My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Ditilang


__ADS_3

Jam sembilan malam Marvin dan Maura baru sampai ke rumah Oma. Marvin yang awalnya akan langsung pulang ke Jakarta akhirnya terpaksa menginap karena Opa dan Oma melarang pria tampan itu pulang.


"Bahaya pulang malam apalagi kamu terlihat lelah begitu..lebih baik sekarang istirahat ..pulangnya besok saja..toh Papih kamu tidak akan pecat kamu kalau sehari tidak masuk kerja " ujar Opa sambil tertawa.


"Iya Opa " Marvin ikut tertawa.


Malam itu Marvin masih diberi kesempatan untuk melihat Maura lebih lama lagi sampai besok pagi.


Keesokannya selepas subuh Marvin membangunkan Maura. Ia sudah bersiap akan pulang ke Jakarta.


"Kak..bangun " Marvin mengusap pipi Maura lembut.


"Mmmhh..masih ngantuk Om " Maura enggan membuka matanya.


"Om mau pulang ke Jakarta sekarang " Marvin menarik tangan Maura agar bangun.


"Kenapa harus pagi-pagi sekali " keluh Maura.


Melihat Marvin sudah siap untuk pulang ke Jakarta Maura pun turun dari ranjangnya untuk mengantarkan Om kesayangannya itu.


Oma membekali satu Tumbler berisi minuman hangat dan roti isi untuk bekal Marvin di jalan.


"Om pulang dulu ya " Marvin mengambil kepala Maura untuk ia cium keningnya.


Diluar dugaan Maura malah memeluk perut Marvin dengan erat seolah enggan ditinggalkan oleh pria tampan berstatus paman nya itu.


"Nanti Om akan sering-sering ke Bandung nengokin Kakak " Marvin membujuk Maura agar melepaskan belitan tangannya di perutnya.


"Hati-hati di jalan " Maura akhirnya mau melepaskan Marvin.


*


Kamis siang sepulang sekolah Maura memasukkan beberapa bajunya kedalam tas.


Hari ini Maura akan mencoba pulang ke Jakarta membawa mobil sendiri. Kebetulan pagi tadi Oma dan Opanya sedang pergi ke Semarang selama tiga hari.


Maura sudah minta ijin akan pulang ke Jakarta Kamis sepulang sekolah karena hari Jumat nya kebetulan libur karena semua guru ada rapat.


Maura tidak bilang kepada Oma dan Opanya jika ia akan membawa mobil sendiri, Maura bilang akan pulang ke Jakarta menggunakan travel.


Setelah semua siap Maura pun berangkat ke Jakarta dengan mobilnya.


Maura berusaha mengusir ketegangannya karena ini adalah untuk pertama kalinya ia pergi ke Jakarta menyetir sendiri.

__ADS_1


Ditengah perjalanan Maura beristirahat sebentar di rest area untuk meluruskan kakinya sekalian mengisi bahan bakar mobilnya.


Setelah merasa pegalnya hilang Maura pun melanjutkan perjalanan. Dua jam kemudian gadis cantik itu pun sudah sampai di Jakarta.


Sebelum sampai ke rumah, Maura terlihat panik ketika mobilnya disuruh menepi oleh polisi yang sedang melakukan operasi gabungan.


Maura yang memang belum memiliki SIM karena belum berusia 17 tahun harus menerima sanksi tilang oleh petugas kepolisian.


"Neng judes kenapa ?" sapa seseorang mengagetkan Maura.. Maura melotot ketika melihat Yudhis turun dari mobilnya kemudian menghampirinya.


"Tidak apa-apa " jawab Maura judes.


"Beneran tidak apa-apa..tapi kenapa wajahnya pucat begitu ?" ledek Yudhis.


"Kak Yudhis ngapain sih kesini, dendam ya sama aku ?" tanya Maura kesal.


"Siapa bilang kak Yudhis dendam.. kalau kak Yudhis dendam ngapain coba repot-repot berhenti buat nyamperin kamu " jawab Yudhis.


"Tidak dendam tapi mau ledekin aku..iya kan ?" hardik Maura.


Maura berhenti mengoceh ketika petugas Polisi yang akan membuat surat tilang untuk Maura menghampiri Yudhis.


"Lo kenal anak ini Dhis ?" tanya petugas Polisi itu.


