
Abimanyu meraih kepala Milea dan memeriksa pelipisnya yang terlihat sedikit merah. " Makanya nontonnya jangan terlalu dekat " Abimanyu sedikit menekan pelipis Milea.
"Kakak sakit tau..malah di tekan " Milea menepiskan tangan Abimanyu dari kepalanya dengan kesal.
"Sepertinya Dika calon pemain bola masa depan " ucap Abimanyu sambil meniupi pelipis Milea.
Hembusan nafas Abimanyu dan wangi tubuhnya yang lembut membuat Milea mematung dengan jantung yang tiba-tiba berdebar tidak karuan.. Milea merasa sepertinya ada yang tidak beres dengan jantungnya.
Abimanyu dan Milea buru-buru saling menjauh ketika dua mobil mewah milik Adam dan Marvin masuk ke halaman.
"Kapan pulang dari Kalimantan Bi ?" tanya Adam ketika Abimanyu mencium tangannya setelah ia turun dari mobil.
"Tadi malam Om " jawab Abimanyu sambil gantian mencium tangan Marvin.
"Om tinggal dulu ya..kalian lanjut ngobrolnya " Adam dan Marvin langsung masuk kedalam rumah dimana si kembar berhamburan menyambut kepulangan mereka.
Dalam sekejap tubuh montok Dika dan Rani pun berada dalam gendongan Adam dan Marvin.
Milea dan Abimanyu kembali ke tempat semula sebelum Dika mengajak Abimanyu bermain bola yaitu di ruang tamu.
Abimanyu kembali meraih kepala Milea untuk melihat pelipisnya. " Apakah masih sakit ?" tanyanya.
"Sudah tidak " jawab Milea.
Milea termangu menatap Abimanyu. Gadis itu baru sadar sebetulnya Abimanyu memiliki pesona yang tak terbantahkan. Seandainya Abimanyu tidak pelit bicara pasti Milea dapat dengan mudah mengerti akan semua perhatiannya tidak meraba-raba ataupun menyimpulkan sendiri jika Abimanyu orangnya tidak asik.
Abimanyu tersenyum simpul ketika melihat Milea yang sedang menatapnya seperti orang linglung.
"Sudah puas melihatnya ?" Abimanyu menyentil kening Milea hingga gadis itu terlonjak kaget.
Kepergok sedang menatap si gunung es yang selalu ia sebut tidak asik itu membuat Milea buru-buru menunduk tersipu malu.
"Sudah hampir magrib aku pulang dulu " Abimanyu bangkit untuk pamit kepada Adam dan Marvin yang sedang menggendong si kembar juga kepada Mikha dan Maura. Milea mengikuti Abimanyu di belakangnya dan mengantarnya hingga pria tampan itu masuk ke dalam mobilnya.
Milea baru masuk setelah mobil itu bergerak melaju meninggalkan halaman rumah dan menghilang di tikungan jalan.
Seminggu kemudian Abimanyu harus pergi ke Kalimantan lagi untuk urusan pekerjaan yang sama.
Ditinggalkan oleh Abimanyu ke Kalimantan Milea tentu saja senang. Dengan kepergian Abimanyu ia bisa bebas membawa mobil ke sekolah dan pulangnya ia bisa nongkrong bersama teman-temannya.
"Sejak Lo pacaran sama si gunung es Lo jadi jarang kumpul sama kita-kita..si Raja juga sering nanyain Lo..katanya kangen " ujar Samuel.
"Mana bisa gw kumpul dan nongkrong sama kalian kalau setiap hari dia antar jemput gw..padahal
__ADS_1
gw juga kangen pengen kumpul sama kalian juga sama si Raja " jawab Milea.
"Si gunung es kan sedang tidak ada.. bagaimana kalau besok kita ketemuan, pasti si Raja senang ketemu sama Lo " ajak Samuel.
"Oke..besok pulang sekolah kita ketemuan sama si Raja mumpung si gunung es sedang di Kalimantan " jawab Milea.
*
Keesokannya sepulang sekolah Milea dan kelima temannya pergi ke daerah Bekasi dengan menggunakan mobil Samuel.
Sebelum pergi sekolah Milea sempat minta ijin untuk belajar bersama di rumah Samuel.
Adam dan Mikha yang sudah sangat mengenal Samuel tentu saja mengijinkan. Ayah Samuel yang juga seorang pengusaha beberapa kali terlibat kerjasama dengan perusahaan Adam.
Jalanan yang sedikit macet membuat mobil Samuel sampai di tempat yang dituju lebih lama dari biasanya.
Sesampainya di rumah yang dituju mereka disambut oleh seorang bocah berusia 6 tahun yang langsung berlari menghambur memeluk Milea.
"Kakak Mile..kemana saja..kenapa jarang kesini ?" tanya bocah itu sambil memeluk perut Milea.
