
Cuaca di musim panas sudah pasti mengundang keringat dan rasa gerah muncul, membuat orang-orang setia menyalakan pendingin untuk menyamankan diri. Seperti yang berada di ruangan ini, sudah tiga hari Brian di rawat dan kini waktunya pulang. Tentu dirawat di rumah sendiri lebih nyaman dari pada di rumah sakit. Troy telah mengurus segala urusan administrasinya, Brian juga telah di giring ke lobi menggunakan kursi roda. Sebenarnya ia masih sanggup dan kuat untuk berjalan tetapi protokol dari rumah sakit ia harus di antar sampai ke lobi menaiki kursi roda. Ia hanya bisa menurut saja.
Setelah perjalanan yang cukup lama tibalah mereka bertiga di rumah, Brian Nafiza dan Troy langsung masuk ke dalam.
"Troy mana laporan tentang proses konstruksi proyek di Italia?" tanya Brian sambil duduk di sofa ruang TV.
"Ini tuan, proyeknya baru berjalan 10% tetapi semuanya berjalan dengan lancar dan baik" Troy menyerahkan sebuah tablet pada Brian yang langsung memeriksa detail datanya.
"Kamu baru sampai rumah langsung bekerja? beristirahatlah dulu" ucap Nafiza melihat kedua lelaki tersebut sibuk berdiskusi.
"Aku hanya memeriksa perkembangannya. Oke ini sudah bagus Troy" Brian terlihat menyudahi. "Kamu setelah ini juga bisa pulang dan beristirahat. Besok kita bertemu di kantor"
"Baik tuan, kalau begitu saya pulang dulu. Jika membutuhkan sesuatu tuan bisa memanggil saya" pamit Troy setelah membereskan tablet dan bebawaannya ke dalam tas slempang miliknya.
"Iya Terima kasih Troy"
"Sama-sama tuan, nona Nafiza saya permisi pulang"
"Hati-hati kak Troy" Troy membungkukkan badannya dan pergi keluar dari rumah Brian.
Kini hanya tinggal Nafiza dan Brian berada di ruang TV, Nafiza duduk di samping Brian sambil melipat tangannya.
"Kita harus merencanakan double date untuk kita, Tita dan kak Troy" ucap Nafiza.
"Kenapa tiba-tiba sekali, memangnya Tita sudah tidak tahan ingin berkencan dengan Troy?"
"Justru karena perasaan kak Troy susah di tebak, kadang ia terlihat menolak tetapi kadang ia tersipu malu bertemu dengan Tita. Kita harus memancingnya agar tau bagaimana perasaannya yang sebenarnya"
"Terserahlah, atur saja olehmu." Brian menidurkan dirinya di pangkuan Nafiza.
"Bagaimana apa kamu masih sakit?" tanya Nafiza sambil membelai rambut Brian dan memeriksa dahinya.
"Tidak, aku hanya ingin istirahat saja masih sedikit lemas"
"Ayo kita tidur di kamar, kamu bisa sakit badan jika tidur di sini"
"Lima menit lagi, aku ingin seperti ini sebentar saja" Brian memejamkan matanya, tangannya meraih tangan Nafiza dan meletakkannya di dadanya.
"Baiklah, mau sekalian aku nyanyikan sebuah lagu pengantar tidur tidak? supaya lebih pulas" ajak Nafiza bercanda.
"Lagu apa? tapi harus enak di dengar"
"Lagu ini sangat enak sekali, kamu pasti suka"
__ADS_1
"Ya sudah nyanyikanlah" Nafiza mulai berdehem mengetes suaranya dan mulai bernyanyi.
*Brian bobo oh Brian bobo
Kalau tidak bobo di gigit nyamuk
Brian bobo oh Brian bobo
Hari sudah malam berkabut bintang
Bobolah bobo oh Brianku sayang
Kalau tidak bobo di gigit nyamuk*
Mendengar Nafiza bernyanyi Brian malah tertawa.
"Aku jadi seperti anak balita. Hahaha"
"Kan aku sudah bilang ini lagu pengantar tidur, lagu ini cocok untuk semua kalangan usia. Bagaimana mau di nyanyikan lagi tidak?" Nafiza masih mengusap-ngucap pucuk kepala Brian di pangkuannya.
