Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Episode 143


__ADS_3

Rian meninggalkan rumah sakit dengan keadaan penuh amarah, dia langsung mengendarai mobilnya untuk mencari tempat menenangkan diri.


“Aaahhhh, kenapa semua ini harus terjadi ??” teriak nya sambil memukur setir.


Mobil melaju dengan cepat, bahkan sudah 2 lampu merah Rian lewati tak peduli dengan polisi yang ada di sekitarnya.


Sementara dirumah Kenan, Alya sedang gelisa karena menunggu suaminya pulang, awalnya dia sudah minta izin kepada Kenan untuk berangkat duluan ke rumah sakit, tapi Kenan tak mengizinkan dia akan segera pulang dan berangkat bersama.


“Assalamualaikum” suara Kenan di ambang pintu.


Membuat Alya tersenyum senang, karena akhirnya suaminya pulang juga.


“Walaikumsalam” balas Alya yang langsung mendekati suaminya.


“Bagaimana apa sudah siap ??” tanya Kenan setelah istrinya mencium punggung tangan nya.


“Sudah Yang, aku juga sudah memompa Asi ku buat Key jadi aman”


“Ya sudah aku ganti baju dulu” ucap Kenan setelahnya.


Kenan dan Alya naik ke atas, jika Kenan berganti pakaian Alya memasukan ponsel dan dompet ke dalam tasnya.


Tidak berapa lama mereka berdua siap untuk pergi ke rumah sakit untuk menjengok keadaan Dewi adik iparnya.


Kenan tidak lupa menyempatkan diri untuk bertemu dengan putrinya yang sedang di gendong oleh Bik Mina, setelah mencium anaknya barulah Kenan dan Alya berangkat kerumah sakit.


Di dalam perjalanan ke rumah sakit, Alya tampak sangat gelisa pasalnya setelah tahu kalau Dewi jatuh di kamar mandi dan di bawah kerumah sakit Alya belum tahu keadaan selanjutnya.


“Kenapa bisa jatuh sih ?? apa Rian gak nyuruh pembantunya menyikat kamar mandi ??” tanya Kenan heran.


“Aku juga gak tahu kronologinya Yang, tadi Papa sebelum berangkat hanya bilang sama aku kalau Dewi jatuh di kamar mandi dan akan di bawah kerumah sakit” jawab Alya apa adanya.


“Ini pasti salah-satu dari mereka ada yang ceroboh, kalau itu Rian akan ku tabok dengan keras”


“Jangan gitu Ah Yang, aku ngeri lihatnya”


Kenan memarkirkan mobilnya di pelataran rumah sakit, dia keluar di ikuti oleh Alya, mereka berdua masuk ke dalam rumah sakit dengan bergandengan.


“Permisi pasien bernama Dewi di ruangan mana ??” tanya Kenan bertanya kepada salah-satu perawat yang lewat.


“Bu Dewi sudah di pindahkan ke ruangan VVIP oleh Tuan Bayu ” jawabnya.

__ADS_1


Kenan langsung mengerti dimana letak ruangan khusus keluarga Abraham, Kenan dan Alya langsung menuju dimana ruangan Dewi.


Ceklekkkkk


Pintu di dorong dari luar oleh Kenan, disana Alya melihat Dewi menangis di pelukan mamanya, segera Alya berlari dan berdiri di samping ranjang Dewi.


Dewi yang melihat kedatangan Alya langsung melepaskan pelukan Mamanya dan beralih memeluk Alya.


“Apa yang terjadi ??” tanya Kenan bertanya kepada semua orang


“Dewi keguguran, akibat jatuh di kamar mandi di tambah kandungan nya baru tremester pertama” jawab Papa nya Dewi.


“Astaghfirullah” gumam Alya pelan.


“Sabar ya Wi !! ini cobaan buat kamu dan Rian, insya Allah kalian akan mendapatkan penggantinya yang lebih baik” ujar Alya


Dewi tak mampu menjawab dia hanya bisa menangis, sang Mama dengan tulus mengelus kepala anaknya, mereka semua tahu kalau saat ini Dewi sangat terluka dan kehilangan.


“Lalu dimana Rian ??” tanya Kenan lagi


“Papa gak tahu, tadi Rian keluar dari IGD dengan marah, Papa kira dia pulang kerumah,” jawab Papa Bayu.


