Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Episode 137


__ADS_3

Hari terus berganti, tak terasa kandungan Alya sudah lewat dari perkiraan dokter, Alya agak was-was begitupun dengan Kenan, rasanya sudah tak sabar menanti kehadiran buah cinta mereka apalagi mereka juga gak ada yang tahu jenis kelamin nya itulah yang membuat Kenan maupun Alya menjadi tidak sabaran.


Dokter sudah memberi tahu jika dalam minggu ini Alya juga tak juga melahirkan maka terpaksa Alya harus operasi Cesar, maka dari itu Alya takut dia tidak ingin melakukan operasi, dia ingin melahirkan secara normal.


Pagi ini Kenan menemani Alya berjalan di sekitar rumah, karena menurut dokter itu bisa mempercepat lahiran.


“Sayang anak Daddy, kenapa masih betah banget sih di perut Mommy ?? apa kamu tidak mau bertemu dengan Daddy mu yang tampan ini Hemmmmm ??” ucap Kenan sembari berjongkok di depan perut istrinya.


Tendangan kecil dari dalam perut Alya menandakan kalau bayi tersebut merespon ucapan Kenan, itu membuat Kenan dan juga Alya merasa bahagia.


“Ini udah lewat loh nak, udah waktunya kamu lahir !! ayo sayang keluar dari perut Mommy, nanti bisa main sama Daddy”


Kenan kembali mengajak anak nya berbicara sementara Alya hanya tersenyum.


Mereka kembali melanjutkan jalan-jalan paginya, jika Alya sudah merasa lelah maka Kenan akan mengajak nya istirahat dan mengajak anak nya ngobrol seperti tadi.


Matahari sudah bersinar, teriknya sudah mulai menyengat, Alya mengelap keringat yang menetes di dahinya.


“Masuk yok Dad, aku udah capek” pinta Alya kemudian.


“Ya sudah ayo” balas Kenan dengan lembut.


Mereka berdua masuk kedalam rumah, namun saat akan melewati pintu tiba-tiba perut Alya terasa sangat sakit.


“Aaaawwwwww” Alya memegangi perutnya, dia sedikit berjongkok untuk meredahkan rasa sakitnya.


Kenan panik saat melihat istrinya kesakitan.


“Sayang kamu kenapa ?? apanya yang sakit ??”


“Perut aku Yang, sakit banget, Hu hu hu”


Tak berapa lama sakit itu hilang, Alya kembali melanjutkan jalannya dengan di bantu sang suami, tapi baru 5 menit sakit itu kembali datang


Bik Mina yang melihat Alya kesakitan langsung mendekat.


“Ada apa dengan Non Alya Tuan ??” tanya Bik Mina kepada Kenan.


“Tidak tahu Bik, tapi katanya perutnya sakit” jawab Kenan sambil mengelus perut sang istri


“Jangan-jangan Non Alya mau melahirkan Tuan, silahkan bawa kerumah sakit aja”

__ADS_1


Mendengar kata melahirkan membuat Kenan tersenyum bahagia, tapi tidak dengan Alya dia terus meringis menahan sakit di perutnya, itu benar-benar sakit seperti seluruh tulang patah semua.


“Bi tolong bantu gantiin baju Alya, aku akan mengambil perlengkapan melahirkan dan juga memanggil Papa”


“Baik Tuan”


Sebelum meninggalkan Alya, Kenan terlebih dahulu membawa istrinya duduk di sofa, karena jika di bawa ke kamar lagi Alya sudah tak tahan, apalagi harus naik tangga.


“Aaahhhh, sakit Yang, tolong aku !!” ucap Alya sambil meremas pergelangan tangan suaminya.


“Iya Sayang sabar Ya !! kita akan segera kerumah sakit” kata Kenan lembut.


“Cepetan aku udah gak tahan !!” Alya kembali berteriak, Kenan langsung berlari naik ke atas untuk mengambil perlengkapan bayi dan juga Alya.


Sementara Bik Mina kembali dengan membawa pakaian Alya, dia akan menggantikan baju Alya yang masih mengenakan daster rumahan.


“Gak usah diganti Bi, biar pakai ini saja” ujar Alya karena tidak mungkin dia berganti pakaian di ruang keluarga seperti ini.


“Tapi Non”


“Udah pakai daster ini aja Bi”


Akhirnya Bik Mina mengalah dia tidak mengganti pakaian Alya, Bik Mina duduk di samping Alya.


