Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Di Paksa Semangat


__ADS_3

Brian memutar tubuhnya menghadap Nafiza, tatapan menjadi serius.


"Ayo" ucapnya sambil bangun dari posisi tidurnya. Ia membangunkan Nafiza agar mengikutinya.


"Kita mau kemana?"


"Aku akan membantumu agar lebih bersemangat" Brian memegang tangan Nafiza dan mengajaknya keluar dari kamar menuruni tangga dan berjalan ke arah parkiran. Ia membukakan pintu mobil dan mendorong Nafiza untuk masuk ke dalam.


"Tunggu dulu Brian katakan dulu kamu akan membawaku kemana?" Brian menutup pintu mobil dan segera berjalan memutar dan duduk di kursi samping Nafiza.


"Sudah kamu tenang saja, aku tidak akan membawamu ke tempat berbahaya" Brian mulai melajukan mobilnya.


Sepanjang perjalanan Brian hanya fokus mengendarai mobil, sedangkan Nafiza untuk menghilangkan rasa suntuknya ia memilih mendengarkan lagu dari radio mobil Brian.


Setelah hampir satu jam, akhirnya Brian menepikan mobilnya.


"Kita sudah sampai" Brian membuka pintu mobil keluar terlebih dahulu, Nafiza mengedarkan pandangannya kemudian keluar menyusul Brian.


"Wah ini sangat indah, aku baru tahu ada sungai seindah ini di kota kita"



"Kamu itu anak rumahan mana tahu tempat-tempat seperti ini" ledek Brian. Mereka berdiri di tepi pagar menikmati pemandangan sungai.


"Jadi kamu mau punya istri yang suka bepergian tidak betah tinggal di rumah?"


"Emmm tidak juga sih, istri yang seperti itu akan lebih merepotkan"


"Mangkanya bersyukurlah aku ini tidak pernah kemana-mana walaupun jadinya aku kurang gaul"


"Kamu bukannya tidak gaul hanya jadi tidak tahu apa-apa. Hehehe" ledeknya lagi.


"Kamu mengataiku terus lebih baik aku pulang" Nafiza berjalan berbalik ke arah mobil sambil memasang wajah cemberutnya.


"Aku bercanda, jangan marah Nafizaku sayang. Bagiku tak masalah kamu gaul atau pun tidak, sekali pun kamu bodoh aku akan tetap mencintaimu" Brian menghentikan langkah Nafiza dengan menarik tangannya.


"Sebenarnya kamu itu merayu atau meledekku lagi?"


"Merayu tapi sambil meledek" Brian tertawa renyah.


"Issshhh iseng kamu yah" Nafiza mencubit perut Brian.


"Aw aw aw ampun Nafiza" Brian meringis kesakitan memegang perutnya.


"Rasakan! jangan meledekku lagi" ancamnya.


"Iya iya maaf nyonya aku tidak akan meledekmu lagi" Nafiza melepaskan cubitannya. "Sekarang ayo kita kemari lagi" ajak Brian kembali ke sisi pagar.


Brian dan Nafiza bercengkrama di tepi sungai, menikmati pemandangan alam yang ada di depan mereka.


"Kita pulang yuk" ajak Nafiza setelah hampir 20 menit berdiri di sana.


"Kita tidak boleh pulang, aku akan mengajakmu lari mengelilingi sungai"


"Kamu jangan bercanda Brian"


"Aku bersungguh-sungguh, aku mengajakmu ke sini untuk lari di malam hari agar otakmu relaks dan mengilangkan stres"


"Dengan pakaian rumah dan sandal ini?" Nafiza memegang ujung pakaiannya dan mengangkat sendal berbulu yang di pakainya.


"Seseorang sebentar lagi akan datang"


"Siapa?"


Kriiittt


Suara mobil berhenti tepat di samping mobil Brian, terlihat seseorang dengan pakaian olahraga turun dan menghampiri mereka.


"Kak Troy? tentu saja memang yang setia mendatangi kita siapa lagi" ucap Nafiza berbicara sendiri.

__ADS_1


"Selamat malam tuan dan nona" Troy membungkukkan badannya.


"Mana Troy sudah kamu bawa?"


"Sudah tuan, ini pakaian olahraga dan sepatunya" Troy menyerahkan beberapa paper bag pada Brian.


"Ayo cepat ganti pakaian dan sepatumu" perintah Brian pada Nafiza.


"Kapan kamu menghubungi kak Troy? sepertinya kamu niat sekali mengajakku lari"


"Kamu kan spesial selalu menjadi niat pertama dalam hati. Menghubungi Troy kapan itu rahasia" Brian cengengesan.


"Iiihhhh gombal!!" Nafiza melihat dan membuka isi paper bag yang di berikan Brian. Kemudian berjalan masuk ke dalam mobil hendak berganti pakaian tetapi Brian mengikutinya.


"Mau apa lagi Brian?" tanya Nafiza kesal.


"Ganti pakaiannya sama-sama kan boleh" ucapnya berusaha ikut masuk ke dalam mobil.


"Tidak boleh! aku akan ganti duluan dan sendirian!" Nafiza berusaha menutup pintu mobil.