-


-


“Rian kamu dimana ??” ucap Kenan frustasi.


Berulang kali Kenan menghubungi nomor Rian, namun tak ada jawaban padahal ponsel Rian aktif.


Sekarang Kenan yakin kalau saat ini Rian sangat terpukul karena kehilangan calon anaknya, tapi tidak begini cara Rian dalam menyikapi semuanya, harusnya Rian menyemangati istrinya bukan malah pergi dan membuat masalah baru.


Akhirnya dengan bantuan Pras, Kenan bisa menemukan adiknya yang saat itu berada di taman.


“Disini kamu rupanya” ucap Kenan mengagetkan Rian yang saat itu tengah duduk melamun dengan duduk di bangku taman.


“Kakak” kata Rian terkejut..


Kenan duduk di samping adiknya.


“Kenapa kamu disini ?? harusnya kamu di rumah sakit Dewi masih sangat membutuhkan kamu” ujar Kenan memulai pembicaraan.

__ADS_1


“Buat apa dia butuh aku kalau dia yang sengaja membuat anak ku pergi.”


Jawaban dari Rian membuat Kenan langsung menoleh, dia menatap wajah Rian dimana terdapat kesedihan yang begitu mendalam.


“Apa maksudmu ??” tanya Kenan lagi.


“Dewi tu keras kepala Kak, aku udah sering bilang jangan menyikat kamar mandi terus tapi dia selalu ngeyel, sekarang apa yang aku takutkan terjadi kan, ini tu kesengajaan , Dewi gak mau mengandung anak ku”


“Kau bicara apa ?? kalau Dewi tidak mau mengandung anak mu buat apa dia nikah sama kamu Rian, tolong berpikir dewasa, jangan kayak anak kecil gini”


“Bukan aku yang kayak anak kecil Kak, tapi Dewi”


Kenan mengusap wajahnya dengan kasar, Rian masih di pengaruhi dengan amarah yang besar jadi akan sangat sulit untuk membuat Rian cepat mendingin.


“Aku mau pisah sama Dewi”


“Apa ??”


Tentu saja Kenan kaget dengan perkataan adiknya, Rian pikir nikah itu mainan, hanya karena satu kesalahan harus berakhir dengan perpisahan. Kenan benar-benar gak ngerti dengan jalan pikiran adiknya.


“Jaga ucapan mu Rian, nikah itu bukan mainan, hanya karena satu kesalahan kau mau berpisah dengan istrimu, nanti kau menyesal” ucap Kenan menasehati.


“Justru dengan masih bersama dia aku akan menyesal”


“Kamu itu masih dalam amarah jadi omongan mu ngelantur, Kakak gak pernah ngajarin kamu jadi pecundang seperti ini, ayo kembali kerumah sakit dan minta maaf sama Dewi !!”


“Aku gak mau Kak, mendengar namanya saja aku ingin marah apalagi jika terus berada di dekatnya”


“Kalau kamu masih menghargai dan masih menganggap Kakak dan Papa keluargamu kembali kerumah sakit dan temui Istrimu” ancam Kenan kemudian.


Rian langsung memandang wajah sang Kakak, Rian dapat melihat bahwa Kenan sangat ingin dirinya kembali ke rumah sakit, dan menemui istrinya.


“Cih kalau bukan memikirkan Kakak dan Papa, aku gak sudi berhadapan dengan nya lagi” batin Rian


Karena tidak tega dengan Kenan akhirnya Rian menurut, dia ikut dengan Kenan untuk kembali ke rumah sakit.


Setelah sampai di rumah sakit, Rian masuk kedalam ruangan istrinya dengan malas di ikuti oleh Kenan di belakangnya.. Dewi yang melihat kedatangan suaminya tersenyum, dia yakin kalau Rian tidak akan meninggalkan nya terlalu lama.


Dewi memandang suaminya dia pikir Rian akan langsung mendekatinya dan memeluknya seperti yang dia inginkan, tapi ternyata salah Rian malah berjalan dan duduk di sofa tanpa sedikitpun memandang ke arahnya.


“Kau dari mana Rian ??” tanya Papa Bayu kepada anak nya.

__ADS_1


“Pergi, cari ketenangan”


BERSAMBUNG !!!!


__ADS_2