Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Season 2-Chapter 71


__ADS_3

Setelah melihat keadaan Tante Mayang, kini Kenan, Alya dan juga Rayhan kembali pulang.


Seperti tadi Rayhan hanya diam saja, ia termenung memikirkan nasib sang Mama yang sedang terikat di dalam ruangan di rumah sakit jiwa.


"Maafkan Kakak Ray kalau membawa Tante kesana" ujar Alya.


"Sudah seharusnya Mama di bawa kesana Ka" jawab Rayhan.


Suasana kembali hening, Kenan melajukan mobilnya dengan pelan, menembus hiruk pikuk kepadatan siang hari ini.


"Mau makan siang di restoran gak ?" Tanya Kenan memecahkan keheningan.


"Pulang aja Yang, kita makan di rumah" jawab Alya.


"Aku langsung pulang aja Kak, aku mau ke rumah dulu untuk mengambil barangku yang tertinggal" sahut Rayhan karena kini ia sadar kalau rumah itu sudah hak nya Alya.


"Ray ikut dulu sama Kakak ! Ada yang ingin Kakak katakan" pinta Alya.


Rayhan berpikir sebentar kemudian mengangguk "baik kak"


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


"Mas tolong bikinin Arin susu !" Teriak Dewi.


Afnan yang sedang berada di luar rumah langsung berlari cepat menghampiri sang istri yang sedang menjaga putri kembar mereka.


"Iya sayang" jawab Afnan.


Dewi menyunggingkan senyumnya, ia menunggu suaminya membuat susu buat Arin, karena air susu Dewi tak sebanyak dulu, sehingga membuat kedua putrinya harus di bantu dengan susu formula.


"Ini sayang" Afnan memberikan botol susu kepada Dewi.


"Kasihin !!" ucap Dewi sambil menyengir hingga menampakka deretan gigi rapihnya.


"Baik sayang"


Afnan menggendong baby Arin dan Dewi masih menggendong Kia, dengan mengucap Bismillah Afnan memberikan susu yang berada di tangan nya kepada Baby Arin. Terlihat sekali Baby Arin begitu kuat meminumnya.


"Sehat terus ya anak Abi" gumam Afnan namun masih bisa di dengar oleh Dewi.


"Aamiin" sahut Dewi.


Membuat Afnan menoleh kearah Dewi dan tersenyum, tak ada lagi yang ingin ia inginkan selain bersama dengan istri dan anak-anaknya.


"I Love You" ucap Afnan tanpa bersuara namun Dewi tau dari isyarat bibir suaminya.


Dewi tersipu "Love You To" namun tetap juga di balas.


Keduanya terkekeh, hingga membuat Alwi yang baru bergabung menjadi heran.


"Abi sama Bunda kenapa ketawa kaya gitu ?" tanya Alya membuat Afnan dan Dewi saling pandang.

__ADS_1


"Tidak Nak" jawab Afnan dengan lembut.


"Sini sayang duduk samping Bunda !" titah Dewi


Alwi langsung menurut ia duduk di samping Dewi memandangi wajah Kia yang terlihat bersih dan putih. Suara decapan Kia membuat Alwi tersenyum.


"Bun, kenapa dedek Kia makan nya sama Bunda ?" tanya Alwi tak mengerti.


"Dedek kan masih bayi Nak, Alwi juga dulunya begitu" jawab Dewi.


"Tapi Alwi udah gak tau rasanya kaya apa"


"Iyakan udah lama banget sayang"


Alwi menganggukan kepalanya, hingga ia ingat kalau malam ini ia harus setoran hapalan kepada Afnan.


Memang begitu setiap seminggu sekali Afnan akan memberikan hapalan berubah ayat pendek kepada Alwi dan saat malam jum'at tiba Alwi akan membacakan hapalan nya.


"Bi nanti malam Alwi setoran ya" ucap Alwi mengingatkan.


"Baik Nak, nanti malam Abi tunggu" jawab Afnan.


Dewi tersenyum, bahkan surat-surat pendek saja banyakan Alwi yang hapal dari pada dirinya.


"Sayang, jumat soreh temenin Mas mau gak ?" tanya Afnan


"Kemana Mas ?"


"Berkunjung ke pesantren Ustadz Zahran di kota D, udah lama Mas gak kesana. Nanti kenalan sama istrinya Ustdaz Zahran juga"


"Iya kalau kamu gak mau juga gak papa. Mas gak maksa"


Sebenarnya Dewi belum ingin ikut karena ia belum pernah menemani Afnan keacara pesantren, apalagi ini harus berkenalan dengan istri Ustadz.