"Dia adiknya cewek gw " jawab Yudhis sambil melirik kearah Maura.


"Sekarang kamu pulang..urusannya sudah beres " ucap Yudhis sambil ngeloyor pergi meninggalkan Maura yang masih terbengong-bengong.


Maura ingin sekali mengucapkan terimakasih kepada Yudhis, tapi pria itu sudah pergi dengan mobilnya.


Karena tidak jadi ditilang Maura pun melanjutkan perjalanan menuju rumah Adam.


Jam segini ketiga adiknya biasanya ada di rumah Adam karena Millie dan Wisnu masih di kantor,dan di rumah pasti tidak ada siapapun.


"Kakaaak..bawa mobil sendiri dari Bandung ?" Mikha langsung melotot ketika Maura turun dari mobilnya.


"Iya Mih.. belajar biar berani " jawab Maura sambil mencium tangan Mikha.


"Kakak nekad banget sih kamu " meski ngomel-ngomel namun Mikha memuji keberanian Maura.


Marvin yang sedang berada dalam perjalanan pulang dari kantor kaget ketika mendapat kabar dari Nisa jika Yudhis mendapati Maura sedang kena tilang di jalan.


"Dasar nakal " kesal Marvin sambil menambah kecepatan laju mobilnya.

__ADS_1


Disaat yang hampir bersamaan Adam, Millie,Marvin dan Wisnu sampai di rumah Adam.


Mendapati Maura pulang membawa mobil sendiri dari Bandung Wisnu dan Millie langsung marah kepada Maura.


Marvin yang hendak ikut memarahi Maura akhirnya menjadi tidak tega melihat Maura mendapat Omelan dari Mommy dan Daddy nya.


Dan Marvin tidak memberitahu Millie dan Wisnu jika tadi Maura sempat kena tilang karena tidak memiliki SIM.


"Sudah ngomel-ngomel nya kasian kakak Maura jauh-jauh datang dari Bandung malah diomelin " Adam merengkuh tubuh Maura dan memeluknya, ia tidak rela jika Maura mendapat Omelan dari Wisnu dan Millie.


Merasa ada yang membela, Maura pun menyembunyikan wajahnya dalam pelukan Adam.


Setelah puas memarahi Maura, Millie mendekat kearah Maura dan ikut memeluk tubuh putri sambungnya yang sedang berada dalam pelukan Papih nya.


"Jangan sekali-kali lagi nekad begini ya kak " pinta Millie.


"Iya Mom..kakak minta maaf " jawab Maura sambil memeluk Millie.


Wisnu melongo ketika melihat Millie yang dapat dengan cepat melupakan kemarahan nya kepada Maura.


"Dasar tidak konsisten " gumam Wisnu kepada Millie. Marvin tersenyum tertahan melihat Wisnu yang tampak kesal kepada Millie.


"Ngomong-ngomong kenapa kakak ke Jakarta sekarang, berarti besok bolos dong ?" Millie mengelus kepala Maura.


"Jumat libur Mom..gurunya ada rapat makanya aku kesini biar bisa agak lama disini " jawab Maura.


"Ouh..Sayangnya Mommy " Millie menciumi wajah Maura.


Wanita muda itu sudah lupa jika beberapa menit yang lalu ia telah memarahi Maura karena nekad membawa mobil dari Bandung.


"Kalian menginap saja disini, Mamih dan Papih juga kangen sama kakak Maura " titah Adam.


"Iya kak..biar Mile sama Malik pergi sekolah dari sini " timpal Mikha.


Wisnu akhirnya mengijinkan mereka semua menginap karena ia tidak berani menolak keinginan mertuanya.


Jumat pagi Malik dan Mile yang akan pergi sekolah merengek ingin pergi sekolah dengan diantarkan oleh Maura.


"Aku ingin pergi sekolahnya diantar pake mobil baru kakak " Malik menunjuk mobil berwarna putih milik Maura.


"Aku juga " tambah Mile.


"Baiklah " jawab Maura.

__ADS_1


Demi menyenangkan kedua adiknya Maura pun mengantarkan Mile dan Malik ke sekolah dengan mobilnya.


Malik dan Mile terlihat sangat senang pergi sekolah bersama Maura. Meysha pun sempat menangis ingin ikut ketika melihat ketiga kakaknya pergi.


__ADS_2