
Abimanyu dan Nakula baru saja menyelesaikan makan siang bersama dengan dua orang stafnya ketika segerombolan remaja berseragam putih abu datang dengan mengendarai tiga motor.Mereka terdiri dari tiga laki-laki dan tiga perempuan yang salah satunya adalah Milea.
"Kita cari tempat makan lain saja " Milea mengajak kelima temannya untuk mencari tempat makan yang lain.
"Kenapa pindah..padahal disini makanannya enak-enak loh Mil " Samuel keberatan ketika Milea mengajak mencari tempat makan yang lain.
"Ada si gunung es sedang makan disini juga..gw gak akan bisa makan dengan tenang kalau ada dia disini " bisik Milea.
"Baiklah " Demi solidaritas akhirnya merekapun memutuskan mencari tempat makan yang lain.
Melihat Milea dan teman-temannya tidak jadi makan disana karena melihatnya Abimanyu pun menjadi geram, apalagi mengingat Jam segini seharusnya Milea masih berada di sekolah.
Abimanyu curiga jika Milea dan teman-temannya hari ini sedang bolos berjamaah.
Jika saja ia tidak satu mobil dengan Nakula dan dua orang staf nya sebetulnya ingin sekali Abimanyu mengejar Milea saat itu juga dan menjewer gadis nakal itu untuk dibawa pulang.
"Hari ini kamu boleh selamat, besok-besok jangan harap " umpat Abimanyu dalam hati.
"Anak perempuan itu bukannya anak kecil yang nabrak kamu dulu ?" rupanya Nakula masih mengenali wajah Milea.
"Iya kak..anak nakal itu sepertinya sedang bolos sekolah " jawab Abimanyu.
"Kalau Papih dan Daddy nya tau pasti marah " Nakula terkekeh.
Abimanyu tertunduk sambil mengaduk makanannya, tiba-tiba selera makannya hilang seketika ketika membayangkan ketiga pasang remaja yang kabur dengan motornya begitu melihat kehadirannya.
Sampai waktu makan siang selesai Abimanyu tidak menghabiskan makan nya dan itu membuat Nakula menjadi heran.
Sebagai kakak Nakula cukup peka dapat menangkap perubahan wajah adiknya setelah bertemu dengan Milea.
Diam-diam sudut bibir Nakula menyungging senyum tipis. Nakula berharap Abimanyu mau membagi tentang kegundahan hatinya kepadanya.
*
Tangan Maura mengelus perut Dikha dan Rani bergantian sedangkan Marvin sibuk membacakan buku cerita tentang binatang.
Kedua bocah kembar berpipi bulat itu mendengarkan cerita Ayahnya sambil menyedot susu botolnya.
Meskipun sudah memiliki kamar sendiri namun setiap malam mereka tidur di kamar Ayah dan Bundanya. Marvin akan memindahkan si kembar ke kamarnya jika mereka sudah tertidur dengan pulas.
"Akhirnya Harimau dan Kancil hidup damai tanpa saling mengganggu satu sama lain " Marvin mengakhiri ceritanya.
Setelah menutup buku ceritanya Marvin melongo ketika mendapati bukan hanya si kembar saja yang tidur tapi Maura juga.
Wanita cantik yang baru saja mendapat gelar sarjananya itu tampak terlelap sambil memeluk Dikha dan Rani.
__ADS_1
Setelah memastikan Dika dan Rani tidur nyenyak Marvin pun memindahkan mereka ke kamarnya secara bergantian.
Setelah memindahkan si kembar ke kamarnya dalam pengawasan baby sitter Marvin pun kembali ke kamarnya.
"Kamu tuh main tidur saja " omel Marvin sambil menciumi wajah Maura yang tertidur dengan mulut sedikit menganga.
Merasa terganggu Maura pun membuka matanya. "Sayaaang..si kembar sudah tidur ?" tanyanya begitu tidak mendapati kedua buah hatinya disampingnya.
"Sudah aku pindahin ke kamar mereka " jawab Marvin sambil mengendus leher Maura membuat wanita cantik itu terkikik kegelian dengan suara serak nya.
Maura semakin terkikik ketika kepala Marvin masuk kedalam baju tidurnya dan melahap dua gunung kembarnya dengan rakus.
"Sayaaang nanti baju aku robek " omel Maura diantara tawanya.
"Biarin " jawab Marvin sambil menggigit pu ting Maura dengan gemas membuat Maura menjerit kecil sambil memukul kepala Marvin.
Milea yang hendak mengetuk pintu kamar Maura sambil membawa secarik kertas ditangannya akhirnya memilih kembali ke kamarnya karena mendengar suara-suara aneh yang membuat sekujur tubuhnya merinding.
"Pasti mereka sedang membuat adik untuk si kembar " batin Milea sambil mengusap tengkuknya.
