakukan ?"
"Leher Om juga banyak luka memar nya..kakak tidak gigit cuma cium saja..tapi malah merah- merah begini " Maura mengelus leher Marvin yang dihiasi banyak kissmark yang tidak sengaja ia lakukan.
"Ini namanya kissmark kakak Sayang..di leher kakak malah lebih banyak lagi " jawab Marvin sambil menunjuk leher Maura yang dipenuhi oleh kissmark hasil karyanya.
"Disini juga " Marvin menunjuk dua bukit kembar Maura yang juga dipenuhi banyak kissmark.
"Iya..tadi itu Om seperti bayi saja. Ini aku sampai ngilu rasanya " keluh Maura sambil menunjuk pu tingnya yang tadi Marvin hisap dengan kuat.
"Anggap saja simulasi..biar nanti kalau kita punya anak kakak sudah bisa menyusui bayi kita " jawab Marvin sambil nyengir.
Setelah mengobrol cukup lama sambil berpelukan tiba-tiba Maura merasakan ada benda keras yang menekan bagian bawah tubuhnya.
"Oom..ini kenapa bangun lagi ? tadi sudah bobo cantik " tanya Maura.
"Dia minta lagi Kakak Sayang " jawab Marvin sambil memiringkan tubuhnya dan mengurung sebagian tubuh Maura.
Marvin mengambil tangan Maura untuk menyentuh tongkat sakti miliknya yang sudah kembali berdiri tegak dengan gagahnya.
Maura sedikit risih ketika mengelus benda berurat itu untuk yang pertama kalinya namun setelah sekian menit berlalu tangan Maura pun mulai familiar dengan benda keramat itu.
Marvin memejamkan matanya ketika tangan lembut Maura mengelus dan mengurut tongkat sakti miliknya dengan penuh kasih sayang.
Untuk tahap perkenalan saja sentuhan lembut tangan Maura pada tongkat saktinya langsung membuat Marvin blingsatan, apalagi jika kelak Maura sudah sampai berani menciumnya bahkan lebih entah bagaimana jadinya.
Marvin yang sudah kembali terbakar gairah mengangkat tubuh Maura dan mendudukan diatas tubuhnya.
"Sekarang kakak yang diatas " bisik Marvin dengan suara mulai terdengar serak.
"Iya Om " jawab Maura patuh.
__ADS_1
Marvin membimbing tongkat saktinya agar tepat masuk kedalam goa sempit milik Maura..Dan mereka pun mulai kembali melakukan permainan ronde keduanya.