Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Ngidam


__ADS_3

Di hari minggu, setelah lulus dari SMA Nafiza biasanya seharian itu hanya bermalas-malasan tapi karena sekarang dia adalah seorang mahasiswi dia mulai membuka-buka kembali laptopnya yang cukup lama tak di pegangnya.


Dia mulai melihat-lihat mata kuliah yang harus di pelajarinya nanti, Nafiza memangku laptop karena ia sedang duduk bersandar di ranjangnya.


Persis seperti Nafiza, Brian di hari libur ini lebih banyak menghabiskan waktunya untuk merebahkan diri, sementara waktu ini ia tidak berencana mengajak Nafiza jalan-jalan, khawatir Nafiza kelelahan meski dia terus berkata dia dalam keadaan baik-baik saja. Brian memilih lebih baik mencegah daripada mengobati, ia tak ingin menyesal di kemudian hari jika sesuatu terjadi pada Nafiza dan si kembar tripletnya.


Brian membuka matanya memandang Nafiza di sampingnya yang sibuk memperhatikan benda berbentuk segiempat di pangkuannya.


"Kamu sedang belajar?" tanya Brian.


"Tadi sih iya tapi sekarang tidak" Nafiza mengetik-ngetik sesuatu pada keyboard laptop.


"Sekarang apa yang sedang kamu lakukan?" Brian bangun dari tidurnya dan duduk di samping Nafiza ingin tahu apa yang sedang di pandang bumil tersebut.


"Aku ingin melihat ini" tunjuknya pada gambar di layar laptop.


"Lumba-lumba?" Nafiza menganggukkan kepalanya.


"Kita pergi ya melihat lumba-lumba" rengeknya.


"Kamu lebih baik beristirahat Nafiza, kemarin kita baru saja menyelesaikan ospek sebaiknya kita di rumah saja untuk sementara waktu" Brian mendorong tubuhnya kembali rebahan sambil menarik selimutnya ke atas dada.


"Aku maunya lihat lumba-lumba, huwaaaaa" Nafiza menangis histeris, membuat Brian terkejut dan panik.


"Eh kenapa kamu menangis seperti ini" Brian bingung apa yang harus di lakukannya, ia mencoba memeluk Nafiza tapi di tepisnya.


"Aku bilang aku mau melihat lumba-lumba, kenapa apa itu sulit? kenapa kamu tidak mau mengabulkannya? memangnya kamu tidak tahu jika wanita hamil itu suka ngidam?" ucapnya sambil terisak.


"Ngidam? kamu ngidam ingin lihat lumba-lumba?"


"Iya ih nanya terus!" jawab Nafiza kesal, Brian menghela napasnya.


"Ya sudah nanti siang kita lihat lumba-lumba" Brian pasrah, sebenarnya ia tidak terlalu mengerti apa maksud ngidam, ia hanya jadi tidak tega kalau tidak menuruti permintaan Nafiza.


"Horeeeee" tangisan dan rengekan Nafiza hilang dalam seketika. Moodnya berubah-ubah dengan cepat.


"Cepat bersiap kita akan pergi ke Seaworld"


"Ajak kak Troy dan Tita juga ya" pintanya.


"Iya aku akan menelponnya"


"Asyik" Nafiza terlihat sangat senang, ia segera menaruh laptop dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


"Syukurlah dia tidak meminta macam-macam" Brian baru saja selesai membaca artikel mengenai ngidam ini, ternyata fenomena ngidam yang di alami ibu hamil kebanyakan itu permintaannya aneh-aneh.


***


Nafiza dan Brian sudah berada di depan Seaworld yaitu wahana wisata akuarium besar dan modern yang berada di Ancol Jakarta. Kedua sepasang kekasih yang di tunggu olehnya akhirnya tiba, Nafiza sudah cukup lama tidak bertemu Tita, ia menyambutnya dengan pelukan melepas kerinduan.

__ADS_1


"Aku rindu padamu" ucap Nafiza.


"Aku juga sangat merindukanmu bumil" Tita melepas pelukannya dan mengusap pelan perut Nafiza. "Halo kembar triplet aunty cantik di sini"


"Cantik tapi lemot" ledek Nafiza.


"Huhhh kalau sedang hamil tidak boleh meledek orang lain tahu Fiz, nanti anakmu akan sama dengan orang yang diledeknya"


"Tidak mau, masa nanti anakku lemot sepertimu, maaf ya kamu jangan berdoa seperti itu Ta" Nafiza memeluk sahabatnya kembali.


"Masa bodoh ah pokoknya salah satu dari mereka akan mewarisi sifatku. Hahahaha" Tita tertawa renyah membalas ledekan Nafiza.


"Brian bagaimana ini kalau anak kita lemot seperti Tita"


"Tinggal di ajari dan di beri vitamin supaya lemotnya hilang, yang penting anak kita sehat"


"Aku sudah di ajari dan minum vitamin terus lemotku tidak hilang-hilang" ucap Tita memanas-manasi.


"Tuh bagaimana?" timpal Nafiza lagi.


"Kalau urusan cinta sepertinya Tita sangat pintar" ucap Troy sambil merangkul bahu kekasihnya.


"Itu sih tidak usah di katakan, dia hanya ahli merayu laki-laki terutama kak Troy" Sahabat dan sekretarisnya itu saling memandang dan tersenyum.


