My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Menyusul Ke Bandung


__ADS_3

Liburan sekolah yang masih tersisa Wisnu membawa anak dan istrinya mengunjungi orangtuanya di Bandung. Dari Jakarta mereka pergi dengan dua mobil karena Marvin dan Maura juga ikut.


Di dalam mobil Marvin tampak penuh karena mereka membawa kedua baby sitter di kembar. Kedua bocah berpipi bulat itu tampak tertidur lelap di pangkuan baby sitter masing-masing.


"Dulu waktu pacaran kita kemanapun berdua, sekarang jadi berenam " ucap Maura sambil melirik kearah kursi belakang.


"Iya..apalagi kalau mereka sudah punya adik, sepertinya aku harus ganti mobil yang lebih besar " jawab Marvin sambil terkekeh.


"Kamu sudah siap kasih mereka adik Sayang ?" tanya Marvin sambil mengelus paha Maura.


"Sayang diam ih..lagi nyetir juga. Bahaya tau !" omel Maura sambil mencubit tangan Marvin.


Kedua baby sitter si kembar tampak memalingkan wajah mereka keluar pura-pura tidak melihat.


Marvin terkekeh sambil kembali fokus pada jalanan yang lumayan padat karena sedang musim liburan. Sementara mobil Wisnu tampak melaju di depannya.


Jalanan yang macet membuat perjalanan mereka menjadi lebih lama dari biasanya.


"Sayang..nanti aku boleh jalan tidak dengan kak Selin dan Silva ?" tanya Maura ketika mobil Marvin mulai keluar tol Pasteur.


"Tidak..kalau kamu janjian sama Selin nanti ujung-ujungnya ketemu sama Zico " tolak Marvin.


"Ya gimana tidak ketemu kak Zico orang mereka pacaran " jawab Maura.


"Kalau tanpa Zico baru boleh " ujar Marvin posesif.


"Iya nanti aku bilang supaya kak Zico tidak usah ikut " jawab Maura.


Tidak sampai setengah jam kedua mobil berplat B itu pun sampai di rumah orangtua Wisnu yang megah.


Begitu sampai si kembar dan Meysha langsung berlari ke halaman belakang untuk mencari kelinci.


"Tadi pagi Opa sudah beli wortel yang banyak " Opa memberikan satu keranjang kecil wortel agar bocah-bocah itu anteng memberi makan kelinci.


"Oma dengar cucu Oma yang sudah gadis ini sudah punya pacar ya sekarang " Oma mencolek lengan Milea yang sedang mencari makanan di dalam kulkas.


"Itu fitnah Oma " jawab Milea.


"Bohong Oma..beneran tau. Pacarnya Mile anak pengusaha terkenal yang dulu pernah dia tabrak itu loh Oma " celetuk Maura.


"Oh anak itu " Oma masih ingat kabar tentang kecelakaan yang menimpa cucu nakalnya itu. "Kapan-kapan ajak dia kesini, Opa dan Oma ingin kenal "


"Jangan Oma..dia itu nyaris bisu, pelit ngomong. Nanti Oma tidak akan bisa ngobrol sama dia " jawab Milea.


"Hust..tidak boleh ngomong begitu !" Millie menyentil telinga Milea.

__ADS_1


"Apa benar anak itu bisu ?" tanya Oma.


"Bukan bisu Bu..cuma anaknya agak pendiam, jarang ngomong persis seperti Ayahnya " jawab Millie.


"Oh .Ibu pikir beneran bisu "


"Oma gimana sih..kan tadi aku bilang nyaris bisu..bukan bisu " ucap Milea.


"Mommy..Daddy dan Opa juga Om Marvin minta dibuatkan kopi " tiba -tiba Malik muncul.


"Biar ibu saja yang bikin " Ibu buru-buru membuatkan kopi untuk Bapak, Wisnu dan Marvin.


Setelah selesai ketiga kopi itu Milea bawa ke teras belakang dimana Opa, Daddy dan Om nya sedang mengawasi anak-anak bermain bersama kelinci.


"Ini kopi siapa yang bikin ?" tanya Wisnu.


"Oma yang bikin Dad " jawab Milea.


"Pantesan enak " jawab Wisnu sambil terkekeh. Secara tidak langsung Wisnu mengatakan jika bukan ibu yang buat kopinya rasanya tidak enak.


"Daddy kok ngomongnya begitu ? aku bilangin Mommy loh " ancam Milea.


