Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Episode 155


__ADS_3

Disisi lain Zaki sedang termenung menyendiri karena istrinya sedang tak mau di temani dirinya, entah kenapa sudah 1 Minggu ini Cela tak suka dengan suaminya dan jadilah sekarang setiap malam Zaki akan tidur diluar tanpa belaian sang istri.


“Cela kenapa sih ?? tiap aku deketin selalu marah-marah apa dia udah gak sayang sama aku ??” tanya Zaki pada diri sendiri...


Jujur dia rindu dengan Cela walau mereka masih sering bertemu tapi Cela tak pernah mau dia dekatin bahkan jika Zaki mau mengambil baju ganti Cela akan mengambil masker karena tak tahan dengan bau badan Zaki.


“Yang segitunya kamu sama Abang, sampai kapan kamu begini”


Sebenarnya bukan hanya Zaki yang bingung Cela pun bingung dengan perasaan nya sendiri, dia bingung kenapa dirinya sangat tak suka berdekatan dengan sang suami.


“Abang maafkan aku !! Cela juga gak tau kenapa gak suka saat Abang deketin aku” batin Cela yang saat ini masih berada di dalam kamarnya sementara sang suami sedang di bengkel.


Tok


Tok


Tok.


Suara ketokan pintu membuat Cela beranjak dari duduk nya, dia berjalan untuk membuka pintu kamarnya.


Ceklek.


Cela membuka pintu ternyata itu adalah ibu mertuanya.


“Loh kamu kenapa Nak ?? kok wajah kamu pucat begitu ??” tanya Ibu dengan nada khawatir.


“Cela juga gak tau Bu, akhir-akhir ini badan Cela terasa lemes banget, seperti gak ada tenaga sama sekali” jawab Cela jujur...


Ibu sejenak berpikir, dia pandangi wajah menantu kesayangan nya itu.


“Kamu merasa mual gak ?? apa ngerasa gak suka gitu sama bau sesuatu” tanya Ibu lagi.


Cela mengernyit bingung dengan pertanyaan ibu mertuanya.


“Tidak Bu, Cela gak ngerasain Mual, memangnya kenapa ??”


“Oh enggak Ibu cuman tanya Nak ??”


“Kan kalau kamu mual bisa jadi kamu hamil ?? tapi karena enggak, mungkin saja kamu memang sedang tak enak badan” batin Ibu sedih.


“Ya sudah masuk Bu” Ajak Cela kemudian.


“Tidak usah, Ibu hanya ingin mengecek keadaan kamu, tapi sekarang ibu sudah tahu kamu banyak istirahat ya !! jangan banyak pikiran, kalau mau makan tinggal bilang sama Bibi, Ibu mau pergi arisan dulu”


“Oh gitu ya sudah Ibu hati-hati di jalan”

__ADS_1


“Iya sayang”


Ibu berlalu dari hadapan Cela, sementara Cela kembali masuk kedalam kamarnya, dia duduk bersila di atas ranjang tempat tidur, memikirkan kondisi badan nya yang sangat aneh akhir-akhir ini.


“Apa jangan-jangan aku punya penyakit mematikan ?? Oh tidak-tidak, aku belum ingin membuat Abang jadi duda sekarang” ucap Cela mengada-ngada.


“Tapi kenapa aku seperti ini sih ?? dekat sama Abang gak suka, kalau lihat dia bawaan nya pingin marah terus, kenapa ya ??”


Cela mengacak rambutnya kasar, bingung dengan keadaan nya sendiri, padahal di seberang sana justru Zaki yang sangat uring-uringan dengan perubahan Cela, apalagi dengan tingkah Cela yang tak mau di deketin.


****************


Siang hari Zaki akan mengajak istrinya pergi kerumah sakit untuk di periksa, mungkin istrinya butuh obat kenapa dia tak suka berdekatan dengan nya.


“Dek Abang masuk Ya !!” ucap Zaki meminta izin kepada sang pemilik kamar.


“Bentar aku pakai masker dulu” balas Cela di dalam kamar.


Zaki menghela nafas nya, dia harus menyabarkan diri untuk menghadapi istrinya.


Ceklek.


Tidak lama kemudian pintu kamar terbuka nampak sosok Cela yang berdiri dengan mengenakan masker, tapi Zaki masih bisa melihat kalau istrinya tak baik-baik saja, tatapan matanya sayu seolah mengatakan kalau dia sedang tidak sehat.


“Sayang kamu sakit ??” tanya Zaki hendak memegang tangan Cela. Tapi buru-buru Cela mencegahnya.