Setibanya di kamar Milea terlihat kebingungan sambil menatap secarik kertas berlogo nama sekolahnya.
Hari ini Milea mendapat surat panggilan untuk orangtua dari sekolahnya. Pihak sekolah memanggil orangtua wali Milea terkait kenakalan Milea yang bolos selama beberapa hari terakhir.
Bukan hanya Milea yang mendapat surat cinta dari sekolahnya itu, tapi juga Samuel dan keempat temannya yang lain.
Jalan satu-satunya ia harus meminta tolong Om nya. Namun karena Om dan kakaknya tampak sedang sibuk mencetak keponakan barunya akhirnya Maura harus mencari orang lain untuk memenuhi panggilan pihak sekolah besok pagi.
Setelah berpikir cukup keras akhirnya Milea memutuskan untuk menyuruh pak Muh, namun setelah beberapa kali dihubungi pak Muh tidak juga menjawab teleponnya. Sepertinya pak Muh sudah tidur.
Milea yang kebingungan tiba-tiba saja teringat pada Abimanyu. Semoga saja pria gunung es itu mau membantunya.
Milea mengambil ponselnya kemudian menghubungi Abimanyu setelah membatalkan blokirannya.
Abimanyu yang hampir saja memejamkan matanya nyaris loncat dari ranjangnya ketika mendapati Milea menghubunginya.
"Halo kak Abi..ini aku Milea " ucap si gadis nakal dari sebrang sana.
"Ya..ada apa anak nakal ?" tanya Abimanyu.
"Kakak..apakah aku boleh minta tolong ?" tanya Milea.
"Ya " jawab Abimanyu singkat.
"Aku mendapat surat panggilan dari sekolah..tapi aku tidak berani bilang sama Papih dan Daddy..kalau mereka tau pasti mereka murka..awalnya aku mau minta tolong sama Om Marvin tapi dia sepertinya sedang sibuk bikin adik bayi "
__ADS_1
Abimanyu tertawa tanpa bersuara mendengar ocehan Milea "*lalu ?"
"Bisakah aku minta tolong kak Abi untuk datang ke sekolah sebagai wali aku ? dan tolong rahasiakan ini dari keluarga aku* " pinta Milea.
Abimanyu tampak berpikir sejenak "Baiklah..tapi ada syaratnya " jawab Abimanyu.
"Syaratnya apa ?" tanya Milea.
"Tenang saja.. syaratnya tidak akan menyulitkan kamu " jawab Abimanyu.
"Baiklah aku setuju " jawab Milea
"Kena kau gadis nakal " batin Abimanyu tersenyum penuh kemenangan.
"Baiklah besok aku akan ke sekolah kamu sebagai wali kamu " ucap Abimanyu.
"Terimakasih kak " ucap Milea tulus.
Setelah mendengar kesediaan Abimanyu menolongnya akhirnya Milea pun dapat tidur dengan tenang.
Keesokannya Abimanyu menepati janjinya untuk datang ke sekolah Milea sebagai wali murid Milea.
"Apa benar Milea itu adik sepupu kamu ?" pak Wilson guru BP yang sangat mengenal Abimanyu tampak memandang heran kepada Abimanyu.
"Iya Pak..Milea adik sepupu aku " jawab Abimanyu.
"Kenapa sipat kalian itu berbeda sekali..kamu pintar dan pendiam sedangkan Milea itu nakal sekali " jawab pak Wilson.
Pak Wilson melaporkan kenakalan Milea selama satu Minggu terakhir kepada Abimanyu yang membuat pria tampan itu geleng-geleng kepala.
"Sebetulnya Milea itu cukup pintar namun anak itu suka sekali bolos. Setiap Minggu ada satu atau dua hari tidak masuk sekolah tanpa keterangan..kamu tau sendiri kalau aturan di sekolah ini sangat ketat ?"
Pak Wilson membeberkan semua kenakalan Milea kepada Abimanyu.
"Karena Milea itu cukup pintar, saya berusaha untuk meringankan hukumannya menjadi hukuman skorsing saja selama satu Minggu " putus pak Wilson.
"Apa tidak ada hukuman yang lebih ringan ?" Abimanyu mencoba bernegosiasi.
"Itu hukuman yang paling ringan menurut saya " jawab pak Wilson.
"Itu pun harus disertai jaminan Milea akan berubah..jika masih tidak ada perubahan dengan terpaksa Milea akan dikeluarkan dari sekolah " lanjut pak Wilson.
"Saya jamin Milea akan berubah " janji Abimanyu.
"Baiklah..kalau begitu hari ini Milea Kan mulai menjalani masa hukumannya " ucap pak Wilson.
__ADS_1
"Baik pak " jawab Abimanyu.
Setelah urusan dengan guru BP selesai Abimanyu pun membawa Milea pulang.