"Sudah ayo cepat kita masuk, lebih cepat melihat lumba-lumba lebih baik, aku takut nanti anakku ileran"


Ternyata jika mereka ingin melihat lumba-lumba mereka harus pergi ke Ocean Dream Samudra (ODS), tempatnya tak jauh dari Seaworld. Mereka berjalan keluar dan beralih menuju ODS. Suasana cukup ramai beruntung mereka bisa duduk tepat di depan kolam lumba-lumba, mereka menyaksikan atraksi lumba-lumba itu dengan takjub karena ikan mamalia tersebut sangat terlatih.


"Aku ingin di cium lumba-lumba" rengek Nafiza, akhirnya mereka berempat pergi ke tempat khusus berinteraksi dengan ikan tersebut.


Nafiza berjongkok kemudian lumba-lumba tersebut memajukan bibirnya mencium pipinya, Nafiza sangat senang tak bisa berhenti tersenyum.


"Brian aku ingin membawa mereka pulang" rengeknya lagi.


"Maksudmu mereka siapa?"


"Itu" tunjuknya pada lumba-lumba lucu itu.


"Hah?" Brian, Troy dan Tita sama-sama terkejut.


"Bagaimana caranya membawa pulang lumba-lumba Nafiza?" Brian menggaruk kepalanya merasa frustasi.


"Pokoknya bawa pulang" Nafiza menangis seperti anak kecil, ia menghentak-hentakkan kakinya.


"Aduh bagaimana ini Troy, permintaanya benar-benar sulit di kabulkan tapi jika tidak di beri nanti anakku ileran lihat orang-orang memperhatikan Nafiza yang menangis seperti anak TK"


"Ternyata punya istri itu repot ya tuan" ucap Troy, Tita kemudian menyenggol bahu Troy.


"Lalu kak Troy melihat Nafiza seperti ini tidak jadi menikahiku? tidak mau punya istri?" Tita ikutan ngambek.

__ADS_1


"Bukan begitu maksudku. .Akkhhh" Troy ikut pusing karena dua wanita ini berulah, yang satu menangis dan yang satu lagi marah.


Brian dan Troy hanya bisa meratapi nasibnya.


"Perempuan benar-benar merepotkan" ucap mereka berdua kompak.


Setelah membujuk Nafiza dan Tita akhirnya mereka berempat memutuskan untuk pulang, Brian berjanji jika saat tiba di rumah nanti Nafiza bisa melihat lumba-lumbanya di rumah.


Lalu Troy berjanji akan mengajak Tita mengunjungi rumah orangtuanya besok pagi untuk membuktikan keseriusannya menikah, hingga mereka berjalan pulang terpisah.


Nafiza dan Brian kini berada di rumah, istrinya yang sedang mengandung itu langsung menagih janji suaminya.


"Mana lumba-lumbanya? awas saja jika kamu berbohong"


"Aku tidak berbohong, kamu pergilah ke kolam renang ada sebuah kotak besar di sana"


Nafiza dengan tak sabar berjalan dengan cepat meninggalkan Brian, ia ingin segera melihat lumba-lumba itu. Benar saja sebuah kotak besar berpita ada di pinggir kolam.


"Wah besar sekali" Nafiza menarik kotak yang terbuat dari kardus itu. Hingga akhirnya terlihat. .


"Tadaaaaa" teriak Brian dari arah belakang Nafiza.


Seorang badut memakai pakaian lumba-lumba ada di depannya melambaikan tangan.



"Maaf sayang aku benar-benar tidak bisa membawa pulang lumba-lumba aslinya, aku hanya bisa membawa badutnya, kita tidak punya tempat untuk merawat lumba-lumba itu" Mendengar penjelasan Brian, Nafiza jadi tertawa.


"Aku tidak menyangka akan ada badut lumba-lumba di rumah kita, anak-anak kalian jangan sampai ileran ya, ayah sangat berusaha mendatangkan lumba-lumbanya untuk kita tapi tidak bisa, nanti kalau kalian sudah lahir silahkan lihat lumba-lumbanya sendiri ya, di cium seperti bunda tadi juga boleh" Nafiza berbicara sambil mengusap-ngusap perutnya.


"Betul kata bunda" Brian ikut mengelus kembar triplet yang masih di dalam perut.


"Brian aku ingin bawa lumba-lumbanya tidur" pinta Nafiza lagi sambil tersenyum tanpa dosa.


"Apa!!"


Akhirnya Brian menurutinya, ia meminta pemuda badut melepas pakaian badut di ganti oleh Brian, ia tak membiarkan lelaki lain tidur dengan Nafiza.


Kini Nafiza memeluk Brian yang mengenakan pakaian badut lumba-lumba lengkap.


Setelah Nafiza tertidur pulas ia melepas bagian kepala pakaiannya.


"Hahhhhh jangan sampai Nafiza membuka laptop atau bermain internet untuk sementara waktu ini, bisa-bisa dia punya permintaan aneh-aneh lagi" keringat Brian mengalir dengan derasnya.


***


Cerita mereka sebentar lagi berakhir alias tamat


Tetap dukung cerita abal-abalku ini ya 😘

__ADS_1


__ADS_2