"Kakak Mile nya sedang sibuk..sekarang tidak sibuk lagi makanya kakak Mile kesini menemui Raja " jawab Milea.
"Raja sering sekali menanyakan neng Mile..kangen katanya " ucap ibu bocah yang bernama Raja itu.
"Apaan sih Lo " Milea menyikut perut Samuel.Raja dan ibunya hanya tertawa melihat kekonyolan remaja itu.
"Bu hari ini masak apa?..aku kangen makan masakan ibu " Milea membuka tudung saji yang berada diatas meja makan.
Milea langsung melotot menatap masakan yang tersaji diatas meja. Diatas meja tampak ada satu mangkuk besar sayur asem, ikan asin dan tahu tempe goreng.
Ibu Raja selalu memasak masakan itu setiap kali keenam remaja itu akan datang ke rumahnya.
Wanita itu tampak senang ketika melihat keenam remaja itu makan dengan lahap meskipun dengan menu seadanya.
Raja dan Ibunya mengenal keenam remaja itu lima bulan yang lalu saat mobil yang dikendarai Samuel tidak sengaja menabrak Raja yang sedang menyeberang hendak jajan di warung sebrang.
Akibat kecelakaan itu Raja mengalami patah kaki dan harus dirawat di rumah sakit cukup lama.
Beruntung Keenam anak itu tidak lari dari tanggung jawab. Mereka kompak menanggung semua biaya rumah sakit Raja hingga bocah itu benar-benar sembuh. Bahkan mereka juga sering menunggui Raja selama bocah itu dirawat di rumah sakit.
Ibu Raja sempat menegur karena keenam remaja itu sering datang pada jam sekolah dan masih mengenakan seragam putih abu nya. Ibu Raja curiga jika mereka sering bolos sekolah hanya untuk menunggui Raja di rumah sakit.
Setelah magrib Milea dan Samuel juga keempat temannya bersiap untuk pulang. Pada saat akan pulang tiba-tiba tetangga Raja meminta tolong untuk mengantarkan ke rumah sakit karena istrinya akan melahirkan.
__ADS_1
Samuel,Milea dan Ibu Raja pergi ke rumah sakit untuk mengantarkan tetangganya yang akan melahirkan dengan mobil Samuel. Sementara Mona,Rima,Ari dan Leon kebagian menunggu Raja di rumah.
Setelah tetangga Raja ditangani oleh bidan, ibu Raja menyuruh Samuel dan Milea pulang.
"Lebih baik kalian pulang saja..ini sudah malam nanti orangtua kalian khawatir mencari kalian " ucap ibu Raja.
"Lalu Raja bagaimana ?" tanya Milea.
"Sekarang pasti ayah nya sudah pulang " jawab Ibu Raja.
Mendengar Ayah Raja yang seorang buruh di Pabrik akan segera pulang Milea dan Samuel pun tidak khawatir untuk meninggalkan Raja di rumah karena ada Ayahnya yang menjaganya.
Waktu hampir jam delapan malam ketika Samuel dan Milea hendak keluar dari pelataran rumah sakit.
Milea yang baru membuka ponselnya kaget ketika banyak panggilan tidak terjawab dari orang rumah dan Abimanyu.
Ponsel Milea nyaris terjatuh dari genggamannya ketika mendapat satu panggilan masuk dari Abimanyu.
"Kamu dimana ?" tanya Abimanyu
"Di rumah Samuel sedang mengerjakan tugas..sebentar lagi juga selesai " jawab Milea berbohong.
"Siapa ?" tanya Samuel tanpa bersuara.
"Si gunung es " jawab Milea dengan gerakan bibir saja.
"Kamu jangan bohong..tadi Papih kamu telpon ke rumah Samuel katanya kalian tidak ada di rumah "
"A..aku sedang ada.. di jalan..sebentar lagi pulang " jawab Milea gugup.
"Kirim lokasi kamu sekarang juga dan tunggu disana !" titah Abimanyu.
"Memang kak Abi dimana ?" tanya Milea. Setau Milea hari ini Abimanyu masih di Kalimantan.
"Kirim lokasi kamu sekarang juga !" perintah Abimanyu tegas. Ia sama sekali tidak peduli dengan pertanyaan Milea.
"I..ya aku kirim " jawab Milea.
Setelah mengirimkan lokasi dimana mereka berada Samuel dan Milea pun menunggu di sebuah minimarket yang berada diluar area rumahsakit.
Satu jam kemudian mobil Abimanyu pun tiba untuk menjemput Milea. Wajah Abimanyu tampak memerah menahan marah ketika melihat Milea hanya berdua dengan Samuel.
"Masuk !" perintah Abimanyu kepada Milea..Milea pun menurut. Samuel mengangguk memberi kode agar Milea ikut dengan Abimanyu yang sedang terbakar amarah.
__ADS_1
Tanpa berkata apa-apa kepada Samuel Abimanyu pun membawa Milea pulang.