"Nyanyikanlah satu kali lagi" pinta Brian, kemudian Nafiza menyanyikannya kembali. Hingga Brian benar-benar tertidur.
***
Nafiza merasa tenggorokannya sangat kering, ia memilih untuk pergi ke dapur mengambil minum. Brian ia tinggalkan di sofa masih tertidur, Nafiza sudah memegang gelas dan mengisinya dengan air, kini ia sedang menenggak minumannya.
"Kamu mengejutkanku, kenapa tidurnya hanya sebentar?" Nafiza terkikik saat Brian dengan sengaja meniup leher Nafiza pelan dalam jarak dekat. Ia tahu kalau leher adalah titik kelemahan Nafiza, Brian semakin menenggelamkan kepalanya menghirup wangi strawbery ciri khas Nafiza.
Nafiza tersenyum lembut, jemarinya mengelus tangan Brian yang melingkar di pinggangnya. "Aku rasa sekarang kamu sudah sehat" Brian memiringkan wajahnya ke samping menatap wajah Nafiza yang saat ini sedang memandangnya.
"Ini semua berkat dirimu" Brian memutar tubuh Nafiza menghadapnya dan menatap dalam mata istrinya tanpa melonggarkan dekapannya. "Nafiza terima kasih sudah merawatku saat sakit" Nafiza menatap balik pandangan Brian dengan penuh kasih sayang.
"Iya sama-sama itu semua adalah kewajibanku sebagai istrimu" Brian tersenyum tipis dan mulai mendekatkan wajahnya. "Jangan di sini, nanti ada orang lain ke dapur kita bisa malu" bisik Nafiza.
Tanpa aba-aba lagi Brian menarik tangan Nafiza menaiki tangga menuju kamar mereka, sesampainya di kamar Brian langsung membawa Nafiza kembali dalam dekapannya.
"Nafiza . ." Panggil Brian pelan.
"Iya aku tahu, aku juga sangat mencintaimu" Seolah Nafiza bisa membacanya apa yang akan di katakan Brian sebelum Brian mengatakannya.
Kecupan lembut kini dirasakan keduanya, Brian memagut bibir ranum istrinya yang entah kenapa selalu terasa manis. Brian membelai wajah Nafiza semakin memperdalam pagutannya. Nafas keduanya memburu.
Brian mendorong tubuh Nafiza ke ranjang tanpa melepas ciumannya.
__ADS_1
"Jangan meminta lebih aku masih datang bulan" ucap Nafiza melepas ciumannya.
"Aku lupa. Hem payah" Brian menahan tubuhnya dengan kedua tangannya. Nafiza menjadi terkekeh melihat Brian kecewa.
"Tunggulah beberapa hari lagi"
"Yah mau bagaimana lagi, baiklah" Nafiza mengecup bibir Brian beberapa kali, merayunya agar tidak terlalu kecewa.
Brian menjatuhkan dirinya dan menarik Nafiza ke dalam pelukannya.
"Sekarang lebih baik kita tidur dari pada aku juga tidak bisa berbuat apa-apa"
Brian semakin mengeratkan pelukannya, sesekali ia juga mencium pucuk kepala Nafiza.
Brian : "Author sedang lebaran bisa-bisanya nulis adegan mesum"
Author : "Hehehe Maaf, soalnya kan sudah lama Brian libur" π
Brian : "Mangkanya nanti kalau nulis begituan gaskeun"
Author : "Huuuhh maunya"
***
Maaf ya part kali ini cuma sedikit
Author ga fokus soalnya mikirin sapi sama kambing yang mau di potong kasihan. Ehhhhh Becanda hehe
Author Brian Nafiza Troy dan Tita mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1441H bagi yang merayakan
Kurban adalah pertanda cinta
Cinta kepada sang Khalik
Dan cinta kepada sesama
Anak gaul main facebook'an
Update status sambil Chatingan
Kusadari banyak kesalahan
Mohon maaf di Hari Lebaran
__ADS_1
Sorry ucapannya kepanjangan π
Pokoknya Love love love buat Author dan Readers semuanya π