“Iya-iya, Abang gak akan nyentuh adek” Zaki mengangkat tangan nya pasrah...


Cela masuk kembali kedalam kamar nya di susul oleh Zaki. Cela kembali duduk di atas ranjang sementara Zaki memilih duduk di sofa dia lebih memilih tempat aman dari pada mendengar teriakan istrinya.


“Abang ngapain udah pulang jam segini ?? bukan nya bengkel belum tutup” tanya Cela berbicara di balik maskernya


“Abang mau bawa kamu periksa dek” jawab Zaki to the point.


“Ngapain bawa Cela periksa kan Cela gak sakit ??" bantah Cela yang sudah akan marah.


“Iya Abang tau kalau Adek gak sakit, tapi kenapa Adek gak suka Abang deketin ?? Abang gak suka tidur di luar terus pokoknya Abang akan bawa Adek kerumah sakit untuk periksa, Titik”


Cela bangkit dari duduk nya dia kaget mendengar teriakan Zaki, karena baru pertama kali ini Zaki membentaknya.


Mata Cela mulai berkaca-kaca, dan Zaki langsung menyadari semua itu, dia menyesal karena sudah membentak istrinya harusnya dia selalu ingat kalau Cela masih gadis belia yang perasaan nya masih cengeng.


“Maafkan Abang dek !! Maaf Abang gak sengaja bentak kamu seperti tadi” ucap Zaki merasa bersalah.


“Hiks--Hiks--Hiks, Abang jahat kenapa bentak Cela ?? Abang jahat”

__ADS_1


“Iya maafkan Abang ya !! tapi percaya sama Abang, Abang cuman mau kamu sehat, kita periksa ke rumah sakit ya ?? mau kan ??” tanya Zaki berusaha selembut mungkin.


“Tapi Cela takut Bang”


“Takut kenapa dek ?”


“Takut kalau ternyata Cela ada penyakit berbahaya ?? nanti Abang ninggalin Cela gimana ??”


Zaki tersenyum, pikiran istrinya terlalu pendek, mana mungkin dia akan meninggalkan wanita itu, karena Zaki sangat menyayangi Cela, bagaimana dia bisa menjalani harinya jika Cela tak ada...


“Mana mungkin Abang ninggalin Adek, Abang tu sayang banget sama Adek, apapun yang terjadi Abang janji akan selalu ada buat adek”


“Janji ??” Cela memberikan jari kelingkingnya, dan Zaki tau maksud dari istrinya dia pun menautkan jari kelingkingnya sembari berkata.


“Janji”


Akhirnya siang itu Zaki berhasil membawa sang istri kerumah sakit, memang tak ada keluhan dari Cela hanya saja dia merasa tubuhnya sangat lemah, tapi tidak merasa mual dan muntah.


Sekarang Zaki dan Cela sudah berada di rumah sakit, mereka menunggu di tempat yang sudah di tunjuk oleh pihak rumah sakit, Zaki tak fokus mereka di arahkan ke poli mana.


Tidak lama kemudian nama Cela di sebut, Zaki segera menggandeng tangan istrinya untuk masuk kedalam ruangan dokter.


Seorang dokter wanita tersenyum dengan ramah, Cela dan Zaki duduk di hadapan sang dokter, dan dokter tersebut langsung menanyakan keluhan yang Cela alami.


Setelah mendengarkan penjelasan Cela, dokter langsung menyuruh Cela berbaring di tempat tidur, dan dokter langsung melakukan pemeriksaan.


Saat di periksa tak ada pertanyaan dari Cela maupun Zaki mereka hanya fokus ke dokter yang sedang memeriksa, hingga tak lama kemudian Cela sudah selesai di periksa mereka kembali duduk di kursi.


“Bagaimana keadaan istriku dok ??” tanya Zaki.


Dokter tersebut tersenyum.


“Selamat ya Pak istrinya saat ini sedang hamil, dan kehamilan nya memasuki Minggu ke 5 jadi di jaga baik-baik kandungan nya karena di usia sekarang masih sangat rentan tentang keguguran” jawab dokter sembari menjelaskan.


“Jadi istri saya hamil dok ??” tanya Zaki lagi.


“Iya pak”


Mendengar itu Zaki sangat bahagia sementara Cela hanya diam saja.


“Sayang kamu hamil, Alhamdulillah akhirnya aku akan jadi Ayah juga” ucap Zaki sambil memandang wajah istrinya.


“Kok bisa hamil ??” pertanyaan polos itu keluar dari mulut Cela.


“Lah, kan kemaren kamu ingin hamil dek ?? kok sekarang nanya kenapa kamu hamil, iya karena Abang pompa lah”

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2