"Ya ampun pelit sekali ganti pakaian saja tidak boleh"


"Cepat minggir Brian nanti terjepit pintu"


"Iya" Brian mengalah ia tak bisa melawan kemarahan Nafiza.


Tak butuh waktu lama untuk Nafiza dan Brian bergantian mengganti pakaian, mereka kini telah siap dengan baju olahraga dan sepatunya.


"Ayo aku sudah siap untuk lari" ucap Nafiza mulai melangkah.


"Hey tunggu sebentar Nafiza kita harus pemanasan dulu" teriak Brian membuat Nafiza kembali.


"Ooohhh"


"Tuh kan di ajak olahraga malam kamu menjadi bersemangat"


"Hem apa?" Brian kurang jelas mendengar perkataan Nafiza.


"Aaa tidak ko aku tidak mengatakan apa-apa" senyum kaku menyungging di bibirnya.


"Sudah, ayo kita mulai Troy"


Troy memimpin Nafiza dan Brian melakukan gerakan pemanasan.


Kini mereka bertiga mulai berlari pelan mengelilingi sungai.


"Rasanya segar" ucap Nafiza dengan suara kencang.


"Aku bilang apa, ini bagus untukmu. Kita harus sering berolahraga jika begitu"


"Tapi aku tidak mau setiap hari"


"Kenapa?"


"Lelah, aku maunya sesekali saja" kini Nafas mereka mulai tersenggal-senggal karena berlari sambil berbicara.


"Yah ya sudahlah terserah kamu saja"


"Saya mau tuan, menemani tuan lari setiap hari" tiba-tiba Troy ikut berbicara.


"Kamu sih tidak usah bicara Troy pasti mau saja"


"Hahaha lama-lama kalian jadi seperti pasangan" Nafiza mentertawakan Brian dan Troy.


"Jangan bicara sembarangan Nafiza, aku masih sangat mencintaimu kamu juga tahu"


"Seharusnya kita tadi mengajak Tita"


"Iya aku lupa"

__ADS_1


"Kapan-kapan pokoknya kita harus pergi berempat"


"Boleh asal setelah kamu menyelesaikan tes ujian masuk universitas"


"Baik bos Brian" mereka masih berlari.


Berkeliling sungai di malam hari memang menyenangkan.


Hosh hosh hosh


Deru nafas Nafiza, ia sudah tak sanggup lagi untuk berlari rasanya ingin cepat duduk tetapi Brian mencegahnya.


"Nafiza lakukan gerakan pendinginan dulu kamu tidak boleh langsung duduk sehabis berlari" Brian memaksa Nafiza mengikutinya melakukan beberapa gerakan pendinginan.


"Aku ingin cepat duduk"


"Sebentar ayo ikuti gerakanku" Brian mencondongkan tubuhnya ke depan dan menggenggam jari kaki yang terulur.


"Sudah boleh duduk belum?" tanya Nafiza setelah beberapa menit melakukan pendinginan.


"Iya"


Nafiza segera mendudukkan dirinya dan meminum air yang di berikan Troy.


"Bagaimana apa kamu menyukainya? lari di malam hari sambil melihat pemandangan sungai, setelah ini pasti tidurmu akan nyenyak" Brian duduk di sebelah Nafiza.


"Suka sih, semangatnya pun di paksa. Tidak lari pun tidurku selalu nyenyak"


"Hargailah sedikit usaha suamimu ini untuk menyemangatimu"


"Hehe iya terima kasih ya suamiku sudah mengajakku pergi lari melihat pemandangan indah, sehabis ini aku pasti akan lebih giat belajar"


"Nah anak muda memang harus seperti itu, selalu semangat"


Mereka duduk menghadap jembatan, tiba-tiba saja dari jembatan tersebut mengeluarkan air mancur.



"Wah keren" Nafiza terkagum-kagum layaknya anak kecil yang baru melihat air mancur, ia menyandarkan kepalanya di bahu Brian.


"Nanti kalau aku ajak lari lagi mau tidak? lari dari kenyataan"


"Kenyataan kalau harus belajar, boleh" keduanya tertawa.


Troy duduk beberapa meter jaraknya dari Nafiza dan Brian, ia juga memandang air mancur sambil meminum air mineral yang di pegangnya. Tiba-tiba seseorang menghampirinya, bertubuh tinggi kurus dan berambut panjang.


"Sendirian saja mas?" tanyanya, suaranya sedikit agak berat. Wajahnya agak tertutup rambut.


"Tidak saya bersama bos saya"


"Mau di temenin tidak?" orang tersebut menatap wajah Troy sambil tersenyum, saat Troy melihatnya.


"Astaga dragon!!" Troy terperanjat dan lari kemudian bersembunyi di balik tubuh Brian.


"Mau ke mana mas kalau sendirian sini aku temenin" ucap laki-laki yang menyerupai penampilan wanita tersebut. Ia berusaha menghampiri Troy yang berlari ke sana ke sini menghindarinya.


Brian dan Nafiza mentertawakan Troy yang main kejar-kejaran dengan waria.


***


Terima kasih untuk setiap dukungannya


Semakin banyak Readers dan author yang komen, Author semakin semangat. Hehe


Mangkanya jangan lupa like komen dan vote juga ya


Salam hangat dari Brian Nafiza dan Troy


Semoga suka 😘

__ADS_1


__ADS_2