Alya sedikit berbalik, Bik Mina memijiti pinggang Alya, perlakuan Bik Mina membuat Alya teringat dengan Ibunya, tak terasa air mata Alya menetes, jika saja ibunya masih hidup pasti dia juga akan melakukan hal sama, setidak nya ibunya bisa memberikan Alya semangat.


“Ibu” ucap Alya lirih.


Tidak berapa lama Kenan dan Papa Bayu datang, Kenan membawa satu tas besar yang berisi perlengkapan istri dan calon anak nya.


“Ayo angkat istrimu, sini tasnya biar Papa yang bawa” ucap Papa Bayu tegas.


Kenan mengangguk, dia menyerahkan tas yang dia bawa kepada Papa Bayu,setelah itu Kenan langsung mengangkat tubuh istrinya agak susah memang soalnya selama hamil Alya sedikit gendut.


Papa Bayu membantu membukakan pintu mobil, setelah nya Kenan dengan hati-hati mendudukan istrinya di kursi belakang.


“Biar Papa yang nyetir”


“Apa gak pakai sopir saja Pa ??”


“Tidak usah lagian Pak Ujang sedang di bengkel nyerpis mobil Papa, percaya sama Papa semuanya akan baik-baik saja”

__ADS_1


Dengan pasra Kenan mengangguk dia segera masuk kedalam mobil bersama istrinya, sementara Papa Bayu masuk di kursi kemudi.


Didalam perjalanan kerumah sakit Alya terus kesakitan, hanya satu kata yang terucap di bibirnya. IBU.


Itu yang membuat Kenan kembali mengingat kesalahan nya di masalalu apalagi Alya menangis membuat dada Kenan terasa sakit, dia tahu Alya saat ini membutuhkan ibunya tapi harus bagaimana lagi Ibu nya sudah tenang di alam sana.


“Tahan Sayang” bisik Kenan, dia terus mencium kepala istrinya hingga tak terasa air mata Kenan ikut menetes.


Papa Bayu menghentikan mobilnya di depan rumah sakit, segera pria paruh baya itu berlari masuk ke dalam rumah sakit untuk meminta bantuan.


Tidak berapa lama Papa Bayu kembali dengan beberapa orang perawat, Kenan langsung membuka pintu mobil dan memindahkan istrinya ke atas brankar yang di siapkan oleh suster.


Alya langsung di bawa ke ruang bersalin, disana sudah menunggu dokter Anin yang akan membantu persalinan Alya.


“Pasang infus !!” titah dokter Anin kepada Suster yang ada disana.


Kenan terus menemani istrinya, melihat Alya terus menahan rasa sakit rasanya Kenan ingin menggantikan nya, tapi itu tak mungkin sudah menjadi kodratnya seorang wanita untuk merasakan rasa itu..


“Baru pembukaan 4 Pak Kenan, masih harus menunggu lagi” ucap Dokter Anin kepada Kenan.


“Istriku sudah kesakitan seperti itu tapi kau masih menyuruhnya menunggu, harus berapa lama lagi ??” balas Kenan sedikit membentak.


Alya langsung memegangi tangan suaminya. Kenan menoleh.


“Sayang memang harus begitu, aku harus menunggu sampai bukaan 10”


“Apa ?? kenapa lama sekali ??”


“Memang begitu Pak, kalau mau cepat kita lakukan operasi saja” sahut dokter Anin.


“Tidak dok, saya sanggup Kok, saya tidak mau operasi saya ingin lahiran nornal” balas Alya.


“Sayang operasi saja, apa bedanya sih ?? aku udah gak tega lihat kamu kesakitan seperti ini” ujar Kenan sambil menatap mata istrinya.


Alya menggeleng, bukan karena dia takut operasi, tapi jika bisa normal kenapa harus jalan itu, Yang Alya pikirkan setelahnya, Operasi memang tidak akan sakit di awal tapi akan sakit di akhirnya, maka dari itu Alya tidak mau.


“Aku kuat kok, kamu doakan saja, jika kamu gak kuat lihat aku kesakitan kamu tunggu di luar aja, aku gak papa sendiri”


Perkataan macam apa itu, tentu saja Kenan tidak akan meninggalkan istrinya sendiri di ruangan itu. Kenan akan menemani istrinya sampai buah hati mereka lahir kedunia.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


KENAN : PARA RIEDER TOLONG BANTU DOA SEMOGA PERSALINAN ISTRIKU LANCAR YA.. BIAR KALAU ANAK KU UDAH LAHIR TINGGAL BIKIN ADIKNYA 🤣


__ADS_2