
Samuel dan keempat temannya tampak iba melihat Milea yang tampak terkantuk-kantuk ketika dosen sedang memberikan mata kuliahnya. Rima diam-diam mencubit tangan Milea agar sahabatnya yang sedang hamil muda itu tetap terjaga. Namun karena sudah tidak kuat menahan kantuk Milea pun pamit untuk pergi ke toilet.
"Gw ngantuk banget, tar tolong bawain tas gw ke mobil !" bisik Milea kepada Rima sebelum keluar dari ruangan kelasnya. Milea tidak mungkin membawa tas nya karena Dosen akan curiga jika ia membawa tas nya untuk pergi ke toilet.
"Iya " jawab Rima.
Keluar dari ruangan kelasnya Milea tidak pergi ke toilet namun Milea pergi ke parkiran untuk tidur di dalam mobilnya. Milea membuka sedikit kaca mobilnya dan tertidur dengan pulas.
Beruntung hari itu mata kuliah lebih cepat selesai sehingga kelima sahabatnya itu langsung menyusul Milea ke parkiran sambil membawakan tas Milea.
"Sam.. ponakan Lo pengen asinan Bogor nih beliin dong " pinta Milea yang baru melek setelah kelima temannya datang.
"Baru bangun sudah minta yang aneh-aneh " keluh Samuel.
"Asinan Bogor Sam..bukan yang aneh-aneh " Milea memberenggut.
"Iya tapi belinya dimana ?" tanya Samuel bingung.
"Di dekat rumah gw ada yang jual asinan Bogor " jawab Rima.
"Gw maunya belinya di Bogor, ayo sekarang kita ke Bogor !" rengek Milea.
"Yang bener saja Mil masa kita harus beli kesana ?" tanya Samuel.
"Ponakan Lo yang mau Sam, katanya kalau mau apa-apa bisa minta sama kalian " jawab Milea.
"Iya..tapi ke Bogor kejauhan Mil "
"Ya sudah kalau tidak mau tidak apa-apa " ujar Milea dengan mata berkaca-kaca.
Melihat Milea yang hampir menangis membuat Samuel tidak tega, selain itu karena sudah terlanjur terikat perjanjian dengan Abimanyu akhirnya Samuel pun setuju untuk mencari Asinan Bogor ke Bogor.
Karena akan ke bengkel Leon dan Ari tidak bisa ikut dan akhirnya mereka pun pergi berempat tanpa Leon dan Ari.
Siang itu Milea, Samuel, Rima dan Mona pergi ke Bogor untuk membeli asinan keinginan ibu hamil yang sangat merepotkan.
Sepanjang perjalanan ke Bogor Milea tertidur pulas di kursi belakang bersama Rima.
"Si Mile yang hamil kita yang repot, lihat dia enak banget tidur nyampe ileran begitu " Mona terkikik di kursi depan.
"Kalau nanti bayinya lahir semoga dia tidak ikut ngerecokin kita seperti emaknya " Samuel ikut tertawa.
Karena tertidur sangat pulas Milea mengabaikan banyak panggilan dari Abimanyu. Karena tidak berhasil menghubungi Milea Abimanyu pun langsung menghubungi Samuel untuk menanyakan keberadaan istrinya.
Apakah Milea ada bersama kalian ? (Abimanyu )
Ada kak dia sedang tidur, kami sedang dalam perjalanan ke Bogor ( Samuel )
__ADS_1
Samuel mengambil photo Milea yang sedang tidur kemudian dikirimkan kepada Abimanyu.
Ngapain kalian ke Bogor ? (Abimanyu )
Milea ingin asinan Bogor, dia ingin beli di Bogor.. merepotkan sekali (Samuel )
Ya sudah hati-hati ,nanti uangnya aku transfer ke kamu ( Abimanyu )
Oke Boss (Samuel)
Setelah memastikan Milea bersama orang yang tepat Abimanyu pun terlihat lega. Ia dapat fokus dengan pekerjaan yang lumayan menguras tenaga dan pikirannya.
Disela aktivitas nya Abimanyu terus memantau keadaan Milea melalui Samuel.Pria sahabat Milea itu selalu rajin mengirimkan photo photo apapun yang sedang Milea lakukan.
Beberapa menit yang lalu Samuel mengirimkan photo Milea yang sedang menikmati asinan Bogor nya dengan sangat lahap.
Melihat photo Milea Abimanyu pun langsung menghubungi Milea melalui sambungan video.
"Kamu kalau makan tidak ingat sama aku Moy ?"
Abimanyu menatap Milea yang sedang asik menyantap asinan Bogor nya.
"Ingat dong Sayang..nanti aku bungkusin buat kamu " jawab Milea.
"Mau pulang jam berapa ?" tanya Abimanyu.