"Kira-kira istrinya Ustadz Zahran gimana Mas ?" tanya Dewi


"Gimana apanya ?" Afnan balik bertanya.


"Iya dia itu bagaimana ? Dewi malu Mas ketemuan sama istri Ustadz. Pasti agama nya lebih baik dari Dewi kan" ucap Dewi menunduk.


"Astaga" Afnan duduk di samping sang istri karena Alwi sudah pindah tempat duduk "Setahu Mas istrinya Ustadz Zahran itu sama kaya kamu, tapi bedanya dia bercadar. Makanya besok ikut aja sekalian kenalan. Dia anak jakarta kok tapi setelah menikah dengan Ustadz Zahran makanya dia pindah. Orang tuanya yang punya restoran xxx itu dek, Pak Angga sama Bu Maya" jelas Afnan.


"Baiklah Mas aku mau"


Afnan tersenyum mendengar sang istri mau ikut dengan nya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Keesokan harinya setelah sholat jumat, Afnan dan Dewi langsung berjalan kekota D, mereka menitipkan sikembar dan Alwi pada kedua orang tua Dewi.


Didalam perjalanan Dewi terus melihat penampilannya, membetuli kerudungnya supaya tak terlihat kusut. Afnan hanya mengu lum senyum melihat tingka sang istri.

__ADS_1


Setelah sampai di pesantren yang di katakan Afnan, Dewi langsung menatap takjub karena bangunan pesantren yang terlihat megah dan bersih.


"Sejuk banget Mas disini" ucap Dewi.


Afnan menghentikan mobilnya saat melewati para santri, ia menurunkan kaca mobil nya.


"Assalamualaikum" ucap Afna


"Waalaikumsalam" jawab santri itu serempak.


"Mau bertanya, apa Ustadz Zahran ada di rumah ?"


"Ada pak tadi habis mengajar, silahkan langsung kesana saja"


Afnan tersenyum dan mengangguk setelah mengucapkan terimakasih Afnan kembali melajukan mobilnya dan berhenti di sebuah rumah yang desainnya tak kalah megah.


"Assalamualaikum Fahri". sapa Afnan pada Fahri yang sedang berdiri di depan pintu.


"Wah Ustadz Afnan, bagaimana kabarnya ?" Fahri langsung merangkul pundak Afnan.


"Baik-baik, Mana Zahran ?" tanya Afnan.


"Ada didalam sedang bersama istri dan anak-anaknya, mari silahkan masuk"


"Terima kasih, oh iya ini perkenalkan istri saya namanya Dewi" Afnan memperkenalkan Dewi pada Fahri.


Fahri mengantupkan kedua tangan nya didada "Fahri"


Di balas hal yang sama oleh Dewi "Dewi istrinya Mas Afnan"


Fahri berjalan duluan, di ikuti oleh Afnan dan Dewi


"Bro ada tamu dari Turki" seru Fahri membuat Afnan geleng-geleng kepala sambil tersenyum.


Disana Dewi dapat menangkap keromatisan Zahran dan sang istri apalagi saat mereka datang sepertinya istrinya tak mengenakan cadar dan Zahran langsung membantu memasangkan.


"Assalamualaikum Zahran" sapa Afnan


Zahran langsung tersenyum."Waalaikumsalam, wah mimpi apa semalam bisa bertemu teman lama" balas Zahran


"Haha. bisa aja Anta bro. Oh iya perkenalkan istri saya Dewi" ucap Afnan.


"Sayang ini Ustadz Zahran dan itu istrinya" Afnan memperkenalkan Zahran pada Dewi.


"Zenia istrinya Mas Zahran" Zenia menjulurkan tangannya dan langsung di sambut oleh Dewi


"Dewi" balasnya dengan senyuman.


"Mari silahkan duduk. Sayang Byby buatkan minum dulu ya" Zahran hendak berlalu namun langsung di tahan sama Zenia.


"Biar Nia saja By,. Byby disini saja menemani mereka"

__ADS_1


Zahran tersenyum "Baik sayang, terima kasih kalau begitu"


Dewi terus memperhatikan keduanya, entah kenapa ia rindu dengan Afnan padahal Afnan duduk pas di sampingnya.


__ADS_2