"Jangan dong Sayang " Wisnu memohon.


*


Selama Milea di Bandung Abimanyu yang sedang berada di Kalimantan paling rajin menghubungi Milea.


Hampir setiap jam Milea harus melaporkan apa saja yang dilakukannya selama di Bandung kepada Abimanyu membuat Milea menjadi kesal. Namun jika selama beberapa jam Abimanyu tidak menelponnya tidak jarang Milea malah menjadi uring-uringan.


Seperti hari ini, Abimanyu yang sedang sibuk di lokasi proyek tidak sempat menghubungi Milea hampir seharian.


Ketika malamnya Abimanyu menghubungi Milea pria tampan itu langsung menjauhkan ponselnya dari telinganya karena Milea langsung memarahinya.


"Kak Abi itu seharian ini kemana saja sih ? tidak biasanya tidak telpon aku..biasanya setiap jam telpon aku..eh ini seharian baru ingat telpon aku " Milea menyerocos memarahi Abi.


"Sudah ngomel-ngomel nya ?" tanya Abi lembut.


"Sudah " jawab Milea ketus.


" Aku seharian ini sedang benar-benar sibuk, sekarang saja baru pulang dari lokasi proyek makanya baru sempat telpon kamu " jawab Abimanyu.


"*Bilang kek daritadi sedang sibuk jadinya aku kan tidak khawatir "


"Kamu beneran khawatir sama aku* ?" tanya Abi menggoda.

__ADS_1


"Beneran..beneran bohong " jawab Milea sambil tertawa.


Diujung sana Abimanyu hanya tersenyum, pintar sekali gadis itu mengelak, padahal sudah jelas tadi Milea marah-marah karena seharian ini ia tidak sempat menelponnya.


"Kamu mau pulang ke Jakarta kapan ?" tanya Abimanyu.


"Sepertinya lusa, aku sama Malik mau pake travel " jawab Milea.


"Kita pulang bersama ya, besok aku darisini langsung terbang ke Bandung untuk jemput kamu dan Malik " ucap Abimanyu.


"Iya " jawab Milea dengan wajah senang."*Nanti aku jemput di bandara "


"Nanti aku kasih tau jadwalnya* " ucap Abimanyu sebelum mengakhiri sambungan telepon.


Keesokannya Milea menjemput Abimanyu di bandara dengan menggunakan mobil Opa nya. Setelah memasukan ranselnya di bagasi Abimanyu langsung mengambil alih kemudi.


"Memangnya kak Abi tau rumah Opa dimana ?" tanya Milea sambil memasang seatbelt nya.


"Kan kamu navigator nya " jawab Abimanyu mulai menyalakan mesin mobilnya.


Abimanyu memang belum pernah berkunjung ke rumah Opa Milea, ia hanya sempat bertemu dengan Milea dan Malik di mall saja.


"Kita makan dulu yuk aku lapar " ajak Abimanyu."Tadi di hotel tidak sempat sarapan, di pesawat aku ngantuk banget jadi tidur "


"Iya "Milea mengangguk.


Abimanyu melajukan mobilnya ke sebuah restoran Sunda langganan keluarganya jika sedang di Bandung.


"Kak Abi sering makan disini ?" tanya Milea ketika mereka sudah mendapatkan meja.


"Iya..kalau sedang di Bandung kita pasti makan disini " jawab Abimanyu.


Setelah pesanan mereka datang Milea mengingat keisengannya kepada Abimanyu dulu, tanpa sadar ia pun tersenyum sendiri.


"Kamu kenapa ?" Abimanyu mengibas-ngibaskan tangannya di depan mata Milea.


"Aku ingat dulu pernah jahilin kak Abi sampai sakit perut " jawab Milea jujur.


"Sekarang masih mau jahil ?" tanya Abimanyu.


"Tidak " jawab Milea.


"Gara-gara kamu aku sampai diare selama dua hari, selain itu tenggorokan juga langsung radang dan rasanya sakit banget " keluh Abimanyu.


"Aku memang keterlaluan " Milea menunduk sambil mengaduk makanannya. " Tapi kenapa kak Abi masih baik sama aku ?"

__ADS_1


"Sudah tidak usah dibahas..makan saja yang benar " jawab Abimanyu.


Milea melongo, ia pikir Abimanyu akan menjawab dengan kalimat cinta..kalimat yang belum pernah terucap dari bibir Abimanyu dari sejak mereka resmi berpacaran.


__ADS_2