"Sudah makan asinan mau jalan-jalan dulu sebentar, terus pulang " jawab Milea.
"Iya " jawab Milea.
Setelah mengakhiri panggilan dengan Abimanyu, Milea melanjutkan makan asinan Bogor nya dan kemudian bersiap untuk melanjutkan jalan-jalan sebelum pulang ke Jakarta.
" Gw bahagia banget punya teman seperti kalian, kalian itu Om dan Aunty yang bisa diandalkan " ucap Milea saat mereka dalam perjalanan pulang ke Jakarta.
Samuel , Rima dan Mona saling lirik sambil tersenyum membayangkan hadiah liburan mereka dari Abimanyu jika Milea sudah melahirkan nanti.
Jam tujuh malam mobil yang Samuel kendarai sampai di rumah Milea. Di teras tampak Abi sudah menunggu sambil menikmati secangkir kopi.
"Kita langsung pulang ya kak, sudah malem " Samuel, Rima dan Mona langsung pamit pulang.
"iya hati-hati " jawab Abi.
Setelah mobil Samuel berlalu Abimanyu pun menggandeng Milea masuk ke dalam rumah.
"Sudah puas jalan-jalan nya ?" tanya Abi.
"Sudah..aku lelah sekarang ingin tidur saja " jawab Milea.
__ADS_1
"Sebaiknya mandi dulu Sayang, aku siapkan air hangat ya " ucap Abimanyu.
"Iya " jawab Milea.
*
Menginjak usia kehamilan keempat bulan Milea sudah bisa mencium bumbu dapur beraroma khas bernama bawang. Bahkan Milea mempunyai hobi baru yaitu belajar memasak.
Setiap ada kesempatan Milea selalu mencoba beberapa resep baru yang ia dapat dari berbagai sumber.
"Kamu sedang membuat apa Moy ?" Abimanyu yang baru pulang dari kantor langsung menghampiri Milea di dapur.
Milea terlihat sangat cantik mengenakan apron dengan perut menonjolnya membuat Abimanyu tidak dapat menahan diri untuk memeluknya dari belakang dan mencium ceruk lehernya.
"Aku sedang membuat gulai ayam, aku dapat resepnya dari Mama nya si Sam. Gulai ayam buatan Mama nya si Sam enak loh Sayang..beruntung aku dikasih resepnya " jawab Milea sambil mengaduk masakannya yang hampir jadi.
"Ini gulai apa semur sih Moy..kenapa warnanya hitam ?" Abi mengernyit melihat warna kuah gulai yang berbeda dari biasanya.
"Ya gulai dong Sayang " jawab Milea.
Setelah masakannya dirasa matang, Milea pun menyajikannya di piring untuk Abimanyu.
"Mau makan sekarang atau mau mandi dulu ?" tanya Milea.
"Eeeemm..mandi dulu saja " jawab Abimanyu.
Mandi adalah alasan paling masuk akal bagi Abimanyu untuk menghindar memakan masakan Milea yang terlihat mengerikan itu.
Setiap Milea selesai masak ia selalu memaksa Abimanyu untuk menghabiskan nya, sementara Milea sendiri tidak mau memakan masakannya sendiri.
Seandainya Milea mau sedikit saja mencoba memakan masakannya sendiri sudah pasti Milea akan tau betapa mengerikan rasa masakan buatannya.
"Baiklah kalau kak Abi mau mandi dulu, aku akan siapkan air hangatnya " ujar Milea seraya menyiapkan semua keperluan mandi untuk Abimanyu.
Setelah selesai mandi dan berpakaian mereka kembali ke ruang makan dan Abimanyu pun dengan susah payah terpaksa menghabiskan gulai ayam itu agar istrinya senang.
"Sayang..apakah aku boleh meminta sesuatu sama kamu ?" tanya Abimanyu saat mereka sedang bersiap untuk tidur beberapa jam setelah makan malam.
"Kamu mau minta apa ? mau dibuatkan masakan apa tinggal bilang saja nanti aku pasti buatkan" jawab Milea bersemangat.
"Aku minta kamu tidak usah masak, kamu kan sedang hamil..aku tidak mau kamu melakukan pekerjaan yang berat termasuk memasak " pinta Abimanyu.
Semoga alasan yang dibuat Abimanyu dapat diterima oleh Milea. Jujur Abimanyu sudah tidak tahan lagi jika harus selalu menghabiskan masakan Milea yang rasanya sangat berantakan.
"Masak itu tidak berat, justru aku senang melakukannya" sanggah Milea.
"Urusan dapur ada si bibi..kamu cukup mengurus urusan Kasur saja " pinta Abimanyu.
__ADS_1
"Baiklah " jawab Milea.
Huh.. akhirnya berhasil juga mengelabui Milea batin Abimanyu.